
Arini masuk ke ruangan rawat putranya. Dia melihat Rendra sedang memeluk Melisa
"kalian!"
Rendra dan Melisa terbangun bersamaan karena kaget ada suara orang berteriak.
"Mama!" Rendra tersenyum pada Arini
"Nyonya Arini!" Melisa hendak melepas pelukan Rendra namun justru ditarik lagi dalam pelukannya.
"Rendra, istrimu sedang bertaruh nyawa melahirkan anakmu kamu malah enak-enakan dengan wanita murahan ini!" Arini marah pada Rendra.
"Nyonya maaf! Saya sudah....!"
"Diam! kamu mau mengambil kesempatan saat dia jauh dari istrinya hah!" tanya Arini.
"Mama...Rendra mencintai Melisa dan Rendra akan kembali padanya!" jawab Rendra.
"Rendra, mama jauh-jauh kesini hanya untuk menyaksikan perselingkuhan kalian hah!"
"Nyonya, maaf saya tidak bermaksud berceramah tapi saya tidak selingkuh dengan Mas Rendra!" jawab Melisa.
"Buktinya kalian berduaan disini dan berpelukan!"
"Tapi kami tidak sengaja saat ngobrol dan kami tertidur!" Jawab Melisa.
"Sekarang kamu pergi!" Arini mengusir Melisa.
Melisa pergi meninggalkan Rumah Sakit dan dia akan pulang ke mansion tempat Rendra tinggal.
Setelah Melisa pergi Rendra menjadi murung dan marah sama mamanya.
"Mama...kenapa mama bersikao seperti itu sama Melisa?"
"Dia mencoba menjerat hatimu kembali karena dia tahu kamu kaya!" jawab Arini.
"Mama...aku memilih untuk tidak punya apa-apa tapi Melisa mau bersamaku!" jawab Rendra
"Sayang, kamu ingat Melisa pernah menyia-nyiakan mu dan dia juga pernah mengkhianatimu!" bujuk Arini
"Tapi Melisa....!"
Belum sempat melanjutkan kata-katanya seorang perawat masuk untuk memeriksa keadaan Rendra.
"excuse me!" perawat itu langsung memeriksa keadaan Rendra
"How is my son?" tanya Arini
"Mr. Rendra is getting better because of the donor from a woman named Melissa!" perawat itu menjelaskan
"what?" Arini terperanjak kaget saat perawat itu memberi tahu
"Ma, Melisa tidak seburuk yang mama kira, dia tega memberikan banyak darahnya untukku!" Rendra ikut menjelaskan.
__ADS_1
"Jadi mama salah paham padanya, Ya Allah maafkan aku telah menuduh Melisa yang bukan-bukan!" sesal Arini
"Mama, tolong telepon Bi Inah, suruh cegah Melisa agar tidak pergi!" perintah Rendra
"Jadi selama ini kamu serumah sama Melisa?"
"Ma, semua tidak seperti yang mama pikirkan! Melisa selalu menolakku bahkan dia selalu menghindariku!" Rendra menjelaskan
Akhirnya Arini mengambil benda pipihnya dan menelpon Asisten rumah tangganya untuk memastikan Melisa masih tinggal di sana.
Namun betapa terkejutnya Arini saat Bi Inah memberi tahu bahwa Melisa keluar dari Mansion membawa barang-barangnya.
"Rendra, maafkan mama Melisa pergi dari Mansion!"
"Apa, aku harus....!" Rendra melepas infusnya dan dia akan mencari Melisa. Namun Arini mencegahnya karena kondisi Rendra belum stabil.
"Ma, tapi Melisa tidak bersalah aku masih ingin melindunginya, dia ibu dari anakku!" Rendra memeluk mamanya.
"Sayang, maafkan mama!"
Arini hanya menyesal telah menghina Melisa. Dia tidak tahu kalau Melisa yang menyelamatkan Rendra dan menemaninya hingga Rendra melewati masa kritisnya.
Sementara Melisa menyeret kopernya menuju bandara. Dia akan kembali ke Indonesia dan mencari kehidupan baru disana.
"Aku akan kembali ke Indonesia, aku akan mencari teman dimana kalian tidak akan menemukanku disana!" Arini menangis di bandara.
Pesawat yang ditumpangi Berangkat dari Heathrow Airport menuju ke Internasional Airport Yogyakarta. Melisa akan langsung terbang ke Yogyakarta. Kota yang terkenal dengan masakan gudeg. Kota Yogyakarta juga terkenal sebagai kota budaya dan kota pelajar. Setelah sampai di Kota Jogja, Melisa akan mencari rumah kontrakan untuk tempat tinggalnya.
"Ah kota Jogja, semoga aku bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan melupakan masa laluku! Albert mama akan menemuimu setelah kondisi aman dan mama janji kelak akan membahagiakanmu!" Melisa berbicara sendiri di pinggir jalan dekat Alun-alun utara.
"Boleh pak!" Melisa langsung naik ke atas becak
"Neng mau kemana?" tanya tukang becak itu
"Maaf Pak, bisa bantu saya mencari rumah kontrakan?" tanya Melisa
"Oh kebetulan saya ada rumah kosong Neng, tapi ya tidak bagus cuma sederhana. Apa Neng mau melihatnya?"
Namun sebelumnya Melisa memperkenalkan diri, begitu juga dengan tukang becak yang bernama Pak Komar.
Melisa mengangguk dan dia diantar oleh tukang becak ke rumah yang di tuju.
(Aku tak membayangkan akan naik becak dan tinggal di kontrakan padahal perusahaan peninggalan papa aku tinggalkan demi mencari perlindungan agar Roy tidak terus memanfaatkan harta peninggalan papa!) batin Melisa
Becak sampai di rumah minimalis dengan cat dominan warna hijau. Rumah dengan halaman sangat luas yang akan menjadi tempat Melisa tinggal sementara.
"Neng, ini kuncinya!" Pak Komar memberikan kunci pada Melisa.
"Maaf Pak, untuk biaya sewa bagaimana?" tanya Melisa
"Terserah Neng aja soalnya saya cuma pingin rumah saya ada yang menepati soalnya kasihan kalau kosong!"
"Saya nitip ini dulu ya Pak, soalnya baru ada ini!" Melisa memberikan uang 5 juta pada Pak Komar.
__ADS_1
"Neng, buat kebutuhan dulu gak papa!"
"Saya masih ada sedikit, kalau boleh tahu bapak tinggal dimana?" tanya Melisa.
"Saya tinggal tak jauh dari sini dengan putri saya yang masih berusia 8 tahun, istri saya pergi meninggalkan saya karena melahirkan putri saya!"Pak Komar bercerita pada Melisa.
"Kapan-kapan boleh dong saya ketemu dengan putri bapak!" pinta Melisa
"Boleh Neng!"
Pak Komar permisi pamit pulang pada Melisa.
Melisa masuk ke dalam rumah yang kelihatan sangat bersih dan rapi.
(Alhamdulillah masih ada orang baik yang mau menolongku. Mulai besok aku akan kembali mengurus perusahaan dari sini dan aku akan mencoba mengembangkan perusahaanku di kota ini) batin Melisa.
Melisa mulai menata bajunya di almari yang ada di rumah itu, kemudian dia membersihkan diri dan merebahkan badannya di ranjang sederhana. Dia tak membayangkan sebelumnya akan tinggal di rumah yang sempit dan pengap. Namun dia bersyukur masih bisa selamat dari kebiadapan Roy mantan suami keduanya.
Melisa mengingat pesan Rendra untuk selalu menjalankan sholat agar hati menjadi tenang. Kemudian dia mengambil mukena dan sajadah. Namun Melisa bingung dia harus memulai dari mana karena selama ini dia tidak pernah menjalankan sholat apalagi mengaji.
"Aku harus mencari guru mengaji agar aku bisa mendalami ilmu agama. Besok aku akan bertanya pada Pak Komar agar mencarikan aku guru mengaji!" Melisa memeluk mukena pemberian dari Rendra.
Tok...tok...! pintu diketuk oleh seseorang.
Dan saat membuka ternyata Pak Komar bersama putrinya mengunjunginya.
"Maaf Neng Melisa, ini ada sedikit makanan tadi Annisa yang memasak!" Pak Komar memberikan bungkusan pada Melisa.
"Kakak cantik kenalkan saya Alika!" Alika mengulurkan tangannya.
Melisa jongkok menyejajarkan dengan Alika.
"Sayang, kakak namanya Kak Melisa!" Melisa memeluk Alika penuh sayang.
Melisa mempersilahkan Pak Komar masuk karena dia akan membantu Melisa mengurus laporan pada Pak Rt di tempat Melisa tinggal.
"Neng, bapak besok akan bantu laporan sama Pak Rt dan warga sekitar!"
"Iya Pak, terimakasih! Maaf pak, saya mau minta tolong buat mencarikan saya seorang ustadzah agar mau mengajari saya mengaji dan Sholat!" Melisa meminta tolong pada Pak Komar.
Tiba-tiba ada warga yang datang kesana dan mengatakan kalau Pak Rt dan warga akan datang untuk menggerebek mereka.
"Pak Komar, gawat! Pak Rt dan warga menuju kesini, mereka mengira bapak berbuat mesum dengannya!" Salah satu warga dengan nafas ngos-ngosan memberintahu Pak Komar.
Melisa terlihat panik dan bingung!
Author : Sabar Melisa besok kamu akan mendapat kebahagiaan.
Melisa : Bahagia dari mananya jika tiap hari dapat masalah. capek tahu thor....!
Author : bersabar dulu ya!!! tunggu aku memberikan kebahagiaan padamu hahahhaha....
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DAN JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA KAKAK CANTIK DAN GANTENG!
__ADS_1
HAPPY READING!