
Arini terus memaksa Romi untuk menyentuhnya. Meskipun sedikit takut namun Romi khilaf juga.
Romi lelaki normal dan dia mempunyai nafsu seperti kaum adam lainnya. Saat sesuatu miliknya disentuh oleh lawan jenisnya menimbulkan gaya sengat listrik yang luar biasa. Romi sudah tidak bisa menguasai akal sehatnya, nafsu yang semakin membara membuatnya lebih berani menyentuh wanita di depannya.
Terdengar ******* keluar dari Arini, yang membuat Romi semakin terbang ke awang.
Romi tersenyum ketika bayangan bercinta dengan majikannya melintas di otaknya yang mulai berfikiran mesum. Dia tersadar dari lamunannya ketika Arini menepuk pipinya.
"Heh Romi, kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" sapa Arini sambil menepuk pipi Romi
"Sayang, maaf aku....!"
"Mesti lagi ngebayangin yang tidak-tidak, hayo ngaku?" tanya Arini
"Enggak cuma lagi gak nyangka aja, aku bisa mendapatkan cinta dari seorang bidadari sepertimu!" jawab Romi
(Ya Allah, aku sudah membayangkan bercinta dengannya.) batin Romi
Arini yang mendapatkan pujian dari kekasihnya sangat bahagia.
Arini lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Romi. Lelaki yang selalu menjadi pengawalnya, lelaki yang selalu ada disaat Arini membutuhkan.
"Sayang, apa kamu gak malu bersanding denganku yang hanya seorang sopir?" tanya Romi
"Buat apa aku malu, aku gak butuh jabatan, gak butuh pangkat, yang aku butuhkan kesetiaan dan ketulusan."jawab Arini
Romi mencium kening Arini dan mengelus rambutnya.
"Aku akan memperjuangkan cinta kita meskipun seribu halangan membentang."janji Romi
"Aku hanya ingin diusia tuaku ada seseorang yang menemani hariku!" Arini mendongakkan kepalanya lalu tersenyum memandang Romi yang sekarang menjadi kekasihnya.
Tak terasa hari sudah semakin sore, Arini dan Rendra bersiap untuk pulang.
Arini dan Romi sepakat untuk menutupi hubungan mereka. Sebenarnya Arini akan jujur pada ayahnya namun Romi melarangnya karena belum siap.
Setelah sampai di mansion, Arini dikejutkan dengan tamu yang datang.
Riko datang bersama Anton ayahnya menemui Hadinata.
"Arini...!" panggil Hadinata
"Iya ayah!" jawab Arini
"Kemarilah, ayah ingin bicara!"
Arini menyalami Anton dan Riko kemudian dia duduk disamping ayahnya.
"Nak Arini masih cantik seperti dulu!" puji Anton
"Makasih Om, tapi sekarang Arini sudah tua cucunya sudah dua."jawab Arini sambil tersenyum
"Arini, Anton kesini karena ingin melamarmu untuk Riko!"
__ADS_1
"Melamar?" Arini terlihat sangat kaget
"Benar sekali, Riko masih sangat mencintaimu dan dia rela tidak menikah karena menunggumu siap." Hadinata menjelaskan
"Ayah tapi...!"
"Arini, apa lagi yang kamu cari? Ayah hanya ingin ada yang menemani dan menjagamu di saat ayah sudah tiada." Hadinata memberikan keyakinan pada Arini
"Arini, apa kamu tidak percaya padaku?" Riko mendekati Arini
"Riko, dulu aku memang sangat mencintaimu bahkan berpisah denganmu bukanlah hal yang aku inginkan tapi karena waktu itu kamu....! hiks...hiks...hiks...!" Arini menangis
"Maafkan aku karena dulu aku ingin mengejar cita-citaku sehingga aku mengirim Baskoro untuk menikahimu." jawab Riko
"Apa maksudnya ini?" Hadinata dan Anton berdiri karena sangat kaget dengan pembicaraan Arini dan Riko.
FLASH BACK
Di sebuah hotel di sebuah kota di Amerika, dua sejoli sedang memadu kasih, mereka adalah Riko dan Arini.
Pacaran tanpa *** di luar negeri itu bagaikan sayur tanpa garam. Arini yang selalu menginginkan sentuhan Riko setiap kali bertemu membuat Riko semakin tergila-gila dengan Arini. Hingga suatu malam mereka melakukan tanpa sebuah pengaman.
"Riko, kamu lupa gak pakai pengaman?" tanta Arini
"Maaf, aku keenakan jadi lupa." jawab Riko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau aku hami bagaimana?" tanya Arini
"Baru sekali disemprot di dalam masak langsung hamil." jawab Riko dengan santainya.
"Tapi aku kan habis dapet jadi kemungkinan subur!" jawab Arini
"Arini, plis jangan hamil dulu!"
"Semoga saja aku gak hamil jadi kita masih bisa happy-happy." jawab Arini
Sebulan kemudian terjadi pertengkaran hebat antara Arini dan Riko karena Arini dinyatakan hamil.
Riko menyuruh Arini menggugurkan kandungannya karena dia masih ingin melanjutkan studinya.
"Riko, ini hasilnya!" Arini memberikan bukti laboratorium pada Riko
" Kamu hamil?"
"Iya Riko dan ini anak kamu!"
"Anakku!" kamu gak salah bukannya kamu kemaren habis jalan sama lelaki ini!" menunjukkan sebuah foto Baskoro sedang menolong Arini saat pingsan
"Riko, kamu jahat! mau enaknya saja tapi gak mau bertanggung jawab!" bentak Arini
"Oke...maaf tapi aku gak bisa kalau menikah sekarang!" jawab Riko
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Arini
__ADS_1
"Gugurkan kandunganmu dan kita bisa hidup normal kembali."
"Apa kamu gila ya, dia yang tak berdosa mau aku gugurkan?"
"Kalau kamu tidak mau aku akan suruh Baskoro menikahimu dan aku akan bayar mahal dia." jawab Riko
"Tidak, akh tidak mau!"
"Makanya gugurkan saja dan kita masih bisa bersama."
Arini hanya terdiam dan dia akan memikirkan pilihan yang diberikan Riko.
Akhirnya Arini mau menerima Baskoro untuk menjadi pengganti Riko. Dia menutup semua rapat karena setelah melahirkan Riko berjanji akan kembali padanya namun kenyataan berbicara lain. Riko justru pergi entah kemana dan baru kembali sekarang.
FLASH ON
Rahang Hadinata mengeras dan dia marah karena ternyata penyebab Arini menderita selama ini adalah Riko mantan kekasihnya sekaligus ayah biologis dari Rendra.
"Jadi kamu penyebab putriku menderita selama 27 tahun?" Hadinata hendak memukul Riko tapi Anton mencegahnya
"Nata, maafkan anakku!"
"Maaf kamu bilang setelah luka yang dia berikan pada keluargaku?"
"Nata, kita bisa bicarakan baik-baik.Selama ini Riko juga merasa bersalah dengan perbuatannya."
"Tidak, dan lamaran kalian aku tolak karena aku tidak sudi mempunyai menantu pengecut."jawab Hadinata
"Om tapi aku ingin ketemu dengan anakku?" pinta Riko
"Anak kamu bilang bukannya dia bukan anakmu?"jawab Hadinata penuh amarah
"Riko, sekarang aku minta kamu pergi dari rumahku!" Arini mengusir Riko dan Anton
Arini awalnya ingin sekali melupakan masalahnya dengan Riko. Dia juga ingin menerima Riko menjadi temannya kembali namun niat itu hilang saat dia mengetahui Riko akan menikahinya. Kebenciannya kembali muncul.
"Riko, sudah aku bilang pergi!" usir Arini
"Tidak sebelum aku bertemu dengan anakku!" jawab Riko
"Rendra bukan anakmu, dia anak Baskoro!" jawab Arini
"Baskoro orang suruhanku dan aku tidak percaya dia berkhianat padaku bahkan dia belum pernah menyentuhmu bukan?"
"Brengsek kamu Riko!"
"Sekarang aku ingin bertemu dengan anakku, Rendra!"
Seorang lelaki turun dari lantai dua mendengar perdebatan mereka.
Dia sangat kaget mengetahui kenyataan yang ada. Dia datang menghampiri Arini dan bertanya langsung padanya.
"Mama....!" Rendra memanggil mamanya
__ADS_1
"Rendra...!" Arini kaget saat Rendra ada dibelakang
Happy Reading kakak semua dan jangan lupa like dan komentarnya ya