Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Pergi dan Menyesal


__ADS_3

Rendra dan anak buahnya akan mencari keberadaan Aisyah dan lelaki itu.


"Mereka harus aku temukan dan saat itu juga aku akan talak Aisyah!" ucap Rendra dengan nada tinggi.


"Bos, pelacakan terakhir kita lakukan malam hari." Budi berkata pada Rendra.


Mobil sprot mewah itu terpampang jelas di tepi jalan raya.


Mobil dengan jenis Ferarri Noire itu adalah milik Rendra Adiyasta.


Semua orang yang melihatnya begitu kagum karena mobil itu harganya sangat fantastis.


Di dalam mobil itu Rendra terlihat mengeraskan rahangnya. Dia tidak menyangka Aisyah yang begitu alim mau berbuat hina.


"Aisyah, kamu sudah melewati batas dengan pergi bersama lelaki lain!" Rendra mengepalkan tangannya.


Aisyah pergi bersama Roy ke sebuah salon kecantikan langganan mamanya Roy. Dia ingin merubah penampilan Aisyah menjadi wanita modern yang cantik dan ****.


"Aisyah, aku tahu kita diikuti oleh anak buah suamimu.


"Terus kita harus bagaimana?" tanya Aisyah.


"Tenang saja sayang, kita harus melakukan sesuatu agar kelak kita bisa bahagia bahagia bersama," ucap Roy.


"Nona Aisyah, anda benar kan istri Tuan Rendra?" ucap kapster itu dengan tangan yang mengeramas rambut Aisyah.


Tiba-tiba Arini datang diantar oleh anak buahnya untuk melakukan perawatan.


Dia melihat Aisyah sedang perawatan dengan lelaki bermasker di tangannya.


(Bukannya itu Aisyah, bersama siapa dia?" Arini masih tetap memandangi memantunya.


"Mama, maaf tadi Aisyah pergi tidak pamit! Aisyah cuma ingin merelaks pikiran Aisyah." Aisyah berbohong pada Arini.


Roy menjauh dan dia memberi kode pada Aisyah jika ia menunggunya di dalam mobil.


"Aisyah, kamu kesini sama siapa?" tanya Arini.


"Sama temen tapi dia balik duluan!"


Kapster itu diberi sesuatu oleh Roy dan dia hanya diam tak mau ikut campur.


"Ma, Aisyah duluan ya! kasihan Billy aku titipkan sama Bi Narti." Aisyah berbohong.


Aisyah langsung masuk ke dalam mobil Roy.


"Kamu cantik!" Roy memuji Aisyah.


"Mas, kita cari makan dulu!" Aisyah mengajak Roy.


Mereka berdua berhenti di sebuah resto ternama. Dengan olahan ala Korea yang membuat resto itu sangat ramai dikunjungi.


Aisyah turun dari mobil dan dia menggandenga Roy. Aisyah bergelayut manja di lengan Roy tanpa memperdulikan statusnya sebagai istri Rendra.

__ADS_1


"Aisyah...apa yang kamu lakukan!" Tanya Rendra yang tiba-tiba datang lalu memukul Roy


"Mas Rendra...!" Aisyah terlihat sangat kaget.


Rendra terlihat sangat kecewa ketika dia melihat laki-laki disamping Aisyah.


"Roy...kamu!" Rendra menuding ke arah Roy.


"Astaghdirullahaladzim...! ternyata aku mencintai mantan suami maduku sendiri." Aisyah menangis.


"Sayang, aku tulus mencintaimu!" bisik Roy ditelinga Rendra.


"Mas Rendra, aku capek dengan sandiwaramu, aku juga capek menunggu kasih sayangmu!" ucap Aisyah.


"Baiklah jika kamu capek menghadapiku mulai hari ini aku talak kamu!" Rendra menjatuhkan talak pada Aisyah.


"Mas, kamu!" Aisyah meneteskan air matanya.


"Aisyah mulai hari ini kita tidak ada hubungan apapun," ucap Rendra


Rendra sudah naik pitam yang mendapat istrinya sedang berduaan dengan lelaki lain.


Namun setelah talak itu dijatuhkan Rendra tak lagi peduli dengan Aisyah mekipun penampilan Aisyah semakin cantik dan ****.


Aisyah tampil lebih cantik dan anggun.


Rendra yang melihat Roy dekat dengan istrinya langsung melayangkan pukulannya kembali padanya.


Aw...aw....bugh...bugh...! Beberapa pukulan membabi buta ia layangkan.


Namun Rendra justru membuat keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.


"Aisyah, aku kecewa sama kamu! kamu ternyata wanita murahan!" Rendra mendekat.m


Rendra bertekad tidak akan membuat hidup Roy bahagia. Dia akan mengambil keputusan setelah Aisyah mau mangakui perbuatannya.


"Aisyah, aku talak kamu!" ucap Sigit.


" Mas jangan!" Sakola ada tapi meyewane.


"Mas, kamu jahat!" ucap Aisyah.


"Aisyah aku sudah bilang jangan pernah kamu membuat masalah dengan keluarga Hadinata!" ucap Rendra.


"Mas...!"


"Jangan panggil aku mas, aku bukan suami kamu lagi!" ucap Rendra.


Hari ini Rendra dan Aisyah bukan lagi menjadi pasangan suami istri.


"Mas, bagaimana dengan Billy?" tanya Aisyah sambil menangis.


"Jangan khawatirkan dia karena kamu lebih memilih lelaki jahat itu daripada aku makaoli" ucap Rendra.

__ADS_1


Air mata Aisyah mengalir deras dipipinya. Dia seolah menyesali perbuatannya.


Namun nasi sudah jadi bubur karena sesuatu yang sudah dibuang takkan mampu kita ambil kembali. Aisyah kemudian mengajak Roy pulang. Dia akan mengambil semua barang-barangnya dan pamitan dengan mertuanya.


Hati Aisyah sebenarnya sakit karena dia harus berpisah dengan anaknya. Dia harus melupakann kebahagiaannya bersama Rendra.


Aisyah hendak membawa Billy tapi tidak diijinkan oleh Arini dan Kakek Hadinata.


(Billy, maaffkan mama telah membuatmu sedih, mama janji suatu saat kita pasti bertemu lagi.) batin Aisyah.


"Aisyah, ingat jangan pernah kembali ke mansion jika kamu melangkahkan kakimu keluar dari sini!" ucap Arini.


"Aku tidak akan menyesal karena selama tinggal disini hanya dijadikan seperti boneka. " ucap Aisyah.


"Aisyah, aku nencintaimu tapi itu dulu sebelum tubuhmu kotor oleh lelaki itu!" Raihan menunjuk ke arah Roy.


"Bukannya istri kesayanganmu adalah bekas dari mas Roy!" ucap Aisyah.


Aisyah hendak melangkahkan kaki dari Mansion tapi Kakek Hadinata datang menghampirinya.


"Aisyah...! kamu yakin akan pergi meninggalkan Rendra?" tanya Hadinata.


"Aisyah yakin karena Mas Rendra lebih mencintai Melisa dari pada aku." ucap Aisyah.


"Siapa bilang, cintaku sama buat kalian. Hanya saja Melisa lebih bisa membuaku nyaman." ucap Rendra sedih.


"Aisyah, maafkan aku telah membuatmu seperti ini!" Melisa hendak memeluk Melisa tapi dia Aisyah menolaknya.


(Sudahlah ngapain aku berharap dia bahkan sudah tidak sugi mengantarkanmj.) batin Aisyah.


Aisyah pergi meninggalkan Mansion.Dia rela minggalkan keluarganya hanya karena cinta sesaat. Cinta palsu yang diberikan oleh Roy mampu membuat hati Aisyah goyah dengan penderitaannya.


Aisyah rela meninggalkan Billy, anak kandungnya yang masih berumur dibawah satu tahun.


Aisyah rela kehilangan kebahagiaan dan kebersamaan yang selama ini bersamanya.


Koper besar ia seret melewati seluruh anggota keluarga Hadinata.


"Aisyah, pergilah! aku tidak bisa melarangmu karena itu sudah jalan hidupmu!" perintah Hadinata.


Namun saat sampai di halaman mansion Hadinata, Roy bukannya menyambutnya dengan penuh cinta melainkan kasar padanya.


Aisyah kaget dengan sikap Roy yang tiba'tiba kasar padanya.


"Masuk!" Roy memerintahkan.


"Mas, kamu mau ajak aku ke mana?" tanya Aisyah.


"Aku ingin membawamu ke rumah mamaku untuk membantu merawat mamaku yang sedang sakit." ucap Roy.


"Apa...kamu ingin jadikan aku seorang pembantu?" tanya Aisyah.


"Ya bisa di bilang seperti itu! Karena kamu tahu wanita yang masih tersimpan si hatiku adalah Melisa." ucap Roy dengan mencengkeram mjsuhnya

__ADS_1


Tak terasa bulir bening itu membasahi kedua pipi Aisyah, dia meluruhkan tubuhnya di lantai dan menangis.


__ADS_2