Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Pewaris Tunggal


__ADS_3

Arini akan bangkit untuk meneruskan ayahnya. Dia tidak akan menjadi wanita lemah lagi. Rico berjanji akan membantu Arini untuk memegang perusahaannya, meski dia akan menjadi bayangan di belakang Arini.


"Mas, aku bisa minta bantuan kamu untuk ikut mengawasi perusahaan ayah? Arini bertanya pada suaminya.


"Sayang, aku hanya akan membantu di belakang karena aku sendiri punya tanggung jawab pada perusahaanku." Rico menjawab.


"Mas, aku belum bisa sepenuhnya percaya pada Rendra karena dia baru di dunia bisnis." ucap Arini.


"Rendra memang masih butuh pendampingan, dia masih butuh bimbingan dan kita tidak boleh mempercayai orang lain sepenuhnya." Rico menjelaskan.


"Kamu harus mengajari Rendra menguasai dunia bisnis, karena dia satu-satunya pewaris setelah aku." pinta Arini pada Rico.


Rico mempunyai tanggung jawab yang besar pada Arini dan keluarganya. Padahal selama ini dia masih meminta pendampngan papanya dalam urusan bisnis. Rico berfikir akan tetap melibatkan Antonius dalam perusahaan Hadinata.


Lawan bisnis keluarga Hadinata banyak yang ingin menjatuhkannya karena Perusahaan Hadinata Group mendapatkan julukan Macan Asia.


Rico kemudian mendekati Arini dan memeluknya. Dia mencoba menenangkan istrinya karena mulai besok dia sudah harus menggantikan pekerjaan Hadinata yang dia sendiri tak pernah tahu apa yang dilakukan sang ayah di dalam ruang kerjanya.


Saat Arini dan RIco hendak membaringkan tubuhnya tiba-tiba kamar diketuk oleh seseorang. Arini bangun dari tidurnya untuk membukakan pintu.


"Mama, maaf Rendra mengganggu waktu istirahat mama!" Rendra meminta ijin pada mamaya.


"Ada apa sayang?" Arini bertanya pada Rendra.


"Ma, malam sebelum kakek pergi dia menyuruhku ke ruang kerjanya dan dia menunjukkan sebuah kotak hitam yang terkunci dengan sandi." Rendra memberi tahu mamanya.


"Apakah kakekmu memberi sandinya padamu?" tanya Arini pada Rendra.


Rendra hanya mengangguk dan dia kemudian membawa Arini ke ruang kerja Almarhum Hadinata. Saat memasuki ruangan itu tangis Arini langsung pecah. Dia merasa ayahnya masih duduk di kursi kebesarannya dengan penuh bijak.


"Ayah...kenapa begitu cepat meninggalkan kami!" Arini menangis.


Arini langsung meluruhkan tubuhnya di lantai, dia benar-benar tak kuasa menahan sedihnya saat Rendra mengambil kotak hitam yang dititipkan pada Rendra.


"Sayang, apakah kakekmu menitip pesan padamu?" Arini menatap Rendra.

__ADS_1


"Kakek hanya berpesan untuk membuka kotak ini karena dalam kotak ini ada rahasia besar kesuksesan kakek dalam berbisnis." Rendra menjelaskan pada mamanya.


"Apakah mama boleh tahu isi kotak ini?" tanya Arini pada Rendra.


"Hanya mama yang diijinkan membuka kotak ini dan dalam kotak ini pula kita akan mengetahui penerus perusahaan Hadinata Group." jawab Rendra.


Rendra memberikan sandi itu pada mamanya kemudian Arini mendekat dan membuka kotak hitam milik Hadinata.


Arini terkejut karena dalam kotak itu hanya ada selembar kertas putih kosong tanpa tulisan  apapun namun berbeda dengan Rendra yang melihat ada setumpuk buku yang bersinar.


"Sayang, kok aneh kotaknya hanya berisi kertas kosong tanpa tulisan apapun?" Arini heran.


"Mama yakin kotak ini kosong?" tanya Rendra.


Arini mencoba mengangkat kertas itu dari dalam kotak dan betapa terkejutnya dia ketika ada sebuah tulisan yang nama pewaris Hadinata.


"Sayang, nama kamu yang ada di kertas ini jadi mau tidak mau, siap tidak siap maka kamu harus memimpin Hadinata Group." Arini menjelaskan.


"Tapi untuk saat ini Rendra belum siap karena masih banyak yang harus Rendra kuasai." ucap Rendra.


"Baiklah untuk sementara papa dan mama akan membantu kamu, mendapingi kamu memimpin perusahaan." Arini menenangkan putranya.


Rendra mulai mempelajari buku itu satu persatu. Rendra berjanji pada dirinya sendiri harus bisa menggantikan kakeknya memimpin perusahaan.


"Aku harus bisa menjadi lebih baik dari kakek, aku harus bisa membuat perusahaan kakek lebih maju berkembang, kalau dulu Hadinata Group menjadi macan Asia maka dibawah kepemimpinanku harus menjadin Macan Dunia." Rendra berbicara sendiri.


Arini kembali ke dalam kamarnya menemui suaminya yang masih bermain dengan Laptopnya. Arini mendekati Rico dan meminta maaf karena meninggalkannya.


"Mas, aku minta maaf karena meninggalkanmu sendiri." ucap Arini.


"Sayang, aku tidak marah kenapa mesti minta maaf!" Rendra membelai rambut istrinya.


Rambut yang sudah mulai memudar menjadi putih namun masih terlihat sangat muda. Arini masih sangat memperhatikan penampilannya karena dia masih sering bertemu dengan kliennya. Dia masih benar-benar terlihat sangat anggun dan cantik.


"Mas, aku minta ajari Rendra!" pinta Arini.

__ADS_1


"Dengan senang hati aku akan mengajari putraku menjadi pembisnis handal." ucap Rico dengan sombongnya.


Rico menutup lapto..pnya dan kemudian mendekati Arini untuk malaksanakan kewajibannya. Rico memulai pertempurannya dengan sangat romantis. Rico bermain secara hati-hati karena dia ingin membuat kesan pertama begitu menggoda.


Sementara itu Rendra yang masih berada di ruangan Hadinata masih berkutat dengan setumpuk buku misterius peninggalan Hadinata.


Rendra berdiri dan hendak keluar ruangan untuk beristirahat sejenak tapi dia tidak bisa membuka pintu ruangan itu. Anehnya lagi, Handphone Rendra juga tiba-tiba mati dan di layar hanya bertuliskan" JIKA INGIN KELUAR SELESAIKAN TUGASMU DULU MAKA OTOMATIS ILMU SUDAH MASUK KETUBUHMU!"


Rendra akhirnya bertekad untuk segera menyelesaikan tugasnya untuk mempelajari buku misterius peninggalan Hadinata.


Namun dalam hati Rendra sedikit ketakutan karena kejadian aneh sering terjadi di ruangan itu, Rendra mencoba menenangkan dirinya. Dia membaca doa sebisanya untuk melawan godaan yang datang padanya.


Di kamar lain dalam mansion itu terlihat Melisa gelisah karena Rendra belum kembali dan Handphone nya di hubungi tidak bisa.


Melisa hanya mondar-mandir dalam kamarnya, kemudian dia berinisiatif untuk menanyakan pada Budi.


Melisa kemudian menghubungi Budi yang sedang berada di pos satpam.


"Bud, kamu tahu Mas Rendra?" tanya Melisa dari seberang telepon.


"Maaf Nyonya dari tadi tidak ada yang keluar Mansion." jawab Budi dari seberang telepon.


"Apa?" Melisa kaget


Melisa berinisiatif untuk memeriksa CCTV dalam mansion itu namun dia sangat terkejut karena dia tidak melihat Rendra keluar Mansion. Namun dia sangat kaget saat mengetahui Rendra masuk ke dalam ruang kerja Hadinata bersama Arini mama mertuanya.


Melisa langsung menuju ke ruang kerja Hadinata. Namun Arini bertemu dengan pelayan dalam rumah itu.


"Bi, mas Rendra kemana?" tanya Melisa.


"Biarkan suamimu menyelesaikan tugasnya karena dia mempunyai tanggung besar menggantikan posisi kakekmu1"


Melisa hanya melongo mendengar nasehat pembantu dalam mansion itu tapi dia mencoba untuk tenang.


Melisa kembali ke dalam kamarnya dengan  kantuk yang luar biasa. Dia tidak bisa menahan kantuk dan dia langsung merebahkan dirinya di atas ranjangnya,

__ADS_1


Pagi harinya, Melisa bengong karena dia bingung karena dia bermimpi jika suaminya akan menjadi seorang raja.


"Apa arti mimpiku" Rendra bengong,


__ADS_2