Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Menunda Pergi


__ADS_3

Namun sebelum Rendra menjawab, Budi dan anak buahnya sudah datang. Terjadilah perkelahian antara anak buah Rendra dan anak buah Roy.


Roy dan anak buahnya lari karena anak buah Budi jauh lebih banyak jumlahnya.


"Heh Rendra, tunggu pembalasanku! Jika kamu tidak mau memberi tahu dimana Aisyah, maka aku akan sakiti Melisa dan anakmu!" ancam Roy lalu pergi meninggalkan Rendra dan Arini.


Arini hanya menatap tajam ke arah Rendra, dia meminta penjelasan tentang Aisyah. Rendra malajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia tidak nyaman dengan tatapan Arini disampingnya.


Sementara, Budi dan anak buahnya mengikuti mobil Rendra dibelakangnya untuk berjaga jika Roy dan anak buahnya masih mengikutinya.


Sesampai di kantor, Arini berjalan lebih cepat karena dia ingin segera sampai ke ruangannya. Sementara Rendra enggan mengikuti mamanya karena dia tahu akan dimintai penjelasan tentang keberadaan Aisyah.


Rendra langsung masuk ke dalam ruangannya namun sebelum dia sampai ke ruangannya, Arini sudah memintanya ke ruangannya.


"Rendra...ke ruangan Mama sekarang!" perintah Arini.


Rendra menurut dan dia akhirnya pasrah jika mamanya akan marah. Namun dia akan berusaha menutupi keberadaan Aisyah. Arini menatap tajam ke arah Rendra.


"Rendra, apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Arini.


"Mama, jangan salah paham dulu, aku memang menolong Aisyah dan Billy yang saat itu ingin disakiti oleh Roy!" Rendra berkata pada mamanya.


"Lalu.. dimana mereka sekarang?" tanya Arini.


"Aku antar mereka ke Bandara dan aku gak tahu mereka ada di mana sekarang." jawab Rendra.


( Maaf, jika Rendra hsrus berbohong pada Mama tapi semua aku lakukan karena Rendra gak mau Mama menyakiti dan mengusir Aisyah. agaimanapun juga dia adalah ibu dari anakku dan aku berhak melindunginya.) batin Rendra.


"Rendra, jika kamu berbohong maka Mama tidak segan-segan menyakiti Aisyah!" ancam Arini.


"Ma, kenapa Mama membenci Aisyah? Bukankah dulu Mama yang menginginkan Rendra menikah dengannya?" ucap Rendra sedikit kasar.


"Dia telah mengkhianatimu!" jawab Arini singkat.


"Apa bedanya dengan Melisa? Dia juga mengkhinatiku bahkan lebih parah dari Aisyah tapi nyatanya dia bisa berubah baik?" bantah Rendra.


"Tapi Mama sendiri tidak tahu kenapa Mama lebih memilih Melisa. Tapi Mama akui jika Melisa memang jauh lebih cantik dan menarik berbeda dengan Aisyah yang selalu berpenampilan sederhana." jawab Arini.


"Ma, antara Aku dan Aisyah memang sudah tidak ada ikatan apapun tapi masih ada Billy yang harus aku nafkahi dan aku masih harus bertanggung jawab pada mereka." ucap Rendra.


"Berarti kamu tahu keberadaan Aisyah dan Billy?" tanya Arini penasaran.


"Aku tidak tahu tapi aku bisa menghubunginya jika aku mau." jawab Rendra dengan santainya.


"Rendra, sekarang kamu berubah?"


"Rendra yang sekarang bukan Rendra yang dulu, aku punya segalanya, kakek sudah memberikan semuanya padaku." jawab Rendra dengan sombongnya.


"Rendra...Mama kecewa sama kamu!"


"Ma, aku hanya ingin menjadi Rendra yang sekarang dan bahkan aku bisa menikahi seribu wanita karena aku mampu!" jawab Rendra dengan sombongnya.


"Rendra, Ibu Siti membesarkanmu dengan penuh kasih sayang, mengajarkan kesetiaan dan ketulusan!" Arini menasehati Rendra.

__ADS_1


"Aku sangat mengingat semuanya, dan aku juga hanya mencintai Melisa dan Aisyah. Aku tidak pernah bermain wanita tapi kenapa semua menyalahkanku?"


Arini kecewa dengan Rendra yang sudah berubah menjadi lelaki yang angkuh. Tidak seperti dulu saat dia masih bersama dengan ibu angkatnya. Arini hanya ingin Rendra setia dan tidak mempermainkan wanita. Melisa mungkin bukan wanita yang baik tapi dia wanita yang tulus meskipun memiliki masa lalu yang buruk.


Aisyah, sebenarnya dia tidak salah hanya kerena rasa cemburunya yang berlebih dia mengkhianti Rendra.


Namun Aisyah salah sasaran karena dia jatuh pada lelaki jahat seperti Roy.


"Rendra, mama hanya mohon padamu untuk tidak membuat masalah baru!" Arini mengingatkan.


"Maafkan Rendra jika mengecewakan Mama!" Rendra bersujud pada Arini


***


Setelah jam kantor selesai, Arini sudah di jemput oleh Rico. Rendra masih bersama dengan Lukman menyelesaikan berkas kerja sama.


"Lukman batalkan kontrak kerja dengan Dirgantama Group!" perintah Rendra.


"Tapi kita akan kena denda banyak jika membatalkan perjanjian sepihak." Lukman menasehati.


"Kalau begitu, kita harus bagaimana?" tanya Rendra.


"Kita harus main cantik dan jika Pak Rendra malas untuk menghandle serahkan padaku!"


Rendra hanya menurut pada Lukman karena dia adalah orang kepercayaan Hadinata sejak beliau masih hidup.


"Oh iya Lukman untuk tiga hari kedepan batalkan semua pertemuanku dengan klien karena aku akan ke Surabaya menemui seseorang dan urusan perusahaan aku akan serahkan padamu dan aku akan memantau dari sana selama tiga hari." ucap Rendra.


"Tapi besok pagi ada pertemuan dengan klien dari Malaysia dan beliau tidak mau diwakilkan." Lukman memberitahu pada Bosnya.


Rendra akan menunda kepergiannya karena kepentingan perusahaan lebih penting dari segalanya.


"Bos mau pergi ke Surabaya ada urusan apa?" Lukman memberanikan diri untuk bertanya.


"Aku akan meninjau perusahaanku disana dan aku akan menempatkan orang baru di perusahaan cabang Surabaya!" jawab Rendra.


"Orang baru?" tanya Lukman.


Rendra hanya mengangguk dan dia akhirnya memutuskan untuk pulang ke mansion.


Setelah sampai di mansion, Arini merasa heran dengan putranya karena dia tadi pamit akan ke Surabaya tapi kenapa dia kembali ke rumah.


"Ren, kok gak jadi pergi?" tanya Arini yang sedang bersantai di ruang tengah.


"Besok ada meeting dengan klien Malaysia." jawab Rendra datar.


Arini hanya tersenyum saat Rendra mengatakan alasannya. Dia merasa senang karena ternyata Rendra masih mementingkan perusahaan daripada kepentingannya.


Rendra berjalan meninggalkan Arini. Dia akan langsung ke kamarnya untuk membersihkan diri.


"Assalamualaikum...!" Rendra mengucapkan salam pada Melisa.


"Waalaikum salam!" Melisa heran dengan suaminya yang kembali pulang.

__ADS_1


"Loh kok kaget?"


"Kok gak jadi ke Surabaya?" Melisa heran dengan suaminya.


Tidak biasanya dia membatalkan rencananya begitu saja.


"Mungkin Lusa tapi gak tahu juga soalnya perusahaan sedang membutuhkanku!" jawab Rendra.


"Baby A rewel?" tanya Rendra.


"Tidak dari tadi dia diem aja, malah dia nyaman banget kalau tidur." Melisa tersenyum pada Rendra.


Rendra mendekati istrinya kemudian dia memeluknya penuh kerinduan.


"Sayang, aku kangen banget sama kamu!" Rendra memeluk erat Melisa.


"Aku juga kangen banget!" Melisa mengencangkan pelukannya.


Rendra meraih dagu Melisa, kemudian dia mendekatkan bibirnya lalu mencium bibir merah melisa penuh kelembutan. Melisa merasakan sentuhan Rendra yang sangat dia rindukan. Lama bibir mereka bertaut dan saling ******* hingga menimbulkan decakan dan lenguhan kenikmatan keduanya.


Hasrat mereka meminta untuk dipuaskan tetapi mereka belum bisa melakukannya karena Melisa masih masa nifas setelah melahirkan.


"Sayang, jadi aku harus menunggu sampai kapan?" tanya Rendra.


"Sebulan." jawab Melisa sambil tersenyum.


"Aduh bisa karatan ini rudal!" terdengar tawa menggema di seluruh ruangan.


"Maaf ya mas!" Arini mencium kening suaminya penubmh sayang.


"Andai Aisyah masih menjadi istriku mungkin aku tidak akan kesepian seperti ini." ucap Rendra.


Sontak membuat Melisa tersinggung karena saat bersamanya, suaminya mengingat wanita lain yang sekarang sudah menjadi mantan istrinya.


Melisa hanya diam kemudian berpaling meninggalkan Rendra yang masih di dekatnya.


Rendra yang melihat Melisa cemberut langsung mendekatinya. Dia mencoba merayu Melisa kembali namun gagal. Melisa sudah terlanjur tersinggung dengan ucapan Rendra. Dia kemudian pergi ke balkon dan duduk memandang ke arah langit yang mulai gelap.


Rendra menyusul istrinya karena dia tidak mau istrinya marah.


"Sayang...maaf!" ucap Rendra.


"Tak perlu minta maaf karena memang Aisyah pantas untukmu meskipun dia kini mungkin sudah menjadi istri Roy." jawab Melisa.


"Aisyah tidak jadi menikah dengan Roy!" jawab Rendra keceplosan.


"Dari mana kamu tahu?" Melisa menatap Rendra penuh selidikm


"Aku_!"


"Atau jangan-jangan kamu masih berhubungan dengan Aisyah?" tanya Melisa


Rendra hanya diam tidak mau menjelasakan apapun. Karena dia tidak mau jujur tentang keberadaan Aisyah. Dia sangat tidak ingin menyakiti Melisa yang kini sedang merawat Baby A.

__ADS_1


"Mas_!"


"Aku memang tahu dimana Aisyah, tapi aku tidak berniat kembali padanya karena aku hanya mencintaimu." jawab Rendra bohong.


__ADS_2