
Saat Rendra diam memikirkan Melisa, Aisyah mengagetkannya.
"Mas, kamu lagi mikirin apa?"tanya Aisyah
"Aku hanya berfikir seandainya aku tak kembali bagaimana dengan anak dan istriku?"Rendra berbohong
"Kenapa kamu ngomong seperti itu,aku gak suka."Aisyah sedih lalu menangis.
Rendra langsung memeluk Aisyah lalu mencium keningnya.
"Oh iya mas, apa orang yang mendonorkan darah itu sempat menemuimu?"tanya Aisyah penasaran
"Sayang, kita tidak usah memikirkannya yang penting kita doakan buat kebaikan dan kebahagiaannya."Rendra mengalihkan pembicaraan tentang Melisa
Aisyah mengajak Rendra untuk melihat putrinya yang tertidur pulas di box bayi.
"Sayang, kamu sudah memberi putri kita nama?"tanya Rendra sambil mengangkatnya dari dalam box
"Nama putri kita MUTIARA PUTRI HADINATA, apa kamu setuju?"jawab Aisyah
"Aku setuju banget dan nama yang sangat cantik." Rendra mencium kening putrinya
"Aku bahagia banget memiliki kalian berdua, kalian adalah anugerah terindah dalam hidupku."Aisyah merangkul suaminya
"Aisyah, maafkan aku jika belum bisa menjadi suami yang baik buatmu!"
"Mas, aku kan sudah bilang kalau Mas Rendra paling the best."Aisyah menggoda Rendra
Tiba-tiba Arini masuk menghapiri anak dan menantunya. Dia lalu menggendong Mutiara dan menciumi pipinya.
"Rendra, kamu makan dulu sana! kasihan istrimu soalnya kan dia menyusui jadi harus banyak makan agar anak kalian cepat besar."
"Aku sudah makan ma."jawab Aisyah
"Kapan?"tanya Arini
"Tadi sebelum pulang ke rumah, ibu membelikanku karena aku sangat lapar."jawab Aisyah
"Ya sudah aku ke bawah dulu, makan siang dulu sama yang lain."Rendra meninggalkan mamanya dan Aisyah
Arini begitu bahagia kini Rendra sudah sedikit melupakan Melisa. Dia bahkan meminta Dokter memberikan izin pulang lebih cepat karena dia takut Melisa akan kembali menjenguk Rendra. Tapi jauh dari lubuk hati Arini menyesal telah menghina Melisa, padahal dia adalah orang yang menyelamatkan Rendra tanpa pamrih.
Tapi Arini tahu kalau Rendra sekarang justru semakin mencintai Melisa karena dia sudah berubah menjadi wanita yang baik.
"Mama, kok bengong lagi mikirin apa?"tanya Aisyah membuat Arini kaget
"Mama tidak mikirin apapun sayang."
(Mama dan Mas Rendra sepertinya menyembunyikan sesuatu padaku. Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan, kenapa aku tidak boleh tahu?"Aisyah sedih dalam batinnya
"Aisyah, kok malah jadi kamu yang bengong?"tanya Arini
"Ah enggak ma."Aisyah tersenyum sama mertuanya
"Sayang, sepertinya Mutia minta mimik." Arini memberikan bayi Mutiara
"Baik Aisyah kasih ASI dulu ya ma!"
Arini keluar dari kamar Aisyah dan bergabung dengan yang lain di meja makan.
"Ma, Aisyah lagi ngapain?"tanya Rendra pada Arini
"Lagi mau kasih ASI Mutiara."jawab Arini
"Rendra, boleh kakek bertanya?"
__ADS_1
"Silahkan! pasti Rendra akan jawab."
"Ada hubungan apa kamu sama Melisa mantan istrimu?"tanya Hadinata
Rendra merasa kaget dengan pertanyaan Hadinata, dia hanya takut jika dia jujur dengan perasaannya akan menghancurkan semuanya.
"Rendra, tidak ada hubungan apapun dengan Melisa karena dia hanya mantan istri Rendra."jawab Rendra
"Tapi kami lihat kamu masih sering memikirkannya dan satu hal lagi kenapa kalian bisa dipertemukan dengannya di Inggris?"
"Kakek, kebetulan kami ketemu disana tanpa sengaja."jawab Rendra apa adanya
"Sepertinya mustahil jika kalian tidak janjian bisa ketemu disana bahkan Melisa tinggal di mansion kakek."bantah Kakek Hadinata
"Kalian semua boleh percaya atau tidak yang jelas aku sendiri juga bingung kenapa Melisa bisa kerja di Mansion kakek"jawab Rendra
Arini mengalihkan pembicaraan agar tidak terjadi pertengkaran dan perdebatan karena Rendra belum sembuh total.
"Rendra, kamu sudah kabari Dokter Wisnu?"
"Belum ma."jawab Rendra
"Sebaiknya kamu cepat kabari dia agar dia memantaumu 24 jam karena kondisimu belum stabil.."
"Arini, jadi kapan kamu ke Jogja?"tanya Hadinata
"Nunggu Rendra sembuh dulu ayah sekalian mau cari lahan baru buat memperluas resto."jawab Arini
"Mama mau buka Resto di Jogja?"tanya Rendra
"Iya, kebetulan di sana ada saudara mama yang mau mengelola Resto milik mama nantinya.
Rendra pamit mau istirahat karena kepalanya terasa sakit yang sangat hebat.
"Kamu kok pucat banget sayang?'Arini sedikit khawatir
"Tidak, Rendra baik-baik saja kok cuma pingin istirahat
Rendra berdiri akan meninggalkan meja makan namun sebelum naik ke tangga dia pingsan.
"Rendra!"Arini berteriak kemudian berlari ke arah Rendra. Romi datang dan memapah Rendra sampai ke sofa ruang keluarga.
"Romi, cepat kamu hubungi Dokter Wisnu!"perintah Arini panik
"Baik Nyonya."Romi langsung menghubungi Dokter Wisnu
"Gimana Rom? dia bisa kesini gak?"
"Sudah perjalanan ke sini Nyonya."jawab Romi
Arini terlihat sangat panik dengan keadaan putranya, Arini menangis melihat keadaan Rendra yang terbaring lemah di sampingnya.
"Oma, papa kenapa?"Tiba-tiba Albert datang dan memeluk papanya
"Sayang, papa hanya kecapaian."jawab Arini
"Tapi kenapa oma nangis?"tanya Albert yang ikut nangis
Dokter Wisnu datang dan memeriksa keadaan Rendra, dan dia akan memasang infus. Namun dia meminta di sediakan ruangan khusus untuk merawat Rendra karena kondisinya masih lemah. Rendra masih butuh perawatan khusus, meskipun bagian luar tidak terluka parah namun akibat kecelakaan itu syaraf Rendra banyak yang kena jadi butuh waktu agak lama untuk sembuh.
Arini menyuruh Romi dan tukang kebun untuk membawa Rendra ke kamar samping Aisyah.
Setelah sampai di kamarnya, Dokter Wisnu segera memasang infus buat Rendra
"Dokter, bagaimana keadaan Rendra?"tanya Arini
__ADS_1
"Tenanglah Rin, insyaallah dia baik-baik saja."jawab Dokter Wisnu
Dokter Wisnu adalah sahabat Arini semenjak SMA sampai kuliah. Dulu Wisnu pernah menaruh hati pada Arini tapi belum sempat ia ungkapkan Arini sudah menikah dengan ayah kandung Rendra.
Semenjak kematian istri dan anaknya, Dokter Wisnu tidak menikah lagi.
"Aku tidak mau kehilngan dia lagi, sudah cukup 27 Tahun aku menunggu dia kembali. Hiks...hiks...hiks...!" Arini menangis dipelukan Dokter Wisnu
"Kamu yang sabar semoga Allah kasih mukjizat buat Rendra."
"Amiin!"jawab Arini
Saat sadar dia menangis dalam pelukan Wisnu, Arini merasa malu dan dia meminta maaf pada Wisnu.
"Wisnu, aku minta maaf karena tidak seharusnya aku bersikap tidak sopan."Arini melepas pelukan Wisnu dengan wajah merah merona
"Kamu sama seperti dulu, cengeng!"
"Melisa...Melisa...!" Rendra sadar namun nama pertama yang ia sebut adalah Melisa
Arini mendekat kemudian menenangkan Rendra. Arini menggenggam tangan Rendra namun Rendra masih sama memanggil Melisa.
(Begitu besarkah cintamu pada wanita itu, lalu bagaimana dengan Aisyah?)batin Arini
"Siapa Melisa?"tanya Wisnu
"Dia mantan istri Rendra."jawab Arini
"Kemungkinan Melisa ini yang akan membantu menyembuhkan anakmu."
"Itu dia Wis, Melisa sekarang entah kemana setelah dia mendonorkan darahnya untuk Rendra dia pergi karena dia tidak mau merusak pernikahan Rendra dengan Aisyah."
"Mama...!"Aisyah menjatuhkan gelasnya tanpa sengaja setelah dia mengetahui kebenaran yang ada.
"Aisyah...maafkan mama sayang!"Arini mendekati Aisyah
"Ma, kalau demi kebahagiaan Mas Rendra aku rela dimadu."
"Tidak sayang, Rendra tidak akan melakukan itu."Arini mencoba menenangkan Aisyah
"Ma, aku tak mau egois."
"Sayang, maafkan mama."Arini menangis memeluk menantunya.
(Sebenarnya hatiku sakit mendengar suamiku menyebut nama wanita lain saat dia tersadar dari pingsannya. itu berarti dalam hati dan ingatnnya hanya nama Melisa)batin Aisyah
"Arini, sebaiknya kamu cepat cari Melisa dan pertemukan Rendra dengannya!'
"Tapi aku tidak tahu Melisa pergi kemana karena waktu itu aku mengusirnya."jawab Arini jujur
Kakek Hadinata datang dengan Romi karena dia membawa kabar gembira.
"Aku tadi melacak dari bandara kalau Melisa sudah kembali ke Indonesia dan tujuan terbang dari Inggris langsung Bandara YIA Yogyakarta."
"Apa Melisa ke jogja? Kenapa semua seperti kebetulan?"
"Mungkin mereka jodoh!"jawab Wisnu
Aisyah mendengar perkataan Dokter Wisnu langsung menangis dan keluar dari kamar yang ditempati Rendra.
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR KE NOVEL INI SEMOGA MENGHIBUR.
BUAT SAHABAT NOVELTOON/MANGAATOON MOHON DUKUNGANNYA BUAT CERITA INI.
GOYANGKAN JEMPOLNYA DAN KASIH KOMENTARNYA BIAR SEMAKIN SERU
__ADS_1