Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Rico Melamar Arini


__ADS_3

Komar keluar dari mansion Hadinata dengan perasaan yang campur aduk. Dia memikirkan keselamatan Alika.


"Alika, ayah janji akan membebaskanmu!" ucap Komar.


Di dalam Mansion terdengar teriakan seorang anak kecil. Dia terus memberontak saat anak buah Rendra akan membawanya ke ruang bawah tanah.


"Bawa dia ke ruang bawah tanah!" perintah Rendra.


"Tapi Tuan, dia masih terlalu kecil." jawab anak buah Rendra.


"Lepaskan...!" Alika memberontak.


Alika ingin melepaskan diri tapi dia bisa tertangkap kembali.


Alika di masukkan di ruang bawah tanah.


"Kamu anak kecil tapi kamu sungguh pintar dan luar biasa." Budi menyindir Alika.


"Om, Alika hanya disuruh!" Alika menatap ke arah Budi.


"Tapi kamu masih terlalu kecil bermain dengan orang dewasa." ucap Budi.


Rendra datang dan menghampiri Alika.


"Om, tolong lepasin Alika!" Alika memohon mendekati Rendra.


"Alika, kami sudah menyayangimu seperti anak kami. Dan kamu tahu tante cantik sangat sayang padamu." ucap Rendra.


"Om, Alika hanya disuruh oleh ayah!" jawab Alika jujur.


"Kenapa kamu mau?" tanya Rendra.


"Aku takut jika ibuku kenapa-napa." jawab Alika.


"Ibu?" Rendra sangat kaget.


Selama ini Komar mengarang sandiwara dengan sangat rapi. Bahkan dia dengan sangat pandai menyembunyikan semua tentang dia dan keluarganya.


Komar melakukan itu hanya untuk membalas dendam sakit hatinya pada Arini.


Komar memang sudah memata-matai keluarga Hadinata sejak dulu. Sejak Rendra belum ditemukan.


"Alika, tadi kamu menyebut ibu?" tanya Rendra.


Alika terlihat sangat ketakutan, dia menangis tersedu.


"Om, selamatkan ibu!" pinta Alika.


"Dimana ibumu?" tanya Rendra.


"Dia di rumah kakek Prayoga." jawab Alika.


Rendra semakin bingung dengan gadis kecil di depannya. Dia benar-benar di bodohi oleh seorang gadis kecil.


Rendra tetap mengurung Alika. Dia akan menyelidiki Alika dan Pragoga.


"Om, lepaskan aku!" pinta Alika sambil menangis.


Rendra tidak memperdulikan teriakan Alika. Dia tetap meninggalkan ruangan bawah tanah.


Rendra kemudian menghampiri kamar Renita dan adiknya. Rendra juga tidak percaya dengan mereka.


Renata juga gadis yang sangat pintar


Dia hendak menggoda Rendra.

__ADS_1


"Tuan, apa kamu menginginkanmu?" tanya Renata.


Rendra hanya memandang Renata tanpa menanggapi.


"Renata, jangan jadi murahan!" ucap Rendra.


"Tuan, aku bisa menjadi wanita simpananmu dan aku jamin aku masih original." Renata kembali merayu Rendra.


"Lepas!" Rendra menatap tajam ke arah Renata dan adiknya.


Renata akhirnya mengalah dan dia melepas pelukannya.


Rendra memanggil Budi untuk membawa Renata dan adiknya ke ruang bawah tanah.


Rendra akan menemui Melisa di kamarnya. Dia menjadi rindu dengan Melisa karena godaan dari Renata.


"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Rendra.


"Mas Rendra!" jawab Melisa.


Rendra langsung memeluk istrinya.


"Mas...!" Melisa mambalikkan badannya.


Rendra langsung mencium bibir Melisa. Dia ingin menyalirkan hasratnya yang muncul ketika Renata menggodanya.


Melisa yang memperoleh sentuhan dari suaminya membalas dengan perasaan bahagianya.


Mereka saling mencumbu namun mereka tetap bermain pelan karena kehamilan Melisa yang masih di trimester awal.


"Mas, aku kangen sama kamu!" ucap Melisa sambil mengelus dada bidang Rendra.


"Aku menginginkanmu sekarang!" pinta Rendra.


Dua manusia itu saling menyatu, mereka menyalurkan hasratnya yang sudah lama tak tersalurkan.


Namun kemesraan mereka terganggu karena tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk kamarnya.


Arini mengetuk kamar menantunya karena dari tadi Albert rewel.


"Melisa...! Arini mengetuk pintu.


Rendra dan Arini langsung bergegas merapikan dirinya. Kemudian Rendra pura-pura tidur.


"Iya Ma!" Melisa membukakan pintu.


Albert langsung berlari memeluk mamanya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Melisa.


"Kak Alika kemana bunda?" Albert menanyakan Alika.


Melisa yang mendengar Alika tidak ada sangat khawatir.


Albert menunjukkan gambar Alika yang disekap di ruang bawah tanah.


Melisa sangat kaget karena dia tidak mengetahui penyebab Alika dibawa ke ruang bawah tanah.


Melisa langsung menatap Rendra yang pura-pura tidur di ranjangnya.


Dia berjalan mendekati Rendra dan membangunkannya. Arini yang melihat putranya ada di kamar istrinya merasa malu sendiri. Dia kemudian berjalan pergi ke dapur untuk mengambilkan air putih buat Albe


"Mas, kenapa Alikan bisa di bawa ke ruangan itu?"' ucap Melisa sangat khawatir.


Rendra mencoba menjelaskan pada Melisa kesalahan yang dibuat oleh Melisa.

__ADS_1


"Apa...?" Melisa terkejut saat mendengar penjelasan dari Rendra.


Dia benar-benar tidak menyangka jika Alika adalah seorang mata-mata keluarga Prayoga.


Melisa langsung mendekati putranya dan memeluknya. Dia tidak ingin Albert sedih karena Alika tidak bersamanya.


"Albert sayang, Kak Alika mungkin sedang pulang ke rumah ayahnya!" Melisa mencoba menenangkan Albert yang terus mencari Alika.


Rendra kemudian bangun dan mendekati Albert.


"Sayang, besok kalau ada waktu kita akan jemput Kak Alika!" Rendra menawarkan.


"Papa janji!" Albert mengulurkan tangannya.


Rendra hanya tersenyum kemudian mengangguk.


Albert kemudian pergi meninggalkan kamar mamanya, Arini datang dengan segelas air putih untun Albert.


"Melisa, maaf mama mengganggu!" Arini tersenyum pada Melisa.


"Ah enggak kok, kebetulan Mas Rendra ada disini!" jawab Melisa.


Arini berlalu meninggalkan kamar Melisa. Dia akan menemani Albert bermain di taman.


Dua bulan telah berlalu, kini kehamilan Melisa sudah menginjak bulan ke empat. Masa ngidam dan morning sickness sudah lewat. Keadaan Melisa juga semakin sehat. Dia setiap pagi berjalan mengilingi halaman belakang sambil memberi makan hewan peliharaan Kakek Hadinata.


Hadinata mendekati Melisa yang duduk di pjnggir kolam sambil melemparkan makanan ikan ke dalam kolam.


"Kakek...!" sapa Melisa.


"Rendra kemana?" tanya Hadinata.


"Mas Rendra sedang bersiap hendak ke kantor." jawab Rendra.


"Boleh kakek duduk!" Hadinata meminta ijin pada Melisa.


Hadinata yang usianya sudah tidak muda lagi tetap masih giat bekerja.


"Melisa...kakek sepertinya tidak akan lama lagi!" ucap Hadinata.


"Kakek tidak boleh ngomong seperti itu!" Melisa terlihat sangat khawatir dengan keadaan kakek.


"Melisa, tapi akhir-akhir ini Kakek merasa tubuh kakek sudah rapuh?" ucap Hadinata.ai


"Kek, umur tidak ada yang tahu." ucap Hadìnaga.


Dua orang yang datang menemui Melisa dan Hadinata.


"Kakek....Melisa...!" sapa Rico dan Antonius.


Melisa mengajak Rico dan Antonius masuk ke dalam manson namun Rico tetap menolak.


"Papa, ingin disini saja untuk menemanimu!" ucap Melisa


"Ya sudah, saya panggil Bi Narti untuk membuatkan minuman untuk tuan Rendra dan Antonias.


"Bagaimana keadaan kamu dan calon anakmu?" tanya Rico.


"Alhamdulillah, semoga Allah selalu memberikan kesehatan pada kalian semua!" doa Antonius.


Mereka lalu menikmati cemilan yang sudah disediakan. Rico mengambil ceriping ketela dari dalam toples.


Rico mengutarakan niatnya untuk menikahi Arini.


Namun Hadinata belum memberikan semuanya dulu

__ADS_1


"Jaya, kenapa kamu tidak langsung menyetujui hubungan mereka?" Antonius bertanya pada Hadinata.


"Semua keputusan ada ditangan Arini.


__ADS_2