
Melisa menolak karena Aisyah melihat mereka sedang bercumbu.
"Mas, tadi Aisyah melihat kita dan dia sepertinya marah banget." ucap Melisa.
"Sayang, kamu tidak usah memikirkannya karena nanti aku yang akan memberi pengertian padanya." jawab Rendra.
Tangan Rendra tak tinggal diam, tangan itu terua bermain di setiap lekuk tubuh Melisa.
"Mas...Ahh...!"Melisa mendesah merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah mereka mencapai puncak kenikmatan, mereka tersenyum bahagia.
"Sayang, aku kalau bersamamu lupa waktu yang ada ingin dan ingin bercumbu siang malam."bisik Rendra.
"Ah kamu mas, bikin aku malu aja!" jawab Melisa.
Setelah selesai mereka membersihkan diri dan mereka akan menuju meja makan bergabung bersama keluarga untuk sarapan.
Melisa masih menggunakan kursi roda. Rendra mendorong kursi Roda Melisa.
Saat melewati kamar Aisyah, mereka mencoba menyapa namun Aisyah hanya diam dan menatap tajam ke arah mereka berdua.
"Mas, Aisyah benar-benar marah sama kita." Arini menolah ke arah Rendra.
"Sudahlah tidak usah kamu pikir, cepet atau lambat dia juga akan tahu dan dia juga harus menerima kenyataan jika dia mempunyai madu."jawab Rendra.
Setelah mereka sampai di meja makan, Rendra diapit dua istrinya. Aisyah belum mengetahui hubungan Rendra dan Melisa tapi dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri mereka melakukan hubungan badan layaknya seorang suami dan istri.
"Ayo kita makan!" ajak kakek Hadinata.
Arini mengambilkan makanan untuk Romi dan Hadinata. Sedangkan Aisyah mengambilkan nasi untuk Rendra. Melisa hanya diam karena dia tidak ingin menimbulkan masalah di dalam rumah ini.
Aisyah menatap tajam ke arah Melisa. Dia tersenyum pada Melisa namun senyum yang penuh kebencian.
"Aisyah...ada yang ingin kakek sampaikan!" ucap Hadinata.
"Maaf jika masalah wanita murahan itu, aku tidak mau tahu dan aku tidak peduli." jawab Aisyah ketus.
"Aisyah...mama sudah bilang jangan menghina Melisa dengan sebutan wanita murahan." ucap Arini.
Aisyah berdiri kemudian dia akan memberi tahu kejadian semalam yang dia lihat sambil menangis.
"Ma, tapi Melisa telah menjajakkan tubuhnya untuk mas Rendra dan mereka telah melakukan hubungan badan layaknya suami istri."Aisyah menjelaskan.
"Aisyah...Melisa adalah istri Rendra! mereka sudah menikah dan kamu tahu sekarang Melisa sedang hamil." jawab Arini.
Mendengar penjelasan mama mertuanya, Aisyah langsung menangis dia terduduk lemas di kursi. Rendra berusaha mendekatinya dan menjelaskan pada Aisyah.
"Aisyah, maafkan aku!" Rendra memeluk tubuh ramping Aisyah.
"Mas, katakan itu bohong bukan? dan katakan kalian hanya berselingkuh!" Aisyah menatap sayu ke arah suaminya.
__ADS_1
"Aisyah...semua yang dikatakan mama Arini itu benar. Aku dan Melisa sudah menikah setahun yang lalu." Jawab Rendra dengan santainya.
" Aisyah berlari ke kamarnya, dia langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya.
Di dalam kamar, Aisyah menangis dan dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Hanya saja dia mempunyai tekad untuk membalas sakit hatinya pada Rendra dan Melisa.
(Aku harus balas semua ini, aku tidak ingin mereka bahagia.)batin Aisyah sambil mengepalkan tangannya.
Sementara di ruang makan terlihat senyum bahagia. Mereka tertawa bahagia tanpa memikirkan Aisyah yang hatinya terluka. Mereka juga makan dengan lahabnya dan tanpa beban apapun.
"Rendra, hari ini kamu ke kantor?" tanya Romi.
Rendra hanya mengangguk kemudian mencium kening istrinya.
"Kalian itu, mengumbar kemesraan di tempat umum!" sindir Arini.
"Gak tahu ini, mas Rendra sekarang bucin banget Ma!" ucap Melisa.
"Namun kamu suka, bukan!" sindir Rendra.
Setelah selesai makan, Rendra mengantar Melisa ke kamarnya.
"Mas, aku bisa naik tangga sendiri." jawab Rendra.
"Oke besok kalau kamu sudah sembuh total aku ijinkan berjalan sendiri."jawab Rendra.
Albert dan Alika datang menghampiri Melisa.
"Sini anak bunda, aku peluk!" Melisa merentangkan tangannya untuk memeluk Albert dan Alika.
"Kami sayang bunda!" ucap Albert dan Alika bersamaan.
Melisa mencium keduanya. Albert adalah anak pertama Melisa dengan Rendra sedangkan Alika adalah anak Komar yang ditinggalkan oleh ayahnya.
"Mas, maaf ya jika aku membawa Alika kesini!" ucap Melisa.
"Tidak apa-apa sayang karena Alika akan aku jadikan alat buat mempersatukan kembali keluarga Hadinata dan keluarga Prayoga." jawab Rendra.
Setelah sampai di kamar, Melisa diantar masuk oleh Rendra kemudian Rendra masuk ke kamar Aisyah untuk menjelaskan dan memberi pengertian pada Aisyah.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Aisyah ketus.
"Ingin ketemu istri dan anakku!" Jawab Rendra santai.
"Apakah kamu menganggapku istri?" tanya Aisyah.
"Aisyah, aku sudah pernah meminta maaf padamu tapi kamu menolak dan aku juga sudah menjelaskan hatiku tapi kamu tidak terima sekarang semua keputusan ada ditanganmu!" Rendra tegas.
"Maksud kamu?" tanya Aisyah.
__ADS_1
"Maksud aku, jika kamu masih ingin bersamaku maka terimalah Melisa sebagai madumu tapi sebaliknya jika kamu tidak sudi denganku tinggalkan aku!" jawab Aisyah.
"Aku butuh waktu." jawab Aisyah singkat.
"Berapa lama?" tanya Rendra.
"Sampai hatiku yakin padamu lagi." jawab Aisyah.
"Oke tapi ingat pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan." Rendra mengingatkan.
Rendra hendak memeluk Aisyah namun ditolak.
"Oh jadi kamu sudah mulai menghindariku?" tanya Rendra.
"Aku masih marah." jawab Aisyah.
"Aku punya segalanya, mau beristri 40 aku bisa memberikan nafkah lahir, apa kamu ingin menyia-nyiakan kesempatan itu?" tanya Rendra.
"Mas, kamu mulai sombong!" ucap Aisyah.
"Aku memang sombong karena dulu aku menjadi orang baik selalu dihina sama semua orang dan sekarang aku punya segalanya tidak akan ada irang yang berani menghinaku!" ucap Rendra sombong.
"Mas, aku masih memaafkanmu demi anak kita tapi tidak untuk pengkhianatanmu." ucap Aisyah.
"Terserah yang jelas aku sudah memberikanmu pilihan dan semoga kamu bisa memilih yang terbaik untukmu dan anak kita." Rendra pergi meninggalkan mereka.
(Aku harus mencoba kuat dan aku harus membalas sakit hatiku padamu, Mas Rendra!) batin Aisyah.
Rendra turun ke lantai satu dan dia meminta ijin untuk pergi ke kantor bersama dengan Pak Romi.
Di perjalanan, Romi bertanya pada Rendra tentang rencananya menemui Prayoga.
"Rendra...kita jadi ke kantor atau ke rumah tuan Prayoga?" tanya Romi
"Menurut Papa, bagaimana sebaiknya?" tanya Rendra.
Akhirnya mereka sepakat untuk ke kantor terlebih dahulu. Mereka akan menemui Prayoga setelah jam pulang kantor.
Sesampainya di kantor Romi dan Rendra dikejutkan dengan kedatangan Rosa. Dia adalah mama kandung Melisa yang tidak pernah dia kunjungi.
"Mama Rosa...!" Rendra terlihat sangat kaget dengan kehadiran mertuanya.
Rendra hendak mencium tangannya namun Rosa menolak karena dia tidak lagi menganggap Rendra sebagai menantunya.
"Rendra, aku menemuimu karena ada sesuatu hal yang sangat penting." ucap Rosa.
"Apa itu?" tanya Rendra
Terima kasih atas dukungannya dan jangan lupa tetap like dan komentarnya ya kakak....
__ADS_1
HAPPY READING