
Seminggu sudah aku menjatuhkan talak kepada Melisa. Dan untuk bercerai secara resmi mama Arini sudah mengurusnya.
Hari ini aku akan berangakat kuliah ke Luar Negeri karena aku akan menjadi penerus perusahaan Hadinata.
Keputusanku sangat di dukung oleh kakek, mama, dan ibuku. Aku juga akan belajar melupakan masa laluku yang pahit bersama Melisa.
"Ma, Rendra pamit dulu ya!" Aku mencium tangan mamaku dan memeluknya.
Lalu aku berpamitan pada kakek dan ibuku. Mereka terlihat sangat sedih dengan kepergianku. Padahal aku pergi untuk belajar dan menuntun ilmu.
Aku diantar oleh Pak Romi ke Bandara dan aku pergi ke Inggris menggunakan Jet pribadi keluarga Hadinata.
Setelah aku sampai di Inggris aku menuju rumah yang sudah di sediakan oleh kakek.
Rumah yang terbilang cukup mewah di sini. Ternyata usaha keluargaku juga mempunyai cabang disini yang di kelola oleh orang kepercayaan kakek. Aku sangat bangga pada kakekku meskipun usia beliau sudah tua tapi jiwa bisnisnya masih sangat luar biasa.
Karena aku terbilang anak yang lumayan cerdas aku sudah fasih bahasa inggris meskipun aku hanya lulusan SMK.
Hari demi hari aku lalui dengan penuh kebahagiaan. Semakin hari aku bisa melupakan luka yang tertanam dihatiku karena Melisa.
Tak terasa aku sudah hampir setengah tahun di negara ini. Negara yang akan aku jadikan pengubah masa depanku dan aku akan mengukir sejarah baru disini.
"Aku harus belajar lebih giat agar aku bisa lulus dengan penuh kebanggaan." Aku berbicara sendiri.
Saat ini aku berada di sebuah cafe untuk makan siang. Karena kebetulan hari ini hari minggu dan aku libur kuliah.
Aku menikmati makanan dan aku seperti memandang seorang yang tidak asing bagiku.
"Itu kok seperti Aisyah ya!" batinku
Aku amati dia dari atas sampai bawah, dia seperti sedang meeting dengan seseorang.
"Iya benar itu Aisyah gadis kecilku, gadis yang pernah menolongku."
Saat aku memandangnya, dia kebetulan pas menolah ke arahku. Dia sepertinya juga kaget karena melihatku.
Aku lihat dia berjalan ke arahku dan menyapaku.
"Mas Rendra!" Aisyah menyapaku.
"Aisyah...kamu disini?" Aku seperti mimpi bisa dipertemukan dengan Aisyah di negeri orang.
Akhirnya aku persilahkan Aisyah duduk lalu kami berbincang sebentar. Setelah Aisyah meminta ijin untuk menyelesaikan meetingnya aku menunggunya sambil menikmati makanan yang sudah tersedia di depanku.
Aku amati gadis kecilku dengan tersenyum. Gadis cinta pertamaku yang mau menerimaku dengan segala kekuranganku.
"Mas, kok kamu juga ada di sini sedang apa? Aisyah menyapaku dengan senyum tipisnya.
"Aku kuliah di sini karena kakek sama mama memintaku untuk kuliah karena aku harus membantu mama mengurus bisnis kakekku."
"Kamu di negara ini?"
__ADS_1
"Aku kebetulan di tempatkan disini sementara karena pemilik perusahaan sedang ada keperluan."
"Berapa lama kamu disini?"
"Aku disini sudah sebulan kemungkinan dua minggu lagi aku harus kembali ke Indonesia."
Setelah kami selesai makan akhirnya aku dan Aisyah meninggalkan cafe. Aku mengajak Aisyah pergi ke sebuah taman yang dekat dengan rumahku. Aku menceritakan semua tentang hidupku bersama Melisa.
"Mas, Istri kamu ikut kesini?" Pertanyaan Aisyah ketika ingin memulai pembicaraan denganku. Mungkin dia tidak enak jika harus berduaan dengan suami orang.
"Aisyah, aku sudah bercerai dengan Melisa."
"Maaf mas aku tidak bermaksud mengungkit kehidupanmu."
"Tidak apa-apa Aisyah, mungkin seharusnya bulan ini aku berbahagia karena Melisa akan melahirkan."
"Loh berarti kamu mau punya anak dong."
"Itu yang membuat lukaku di hati tidak pernah hilang ternyata Aisyah mengkhianatiku." Aku menjelaskan pada Aisyah tanpa ada yang ditutupi.
"Mas, sekali lagi maaf karena aku mengungkit masa lalumu yang sebenarnya tidak perlu kamu ingat."
"Kamu sudah menikah?" Pertanyaanku pada Aisyah yang membuat dia seperti bingung mau menjawab.
"Aaku...belum menikah mas, belum ketemu jodoh." Jawabnya malu.
"Kamu sudah punya kekasih?"
"Boleh aku tahu?"
"Tentu boleh mas karena sekarang tidak alasan aku menyimpannya."
"Siapa pria beruntung yang mendapat tempat di hatimu?"
Aisyah menatapku dengan tersenyum. Dia jujur kepadaku siapa laki-laki yang ada di hatinya.
"Kamu mas." Aisyah menunduk malu.
Aisyah tak berani menatapku karena secara tidak langsung dia mengungkapkan perasaannya padaku.
"Aisyah...!" Aku genggam tanganya lalu aku memandangnya dengan tersenyum bahagia.
Aisyah mencoba melepaskan tangannya dari genggamanku karena mungkin dia malu.
"Mas, maaf aku..." Belum sempat Aisyah menjawab aku langsung mencium tangannya dan aku ungkapakan juga perasaanku.
"Ais, aku juga mencintaimu."
"Maksud kamu mas?" Aisyah meneteskan air matanya dan aku pun langsung menjelaskannya.
"Ais, sejak menikah di hatiku memang ada kamu tapi saat itu aku mencoba menerima takdirku dengan Melisa." Aku pun menjawabnya.
__ADS_1
"Mas, tidak perlu kamu ceritakan aku sudah tahu semuanya. "
"Jadi apakah kamu mau menungguku hingga aku lulus?"
Aisyah mengangguk dan tersenyum bahagia. Aku pun senang lalu aku memeluk tubuhnya.
Hari ini di negeri orang aku bertemu dengan cintaku. Orang yang benar-benar ikhlas mencintaiku tanpa memandang materi. Aisyah sudah tahu aku anak orang berada namun sejak aku tidak memiliki apapun dia selalu bersamaku. Dulu sebelum Melisa masuk dalam kehidupanku di hatiku hanya ada Aisyah.
Setelah selesai makan aku antar Aisyah di apartemen yang di sediakan perusahaannya jika di tugaskan di sini.
Aku dan Aisyah menjalin cinta intinya kami sekarang pacaran. Selama dua minggu aku sempatkan menemui Aisyah dan mengajaknya jalan-jalan atau hanya sekedar makan.
"Mas, aku sudah harus kembali ke Indonesia nanti sore!" Aisyah memegang tanganku dan memandangku sedih.
"Apa tidak bisa di tunda seminggu atau berapa hari gitu." Tanyaku dengan nada kecewa.
"Mas, aku harus profesional dan jika jodoh insyaallah tidak akan kemana." Aisyah tersenyum padaku.
"Aisyah, aku menyayangimu tunggu aku kembali."
"Iya sayang, aku percaya hatimu juga untukku."
"Sebenarnya aku ingin bersamamu seperti ini."
"Iya sayang nanti ada saatnya kita bersama dan selalu sama-sama dalam suka dan duka."
(Mas, maafkan aku tidak jujur padamu kalau sebenarnya aku dikirim Tante Arini untuk sengaja menemuimu. Beliau khawatir kamu akan berlarut sedih memikirkan mbak Melisa yang menyakitimu.
Aku sudah bisa meninggalkanmu karena masih banyak yang harus aku uji dengan ketulusanmu seperti apa yang dilakukan Tante Arini tentang hatiku padamu hingga beliau mempercayakan aku untuk menguji hatimu.) Batin Melisa sambil tersenyum.
Aku dan Aisyah melanjutkan makan kemudian aku akan mengantar Aisyah ke apartemen mengambil kopernya. Di dalam apartemen aku duduk memandang Aisyah dan hatiku terasa sangat sedih.
Aku genggam tangan Aisyah, aku terhanyut dalam perasaanku. Aku menatap Aisyah dengan tersenyum lalu kuraih dagunya dan aku mencium bibir tipisnya dengan penuh cinta. Aisyah membalas ciumanku dengan lembut.
Setelah cukup lama aku menciumnya Aisyah mencoba melepaskan.
"Sayang, kamu jahat telah mencuri ciuman pertamaku."
Deg...hatiku terasa bergetar mendengar ciuman pertama. Karena yang mengambil ciuman pertamaku Melisa mantan istriku.
"Maaf aku..." Aku berusaha menjelaskan namun Aisyah justru kembali membungkam mulutku dengan bibirnya.
"Terima kasih mas, semoga selama disini kamu mampu menjaga hatimu untukku."
Akhirnya aku membawakan koper Aisyah dan kuletakkan di bagasi mobilku.
Aku mengantar Aisyah ke Bandara. Sebelum dia berangkat aku masih menemaninya.
Apakah perjalanan cinta Aisyah dan Rendra akan berjalan mulus karena mendapat restu dari mama Arini ataukah akan ada halangan dan rintangan?
Jawabannya ada di up selanjutnya ya ...dan jangan lupa like dan komentarnya Terima kasih...
__ADS_1