Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Rosa vs Herdiansyah


__ADS_3

Roy mengepalkan tangannya dan memukul Herdi. Herdi tidak membalas hanya menatap tajam.


"Mana Ayasha?"


"Aku sudah katakan Ayasha tidak ada disini tapi dia."


"Bohong!" Roy mendorong Hardi hingga di tersungkur.


Namun tiba-tiba Ayasha muncul dan memaki Roy.


"Ngapain kamu kesini?"


"Ayasha kamu harus pulang tempatmu bukan disini."Roy akan menarik tangan Ayasha.


"Lepaskan Roy!" Ayasha mengibaskan tangan Roy yang menariknya.


Herdi langsung memisah pertengkaran Roy dan Ayasha.


"Ayasha kita akan segera menikah dan kita akan membesarkan anak kita bersama." Roy mencoba merayu Ayasha.


"Roy, aku tahu apa yang kamu perbuat dibelakangku jadi jangan harap kamu akan mendapatkam cintaku kembali." Ayasha tersenyum mengejek ke arah Roy.


"Ayasha tapi aku mencintaimu!"


"Makan cinta palsumu dan asal kamu tahu aku akan menikah dengan Herdi."


Hardi langsung maju dan menarik kerah Roy lalu memukulnya.


"Sudah aku bilang jangan ganggu Ayasha lagi dia milikku dan anakmu akan menjadi milikku!" Herdi tersenyum mengejek.


Herdi mendorog Roy keluar apartemennya. Dia langsung menutup pintu dan menguncinya.


Sementara Roy pergi dengan kecewa dan marah. Dia berfikir akan menemui Melisa dan mencoba berbaik hati padanya.


"Sial kamu Ayasha, aku pastikan aku akan membuatmu kembali padaku!"Roy berbicara sendiri sambil berjalan keluar apartemen Roy


Roy mengemudikan mobilnya menuju rumah mertuanya. Dia akan bersikap biasa seolah tidak terjadi sesuatu padanya.


"Ma!" Roy menyapa Rosa dan menyalaminya.


"Tumben gak bareng Ayasha?"Dengan sedikit ketus Rosa menyapa menantunya.


"Ma, sepertinya Roy besok akan pergi ke Inggris menjenguk papa dan mama!"


"Ayasha ikut?"


"Sepertinya tidak karena dia sudah kabur bersama lelaki lain."


"Makaud kamu?"


"Ayasha akan menikah dengan pacarnya."


Rosa tidak merespon Roy namun dia memperhatikan Roy dari atas sampai bawah.


"Roy, bukannya kemaren kamu kecelakaan?"


"Aku tidak apa-apa karena aku berhasil.loncat sebelum mobil menabrak pohon itu."Roy menunjukkan luka lecetnya di bagian kaki dan tangannya.


Roy akhirnya pamit dan menuju kamarnya. Kamarnya bersama Melisa sebelum dia bermain api dengan Ayasha.


Di dalam kamar Roy menghubungi orang bayarannya untuk mangawasi Ayasha dan Herdi.

__ADS_1


(Dasar lelaki tua, aku pastikan kamu akan aku hancurkan!)Roy mengepalkan tangannya.


Terdengar suara menggelegar di kamar Roy. Dia akan menyusun rencana untuk menjalankan niat buruknya terhadap Ayasha.


Sementara itu Ayasha masih bermain cinta dengan Herdi. Mereka saling menikmati dan terlihat wajah bahagia keduanya.


"Mas Herdi, kamu yakin mau menikahiku?" Ayasha mengelus dada Herdi


"Aku akan menikahimu kalau perlu besok pagi kita menikah!" Herdi mencium kening Ayasha.


"Tapi aku sedang hamil anaknya Roy!"


"Aku tidak masalah tapi kamu nanti lahiran caesar ya!" Herdi tersenyum sambil membelai perut buncit Ayasha.


Ayasha hanya mengangguk dan dia kemudian dengan beraninya langsung mencium Herdi dan mengajaknya bermain cinta kembali.


(Aku suka wanita yang pemberani seperti ini, selama aku bermain dengan ****** manapun rasanya tidak seperti dia yang membuatku candu) Batin Herdi.


Melihat lelaki di sampingnya bengong, Ayasha langsung menggigit leher Herdi yang membuat Hardi tersentak kaget.


Namun Herdi justru tersenyum melihat kelakuan gadis kecilnya.


"Sayang, aku suka kamu bersikap begitu!"


"Gombal!" Ayasha langsung berdiri dan melepaskam seluruh pakaiannya. Dia menuju kamar mandi dan diikuti Herdi di belakangnya.


"Ngapain ngikutin aku?"


Bukannya menjawab Herdi justru memeluk Ayasha dan meraba titik sensitifnya. Terjadilah permainan panas di kamar mandi.


Mereka berdua seperti pengantin baru yang sedang jatuh cinta. Menginginkan lagi dan lagi tanpa rasa lelah.


"Sayang, aku akan temani kamu dan sekalian mohon ijin pada mamamu untuk menikahimu."


Ayasha hanya mengangguk. Ayasha mengenakan pakaiannya dan bersiap akan pulang ke rumahnya di temani Herdi.


Sesampai di rumah mamanya, Ayasha langsung masuk bersama Herdi. Di luar banyak anak buah Herdi yang berjaga untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.


"Ayo masuk sayang!" Ayasha menggandeng Herdi masuk ke dalam rumahnya.


Saat itu rumah dalam keadaan sepi. Ayasha langsung masuk ke kamarnya mengambil barang-barangnya.


Saat hendak ke luar tangan Ayasha di tarik oleh seseorang dan dia di bungkam di dapur oleh Roy.


"Lepas!"


"Ayasha, kamu milikku dan aku tidak akan melepasmu!" Roy terlihat sangat marah.


"Roy, aku akan mencari kebahagiaanku dan aku mohon lupakan aku dan kembalilah pada Melisa!"


"Ayasha, anak ini anakku!"


"Tapi Herdi siap merawat anak ini."


"Dia tidak pantas untukmu, dia sudah tua dan sebentar lagi pasti mati!"


Bugh..bugh...tiba-tiba Herdi datang bersama anak buahnya dan menghajar Roy.


"Kamu belum bosan juga menganggu calon istriku!" Teriak Herdi


"Dia mengandung anakku!:

__ADS_1


"Aku tak peduli sekarang dia wanitaku." Herdi menarik tangan Ayasha lalu mengajaknya keluar.


Sementara anak buah Herdi membawakan tas dan koper milik Ayasha lalu memasukkan ke dalam bagasi mobil Herdi.


"Mas, kita tunggu mama sebentar karena aku perlu restu dari mamaku!"


"Baik, kita tunggu di ruang tamu!"


Roy yang melihat kemesraan Herdi dan Ayasha hanya bisa melongo. Tanpa rasa malu mereka berciuman di ruang tamu.


"Sayang, sepertinya ada cacing kepanasan!" Ayasha melirik ke arah Roy.


"Biarkan saja kita lanjutkan kalau perlu!" Herdi menaikkan kaos yang dipakai Ayasha dan dia meneenggelamkan wajahnya di antara dua gundukan Ayasha.


******* keluar dari mulut Ayasha yang membuat gairah Herdi semakin memuncak.


"Sayang, sebaiknya kita pindah ke kamarku!" Ayasha mengajak Herdi ke kamarnya. Sementara anak buah Herdi berjaga mengawasi.


Hampir satu jam Ayasha dan Herdi melakukan aktifitasnya di kamar. Setelah menuntaskan hasratnya mereka keluar kamar dan menunggu kedatangan Rosa.


Betapa kagetnya Ayasha saat di ruang tamu dia melihat Rosa datang bersama Melisa.


"Kak Melisa!" Ayasha terlihat sangat kaget dengan kedatangan kakaknya.


"Kenapa? kaget aku bisa keluar!"


"Kak!"


"Sekarang, aku tak peduli kamu ada main dengan Roy karena aku akan segera berpisah denga Roy."


"Kak, aku tidak akan mengambil Roy!"


"Aku sadar Ay, kalau selama ini kalian mempermainkanku!"


"Kak aku...!"


Tiba-tiba belum sempat melanjutkan kata-katanya seorang lelaki tua datang memeluk Ayasha.


"Maaf, Ayasha calon istriku jadi jangan pernah sakiti dia." Herdi menuding ke arah Melisa.


Rosa yang melihat Herdi sangat kaget karena antara mereka pernah terjadi sesuatu di masa lalu.


"Herdi!"


"Apa kabar Nyonya Rosa, jadi Ayasha ini anakmu?"


"Benar sekali dan dia adalah....!" Belum sempat menjelaskan Herdi sudah memotong pembicaraan.


"Ayasha anak Baskoro kan?"


Rosa hanya menunduk dan menggeleng.


"Selama ini aku berbohong pada semua orang tentang Ayasha. Aku selalu mangatakan kalau Ayasha anak dari Baskoro padahal dia adalah anak kandungmu!"


"Apa?"


Herdi terlihat sangat bingung.


SEKIAN DULU YA....


JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYAKU, BERIKAN JEMPOL DAN KOMENTARNYA!

__ADS_1


__ADS_2