Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Kembali ke Mansion


__ADS_3

Rendra sangat marah pada Komar karena dia secara terang-terangan mengungkapkan perasaannya pada Melisa.


"Komar, aku sudah tahu siapa kamu!" Rendra menatap tajam pada Komar.


"Tuan Rendra yang terhormat, jika anda sudah mengetahui apa tujuanku maka aku minta lepaskan Melisa jika tidak_!" belum sempat melanjutkan Rendra sudah tersulut emosi.


Rendra hendak memukul Komar namun satpam segera datang dan manahan Komar. Satpam langsung mengusir Komar dari ruangan itu.


"Maaf Pak, mohon tidak membuat keributan di tempat ini!" dua satpam membawa Komar keluar.


Sementara itu Alika mengejar Komar dan menangis.


"Ayah...tunggu Alika!" Alika tersandung dan jatuh.


Rendra langsung berlari menolong Alika dan menggendongnya.


"Alika cantik, bangun sayang!" Rendra langsung menggendong Alika dan membawanya masuk ke ruangan Melisa.


Alika meminta turun dan dia menghampiri Melisa yang masih terbaring di ranjang Rumah Sakit.


"Bunda, kenapa ayah meninggalkanku sendiri?" tanya Alika.


"Mungkin ayah sedang ada kepentingan jadi dia meninggalkan Alika sama bunda." Melisa tersenyum pada gadis kecil disampingnya.


"Melisa, dia anak musuh suamimu!" ucap Arini.


"Maksud mama?" tanya Melisa heran.


"Komar adalah keturunan Prayoga." jawab Hadinata.


"Maksud Kakek?" Melisa kembali bertanya.


Hadinata menjelaskan pada Melisa persaingan bisnis keluarga Hadinata dan keluarga Prayoga yang mengakibatkan mereka bermusuhan sampai sekarang.


Padahal dulu mereka adalah dua keluarga yang tidak bisa dipisahkan. Dulu Hadinata dan Prayoga berniat menjodohkan Arini dengan Komarudin namun karena waktu itu Arini mempunyai hubungan dengan Rico dan akhirnya hamil, keluarga Prayoga marah besar.


"Jadi bukan karena bisnis keluarga Hadinata dan Prayoga bermusuhan?" tanya Rendra.


"Benar sekali semua karena perjodohan yang gagal yang memicu permusuhan diantara kami." ucap Hadinata.


Rendra tersenyum bahagia mendengar penjelasan Hadinata. Dia semakin yakin jika hubungan keluarga itu bisa damai.


(Aku harus mendamaikan mereka.) batin Rendra.


Dokter masuk ke ruangan itu dan memberi tahu jika Melisa sudah diijinkan pulang.


Rendra mengemas barang-barang Melisa dan kemudian menyelesaikan administrasi.

__ADS_1


Mereka akan membawa Melisa pulang ke mansion Hadinata.


"Sayang, kita pulang ke rumah mama ya!" ajak Rendra.


"Tapi kita akan menyakiti Aisyah." jawab Melisa.


"Sayang, nanti mama yang akan memberi pengertian pada Aisyah jadi kamu tidak perlu khawatir." Arini menenangkan Melisa.


Rendra membawa Melisa kembali ke mansion utama.


"Ma, gimana keadaan Albert? aku kangen banget!" Melisa memandang Arini.


"Sayang, Albert baik-baik saja dan dia semakin pintar!" jawab Arini.


"Aku sudah tidak sabar ingin memeluknya."ucap Melisa.


Alika terlihat sangat sedih karena ditinggal ayahnya pergi. Dia hanya menunduk dan menangis.


"Bunda, bolehkan aku tinggal sama bunda?" tanya Alika.


"Boleh dong sayang! Oh iya kenalkan ini Oma Arini!" Melisa memperkenalkan mamanya pada Alika.


"Salam kenal, Oma!" Alika menyalami Arini.


Arini tidak begitu tertarik pada Alika karena dia keturunan dari Prayoga.


"Mama...!" panggil Melisa.


Setelah mereka sampai di mansion, Arini membantu Melisa turun dari mobil menggunakan kursi roda. Rendra membawa Melisa naik ke lantai dua dengan menggunakan lift khusus.


Rendra mendorong Melisa melewati kamar Aisyah. Melisa menoleh ke arah Aisyah dengan penuh rasa bersalah.


"Mas, Aisyah pasti akan marah besar melihat aku kembali kesini." ucap Aisyah sambil memegang tangan suaminya.


"Sayang, kamu tidak usah terlalu memikirkan hal itu biarkan itu jadi urusanku dan mama." jawab Rendra.


"Tapi jangan terlalu keras ya mas!" pinta Melisa.


Sesampai di kamar, Melisa meminta Rendra menemui Aisyah terlebih dahulu agar Aisyah merasa bahagia. Namun Rendra menolak karena dia lebih mencintai Melisa.


Rendra mau menerima Aisyah sebagai pelarian karena cintanya pada Melisa kandas. Meski Aisyah cinta pertama Rendra tapi cinta yang paling berkesan adalah cintanya pada Melisa.


"Mas, tapi dia masih istrimu!" Melisa mengingatkan.


"Tapi aku_!" belum sempat menjelaskan Melisa mencium pipi Rendra.


"Sayang, pergilah! temui dia karena kamu berarti untuknya!" Melisa meminta Rendra menemui Aisyah.

__ADS_1


Akhirnya Rendra menuruti permintaan Melisa untuk menemui Aisyah. Dan saat itu juga dia akan jujur tentang hubungannya dengan Melisa.


Sesampai di depan kamar Aisyah, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu dulu.


Aisyah sedang menyusui anaknya. Rendra langsung memeluk Aisyah dari belakang.


"Sayang, adek sudah bobol belum?" tanya Rendra.


"Mas Rendra...!" Aisyah tersenyum bahagia melihat suaminya datang.


"Sayang, aku kangen sama kamu!" Rendra langsung membopong putranya dan meletakkan ke dalam Box bayi. Kemudian dia menghampiri Aisyah dan langsung mencium bibirnya dan **********. Aisyah membalas perlakuan suaminya dengan penuh cinta. Nafsu Rendra sudah di ujung ubun-ubun dan dia langsung menyerang Aisyah tanpa ampun. Aisyah yang diperlakukan sedikit kasar dan penuh nafsu merasa bahagia.


(Aisyah, maafkan aku karena kamu hanya aku jadikan pelampiasan karena Melisa sedang sakit.) batin Rendra.


Setelah mereka mencapai kepuasan, mereka langsung membersihkan diri. Rendra tertidur di ranjang Aisyah sampai pagi.


Sementara di kamar lain, Melisa tidak bisa tidur dan dia merasa sangat pusing. Mual dan muntah dia rasakan dan dia bolak-balik kamar mandi tanpa ada yang membantunya. Sementara suaminya dia suruh untuk menemani istrinya yang lain tapi dia sendiri menderita.


"Mas Rendra, kamu pasti sedang berbahagia." ucap Melisa dan tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya.


Rendra yang hendak masuk ke dalam kamarnya, melihat Melisa menangis merasa bersalah karena semalam dia bersenang-senang dengan aisyah.


Rendra langsung memeluk Melisa dan meminta maaf karena telah menyakitinya.


"Sayang, maafkan aku telah membuatmu menangis!" Rendra meminta maaf.


"Kamu gak salah mas, aku yang salah karena telah masuk dalam rumah tanggamu dengan Aisyah!" Melisa menangis.


"Sayang, kita sudah diberi amanah lagi itu artinya Allah ridho dengan pernikahan kita. Dan Allah juga tidak melarang seorang lelaki memiliki istri lebih dari satu asalkan dia mampu!" ucap Rendra.


Aisyah hanya tersenyum pada suaminya. Namun yang ia rasakan sakit hati.


(Mungkin apa yang dirasakan Aisyah sama seperti yang aku rasakan! sakit dan kecewa!) batin Melisa.


"Sayang, kenapa bengong?" tanya Rendra.


"Aku mandi dulu ya, Mas!" pinta Melisa.


Setelah selesai mandi kemudian Melisa hendak memakai pakaiannya. Rendra yang melihat istrinya hanya memakai handuk yang dililitkan sebatas dada jiwa kelakiannya meminta lebih.


Rendra mendekati Melisa kemudian dia mulai membuka handuk yang dia pakai. Rendra mulai mencumbu Melisa dari atas sampai bawah. Dia juga mulai menanggalkan pakaiannya satu persatu hingga kedua sama-sama tidak memakai sehelai benang pun.


Namun saat hasrat mereka sudah diujung ubun-ubun tiba-tiba pintu kamar dibuka oleh seseorang. Dan dia sangat kecewa kemudian dengan kasar membanting pintu lalu berlari keluar sambil menangis.


Rendra dan Melisa langsung menghentikan aktifitasnya dan mereka merasa malu karena ada seseorang yang mengawasinya.


"Sayang, kita lanjutkan!" ajak Rendra

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR dan jangan lupa like dan komentarnya.


HAPPY READING kakak


__ADS_2