Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Rumah Baru Melisa


__ADS_3

"Mbak Melisa " panggil Aisyah.


Melisa hanya bengong saat wanita di depannya memanggil namanya. Dia tidak menyangka jika ingatan Aisyah akan kembali begitu cepat.


"Mbak, kenapa bengong?" tanya Aisyah.


Melisa menjingkat dan dia berkata, " Eh Aisyah kamu_!"


"Iya ini aku, Aisyah!" jawab Aisyah.


Perasaan Melisa tak karuan, dia khwatir Aisyah akan kembali syok saat mengetahui dirinya sudah menikah dengan Rendra.


(Ya Allah, apa yang harus aku katakan pada Aisyah?) batin Melisa.


"Mbak, kapan datang lagi? tanya Aisyah


Namun sebelum Melisa menjawab, Rendra masuk ke dalam kamar Aisyah.


"Melisa sudah sebulan tinggal disini!" Rendra berjalan mendekat ke arah Aisyah.


"Mas Rendra, Mutia mana? Apakah dia sudah sembuh? Kok kamu sudah kembali?" tanya Aisyah.


Rendra hanya memandang Aisyah dengan tatapan yang sulit di artikan. Dia bingung harus mengatakan kenyataan yang dihadapinya.


"Aisyah, Mutia masih disana! aku pulang karena do telepon mama Arini kamu sakit!" jawab Rendra.


Aisyah hanya manggut-manggut dan dia kemudian menghampiri suaminya untuk memeluknya.


"Mas, aku kangen sama kamu!" Aisyah mengeratkan pelukannya.


Melisa yang melihat pemandangan di depannya sebenarnya sangat cemburu, hanya saja dia harus menerima kenyataan bahwa dia adalah yang kedua.


"Maaf, aku permisi!" Melisa keluar dari kamar Aisyah menuju kamarnya. Dia tumpahkan kesedihannya disana.


"Aku memang harus terbiasa dengan situasi seperti ini karena Mas Rendra bukan hanya milikku tapi milik kita berdua!" ucap Melisa sambil menangis.


Saat air mata itu membanjiri kedua pipi Melisa, tiba-tiba Rendra masuk dan memeluknya dari belakang.


"Meskipun aku bukan hanya milikku tapi kamu berarti untukku sayang!" ucap Rendra.


"Mas" Melisa mengusap air matanya dengan kedua tangannya.


"Sayang, kamu cemburu?" tanya Rendra.


"Aku takut kamu tak mencintaiku lagi!" jawab Melisa sambil menangis.


"Aku akan tetap mencintaimu, sayang!" Rendra membalikkan badan Melisa lalu memeluknya.


"Mas, kita harus merahasiakan pernikahan kita dari Aisyah!" dengan berat hati Melisa mengungkapkan pada Rendra.


"Kenapa?" tanya Rendra.


"Aku gak mau, dia sakit lagi."jawab Melisa singkat.


"Tapi dia harus tahu tentang kita dan dia juga harus menerima kenyataan ini."


"Mas, ada saatnya nanti kita jujur tentang hubungan kita tapi bukan sekarang saatnya." Melisa menjelaskan dengan suara lembutnya.


Rendra semakin mengagumi Melisa. Dia tak menyangka Melisa yang dulu sangat semena-mena kini berubah menjadi sangat sabar.

__ADS_1


Rendra pamit keluar karena dia tidak enak jika Aisyah sudah bangun.


Melisa hanya memandang suaminya yang kini menjauh darinya. Dia akan merelakan suaminya untuk Aisyah malam ini.


Pagi harinya seluruh keluarga hadinata sarapan bersama di meja makan. Melisa lupa jika Aisyah sudah sembuh.


"Mbak Melisa, kenapa duduk disamping Mas Rendra?" tanya Aisyah.


Arini hampir saja membuka identitas Melisa namun Melisa langsung mencegahnya.


"Melisa itu_!"


"Maaf Aisyah, aku lupa jika tempat duduk bukan disini." ucap Melisa.


Semua mata memandang ke arah Melisa yang hendak pergi meninggalkan meja makan.


"Mama, mau kemana?" Albert memanggil mamanga pada Melisa.


"Sayang, mama hanya ingin makan di dapur bersama mbak Sari!"jawab Aisyah sambil berjongkok menyejajarkan dengan Albert.


Suasana sarapan pagi sangat tidak sesuai harapan. Apalagi Rendra yang merasa tidak nyaman karena Melisa pergi dari ruang makan.


"Mas, kenapa tidak makan?" tanya Aisyah.


"Aku sudah kenyang dan harus pergi ke kantor sekarang!" pamit Rendra pada Aisyah.


Sebelum berangkat ke kantor dia mencari keberadaan Melisa di dapur. Dia hanya ingin menyampaikan jika dia menyuruh Melisa untuk menyusulnya di kantor.


"Sayang, kamu susul aku ke kantor karena akan ada hal yang ingin aku sampaikan."Ucap Rendra.


Melisa hanya mengangguk kemudian dia menyalami suaminya.


Siang harinya, Melisa menyusul suaminya ke kantor.


"Duduk sayang!" sapa Rendra.


"Ada apa, kok menyuruhku ke kantor?" Tanya Melisa.


Rendra mengajak duduk Melisa di sofa dalam ruangannya. Dia akan memberikan sebuah kejutan untuk Melisa.


Rendra memberikan sebuah kotak berwarna gold itu pada Melisa.


"Apa ini, Mas?" tanya Melisa.


"Buka saja! perintah Rendra.


Melisa sangat terkejut dengan kotak yang diberikan oleh Rendra. Betapa terkejutnya Melisa saat dia membuka kotak itu yang ternyata isinya sebuah kunci besar.


"Kunci," tanya Melisa.


"Benar, itu kunci rumah buatku dan yang satunya kunci mobil kamu!" ucap Rendra.


Melisa menangis dan memeluk suaminya.


"Mas, makasih! aku tak menyangka jika aku kan beruntung seperti ini.


"Sayang, mulai nanti malam kita akan tinggal dirumah baru kita. Aku sengaja membelikanmu rumah karena aku tidak ingin istri cantikku ini cemberut dan menangis setiap hari." ucap Rendra.


Melisa sangat bahagia, dia kemudian memeluk suaminya.

__ADS_1


"Kapan kita akan melihat rumah baru kita, Mas?" tanya Melisa.


"Kamu pingin lihat?" tanya Rendra.


Melisa hanya mengangguk. Rendra langsung berdiri dan mengajak Melisa melihat rumah baru mereka.


Sesampai di bangunan besar yang menyerupai bangunan istana, Rendra menghentikan mobil Lamborghini Veneno Roadster dengan kisaran harga Rp 66 Milyar itu memasuki rumah itu.


Rendra yang dulu dianggap sampah kini telah berubah.


" Sayang, ayo kita masuk!" ajak Rendra.


Melisa menggandeng tangan suaminya dan kemudian mereka masuk dan melihat isi rumahnya .


"Mas, waw...! rumah ini sangat bagus dan aku suka!" Melisa memeluk suaminya.


"Alhamdulillah kalau kamu suka, jadi sekarang kamu pulang ke mansion utama dan berkemaslah nanti kamu pamit sama kakek dan mama!" perintah Rendra.


"Mas, boleh aku meminta sesuatu?" tanya Arini


"Iya sayang, kamu pingin apaan?" tanya Rendra.


"Aku ingin melihat kamar kita dan mencobanya." jawab Melisa.


"Oke sayang!" Rendra tersenyum lalu membopong Melisa ala bridal style menuju kamarnya yang ada di lantai dua.


Mereka melakukan uji coba kelayakan kamar dengan bercinta. Suasana semakin panas saat keduanya semakin terpacu dengan kenikmatan. Setelah selesai mereka lalu membersihkan diri. Mereka lalu pamit pulang dan Rendra akan mengantar Melisa pulang. Mobil Melisa akan diantar oleh sopir. Mobil merk Lamborghini Aventador dengan harga kurang lebih 24 Milyar itu sampai di mansion terlebih dahulu.


"Sayang, aku kembali ke kantor sebentar ya!" Rendra mengecup kening istrinya lalu pergi meninggalkan Melisa. Dari balkon lantai dua ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Aisyah mengepalkan tangannya dan meneteskan air matanya.


Melisa masuk mansion dengan senyum manisnya. Dia akan langsung menemui kakek Hadinata dan meminta ijin untuk pergi dari rumah ini karena akan tinggal di rumah barunya.


Namun sebelum masuk ke ruang kerja Hadinata, Aisyah menghadang Melisa dan langsung menyerangnya.


Aisyah terlihat sangat marah dan dia langsung menjambak Melisa.


"Awww....sakit!" Teriak Melisa.


"Dasar wanita murahan, perebut suami orang!" ucap Aisyah.


"Aisyah, kamu bicara apa?" tanya Melisa.


"Aku sudah tahu jika tujuanmu tinggal disini karena kamu ingin merebut Mas Rendra!" ucap Aisyah.


Plak...plak...Arini datang dan menampar Aisyah.


"Jaga mulutmu, Aisyah!" Arini marah pada Aisyah.


"Mama...kenapa membela perempuan tak tahu malu ini?" tanya Aisyah.


Arini kembali mengangkat tangannya dan hendak menampar Aisyah namun dicegah oleh Melisa.


"Sudah, aku memang wanita murahan dan aku akan angkat kaki dari rumah ini!" Melisa pergi meninggalkan mereka lalu menuju rumahnya.


Author: Gimana kakak apakah semakin seru?


Terima kasih dukungannya kakak semoga menghibur dan...


Jangan lupa like dan komentarnya.

__ADS_1


HAPPY READING!


.


__ADS_2