
Aisyah menghentikan suaminya yang hendak masuk ke dalam rumah Melisa. Awalnya Rendra tidak tahu jika wanita yang di depannya adalah Aisyah.
"Mas Rendra, ngapain kesini?" tanya Aisyah.
"Aisyah!" Rendra kaget.
Rendra terlihat sangat gugup yang membuat Aisyah semakin curiga dengan sikap suaminya.
"Mas, kok malah bengong?" Aisyah kembali mengagetkan suaminya.
"Mas, mau meminta tanda tangan Melisa!" Rendra sedikit gugup karena dia sedang berbohong.
Rendra pamit masuk karena dia ingij segera menemui Melisa dan pamit ingin kembali ke kantor.
Namun saat masuk dia dikagetkan dengan seorang laki-laki dan seorang anak yanh sedang bergurau dengan Melisa.
(Aku harus hati-hati karena Aisyah pasti mengintip.)batin Rendra.
Melisa yang melihat suaminya datang hendak memeluknya namum ia urungkan karena melihat Aisyah masih berdiri di dekat pintu.
"Mas!" Melisa berdiri dan menyalami suaminya.
"Sayang, dia siapa?" tanya Rendra
Melisa mempersilahkan Rendra duduk dan dia mengenalkan Pak Komar dan Alika.
"Mas, beliau Pak Komar dan Alika orang kepercayaan aku dari Jogja." Melisa memperkenalkan Komar dan Alika pada Rendra.
Rendra menyalami mereka lalu tersenyum. Pak Komar usianya memang lebih tua darinya. Namun, dia terlihat masih muda dan sepertinya dia menyimpan perasaan lain pada Melisa.
"Mas! kok ngelamun?" Melisa mengagetkan suaminya.
"Ah iya, maaf aku harus segera kembali ke kantor!" Rendra hendak pamit namun Komar mencegahnya karena dia tidak ingin terjadi fitnah.
"Maaf Mas Rendra, sebaiknya anda menemani kami sampai Nona Melisa menyelesaikan berkas ini!" pinta Komar.
"Tapi ada seseorang yang mengawasi saya, Pak!" jawab Rendra.
"Siapa?"tanya Pak Komar penasaran.
"Dia istri kedua saya!" jawab Rendra.
Komar mengerti karena tadi dia baru saja menyelamatkan Melisa dari amukan seorang wanita yang sepertinya mengalami depresi.
"Dia memang depresi oleh karena itu saya menikah lagi dengan mantan istri saya." jawab Rendra jujur.
Aisyah yang melihat pemandangan tak mencurigakan akhirnya pergi meninggalkan rumah Melisa. Dia hendak mengajak suaminya pulang namun tidak berani karena sedang ada urusan bisnis.
(Tapi kenapa perasaan aku mengatakan Mas Rendra ada sesuatu yang dia sembunyikan ya?) batin Aisyah.
Aisyah tetap meninggalkan rumah Melisa. Dia tidak mau Rendra marah padanya karena kecerobohannya.
Saat Melisa sudah sampai di luar dan menunggu taxi online yang dia pesan, namun Rendra langsung menyusulnya.
"Aisyah, tunggu!" Rendra memanggil Aisyah dan mengajaknya pulang bersama.
Aisyah menolah dan bertanya pada Rendra, "Ada apa Mas Rendra memanggilku?" tanya Aisyah.
"Aku hanya ingin mengantarmu pulang sebelum aku berangkat ke Inggris." ajak Rendra.
__ADS_1
Aisyah bukannya senang tapi dia justru kaget karena suaminya berpamitan ke Inggris. Dia mau ikut tapi Kakek Hadinata pasti tidak mengizinkan.
"Mas, kok mendadak?" tanya Aisyah.
"Iya sayang, soalnya ada hal yang aku urus disana!" jawab Rendra.
"Berapa lama?" tanya Aisyah.
"Mungkin satu bulan! Apa kamu mau ikut denganku?" Rendra pura-pura mengajak Aisyah.
"Gak ah, tapi aku pingin minta sesuatu." ucap Aisyah malu
"Apa itu?" tanya Rendra penasaran.
Aisyah membisikkan sesuatu pada Rendra, tapi bukannnya dijawab Rendra malah tersenyum.
Rendra setuju karena memang sudah lama dia tidam bercinta dengan Aisyah. Rendra hanya sibuk dengan Melisa.
Rendra tersenyum geli membayangkan bercinta dengan Aisyah yang sensasinya memang berbeda dari Melisa. Aisyah cenderung malu sedangkan Melisa lebih berani menggoda.
(Ah aku ini, ngebayangin apa sih!) batin Rendra.
Aisyah yang melihat Rendra tersenyum sendiri langsung menyapa suaminya.
"Mas, mas Rendra kenapa?" sambil menggoyangkan tubuh Rendra dari samping.
"Ah...aku gak papa sayang!" Rendra terlihat sangat grogi.
Padahal Rendra pikirannya sedang healing kemana-mana. Dia membayangkan kedua istrinya secara bersamaan.
Rendra yang dulu terkenal paling setia kini kesetiaan itu hilang karena dia sekarang memiliki segalanya.
Setelah mobil Rendra memasuki mansion Hadinata, dia langsung kembali ke kantor. Aisyah yang awalnya malu-malu akhirnya dia mau mencium Rendra terlebih dahulu.
"Mas Rendra, jangan lupa nanti pulang cepet ya!" pinta Aisyah.
"Siap sayang dan jangan lupa dandan yang cantik ya!" Rendra menyuruh Aisyah.
Setelah cipika-cipiki, Aisyah turun lalu Rendra membelokkan mobilnya meninggalkan rumah kembali.
Rendra akan kembali ke rumah Melisa karena sebenarnya dia menahan rasa cemburu. Melisa memang wanita yang sangat cantik.
***
Komar, lelaki yang usianya jauh di atas Melisa itu sedang tersenyum bahagia melihat Alika tersenyum bahagia sedang bermain dengan Melisa.
(Ibu Melisa memang wanita yang luar biasa, aku harus bisa mendapatkannya demi kebahagiaan Alika.) batin Komar.
Terdengar tawa riah dari seorang Alika, padahal dia sangat pendiam dan sering menyendiri.
Komar begitu bahagia melihat putrinya kembali ceria.
"Ayah, sini!" panggil Alika
Komar menghampiri mereka dan duduk di sebelah Melisa.
"Sayang, jangan ngerepotin Tante Melisa!" Komar melarang Alika.
"Ayah, sepertinya Tante Melisa cocok jadi bundaku!" ucap Alika.
__ADS_1
Melisa membulatkan matanya lalu memandang ke arah Komar.
"Sayang, Tante Melisa sudah punya Om Rendra jadi tidak bisa jadi bunda Alika."Jawab Komar
Namun Melisa justru tersenyum dengan Alika. Dia seperti memberi harapan pada Alika.
"Alika sayang, kamu boleh panggil bunda!" ucap Melisa sambil mengelus kepala Alika.
"Yeay...Tente Melisa jadi bundanya Alika!" Gadis kecil itu bersorak ria.
"Maaf, jika Alika merepotkan." Komar menunduk malu.
"Pak Komar tenang saja, saya mengerti kok! mungkin Alika kangen dengan bundanya."ucap Melisa.
Sayang, kita jalan-jalan sebentar yuk! Sebelum kita kembali ke Jogja." ajak Komar.
Alika bahagia, dia menarik tangan Melisa untuk menemani Alika jalan-jalan.
Melisa ingin menolak tapi dia tidak tega dengan Alika yang merindukan sosok seorang ibu.
Melisa mengikuti Alika dan mereka hendak jalan-jalan dengan mobil milik Komar.
"Pak, mobil bapak baru?" tanya Melisa.
"Tidak Bu, itu mobil peninggalan istri saya!" jawab Komar merendah.
(Berarti Pak Komar ini bukan lelaki biasa karena dilihat dari mobilnya yang harganya lumayan mahal. Melisa semakin yakin jika Pak Komar bukan seorang tukang becak karena dilihat hasil kerja di perusahaan sepertinya dia sangat ahli dan berpengalaman.) batin Melisa.
"Bunda, ayo!" Alika menarik tangan Melisa sehingga dia terjatuh dan untung ada Pak Komar yang membantu menahan Melisa agar tidak jatuh ke lantai.
Mata keduanya bertemu, ada debaran lain di hati Komar. Sebenarnya sejak pertama kali bertemu dan menolong Melisa mencari rumah kontrakan, Komar sudah menaruh hati pada Melisa.
Hingga dia tega mengajak warga untuk menggrebek mereka. Meskipun gagal tapi setidaknya Komar sudah berusaha mendapatkan Melisa dengan caranya.
Ketika Melisa di jemput oleh mertuanya, hati Komar hancur karena Alika sedih kehilangan Melisa.Setelah Melisa kembali dan menawarkan pekerjaan padanya, dia sangat bahagia meskipun sebenarnya dia tidak membutuhkan pekerjaan itu Namun dengan Alasan untuk mendekati Melisa akhirnya dia terima.
Kekecewaan Komar kembali dirasakan saat mengetahui Melisa akan menikah dengan Rico. Meskipun kenyataannya bukan Rico yang menikah dengan Melisa tapi Rendra.
Dan sekarang dia akan berusaha mendapatkan Melisa kembali dengan berbagai cara meskipun itu cara yang sangat licik.
"Terima kasih Pak Komar!" bibir Melisa berucap.
Saat itu juga rasanya Komar ingin mencium bibir wanita didepannya namun ia urungkan karena suara teriakan.
"Apa yang kamu lakukan Melisa!" Rendra berteriak
Melisa langsung terbangun dan dia menghampiri suaminya.
"Mas, tadi aku mau jatuh dan Pak Komar menolongku!" jawab Melisa.
"Bohong...bukannya kalian sedang bermesraan!" Teriak Rendra.
Komar hanya tersenyum dalam batinnya karena dia merasa menang.
(Aku akan terus mengganggu Melisa karena aku juga menginginkannya.) batin Komar
Author : Babang Rendra yang sabar semoga Mbak Melisa tidak berpaling darimu karena Komar bukan orang sembarangan.
Terima kasih atas dukungannya kakak
__ADS_1
HAPPY READING