Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Kesepakatan


__ADS_3

Syarat yang diminta Antonius sangat memberatkan bagi Rendra karena dia tidak mungkin meninggalkan mamanya.


"Apakah tidak ada syarat lain, Kek?" tanya Rendra.


"Aku hanya menginginkanmu berada di sampingku di masa tuaku, cucuku."


"Tuan Antonius, mungkin kami tidak setuju dengan syarat yang kalian ajukan karena Rendra baru saja kembali di keluarga Hadinata." Romi mencoba menjelaskan pada Antonius karena dia tahu istrinya akan marah besar jika dia tahu Rendra akan meninggalkannya selama setahun.


"Berarti tuntutan untuk Budi tidak bisa aku cabut dan aku akan memprosesnya lewat jalur hukum." jawab Anton.


Budi langsung berlari menghampiri Antonius dan bersujud di bawah kakinya, Budi menangis memohon ampun atas apa yang pernah ia lakukan.


"Tuan, kasihanilah saya! Ampuni saya!" pinta Budi


"Semua keputusan ada pada mereka." Antonius menatap tajam ke arah Hadinata dan Romi.


Namun tiba-tiba Rendra angkat bicara dan memberikan sebuah solusi.


"Baiklah, saya yang akan memutuskan!"


"Bagus, jadi kamu setuju tinggal bersama Kakek?" tanya Antonius.


"Bukan setuju untuk tinggal bersama anda tapi saya akan mengakui anda dan Tuan Rico sebagai keluarga saya."


Jawaban Rendra membuat Antonius geleng-geleng kepala.


"Aku tidak setuju dan keputusanku sudah bulat." Antonius sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Oke, jika anda tidak lagi menginginkan saya, saya tidak akan menuntut anda membebaskan Budi. Tapi ingat selamanya anda tidak akan mendapatkan pengakuan saya." jawab Rendra dengan sedikit keras.


Budi memohon pada Rendra, tapi Rendra mengacuhkannya. Lalu dia bersujud dibawah kaki temannya untuk menolongnya.


Sedangkan Anton dan Rico nampak berdiskusi untuk memberikan keputusannya.


"Tuan aku mohon, jangan penjarakan saya kasihan anak dan istri saya!" Budi memohon pada Anton dan Rico.


"Bagaimana keputusan anda tuan Anton?" tanya Rendra


Antonius merasakan hatinya sakit karena cucunya tidak mau mengakuinya.


Akhirnya Antonius mau menurunkan egonya. Dia tidak akan menuntut Budi tetapi dia hanya ingin Rendra mengakui sebagai kakeknya. Begitu juga dengan Rico, dia juga ingin diakui sebagai ayah oleh Rendra.


"Baiklah, aku tidak akan menuntut Budi."


Semua yang ada di ruangan itu mengucap syukur. Budi langsung bersujud di bawah kaki Antonius.


"Terima kasih tuan Anton, saya doakan semoga sehat selalu!"


"Terima kasih, Budi!" Anton mengangkat tubuh Budi yang sedang bersujud.


Rendra langsung mendekati Antonius dan memeluknya.


"Kakek, terima kasih!"

__ADS_1


Antonius meneteskan air mata bahagianya. Akhirnya dia bisa di panggil kakek di usianya yang sudah tak muda lagi. Kebahagiaannya bertambah ketika mengetahui Rendra sudah memiliki dua orang anak.


Rendra kemudian memandang Ayah kandungnya, dia kemudian memeluknya.


"Ayah...!" Rendra meneteskan air matanya.


"Anakku, maafkan Ayah yang sudah menyia-nyiakanmu."Rico memeluk Rendra


Rico dan Anton kemudian meminta maaf sama keluarga Hadinata. Mereka akhirnya berdama dan akan menjalin silaturahmi.


"Jaya, aku minta maaf atas nama Rico!" ucap Antonius


"Sudahlah, kita lupakan saja masalah yang telah berlalu. Kita mulai kehidupan baru."


Antonius berpelukan seperti dulu saat mereka masih bersahabat. Bahkan mereka dulu juga sempat akan menjodohkan Rico dengan Arini. Hingga mereka mengetahui ternyata Arini dan Rico pernah menjalin hubungan di belakang mereka.


"Budi, ada satu hal yang ingin aku sampaikan disini!" Hadinata memandang ke arah Budi


"Apa tuan?" tanya Budi


"Karena masalahmu sudah selesai kamu berhutang pada keluargaku!" Hadinata menekankan


"Apapun akan saya lakukan untuk membalas kebaikan kalian semua!"


"Budi, nanti kamu ikut denganku dan aku akan menjelaskannya padamu."ucap Hadinata.


Hadinata dan rombongan akhirnya pamit pada Antonius. Mereka meninggalkan kediaman Antonius menuju mansion keluarganya.


"Kenapa lama?" tanya Arini


"Maaf sayang, tadi ada sedikit masalah dan alhamdulillah sekarang sudah selesai." Romi mendekati istrinya lalu memeluknya.


"Lalu_?tanya Arini


"Alhamdulillah keluarga Antonius mau mencabut tuntutan buat Budi." Romi menjelaskan.


"Pasti mereka minta syarat?" Arini menatap dengan tatapan menyelidik.


"Tidak, hanya saja mereka ingin Rendra mengakui bahwa mereka adalah keluarganya."jawab Romi


"Tapi mereka tidak akan mengambil putraku, kan?" tanya Arini sambil menangis


"Tidak, tapi mereka hanya ingin Rendra dan keluarga kecilnya main ke sana setiap minggunya." Romi menjelaskan.


Terlihat senyum bahagia di wajah Arini, ternyata mereka tidak akan mengambil Rendra. Arini sangat takut jika Rico akan melakukan segala cara untuk mengambil Rendra.


"Sayang, kamu bahagia?" tanya Romi


"Iya Mas, aku sangat bahagia." Arini tersenyum pada Romi.


Sementara itu Hadinata langsung menuju ruana kerjanya. Dia meminta semua anggota keluarga berkumpul disana.


Budi mengikuti Rendra di belakangnya.

__ADS_1


"Maaf, kalian semua aku kumpulkan disini karena ada sesuatu hal yang akan aku bicarakan." ucap Hadinata


"Kakek, apakah ini ada sangkut pautnya sama Budi?" tanya Rendra


"Benar sekali Rendra, karena Romi sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga Hadinata maka aku ingin Budi menggantikannya menjadi asistenku." Hadinata menjelaskan


"Apa tuan gak salah?" tanya Budi


"Tidak, karena aku sudah melihat kejujuranmu dan aku percaya kamu mampu menggantikan Romi." ucap Hadinata.


"Baiklah tuan saya bersedia tapi bagaimana dengan keluarga saya?" tanya Budi sedikit takut


"Ajak mereka tinggal di Pavilliun belakang agar kamu mudah untuk mengawasi dan mengurusi mereka!" perintah Hadinata.


Senyum lega terukir dari bibir Budi, kemudian dia memeluk Rendra dan mengucapkan terima kasih.


Tak terasa air mata Budi turun membasahi kedua pipinya. Nikmat yang dia dapat sangat luar biasa. Pertama, semua tuntutan san ancaman buat dirinya dan keluarganya terampuni. Kedua, Dia mendapatkan kepercayaan untuk mengemban amanah menjadi asisten keluarga konglomerat.


"Budi, selamat bergabung di keluarga Hadinata!" Rendra mengucapkan selamat pada Budi


"Budi, selamat bergabung dan jika kamu membutuhkan bantuan dan bimbingan saya siap mengajari." ucap Romi dengan senyumnya.


"Terima kasih Tuan! Saya akan berusaha memberikan yang terbaik buat kalian semua." ucap Budi.


Lalu Arini mendekati Budi dan mengucapkan selamat.


"Nak Budi, selamat bergabung! semoga kamu menjadi asisten yang bisa menggantikan suami saya."ucap Arini.


"Terima kasih Nyonya, saya akan berusaha memberi yang terbaik buat keluarga Nyonya!"


"Baiklah karena sekarang kita sudah mempunya asisten baru kita perlu melantik Budi dengan mengadakan pesta kecil."


"Tuan, Nyonya, tidak perlu karena saya dengan senang hati akan mengabdi tanpa perayaan."


Saat mereka sedang berbahagia karena mendapatkan asisten baru, tetapi Aisyah mengagetkan kebersamaan mereka.


Aisyah menangis meminta tolong karena sesuatu terjadi pada Mutia.


"Mas Rendra...tolong!" Aisyah menangis memanggil suaminya dari lantai dua.


Rendra kemudian langsung berlari ke kamarnya. Dia bertanya pada Aisyah apa yang terjadi dengan Mutia.


"Sayang, ada apa?" tanya Rendra.


"Mas, Mutia jatuh dari atas kasur." Aisyah menangis.


"Apaaaaaa!" Rendra langsung berlari menuju tempat Mutia jatuh.


BAGAIMANA DENGAN KEADAAN MUTIA???


Kita akan up di chapter selanjutnya ya!


Terima kasih yang sudah mampir, jangan lupa like dan komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2