Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Aisyah Melahirkan


__ADS_3

Melisa terlihat sangat panik dan dia bingung harus berbuat apa.


warga sudah datang bersama Pak Rt, dan banyak yang melempar batu ke arah Pak Komar.


"Pak, saya melihat mereka tadi malam berduaan!" salah satu warga berteriak menuduh Pak Komar dan Melisa.


"Nikahkan saja Pak!" seru salah satu warga


"kalau perlu suruh mereka telanjang keliling kampung!" sahut warga yang lain.


Dua warga maju ke depan hendak menarik tangan Melisa namun Alika mencegahnya.


"Tunggu, kalian tidak boleh menyakiti kakak cantik!" Alika mencegah warga yang ingin menarik dan menghakimi Melisa.


"Bapak-bapak, Ibu-ibu dengarkan saya dulu!" Pak Rt mencoba menenangkan warga


"Mereka sudah jelas berbuat zina Pak! laki-laki dan perempuan berduaan malam-malam di dalam rumah mau apa?" tanya salah satu warga.


"Jelas zina lah!" sahut warga yang lain.


"Tunggu!"Melisa memberanikan diri dan maju ke depan.


"Mau apa Mbak? mentang-mentang cantik mau cari pembelaan?" sindir salah satu warga.


"Bapak, ibu saya mewakili saya pribadi. perkenalkan saya Melisa dan saya baru datang di Jogja tadi malam. Kebetulan saya sedang mencari kontrakan dan Pak komar yang membantu saya!" Melisa mencoba menjelaskan.


"Anda gak punya uang jadi tubuh anda buat jaminan!" celetuk salah satu warga.


"Uang? Apa tampang saya kekurangan uang sehingga kalian semua merendahkanku? Disini aku mau membeli rumah mewah bisa hanya saja saya ingin mengontrak sekalian membantu Pak Komar membiayai Alika."jawab Melisa santai


"Gak usah banyak alasan! nikahkan saja mereka!"salah satu warga tetap ingin menikahkan Komar dan Melisa.


"Menikah?"


"Saya bersedia menikah dengan Pak Komar asalkan kalian punya bukti perbuatan saya namun jika kalian tidak punya bukti, saya akan tutut balik kalian dengan tuduhan pencemaran nama baik!" ucap Melisa.


"Tapi kami hanya di suruh!" teriak salah satu warga.


"Siapa yang tega melakukan ini semua?" Melisa menantang warga.


"Saya Neng, maafkan saya!" lelaki itu bersujud di kaki Melisa.


"Apa kesalahan saya pada anda?"


"Saya hanya iri dengan Komar karena dia selalu lebih beruntung pada saya!"


"Terus kalian pikir saya wanita macam apa, yang mau berbuat mesum dengan Pak Komar yang usianya seumuran sama papaku!"


Akhirnya Pak Rt meminta maaf atas nama warga dan mengizinkan Nona Melisa tinggal di kampung ini. Mereka semua bubar meninggalkan rumah Pak Komar.


"Neng Melisa, maafkan atas kesalahpahaman ini!" Pak Komar membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Pak, gak usah sungkan saya sama kok seperti bapak!"


"Neng, saya tahu anda bukan orang sembarangan."


"Tidak Pak, saya sama seperti bapak yang akan mengadu nasib di kota gudeg ini." jawab Melisa.


"Kakak cantik, boleh gak aku sering main sini?" Alika mendekati Melisa.


"Boleh sayang!" Melisa mensejajarkan tubuhnya dengan Alika.


Pak Komar pamit pulang karena akan menarik becak.


"Akila, ayo pulang!" ajak Pak Komar.


"Ayah, Alika pingin nemenin kakak cantik!" jawab Alika


"Pak Komar, biar Alika disini untuk hari ini karena saya belum beraktifitas!" jawab Melisa.


Pak Komar pergi, Alika dan Melisa masuk ke dalam rumah.


Melisa membuka Handphonenya dan mengganti dengan nomor baru yang baru saja ia beli.


Melisa mulai mengecek perusahaannya dari rumah dan dia menyuruh orang kepercayaannya untuk terus memantau dan melaporkan perkembangan perusahaan. Perusahaan yang hampir saja bangkrut ternyata sekarang berkembang pesat tentu saja semua itu karena pertolongan keluarga Hadinata.


"Mas Rendra, terimakasih atas bantuanmu di perusahaan papaku!" terlihat senyum bahagia dari bibir Melisa.


"Kakak cantik kenapa senyum sendiri?" tanya Alika


Alika hanya mengangguk sambil memainkan bonekanya.


***


Sementara itu Aisyah masih bertarung nyawa mau melahirkan. Dua hari dua malam dia merasakan sakit yang luar biasa karena mengalami kontraksi hebat.


"Ibu, sakit...!" Aisyah memegang tangan Siti yang sejak Arini menyusul Rendra hanya dia yang disamping Aisyah memberi kekuatan dan doa. Hadinata dan Pak Romi baru saja tiba.


"Aisyah, ibu yakin kamu bisa dan kuat!" Ibu Siti menggenggam tangan Aisyah.


"Mas Rendra....!" Aisyah kembali merasakan sakit pada perutnya.


Hasinata tidak tega melihat Aisyah terus kesakitan dan akhirnya dia menemui Dokter dan meminta tindakan untuk Aisyah untuk menyelamatkan calon cicitnya.


Akhirnya dengan persetujuan Hadinata, Aisyah melakukan operasi caesar. Dan dia kini telah melahirkan bayi mungil yang cantik. Keadaan Aisyah juga sudah sadar sepenuhnya.


"Oek...oek...oek...!" suara tangisan bayi terdengar dari ruangan persalinan Aisyah.


Terlihat tangis bahagia dari Aisyah saat dia bisa melihat bayinya lahir dengan sehat dan selamat. Namun dia sedih karena Rendra tidak ada disampingnya. Kakek Hadinata yang mengadzani bayi itu.


"Kek, kenapa mas Rendra gak segera kembali ya?" tanya Aisyah


"Nak Aisyah, maaf kalau selama ini Kakek bohong padamu soal Rendra!"

__ADS_1


"Maksud kakek apa?"


"Rendra mengalami kecelakaan dan sekarang masih di Rumah Sakit dan mamamu menyusul kesana!" terlihat raut wajah sedih dari kakek Hadinata.


Tangis Aisyah semakin tak tertahankan saat dia mengetahui keadaan Rendra yang sebenarnya.


"Kamu yang sabar ya sayang, doakan saja semoga Rendra baik-baik saja!" Ibu Siti menenangkan Aisyah yang belum berhenti menangis.


"Kakek bisa minta tolong video call sama mama Arini!" pinta Aisyah.


"Maaf Aisyah, dari kemaren kakek telepon tidak ada jawaban!" jawab Hadinata.


Suster membawa Bayi mungil itu untum bertemu dengan ibunya.


"Ibu Aisyah, bayi anda cantik dan sehat!" perawat memberikan bayi yang sudah bersih dan rapi.


Aisyah langsung menciumi anak itu dan memeluknya. Begitu juga dengan ibu dan kakek Hadinata langsung tersenyum memandang bayi mungil Aisyah.


"Nama bayi ini siapa sayang?" tanya Ibu Siti.


"Awalnya aku ingin minta pertimbangan Mas Rendra tapi karena kondisi mas Rendra masih di rawat aku kasih dia nama Mutiara putri Hadinata."


Aisyah tersenyum memandang bayi mungil digendongannya.


"Nama yang bagus dan semoga Rendra disana juga merasakan kebahagiaan yang kamu rasakan!" doa ibu Siti.


Kakek Hadinata pamit pulang bersama Pak Romi dan dia akan menyiapkan seluruh pelayan untuk menyambut anggota baru keluarga Hadinata.


Di luar ruangan ada sepasang mata yang menyaksikan kebahagiaan mereka. Terlihat rasa iri dalam dirinya namun nasi sudah menjadi bubur dan takkan mungkin bisa kembali.


(Andai dulu aku tak egois mungkin sekarang Melisa yang berbahagia bersama keluarga Hadinata. Melisa sekarang bagaimana kabarmu, kamu dimana nak?) batin Rosa


"Mama Rosa!" sapa seorang perempuan yang akan memeriksakan kehamilannya.


"Ayasha...Herdi!" Rosa menyapa anaknya dan mantan kekasih gelapnya.


"Ngapain berdiri disitu?" tanya Ayasha.


"Aku...sedang periksa!" Rosa berbohong pada Ayasha.


"Oh...Ayo sayang Dokter sudah menunggu kita!" Ayasha langsung menarik tangan Herdi.


Dan tiba-tiba Ayasha terjatuh karena di dorong sama seseorang yang berlari dan menyenggol tubuhnya.


"Awww...!" Ayasha terjatuh dan dia langsung pinsan.


Yeay semakin seru....!


Yuk tinggalkan jejak dengan like dan komentarnya agar Othor semakin semangat up....


Terimakasih yang sudah mendukung semoga menghibur.

__ADS_1


HAPPY READING


__ADS_2