
Romi bingung saat Arini menanyakan tentang anak yang dikandung Ayasha. Dia sendiri tidak tahu anak siapa karena Ayasha tidak hanya tidur dengannya.
"Sayang, maaf jika pengakuanku membuatmu kecewa dan tersinggung hanya saja aku hanya ingin kita membina rumah tangga dengan kejujuran."Romi menjelaskan pada Arini.
Arini tak mampu menjawab ataupun protes pada Romi, dia hanya mencoba menenangkan hatinya yang merasa kecewa. Namun Arini sangat bangga dengan kejujuran Romi padanya.
"Sayang, kamu marah?" tanya Romi.
Arini hanya menggeleng dan dia kemudian tersenyum pada suaminya. Romi kemudian memeluk istrinya yang meneteskan air matanya.
"Sayang, kenapa kamu masih diam? Aku harus bagaimana?"tanya Romi.
"Mas, aku akan mencoba menerima masa lalumu seperti kamu menerima masa laluku."jawab Arini.
"Terima kasih sayang." Romi mencium kening istrinya.
Tak terasa jam sudah menunjukkan jam makan siang, namun keduanya masih bersantai di kamarnya. Sebuah ketukan mengagetkan mereka.
Tok...tok...tok...! suara pintu diketuk
"Maaf, Tuan dan Nyonya ditunggu di bawah!" teriak Sari.
"Iya Bi...sebentar!" jawab Arini
Romi dan Arini merapikan kamarnya dan membersihkan diri kemudian mereka akan turun menemui kakek Hadinata. Arini memang sengaja mengajak suaminya untuk bersantai beberapa hari menikmati masa bahagia mereka.
Setelah selesai mereka turun ke ruang keluarga untuk bertemu dengan kakek Hadinata.
"Siang Ayah!" sapa Arini.
"Siang sayang!" Hadinata membalas sapaan putrinya.
"Ada apa Ayah memanggil kami." tanya Arini.
"Arini, Ayah cuma ingin bilang kalau Ayah lusa akan berangkat ke Inggris untuk mengurus bisnis yang ada di sana."
"Maksud Ayah...Ayah akan meninggalkan kami?"
"Tidak sayang, tapi jika kalian mau boleh ikut dan serahkan perusahaan yang disini buat Rendra."
"Apa Rendra mampu, Ayah?"
"Pasti dia mampu dan untuk asisten pengganti suami kamu, aku sudah menemukan orangnya." ungkap Hadinata.
"Apa Ayaha sudah mengenal orang itu?" tanya Arini sedikit ragu.
Hadinata tidak menjawab tapi dia justru tersenyum melihat ekspresi putrinya. Romi juga penasaran dengan penggantinya.
(Semoga penggantiku lebih baik dan setia pada keluarga Hadinata.) batin Romi.
"Arini, pengganti Romi itu sahabatnya Rendra sendiri."
"Jangan bilang dia adalah Budi?" tanya Arini
Hadinata hanya mengangguk kemudian dia akan segera menyelesaikan masalah yang menimpa Budi dan keluarganya.
__ADS_1
"Kenapa harus dia, Ayah?" tanya Arini
"Ayah sudah lihat kalau dia sangat setia pada Rendra."jawab Hadinata.
"Ayah, apa gak sebaiknya kita menunggu masalah Budi selesai baru berangkat ke Inggris?" pinta Arini.
"Baiklah, ayah akan menurut padamu." jawab Hadinata
Hadinata sebenarnya ingin melatih Rendra untuk memimpin perusahaannya di Indonesia yang memiliki cabang di berbagai kota di Indonesia.
Hanya dengan alasan mengontrol perusahaannya yang ada di Inggris, Hadinata akan menguji kemampuan Rendra dalam bekerja. Namun meskipun Hadinata ke Luar Negeri tapi orang kepercayaannya akan tetap bekerja untuk mengawasi Rendra.
"Arini, sekarang juga Ayah akan menemui Anton untuk membicarakan masalah Budi dengannya." pamit Hadinata
"Ayah, biar mas Romi temenin karena aku gak mau terjadi sesuatu denganmu." pinta Arini sedikit cemas.
Arini tahu kejahatan Anton dan Rico, namun dia akan menyuruh beberapa pengawal untuk membuntuti mereka.
Hadinata pergi dengan Romi untuk menemui Anton di mansionnya.
"Ayah yakin mau menemui mereka?" tanya Romi
"Ayah akan tetap menemui mereka agar Ayah tenang di Inggris untuk setahun atau dua tahun kedepan." jawab Hadinata
Sedangkan Arini menyuruh pak Yanto untuk membuntuti ayah dan suaminya dengan membawa beberapa pengawal.
"Pak Yanto, saya minta tolong buntuti ayah dan mas Romi!" perintah Arini
"Siap Nyonya, saya akan laksanakan!" Pak Yanto segera memanggil pengawal untuk ikut dengannya.
Pak Yanto sudah mengikuti mereka. Romi mengirimkan alamat tujuan yang akan dituju.
Romi memarkir mobilnya di dalam mansion, sedangkan pak Yanto hanya menunggu dan mengawasi dari jauh dengan bantuan handphone Romi yang sekarang menjadi temannya.
Mereka berdua di sambut oleh Anton dan Rico.
"Selamat datang di mansion kami Jaya Hadinata dan menantu kesayangan." sindir Anton.
"Boleh saya masuk? Saya ada urusan dengan kalian berdua." ucap Hadinata.
Anton dan Rico mempersilahkan mereka masuk meski dalam hatinya tersimpan dendam dan sakit hati karena penolakan Arini.
"Kenapa Rendra tidak ikut, Kek?"
"Rendra masih di kantor karena ada klien yang datang ke kantor ingin bertemu dengan Rendra." jawab Hadinata
Hadinata langsung berterus terang dengan tujuannya datang menemui Anton dan Rico.
"Aku kesini karena aku ingin membicarakan masalah perampok yang merampok di rumahmu ini." Hadinata menjelaskan.
"Perampokan yang menyebabkan istriku meninggal?" tanya Anton.
"Benar sekali dan apakah kamu ingin meminta pelakunya mengganti rugi semua yang telah dia ambil dan juga mau memenjarakannya juga?"
"Oh... jelas aku akan meminta ganti rugi yang banyak bahkan berkali lipat dan jika dia menolak maka penjara seumur hidup untuknya." jawab Anton.
__ADS_1
"Kenapa Om Jaya menanyakan itu dan darimana bisa tahu?" tanya Rico heran.
"Jawab dulu pertanyaanku jika kamu ingin tahu!"
"Kerugianku kurang lebih 50 juta." jawab Anton.
"Dan kamu tahu motif dia merampok untuk apa?" tanya Hadinata.
"Aku tidak peduli yang jelas aku hanya ingin uangku kembali dan aku ingin kematian istriku terbalaskan."
"Apakah istrimu meninggal karena dibunuh perampok itu?" tanya Romi.
Hadinata kemudian menyuruh Romi untuk menghubungi Rendra dan membawa Budi ke rumah Anton.
"Jaya...kamu mau mempermainkan aku?" tanya Anton.
"Aku akan bertanggung jawab atas kesalahan perampok itu."ucap Hadinata.
Pernyataan Hadinata membuat Aton naik pitam. Mereka justru menuduh Hadinata bersekongkol dengan perampok itu. Anton akan melayangkan sebuah pukulan pada Hadinata namun Romi menghalanginya.
"Jayaaaaaa...." Anton mengangkat tangannya namun dengan cepat Romi menghalanginya.
Terjadilah perkelahian antara Romi dan Rico. Tidak ada yang mau mengalah karena Rico juga membawa nama Arini dan Rendra.
"Cukuuuup...!" Rendra datang membawa Budi.
Melihat kehadiran Budi, Anton langsung menghampirinya.
"Brengsek, pembunuh, dan kamu harus menerima akibatnya." Anton sangat marah dengan Budi
"Hentikan, Kek!"
Anton tertegun saat mendengar Rendra memanggilnya dengan sebutan Kakek. Dia sangat merindukan namanya disebut oleh seorang cucu. Emosi Anton langsung turun dan dia memeluk Rendra.
Anton begitu menginginkan memiliki seorang cucu tapi karena Rico tak mau menikah kecuali dengan Arini. Namun takdir berkata lain kalau Rico memang tidak berjodoh dengan Arini.
"Rendra...ayo duduk, Nak!" Anton menggandeng Rendra masuk dan duduk.
"Papa...apa-apaan malah bermain dengannya?" Rico terlihat sangat marah pada Anton.
"Rico, dia darah dagingmu. Itu artinya dia cucuku." jawab Anton.
Hadinata yang melihat pemandangan di depannya tidak marah, asalkan dia bisa membebaskan Budi itu sudah cukup.
"Saya akan membebaskan Budi dengan segala tuduhan tapi ada syaratnya." Anton berbicara pada Jaya
"Baik, apa syaratnya?" tanya Hadinata"
"Aku ingin Rendra dan keluarga kecilnya tinggal di rumah ini selama satu tahun." pinta Anton.
"Apaaaa?" Semua orang kaget termasuk Rico.
"Apakah harus bentrok dan tidak ada damai." tanya Romi.
"Tapi aku tidak bisa."
__ADS_1
Author : Apakah Keluarga Rico akan membebaskan Budi?
Terima kasih yang sudah mampir di novel aku jangan lupa like dan komentarnya