
Melisa dan Rosa di bawa oleh penculik itu. Mereka tidak disekap dan tidak disandera tapi dibiarkan saja.
"Lepaskan!" Melisa mencoba berontak
Salah satu penculik mendorong Melisa dan mengancamnya.
"Ingat, bos kami hanya menginginkan kalian pergi dari keluarga Rendra dan untuk kamu jangan pernah berharap bisa menikah dengan Rendra!" Salah satu penculik mengancam Melisa
Melisa berfikir mungkinkah ini ulah Aisyah atau ada orang lain yang sengaja melakukan ini?
Melisa mengajak Rosa pergi. Melisa akan kembali ke rumah almarhum Darmawan. Dia akan mempersiapkan diri untuk kembali ke Jogja mengembangkan perusahaannya di sana seperti rencana semula.
Di mansion Hadinata terjadi pertengkaran antara Rendra dan Aisyah. Rendra menuduh Aisyah dalang dari penculikan Melisa.
"Aisyah, aku tahu ini ulah kamu!"Rendra menatap benci ke arah Aisyah yang menangis
"Mas, demi Allah ini bukan ulahku."jawab Aisyah
"Aku tak percaya karena di rumah ini yang tidak menyukai Melisa itu hanya kamu!" Rendra menuding ke arah Aisyah.
"Mas, aku tidak melakukannya!"Aisyah bersujud di kaki suaminya
Rendra sekarang menjadi dingin dan angkuh setelah pernikahan dengan Melisa gagal.
Dia mungkin terlalu egois, hanya karena cinta dengan mantan istrinya sampai tega menyakiti Aisyah.
Sementara itu di ruang keluarga, Hadinata terlihat sangat marah karena ada orang yang menghancurkan rencananya.
"Romi, selidiki siapakah dalang dari semua ini!" perintah Hadinata
"Baik tuan!" Romi pamit dan akan menyelidiki kasus penculikan Melisa
Sebelum pergi sekilas Romi memandang Arini yang juga masih menangis. Romi tersenyum pada Arini seolah memberikan kekuatan padanya.
***
Sebulan sudah peritiwa itu berlalu, namun Rendra masih belum berubah. Dia mas membenci Aisyah. Meskipun kesehatan Rendra sudah membaik tapi sikap acuhnya pada Aisyah tidak berubah. Bahkan dia semakin berbuat semena-mena pada istrinya.
"Mas, mau sampai kapan kamu seperti ini?"tanya Aisyah
"Sekarang keluar dari ruang kerjaku karena aku tidak mau diganggu!" Rendra mengusir Aisyah
Mau tidak mau Aisyah keluar dengan wajah kecewanya. Rasa sakit yang dirasakan Aisyah sungguh luar biasa. Namun dia tidak bisa berbuat apapun. Aisyah hanya mampu berdoa pada Allah .
"Aisyah..!" Arini menyapa menantunya yang menangis dari ruang kerja putranya
"Mama...!" Aisyah memeluk mama mertuanya
"Kamu kenapa sayang." tanya Arini
"Ma, sepertinya aku akan menyerah karena mas Rendra sudah tidak mencintai aku!" Aisyah menangis
"Sayang, sabar ya!" Arini menenangkan menantunya
"Ma, bolehkah aku ikut bekerja di kantor lagi?"tanya Arini
"Boleh sayang, biar kamu ada kesibukan."jawab Arini
Terlihat binar bahagia di wajah Aisyah. Dia terlihat lebih bersemangat karena diizinkan oleh mama mertuanya untuk bekerja.
Namun, Rendra datang mengacaukan kebahagiaan yang baru saja Aisyah rasakan.
"Aku tidak setuju!" ucap Rendra
Aisyah dan Arini langsung menatap ke arah Rendra.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kamu tidak mengizinkan Aisyah bekerja? bukannya kalian bisa berangkat dan pulang bareng!" tanya Arini
"Ma, Aisyah masih harus memberi kasih sayang pada Mutia dan apakah kurang keluarga kita memberi nafkah padanya?" Rendra memandang Aisyah dengan tatapan penuh kebencian
"Oke kalau kamu tidak mengizinkan Aisyah bekerja, mulai malam nanti kalian tidur dalam satu kamar seperti dulu!"Arini tegas
"Tapi ma...!" Rendra hendak menolak
"Tidak ada kata tapi, Aisyah itu istrimu dan kamu tidak pantas memperlakukannya seperti ini." Arini terlihat sangat marah pada Rendra
"Tapi dia yang menyebabkan Melisa di culik dan aku sekarang tidak tahu dia ada dimana!" jawab Rendra
"Bukan Aisyah penyebabnya karena kemaren Pak Romi sudah mendapatkan buktinya."Jawab Arini
"Apa?"
"Ya, selama ini kamu salah sangka, bukan Aisyah yang menyuruh orang untuk menculik Melisa!"
"Lalu kalau bukan dia ma, siapa penculik itu?"
"Besok kakek akan memberi tahu jika penyelidikan itu sudah selesai."Arini pergi meninggalkan Rendra dan Aisyah
Rendra perlahan mendekati Aisyah dan minta maaf. Kemudian dia memeluk istrinya.
"Aisyah, aku minta maaf!"
"Mas, aku sudah memaafkanmu!"
Rendra dan Aisyah berpelukan, mereka lalu masuk ke kamar dimana Mutia berada. Rendra langsung mendatangi box bayi itu lalu mendekat dan mencium putrinya.
Aisyah yang melihat itu merasa bahagia karena suaminya mau menyentuh putrinya kembali.
(Terima kasih Ya Allah, semoga Mas Rendra kembali padaku seutuhnya.)batin Aisyah
Rendra menghampiri Aisyah kemudian memeluknya kembali. Dia langsung mencium bibir Aisyah dengan penuh cinta.
"Mutia menangis!" Rendra memandang Aisyah dengan tersenyum
Aisyah langsung mengangkat Mutia dari box nya. Dia memberikan ASI di sofa dekat dengan box.
Rendra iseng menggoda istrinya.
"Sayang, yang satu buat papanya kan?" goda Rendra
"Mas, mau?"
"Boleh!" Rendra hendak menyusu namun ditolak oleh Aisyah
"Ah enggak mas, ini milik Mutia!"
"Mas, sudah lama tidak....!"
"Hust...nanti malam kamu boleh melakukannya!" Aisyah menutup mulut suaminya dengan jari telunjuknya.
Rendra kemudian menggenggam tangan Aisyah dan menciumnya.
"Makasih ya sayang!" ucap Rendra
Aisyah hanya mengangguk dan tersenyum bahagia pada suaminya.
"Mas gak ke kantor?"
"Aku sudah minta mama dan Pak Romi menggantikanku."jawab Rendra
"Mama sama pak Romi?"
__ADS_1
"Heem memang kenapa?"
"Enggak kok, sepertinya Pak Romi setia ya sama keluarga Hadinata?" tanya Aisyah
"Aku juga gak tahu karena aku masuk dikeluarga ini baru 6 tahunan!" jawab Rendra
***
Di perjalanan menuju kantor, Romi dan Arini terlihat begitu canggung.
"Rom, kok kamu sekarang jadi beda sama aku?" tanya Arini
"Maaf Nyonya, saya....!"
"Kamu membenci aku?" tanya Arini
Romi langsung mengerem mobilnya mendadak, dia menepikan mobil dan berhenti di pinggir jalan.
Romi langsung menggenggam tangan Arini lalu mengungkapkan perasaannya padanya.
"Nyonya, maafkan saya karena telah jatuh cinta pada nyonya!" Romi memegang tangan Melisa
"Romi!"
"Maafkan saya Nyonya!"
"Kamu tidak perlu minta maaf karena saya juga merasakan hal yang sama, aku mencintaimu!"jawab Aisyah malu
Romi langsung mencium tangan Arini.
"Jadi kita?" tanya Arini
"Terserah nyonya yang jelas saya sudah mengungkapkan perasaan saya."
"Kita pacaran?" Arini tersenyum
Romi hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian dia melajukan mobilnya menuju kantor.
"Rom, tapi aku tidak suka kalau kita lagi berdua kamu panggil nyonya."
"Terus saya panggil apa?"tanya Romi
"Terserah Nyonya sajab yang penting nyaman."Jawab Arini
"Oke sayang!" Romi membelokkan mobilnya ke parkiran perusahaan Hadinata Group.
Romi keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk Arini.
"Silahkan sayang!"
"Makasih sayang!" Arini hendak menggandeng tangan Romi tapi dia urungkan.
"Rom, ikut ke ruangan saya sebentar!"ajak Arini
"Siap Nyonya!" Romi mengikuti Arini dibelakangnya
"Kamu tunggu di sofa saya mau menyiapkan berkas sebelum bertemu dengan Mr.Smith!" perintah Arini
Setelah selesai menyiapkan berkas, Arini menghampiri Romi yang duduk di sofa. Dia mengenggam tangan Romi lalu menciumnya. Romi membalas perlakuan majikannya yang sekarang sudah menjadi kekasihnya. Romi memberanikan diri meraih dagu Arini lalu menciumnya. Mereka terhanyut lama namun aktifitas mereka harus terhenti ketika pintu ruangan diketuk oleh sesorang.
"Rom, makasih kamu mau mewarnai hidupku agar lebih bermakna!" Arini merapikan rambutnya lalu berdiri mengambil remot dimejanya untuk membuka pintu.
Betapa kagetnya Arini karena orang yang ada di hadapannya adalah mantan kekasihnya sewaktu kuliah di luar negeri.
ALHAMDULILLAH HARI INI BISA UP LEBIH DARI SATU BAB...
__ADS_1
TERIMA KASIH BUAT SEMUA, TERUS DUKUNG KARYAKU DENGAN JEMPOL MANISNYA DAN TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR.
HAPPY READING