
Melisa meneteskan air matanya saat memeluk Aisyah. Hatinya memang berat jauh dari Rendra tapi bagaimanapun Rendra bukan lagi miliknya.
Melisa mencoba menjauh dan dia akan menghabiskan waktu di mansion Hadinata bersama putra tercintanya.
Albert, alasan Melisa masih ingin lebih lama tinggal di mansion Hadinata.
Malam ini, Aisyah menggantikan Melisa untuk menjaga suaminya.
"Mas, belum tidur?"tanya Aisyah
"Belum masih belum ngantuk!" jawab Rendra
"Mas, alhamdulillah keadaan kamu semakin baik dan semoga Allah cepat memberikan kesembuhan untukmu."doa Aisyah untuk suaminya
"Amiin!" Rendra mengusap mukanya dengan kedua tangannya.
Rendra mencoba untuk tersenyum meskipun itu karena terpaksa. Karena bagaimanapun Aisyah adalah istrinya. Dan dia akan menuruti pesan Melisa untuk menjaga hatinya untuk Aisyah. Meski berat tapi Rendra akan tetap mencobanya.
"Mas, kok diam?"tanya Aisyah
"Mas, rasanya ngantuk banget!" jawab Rendra
"Sekarang Mas Rendra tidur dan Ais akan menemani disini!" Aisyah membetulkan selimut diatas tubuh suaminya lalu dia duduk di tepi ranjang.
Tengah malam, Aisyah di kagetkan dengan suara suaminya yang masih memanggil Melisa.
"Melisa...Melisa...jangan tinggalkan aku!" Suara Rendra terdengar nyaring meski masih dalam posisi tidur
Mendengar itu hati Aisyah menjadi kacau, tapi dia harus tetap menerimanya.
"Mas, ini Aisyah disini?"
"Melisa...!" Rendra terbangun d
"Mas mimpi buruk?" tanya Aisyah
Rendra menggelengkan kepalanya lali dia memeluk istrinya.
"Aisyah maafkan aku jika aku menyakitimu, jujur aku sulit melepas nama Melisa dari ingatanku!" Rendra memeluk Aisyah sedih
"Mas, aku akan bantu kamu melupakam Mbak Melisa dan aku juga minta maaf kalau selama ini belum bisa memberimu kebahagiaan."
Melisa dan Rendra saling pandang kemudian Rendra memeluk istrinya erat.
"Ais, besok pagi ajak Mutia sama Albert kesini!" pinta Rendra
"Baik mas nanti aku ajak mereka kesini!" jawab Melisa
Pagi hari, Aisyah sudah bangun terlebih dahulu kemudian dia menyiapkan air hangat untuk suaminya. Dan dia membantu Rendra untuk membersihkan diri. Aisyah memapahnya ke kamar mandi.
Sedangkan pikiran Rendra masih sama tertuju buat Melisa. Hingga tanpa sengaja Rendra memanggil nama Melisa saat memintanya untuk mengambilkan handuk.
"Melisa, bisa minta tolong ambilkan handuk!" perintah Rendra
Sontak Aisyah kaget dan dia sedih ternyata melupakan Melisa tak semudah membalikkan telapak tangan.
"Mas, ini handuknya!" Aisyah memberikan handuk pada suaminya.
"Ais, maafkan aku!" ucap Rendra
"Tidak apa-apa mas, aku ngerti kok!" jawab Aisyah
__ADS_1
Setelah selesai mandi, Aisyah membantu Rendra menggunakan pakaiannya. Namun entah karena apa, Rendra marah pada Aisyah.
"Ais, kamu itu bagaimana ngambil pakaian saja gak becus!"
"Mas, maaf emang mas mau pakai yang mana?" tanya Aisyah
"Terserah yang penting nyaman!" jawab Rendra
Melisa yang sengaja hanya ingin melihat keadaan Rendra, hanya bisa menangis mendengar ucapan Rendra yang begitu kasar pada istrinya. Dia merasa bersalah dan saat dia hendak pergi, Aisyah datang menghampirinya.
"Mbak...!" Aisyah langsung memeluk Melisa
"Ais, kamu yang sabar ya!" Melisa mencoba menenangkan Aisyah
Arini menghampiri Aisyah dan Melisa. Dia meminta mereka untuk ke ruangan Kakek Hadinata.
"Ais, Melisa ikut saya ke ruangan kakek!"
Saat sampai di ruangan kakek mereka di hadapkan dengan lelaki yang sudah tidak muda lagi namun masih kelihatan berwibawa.
"Aisyah, kakek cuma ingin meminta padamu izinkan Rendra menikah dengan Melisa."ucap kakek Hadinata
"Tapi Tuan, saya tidak...!" Melisa ingin angkat bicara namun tidak diizinkan bicara oleh Hadinata
"Jangan menyela saya belum selesai bicara. Sepertinya kesembuhan Rendra ada padamu Melisa jadi kakek mohon menikahlah dengan Rendra!"
"Tuan, maaf seribu maaf saya tidak bisa dan saya sudah memberi pengertian pada Mas Rendra dan dia juga mengerti." jawab Melisa
Arini mendekati Melisa dan dia kemudian memeluk wanita yang dulu pernah dia benci. Namun sekarang dia sudah berubah menjadi wanita yang berhati mulia.
"Aku menghargai keputusanmu Melisa tapi aku tidak tahu dengan kakek!"
"Melisa keputusan kakek sudah bulat mau menikahkanmu dengan Rendra."
"Kek, kenapa kakek memaksa Mbak Melisa?"
"Karena aku melihat Melisa tulus dan telaten merawat Rendra, dan Rendra juga sangat mencintainya!"
Aisyah pergi meninggalkan ruang kerja Hadinata, dia kemudian menuju ruangan Rendra dan menangis.
Sementara Melisa masih membujuk Hadinata untuk membatalkan niatnya menikahkannya dengan Rendra.
"Tuan aku mohon jangan memaksaku aku tak mau menyakiti Aisyah!" Melisa bersujud di kaki Hadinata
"Pernikahan akan diadakan dua hari lagi." Hadinata pergi keluar dari ruangannya. Sementara Melisa masih berjongkok di lantai.
Arini menghampirinya lalu memeluknya.
"Melisa, kamu yang sabar ya!"
"Nyonya, tapi saya tidak ingin merusak rumah tangga Mas Rendra dengan Aisyah." Melisa menangis
"Melisa, apa kamu masih mencintai Rendra?"
Melisa hanya mengangguk dan dia kemudian kembali menangis.
Sementara di kamar Rendra, Aisyah menghampiri suaminya dan menangis di samping ranjang.
(Kenapa hatiku tidak ikhlas harus berbagi hati dengan Mbak Melisa.)batin Aisyah
"Aisyah, kenapa menangis?" tanya Rendra
__ADS_1
"Ah enggak, siapa juga yang menangis!" Aisyah mencoba menyembunyikan sedihnya.
"Ais, tadi aku minta sarapan."
"Ya Allah mas, maaf tadi Ais habis ketemu kakek." Aisyah berlalu keluar dan membuatkan sarapan untuk suaminya.
Di taman belakang rumah Melisa mengajak Albert duduk di sebuah kursi. Mereka bermain dan bercanda bersama.
"Mama...Albert seneng mama ada disini!" Albert menciumi mamanya.
"Mama juga seneng bisa ketemu kamu terus tapi mungkin lusa mama sudah harus kembali bekerja lagi."
"Ah Albert mau ikut sama mama aja!"
"Kalau Albert ikut mama, siapa yang akan jaga adek bayi?"
"Kan ada bibik!" jawab Albert
Kini Albert sudah berusia 7 tahun dan tahun ini dia akan masuk ke SD.
Melisa hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang mungkin setelah dia pergi dia tidak akan bisa bermain dengannya lagi.
***
Dua hari kemudian, Pernikahan Rendra dan Melisa akan tetap dilangsungkan. Aisyah mau menerima Melisa sebagai madunya. Meski sakit tapi itu takdir yang harus dia jalani.
"Mas, kamu kelihatan ganteng banget!" Aisyah memuji suaminya yang akan menikahi mantan istrinya.
Rendra terlihat sangat bahagia, berbeda dengan Melisa yang kelihatan sedih.
Berita pernikahan Rendra dan Melisa terdengar sampai di telinga Ayasha dan Herdiansyah. Karena Herdi adalah adik tiri Hadinata.
Ayasha tidak rela jika Melisa hidup enak di dalam keluarga Hadinata. Dia akan merusak acara pernikahan mereka.
"Sayang, kita harus menghentikan pernikahan mereka!"
"Tapi bagaimana caranya?"
" Kita culik Melisa lalu kita ancam dia supaya tidak jadi menikah dengan Rendra."
"Baik, saya akan mengerahkan orang-orang kepercayaanku!"
Rosa juga hadir dalam acara itu dan dia memandang sayu putrinya yang terlihat sangat sedih.
Rosa mendekati putrinya kemudian memeluknya.
"Sayang!"
"Mama...!" Melisa kemudian memeluk erat mamanya
"Gimana kabar kamu?"
"Alhamdulillah sehat dan ma aku minta tolong bawa aku pergi dari sini!" pinta Melisa
Namun Rosa melarangnya karena itu sangat berbahaya.
Namun tiba-tiba Rosa dibekap dari belakang dan penculik membawa Melisa.
Semua orang di ruang resepsi di hebohkan dengan penculikan Melisa. Terlihat senyum lega dibibir Aisyah karena suaminya tidak jadi menikah dengan Melisa.
Author : Gimana lanjutannya...oke kan???
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya untuk tetap mendukug karyaku.