
Sakit yang dirasakan Aisyah saat mengetahui suaminya masih mencintai wanita lain. Apalagi dia adalah mantan istrinya dan diantara mereka ada ikatan seorang anak.
"Mas Rendra, aku mencintaimu dengan tulus sejak kamu belum seperti ini tapi kenapa kamu tega membagi hatimu untuknya?" Aisyah menangis di dalam kamarnya.
Arini masuk dan memeluk menantunya.
"Aisyah, kamu yang sabar karena semua ini ujian pernikahan kalian! kamu masih untung daripada mama!"
"Tapi sakit ma!" jawab Aisyah
"Lebih sakit yang mama rasakan, dulu ayahnya Rendra berselingkuh tidak hanya sekali dan dia juga tega membuang anaknya sendiri demi harta!" Arini menjelaskan masa lalunya.
"Mama benar, meskipun mas Rendra masih mencintai mbak Melisa tapi mereka tidak berkhianat!" Aisyah bisa sedikit tersenyum
"Begitu dong! mama minta kamu bantu support buat kesembuhan suamimu dan genggam hatinya agar dia hanya menyelipkan namamu di dalam hatinya." nasehat Arini
Aisyah hanya mengangguk dan dia mulai bisa tersenyum meskipun ada luka dihatinya.
"Mutia sudah tidur?" tanya Arini mengalihkan perhatian Aisyah
"Sudah Ma, tadi di bantu sama bibi!" jawab Aisyah
"Mama akan carikan baby sister buat Mutiara dan Albert agar kamu bisa fokus menjaga Rendra!" Arini tersenyum pada menantunya.
"Ma, terimakasih mama sudah menguatkan Ais agar ikhlas menerima takdir!"
"Sama-sama sayang!" Arini keluar dari kamar Aisyah.
Arini akan menemui ayahnya untuk membantu pencariam Melisa di Jogja.
Arini menemui Hadinata di ruang kerjanya.
"Ayah, boleh Arini masuk!"
"Masuklah, kebetulan sekali kita akan mengadakan pencarian Melisa ke Jogja."
"Ayah, Aku akan ikut ke Jogja sama Pak Romi karena memberi pengertian Melisa itu sangat sulit!"
"Berangkatlah kalian malam nanti supaya Aisyah tidak curiga. Dan bawa beberapa pengawal untuk berjaga!" perintah Hadinata
"Lalu Aisyah bagaimana?" tanya Arini
"Nanti aku minta sama Bu Siti agar membantu menjaganya, kamu jangan khawatir karena disini banyak pelayan."
Arini akan pergi dan bersama Romi ke Jogja. Mereka akan mencari Melisa untuk membantu Rendra sembuh.
Aisyah mulai mendekati suaminya yang masih terbaring lemah di ranjang. Aisyah hanya menatap suaminya dengan tatapan sedih.
"Mas, aku disini untukmu! aku sangat mencintaimu, bangunlah mas!" Aisyah menangis mengenggam tangan Rendra.
"Melisa....Melisa jangan tinggalkan aku!" Rendra kembali memanggil nama Melisa.
"Mas, seberapa besar rasa itu tumbuh kembali untuk Mbak Melisa? hiks...hiks...!" Aisyah menangis
(Ya Allah kuatkan aku menata hatiku disaat suamiku mencintai wanita lain.)batin Aisyah
***
Malam pun tiba Arini dan Romi pamit pada Hadinata. Mereka akan mencari Melisa dan membawanya kembali untuk membantu menyembuhkan Rendra.
__ADS_1
"Pak, padahal sewaktu di Inggris itu Rendra sudah membaik dia bisa bercanda dengan Melisa!" ucal Arini pada asistennya.
"Mungkin, Tuan menginginkan Nona Melisa di sampingnya!" Jawab Romi
"Rendra memang berkata padaku kalau dia kembali mencintai Melisa namun waktu itu aku mengusir Melisa dan menghinanya! hiks...hiks...!" Arini menangis
"Nyonya, semua ini sudah takdir dari Allah kita tinggal menjalaninya." Romi mencoba menenangkan Arini.
Arini dan Romi terlihat semakin dekat dan kadang pembicaraan mereka ke hal pribadi masing-masing. Kadang mereka tertawa lepas dan kadang canggung.
Tak terasa mereka sampai di Yogyakarta.
"Pak, kita ketemu sama Tante Yunita dulu dan kita beristirahat disana!" perintah Arini
"Baik Nyonya!" jawab Romi
Setelah sampai di rumah megah yang terletak tak jauh dari pusat kota kedua mobil itu masuk.
Arini dan Romi ditemani 5 pengawal yang akan menjaga mereka.
"Permisi ! Assalamualaikum!" Arini memencet bel
"Silahkan masuk Nona Arini!" Bi Lastri mempersilahkan keponakan majikannya masuk
"Bi, Tante Yunita ada?" tanya Arini
"Ada, beliau belum bangun!" jawab Bi Lastri
"Ya Allah, jam segini belum bangu!"
"Soalnya tuan baru pulang dari luar kota!" Bi Lastri tersenyum
"Non Arini kok betah banget gak cari pendamping padahal sudah 20tahunan sendiri."
"Belum ketemu jodoh Bi!" jawab Arini malu
"Aduh Non, jodoh itu gampang asal ada niat!" goda Bi Lastri
"Dulu aku terlalu sibuk memikirkan anakku yang hilang dan kini dia sedang sakit Bi!" jawab Arini
"Maaf Non bukan maksud saya...!" Bi Lastri merasa bersalah
Mereka semua dipersilahkan duduk di ruang tamu, sementara Bi Lastri akan membangunkan majikannya.
"Halo keponakan tante yang cantik!" sapa Yunita dan suami barunya.
"Tante Yunita!" Arini langsung menghampiri tantenya dan memeluknya. Lalu dia menyalami suami tantenya yang baru setahun menikahinya.
Mereka akan numpang istirahat dan membersihkan diri.
"Tan, Arini akan menginap disini beberapa hari karena ke Jogja sedang mencari seseorang!"
"Mencari seseorang?" tanya Yunita
"Iya aku sedang mencari mantan istri Rendra!" jawab Arini
"Istri Rendra yang jahat itu?"
"Sekarang dia sudah berubah dan bertaubat tapi aku gak tahu juga itu tulus atau enggak yang jelas sekarang aku sangat membutuhkan bantuannya untuk membantu penyembuhan anakku!" Arini menangis dan memeluk Yunita
__ADS_1
"Tante, belum bisa menengok Rendra dan kelahiran putrinya!"
"Tidak apa-apa tante, doakan yang terbaik untuk mereka!" pinta Arini
Setelah mereka selesai membersihkan diri dan sarapan, Arini dan Romi akan berjalan di kampung sekitar rumah Yunita.
"Rom, apa kita bisa nemuin Melisa ya?" tanya Arini
"Saya yakin bisa menemukannya kalau dia benar-benar di Jogja."
Mata Arini membelalak saat melihat seorang wanita yang keluar dari mini market dengan menggandeng anak keci.
"Rom, bukannya itu Melisa!" Arini menudingkan jarinya ke arah supermarket
"Tapi kok bawa anak?"
"Iya juga sih, apa mungkin orang lain?"
"Baiknya kita samperin aja Nyonya!" ajak Romi
Saat Romi dan Arini sudah hampir sampai di seberang jalan depan supermarket ada mobil besar lewat dan menghalangi pandang mereka untuk mengawasi orang yang dikira Melisa.
"Ah...sial!"
"Sudahlah mungkin bukan Melisa hanya kebetulan mirip! kata Arini
Arini dan Romi melanjutkan perjalanan kembali dan mereka berhenti disebuah warung angkringan yang sangat terkenal di jogja. Warung klangenan yang terletak di perbatasab kota dan kabupaten
"Nyonya sering makan disini?" tanya Romi
"Iya, kalau aku ke jogja selalu diajak kesini sama tante Yunita. Tapi saat tante sudah menikah aku tidak lagi mau mengganggunya!" jawab Monika
Setelah dia makan dan minum di warung angkringan, mereka terus melanjutkan perjalanan untuk mencari Melisa.
Saat melewati masjid di barat alun-alun mereka berhenti.
"Rom, wanita itu bukannya yang tadi?" tanya Arini
"Benar itu yang tadi kita lihat nyonya!"
"Kamu tunggu disini, aku akan mencoba mendekatinya." perintah Arini.
"Melisa...!" Arini mencoba memanggil nama wanita itu
Melisa spontan langsung menoleh.
(Mama Arini, kok dia bisa disini.) batin Melisa
Melisa hendak lari namun dia tidak akan bisa karema Alika sedang ikut bersamamu
Arini menghampiri dan menemui ustadzah yang mengajar mengaji.
"Kamu Melisa bukan??
Melisa bukan ya???
Yuk ikuti terus kelanjutan ceritanya akan semakin seru dan menghibur...
Jangan lupa goyangkan jempolnya dan tinggalkan jejak di kolom komentat untuk dukung Othor!
__ADS_1