
Satpam itu menarik tangan Aisyah dan dia mengambil Rendra dari gendongannya.
"Pak, kok anak saya diambil!" teriak Aisyah.
Dan kemudian banyak sekali lelaki berpakaian hitam mengepung ketiga lelaki yang membawa Aisyah.
Mereka memukuli ketiganya sampai babak belur. Terlihat sedikit lega karena dia mendapat pertolongan di tempat ini. Tapi Aisyah sangat bingung kenapa mereka bisa tahu kalau ada orang yang mau berbuat jahat oadanya.
"Pak, kok kalian tahu jika aku dalam bahaya?" tanya Aisyah pada satpam itu.
"Non Aisyah, silahkan masuk ke kamar 361 lantai 5 karena ada seseorang yang akan bertemu dengan anda!" ucap Security itu sambil membungkukan badannya.
"Tapi siapa yang ingin bertemu denganku?" tanya Aisyah bingung.
"Datanglah kekamar itu dan biarkan anak anda bersama kami!" pinta Security itu dan membawa Billy masuk ke dalam hotel
"Kamu menipuku!" sopir angkot itu menatap tajam ke arah Aisyah.
"Diam kamu!" Security yang bernama Yanto itu menuding ke arah supir angkot itu.
Aisyah benar-benar merasa tenang karena sekarang dia sudah aman dan tidak khawatir lagi akan disakiti oleh ketiga lelaki itu.
(Ya Allah terimakasih Engkau telah menolongku!) Aisyah mengucap syukur dalam batinnya.
Namun dalam batinnya, Aisyah masih bingung siapa yang telah menyelamatkannya.
"Non Aisyah... Tuan kami sudah menunggu anda di kamar 361!" panggil security hotel itu.
Aisyah naik ke lantai 5 dengan menggunakan lift khusus.
Kemudian dia mencari kamar 361 namun ternyata disana hanya tersedia 6 kamar padahal tempatnya sangat luas. Aisyah kagum dengan lantai 5 yang desainnya mirip sebuah tempat tinggal.
Lalu dia memencet bel dan tanpa menyentuh apapun pintu kamar sudah terbuka.
Seorang lelaki sedang berdiri membelakangi Aisyah.
"Kamu yang bernama Aisyah?" tanya lelaki itu dengan suara besarnya.
"Benar Tuan!" Aisyah menjawab dengan sedikit gemetaran.
"Kamu takut denganku? Dan kamu juga penasaran siapa aku?" tanya lelaki itu.
"Tuan, siapapun anda saya ucapkan banyak terima kasih karena sudah menyelamatkan saya." ucap Aisyah.
"Tidak cukup dengan terima kasih tapi kamu berhutang budi padaku." ucap lelaki itu.
"Lalu bagaimana aku bisa membalas budi baik anda, Tuan?" tanya Aisyah.
"Kamu harus bersedia menjadi pelayanku!" ucap lelaki itu.
__ADS_1
"Tapi anakku?"
"Akan aku carikan pengasuh untuknya tapi kamu harus mau menjadi pelayanku."
"Pelayan?" tanya Aisyah bingung
"Kamu harus melayani semua kebutuhanku termasuk semua urusan pribadimu kalau kamu menolak kamu akan aku serahkan pada tiga lelaki yang membawamu kesini." ancam lelaki itu.
Aisyah terdiam, dia berfikir apa yang akan dia lakukan karena dia tidak mau jadi pemuas nafsu ketiga lelaki bejat itu.
(Ya Allah kenapa aku keluar kandang harimau tapi masuk ke kandang singa?) batin Aisyah.
Namun mata Aisyah terbelalak kaget saat lelaki berjubah itu membalikkan badannya. Dia benar-benar tidak menyangka jika yang menyelamatkan adalah orang yang sangat dia cintai.
"Selamat datang Nyonya Rendra Hadinata!" ucap Rendra melepas kaca mata dan jubah hitam yang dia kenakan.
"Mas Rendra...!" Aisyah tersenyum bahagia dan dia langsung berlari menghampiri Rendra.
Aisyah memeluk Rendra penuh kasih sayang. Dia menangis tersedu-sedu karena dia bersyukur Rendra yang menyelamatkannya.
"Mas, kamu jahat!"
"Loh kok aku yang jahat?" tanya Rendra sambil menggoda Aisyah.
"Aku chat kamu tapi gak dibaca, aku sempat khawatir jika aku tidak ditolong." Aisyah kembali memeluk mantan suaminya.
"Kamu masih mencintaiku?" tanya Rendra.
"Aku mencintaimu Mas Rendra, sangat mencintaimu dari dulu hingga sekarang!" Aisyah mengungkapkan perasaannya pada Rendra.
"Lalu Roy?" tanya Rendra.
"Aku tidak pernah mencintainya, dulu aku bersamanya karena sakit hati sama kamu." Aisyah jujur pada Rendra.
"Maafkan aku, mulai sekarang aku janji akan adil sama kalian berdua." jawab Rendra.
"Mas, Apakah hotel ini milik keluarga Hadinata?" tanya Aisyah.
"Benar sayang, ini adalah hotel pertama yang didirikan sebelum Hadinata Grup berkembang pesat." jawab Rendra.
Rendra menatap tajam ke arah Aisyah. Kemudian dia mendekatkan bibirnya tepat di bibir Aisyah.
Rendra memberikan ciuman hangat pada mantan istrinya. Hingga pergulatan panas pun terjadi dan Rendra berhasil mendapatkan kembali cinta Aisyah.
Setelah mereka mencapai puncak kenikmatan bersama, tubuh mereka terkulai lemas di ranjang berukuran besar itu.
"Terima kasih!" ucap Rendra sambil mengecup kening Aisyah.
"Mas, tapi perbuatan kita salah!" Aisyah menyadari jika perbuatan mereka salah karena mereka telah berpisah.
__ADS_1
"Sayang, aku akan segera menikahimu dan kita akan sah menjadi suami istri kembali." jawab Rendra.
Aisyah tersenyum, dia kembali tidur dengan memeluk Rendra. Aisyah melupakan Billy padahal di kamar lain Billy menangis mencari mamanya.
Seluruh pelayan kewalahan namun dia ingin membangunkan majikannya tidak berani.
"Billy sayang, besok mama sudah kembali dan bisa gendong Billy kembali." ucap pelayan itu untuk menenangkan Billy.
"Mama... mama... Hua... Hua... Hua...!" Billy menangis memanggil Mamanya.
Pelayan itu tetap mencoba menenangkan Billy yang sekarang baru berusia sekitar 1,5 tahun.
Pagi menyapa, sinar matahari mulai menyinari bumi menjadi panas. Aisyah membuka matanya dan betapa kagetnya dia saat dia tidur bersama dengan mantan suaminya.
"Mas Rendra...!"
"Sayang, kamu sudah bangun?' tanya Rendra.
Aisyah mencoba mengingat semua kejadian tadi malam dan dia menahan malu yang luar biasa karena dia tidur bersama Rendra. Bahkan yang membuat dia sangat malu karena dia bangun dalam keadaan tanpa busana.
" Kenapa sayang?" goda Rendra.
"Tadi malam, apakah kita melakukannya?" tanya Aisyah malu.
"Kamu menikmatinya sayang, aku suka!" goda Rendra.
"Hah... !" Aisyah langsung menutup mukanya karena dia malu dengan Rendra.
Aisyah dan Rendra membersihkan diri di kamar mandi. Namun tidak ada adegan tambahan karena Aisyah menolak sebelum mereka menikah lagi, Rendra tidak diijinkan menyentuhnya.
Saat Aisyah berganti pakaian, Rendra memeluknya dari belakang. Aisyah tak mampu menolak asal Rendra tidak meminta kembali.
"Sayang, aku mencintaimu!"
"Mas, aku juga mencintaimu tapi sebelum kita kembali sah aku tidak mau kamu menyentuhku!" ucap Aisyah tegas..
"Tapi kamu sudah bagai canduku, aku tidak bisa diam jika dekat denganmu!" ucap Rendra.
"Kamu harus bisa dan harus sabar karena semua butuh proses." jawab Aisyah.
Rendra hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia mencoba menerima keputusan Aisyah. Rendra langsung menelpon anak buahnya untuk segera mengurus pernikahannya dengan Aisyah.
Tiba-tiba bel pintu kamar berbunyi dan Rendra menyuruh Aisyah untuk bersembunyi di dalam kamarnya.
Dia tidak mau ada orang lain yang melihat tubuh mulus Aisyah yang hanya menggunakan lingere tipis karena di dalam kamar itu memang tidak disediakan baju sehari-hari.
Rendra lalu memencet remot pintu dan membuka pintu itu dari kejauhan.
"Mama!" Rendra menyapa mamanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu tinggalin Mama?" tanya Arini.
Namun tiba-tiba ada bunyi seperti gelas pecah dalam kamarnya.