
Setelah mengurus pemakaman suaminya, Rosa kembali ke rumahnya. Dia ditemani Ayasha dan Roy.
"Mama, aku dan Mas Roy akan segera menikah." Ayasha duduk di sebelah Rosa.
"Ayasha, apa kamu tidak memikirkan kakakmu sedang dipenjara?"
"Mama...buat apa aku peduli dengan Melisa dia bukan kakakku."
"Ayasha asal kamu tahu seluruh harta papamu atas nama Melisa jadi kamu tidak bisa menguasainya."
"Apa?" Ayasha terlihat sangat kaget dan marah.
Namun dalam hatinya dia tetap bertekad mengambil harta Darmawan. Dan dia akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya.
"Ayasha sebaiknya kamu berubah karena suatu saat kamu akan mendapatkan balasan seperti kakakmu yang dulu menyia-nyiakan Rendra dan sekarang dia harus bernasib seperti ini."
"Mamaku yang cantik, aku bukan Melisa untuk itu nasibku tidak akan sama seperti dia."
"Terserah, mama mau istirahat." Rosa pergi meninggalkan Ayasha dan Roy menuju kamarnya.
"Mas, sekarang apa yang akan kita lakukan?" Ayasha bergelayut manja di lengan Roy.
Roy membisikkan sesuatu di telinga Ayasha, dia merencanakan sesuatu untuk meluluhkan hati Melisa.
"Aku setuju tapi Melisa sedang di penjara."
"Terpaksa kita harus menjenguknya di penjara."
Akhirnya Ayasha mempunyai ide membebaskan Melisa dengan tebusan uang. Dan uang itu akan diminta dari rekening Melisa.
"Besok kita datangi Melisa dan kita bicarakan hal itu pada Melisa!" Ayasha mengajak Roy menjenguk Melisa.
( Aku sebenarnya malas berurusan dengan Melisa kalau bukan karena uang. Aku menikahinya juga karena uang bukan cinta.) Senyum getir Roy di dalam hatinya.
"Sebaiknya aku saja yang kesana karena kalau kita datang berdua kita bisa dicurigai." Roy merayu Ayasha sedemikian rupa agar dia bisa mendapatkan uang lebih banyak.
Keesokan harinya Roy dan Ayasha mendatangi Melisa di penjara. Ayasha menunggu di luar dan Roy masuk ke dalam menjenguk Melisa.
"Saudara Melisa ada yang ingin bertemu!" Salah satu petugas Polisi memanggil Melisa yang sedang menangis di pojokan.
"Mas Roy!" Melisa memeluk suaminya.
"Melisa!" Roy membalas pelukan Melisa.
"Mas, bebaskan saya dari sini!" Melisa menggenggam tangan Roy.
"Melisa, kamu tenang dulu dan kita duduk dan bicara!" Roy mengajak Melisa duduk di kursi.
"Mas, aku ingin bertemu Albert."
"Sayang, kamu tenang dulu!"
Roy membisikkan sesuatu kepada Melisa dan Melisa pun menyetujuinya.
"Mas, asalkan aku bisa keluar dari sini aku akan berikan uangnya."
__ADS_1
Roy memberikan cek dan Melisa menandatanganinya.
"Kenapa harus dua cek mas?"
"Ini buat pengacara dan yang satu buat seluruh anggota Polisi di sini."
Melisa menandatangi kedua cek tersebut dan diisi dengan nominal yang tidak sedikit. Masing- masing diisi 500 juta.
( Bagus Melisa, kamu begitu bodoh siapa juga yang rela memberikan uang ini untuk membebaskanmu yang ada uang ini untukku jalan-jalan.) Roy bahagia dalam batinnya.
Setelah jam besuk selesai Roy pamit pada Melisa. Agar Melisa tidak curiga dia kembali memeluk istrinya dan mencium keningnya.
"Sayang, kamu baik-baik disini semoga kamu bebas lebih cepat."
"Makasih sayang!"
"I LOVE YOU! " Roy membisikkan sesuatu di telinga Melisa.
"I LOVE YOU TOO." Melisa memeluk suaminya.
Roy keluar meninggalkan Melisa dengan perasaan yang bahagia. Salah satu cek di sembunyikannya dan satunya dia akan perlihatkan pada Ayasha.
"Sayang, akhirnya kita dapat 500 juta." Roy memberikan secarik kertas kapada Ayasha.
"Yes, akhirnya kita bisa bersenang-senang tanpa harus mengambil uangku."
Ayasha dan Roy bahagia mereka akhirnya mampir ke sebuah restoran terkenal. Mata Roy tertuju pada gadis cantik dengan pakaian sexy yang duduk bersama temannya yang berada di depannya.
"Mas, kamu lihat apa?"
"Bukannya itu Reina dan Dona teman Melisa."
"Oh pantesan aku seperti pernah kenal."
"Kenapa, dia cantik?"
" Ah enggaklah masih cantik kamu dong!" Roy mencoba merayu Ayasha.
Reina berdiri dan menyapa mereka.
"Eh Mas Roy, kok gak bareng Melisa?" Reina duduk di sebelah Ayasha.
"Melisa di rumah menemani mama Rosa."
"Memang tante Rosa kenapa?"
"Papa Darmawan baru saja meninggal dan kami masih berduka!" Ayasha pura- pura sedih.
"Saya turut berduka cita semoga Om Darmawan tenang di surga."
"Reina, memang kamu tidak dengar kalau Melisa sebenarnya ditangkap polisi" Salah satu teman Reina memberi tahu.
"Dona, kamu jangan bicara ngawur!"
"Kemaren aku dapet info dari temen aku kalau Melisa akan mencelakai istri baru mantan suaminya." Dona mencoba menjelaskan kepada Reina.
__ADS_1
"Rendra maksud kamu, si miskin itu."
"Iya Rendra, dia bukan orang miskin tapi anak seorang konglomerat!"
" Hah..aku baru tahu." Reina kaget karena ternyata dia ketinggalan berita.
"Eh Ayasha jangan-jangan kamu selingkuh sama iparmu?" Dona menebak hubungan Ayasha dan Roy.
Ayasha yang mendengar itu berdiri dan menampar Dona. Dona tak mau kalah dia membalas apa yang dilakukan Ayasha. Terjadi keributan antara Dona dan Ayasha.
Seluruh pengunjung dan karyawan restora begitu ketakutan. Melihat dua sahabatnya sedang bertengkar dan saling tarik menarik, Roy dan Reina pergi meninggalkan mereka.
"Ayo kita tinggalkan mereka!" Roy membisikkan sesuatu kepada Reina.
Reina menganggukkan kepalanya dan dia mengikuti Roy. Roy akan membawa Reina jalan-jalan dengan uang yang dia ambil dari Melisa tanpa sepengetahuan Ayasha.
Sesampai di parkiran Roy mengajak Reina masuk ke dalam mobilnya.
"Mas, Ayasha bagaimana?"
"Sudah biarin aja soalnya aku males lihat orang berantem." Roy tersenyum melihat Reina.
"Mas, kita mau kemana?"
" Aku ikut kamu aja." Roy mencoba menggenggam tangan Reina. Dengan perasaan bahagia Reina membalas genggaman tangan Roy.
(Roy kamu ganteng banget, udah putih, tinggi dan seleraku banget. Aku harus bisa mendapatkan hatimu aku tak peduli kamu suami sahabatku.) Reina memuji Roy dalam hatinya.
"Reina, kamu kenapa senyum sendiri?"
"Kamu ganteng banget mas tapi sayang kamu suami teman aku." Reina memberanikan diri memuji Roy secara langsung.
"Suami kamu juga ganteng kan?" Roy mencoba merayu dan memancing Reina.
"Suami kalau di rumah kalau di luar cari yang lain." Reina tersenyum memandang Roy.
Roy menepikan mobilnya dan berhenti. Roy menatap Reina dengan senyum menggodanya.
"Rei, kamu cantik!" Roy memuji Reina.
"Mas, apa sebaiknya kita..."
Belum sempat Reina melanjutkan kata-katanya tiba-tiba Roy memegang dagunya dan mencium bibirnya. Reina membalasnya dengan perasaan bahagianya.
" Rei, kita jalani dibelakang suamimu dan istriku."
Reina hanya mengangguk kemudian dia dengan beraninya mencium Roy terlebih dahulu.
"Aku suka kamu yang berani seperti ini."
"Karena aku tertarik padamu." Reina mengelus bidang datar lelaki di sampingnya.
Tiba-tiba Roy membisikkan sesuatu ditelinga Reina dan mendapatkan anggukan dan senyuman Reina.
Terimakasih yang sudah mampir dan terus dukung karyaku dengan like dan komentarnyađź’–
__ADS_1