Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Kembali Kuliah


__ADS_3

"Melisa...melisa...!" Rendra mengingau dalam tidurnya.


Aisyah memandang suaminya dengan tatapan sedih. Airmatanya tak terasa turun membasahi kedua pipinya.


(Ya Allah kenapa Mas Rendra masih menyebut namanya, apakah Mas Rendra masih mencintainya?) batin Aisyah.


Hati Aisyah terasa sakit saat melihat suaminya masih menyelipkan nama mantan istrinya di dalam hatinya.


Aisyah mencoba membangunkan suaminya. Namun tanpa di sangka lagi saat dia terbangun dari tidurnya masih nama Melisa yang dia sebut.


"Mas Rendra, bangun!" Aisyah menggoyangkan tubuh suaminya yang terus mengigau.


Rendra terbangun dan dia memandang Aisyah lalu memanggil Aisyah dengan nama Melisa.


"Melisa...!"


"Mas, ini aku Aisyah!" Aisyah terlihat sedih.


"Aisyah, maaf tadi aku mimpi ketemu Melisa dia butuh pertolongan!" Rendra menceritakan mimpinya.


"Mas, begitu besarkah cintamu buat Mbak Melisa?" Aisyah bertanya pada suaminya.


"Sayang, maafkan aku!" Rendra menggenggam tangan istrinya dan menciumnya.


"Mas, Rendra aku ikhlas jika kamu ingin kembali pada Mbak Melisa."Aisyah menatap suaminya sendu.


"Tidak sayang, dia hanya masa laluku dan aku akan berusaha mengusirnya dari hatiku." Rendra menguatkan istrinya.


"Sayang, aku tahu kamu masih sangat mencintainya!"


"Aisyah, aku mulai merasakan ada perasaan lain pada Melisa saat dia mulai berubah. Padahal aku sudah berniat untuk menutup hatiku untuknya rapat tapi aku hanya manusia biasa yang hanya bisa menerima takdirnya." Rendra menjelaskan pada istrinya.


"Mas Rendra, meski sakit tapi aku siap jika mas Rendra mau rujuk sama Mbak Melisa!"


"Tidak, aku akan membuang rasa itu dan menjadikan kamu satu-satunya di hatiku." Rendra kemudian memeluk istrinya.


Aisyah merasakan debaran berbeda dalam dada suaminya. Dia tidak bisa memungkiri bahwa suaminya telah membagi hatinya untuk mantan istrinya.


(Mas, aku tahu hatimu kini telah terbagi hanya saja kamu berusaha untuk tidak menyakiti hatiku. Aku akan mencoba ikhlas menerima semua ini karena aku memang cinta yang kedua bagimu. Tapi mendapatkan cintamu sudah membuatku bahagia, apalagi ada buah cinta kita dalam diriku.) batin Aisyah sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit.


"Aisyah ayo kita sholat subuh bersama!" ajak Rendra.


Aisyah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian dia memakai mukena dan menyiapkan peralatan sholat untuk suaminya.


Setelah selasai Aisyah menyalami suaminya kemudian mereka berdoa kepada Allah SWT.


Sementara di dapur para pelayan sudah sibuk dengan tugasnya masing-masing. Ada yang memasak, membersihkan rumah dan ada yang mencuci. Aisyah dan Rendra masih sibuk di dalam kamarnya karena hari ini Rendra akan berangkat ke Inggris untuk melanjutkan study akhirnya.


"Mas, jangan lupa nanti sering Kabari aku ya!" Aisyah mencium kening suaminya.


"Tentu sayang, setiap saat setiap waktu aku akan menelponmu dan anak kita.!" Rendra tersenyum bahagia.

__ADS_1


Ada raut khawatir di hati Aisyah karena disana dia pasti akan bertemu dengan Melisa. Namun Aisyah tetap mencoba percaya pada suaminya jika dia akan menjaga hatinya untuknya dan anaknya.


"Mas kamu mau sarapan di kamar atau di ruang makan?" tanya Aisyah.


"Aku gabung saja di meja makan." jawab Rendra.


Rendra dan Aisyah turun ke lantai bawah untuk sarapan.


"Papa udag lapi mau kemana?" Albert berlari minta peluk papanya.


"Albert sayang, papa harus kerja dan ingat Albert disini baik-baik ya sama Oma, Grand Opa, Bunda dan sama mbak-mbak disini!"


Albert hanya mengangguk kemudian dia mencium pipi papanya.


"Albet janji papa!" Albert menautkan jari kelingkingnya sama papanya.


"Oh iya sayang papa titip bunda sama adik bayi dalam perut ya!" Mengelus perut Aisyah.


"Siap Bos!"


"Pinter anak papa!" Rendra mengacak pucuk kepala Albert.


Arini dan Hadinata hanya tersenyum memandang keakraban anak dan bapak.


"Albert, ayo sama bibi! Papa mau sarapan keburu telat kerjanya!" Hadinata menyuruh cucu buyutmu.


"Enggak kok kek, Albert anak baik!" potong Rendra.


"Mama kok nangis?" tanya Rendra


"Ma, doakan yang terbaik buat Rendra!" Rendra mencium tangan mamanya


"Berangakta jam berapa?"


"Sebentar lagi mama, karena Rendra ikut pesawat yang terbang pagi.


Setelah selesai sarapan, Rendra pamitan pada ibu Siti di kamarnya, kemudian dia berpamitan dengan papa dan mamanya.


"Ibu, doakan Rendra!" Rendra memeluk ibunya yang sekarang hanya bisa berbaring di tempat tidur dan duduk dik kursi roda.


"Sayang maafkan ibu tidak bisa memberikan apapun hanya doa yang aku titipkan padamu!' Ibu Siti memeluk Rendra dan dia menangis.


Rendra meninggalkan ibunya dan kemudian dia menuju ruang keluarga untuk berpamitan dengan Arini dan kakek Hadinata.


"Mama, aku titip Albert sama ibu, tolong jaga mereka!" Rendra berpesan pada Arini.


Rendra memeluk mereka satu persatu dan yang terakhir Aisyah.


Aisyah menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya. Sepertinya dia tidak rela jika Rendra pergi dari sisinya.


"Mas, titip hatiku disini!" Aisyah menunjuk dada Rendra.

__ADS_1


Pak Romi sudah menunggu Rendra di depan pintu. Dia kemudian akan mengantar anak majikannya ke bandara.


"Pak, kita mampir supermarket sebentar ya!" Pinta Rendra pasa Pak Romi.


"Siap Bos!" Romi menurut pada majikannya.


Pak Romi berhenti di sebuah mini market besar. Dia membeli dua buah minuman untunya dan Pak Romi.


Rendra juga membawa paperbag yang nantinya akan diberikan pada Melisa jika dia ketemu di sana. Rendra berharap dengan bingkisan itu Melisa akan menjadi lebih baik lagi.


"Beli apa bos?" tanya Pak Romi


"Pak, aku membeli mukena dan Alquran!" jawab Rendra.


"Mukena?" Pak Romi terlihat sangat kaget


Rendra hanya mengangguk dan tersenyum melihat Pak Romi heran.


"Pak Romi heran kenapa saya membeli mukena?"


"Iya Bos, tapi maaf mukena itu buat siapa?"


"Rahasia Pak tapi aku berharap Pak Romi tidak memberi tahu siapapun ya!" Pinta Rendra.


Pak Romi hanya heran dengan anak majikannya. Sepertinya dia terlalu bersemangat saat akan ke Inggris.


Sesampai di Bandara Pak Romi membantu membawakan koper milik majikannya kemudian Pak Romi pamit meninggalkan Bandara.


Setelah sampai di Inggris, Rendra langsung menuju rumah kakeknya yang dekat dengan kantor cabang Hadinata Company. Rendra tidak mau menempati rumah teman mamanya yang dulu dia tempati karena sudah merasa tidak nyaman.


Pelayan menyambutnya dengan bahagia anak majikannya. Mereka berkenalan satu persatu.


"Tuan Rendra, tapi ada satu pelayan yang belum saya kenalkan dia sedang belanja ke luar!" salah satu pelayan memberikan penjelasan.


"Tidak apa-apa, nanti suruh dia antar kopi ke ruang pribadiku!" perintah Rendra.


Setelah berkenalan Rendra naik ke lantai dua untuk menuju ruang pribadinya.


Salah satu pelayan yang belum berkenalan dengannya segera menghadap dan mengantarkan kopi.


"Permisi!"


"Masuk!"


Saat dia masuk Rendra terperangah kaget. Antara biasa dan bingung karena....!


TERIMA KASIH SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN PADA OTHOR AGAR LEBIH SEMANGAT BERKARYA.


GOYANGKAN JEMPOLNYA DAN KASIH KOMENTARNYA...


SALAM JOGJA ISTIMEWA

__ADS_1


__ADS_2