Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Rencana Licik


__ADS_3

Rosa duduk termenung di taman belakang rumah. Dia menangis mengapa anaknya berebut lelaki brengsek seperti Roy. Dan sekarang aku mengetahui jika Ayasha dan Rendra ada hubungan darah.


"Ya Allah, ampuni aku kenapa kedua anakku harus mencintai laki-laki yang sama dan sekarang Ayasha sedang mengandung anak dari suami kakaknya." Rosa menangis meratapi nasibnya.


Ayasha menyusun rencana untuk mengungkap bahwa bayi yang ia kandung adalah anak dari kakak iparnya.


"Kak Melisa maafkan aku karena suamimu adalah kekasihku dan dia juga ayah dari anak dalam kandunganku." tersenyum menatap kamar Melisa.


Roy keluar dari kamar Melisa dan melihat Ayasha yang sedang berdiri di depan kamarnya sambil menatap ke arahnya. Dia menghampiri Ayasha yang diam sambil meneteskan air mata.


Roy menghampiri dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.


"Sayang, kenapa kamu menangis?" memeluk Ayasha


"Mas, kamu jahat katanya kamu tidak akan menyentuh Kak Melisa nyatanya kamu malah semakin asyik dengannya." Ayasha menangis di pelukan Roy.


"Sayang, maafkan aku karena itu aku lakukan atas perintah Melisa."


"Maksudmu?"


"Aku sudah lama tidak menyentuhnya dan dia menginginkan itu."


"Tapi bukannya tadi kalian melakukan beberapa kali?"


"Darimana kamu tahu?


"Tadi sewaktu kalian bercinta di kamar mandi aku masuk ke kamar kalian."


"Oh jadi calon istriku sudah mulai cemburu ya?" tersenyum dan mencubit hidung mancung Ayasha.


"Mas, aku seruis dan aku tidak ingin kamu terlalu dekat dengan Kak Melisa."


"Baik sayang, karena aku sangat mencintaimu aku akan segera jujur pada Melisa bahwa aku adalah ayah dari anakmu."


"Makasih mas!" Memeluk Roy.


Tanpa aba-aba Roy meraih dagu Ayasha dan menciumnya.


( Melisa jika aku sebenarnya sudah bosan denganmu dan sekarang adikmu lebih menggoda dan menggairahkan.) Roy tersenyum dalam hatinya.


"Mas!"


"Sayang, aku ingin menengok anak kita." Roy merayu Ayasha.


Roy dan Ayasha melakukan hubungan itu untuk mengobati rasa kangen mereka. Saat hendak mencapai puncak terdengar suara ketukan pintu.


"Ayasha...Ayasha, ini kakak buka pintunya dong!" mendorong pintu namun di kunci dari dalam.


"Kak Melisa ada apa?"


"Eh Mama maaf, tidak seperti biasanya kamu mengunci pintu saat siang hari."


"Katanya Ayasha sedikit capek dan tidak mau di ganggu." Rosa menjawab putrinya untuk menutupi kebohongan Ayasha.


( Aku yakin Ayasha sedang bercinta dengan Roy di dalam oleh karena itu dia mengunci pintu kamarnya.) Rosa membatin


"Ma, nanti bilang sama Ayasha kalau aku mau nitip Albert!"


"Biar mama yang jaga Albert sayang!"

__ADS_1


"Ya sudah, Melisa mau keluar sebentar!" Mencium tangan mamanya lalu pergi.


Sementara di dalam kamar, Roy dan Melisa masih melanjutkan permainan mereka sampai mereka mencapai puncak kenikmatan bersama.


"Sayang, apa mama tahu hubungan kita?"


Ayasha hanya mengangguk dan dia terus menangis karena mamanya tidak akan menyetujui hubungan mereka.


"Kok malah nangis, harusnya seneng dong kita tak perlu menutupi hubungan ini di depan Mama." mengelus rambut Ayasha.


"Mas, sekarang kandunganku sudah berusia 6 bulan dan itu artinya tiga bulan lagi aku melahirkan." memeluk lengan kekasihnya.


"Sayang, setelah anak ini lahir aku akan segera menikahimu."


Ayasha tersenyum bahagia dan kemudian memeluk Roy.


"Aku ingin salalu bersamamu."


Namun saat Melisa mulai merajuk lagi, pintu kamar digedor Mama Rosa.


"Ayasha, Roy keluar kalian!"


Ayasha dan Roy buru-buru memakai pakaian. Lalu mereka keluar dan menemui Rosa.


"Ayasha, Roy kalian keterlaluan!" Rosa menampar pipi putrinya.


"Mama, maafkan aku karena aku akan lebih memilih Ayasha yang mengandung darah dagingku daripada Melisa yang jelas telah menipuku."


"Kalian berdua jahat, tega memperlakukan Melisa seperti ini!" satu tamparan kembali mendarat dipipi Ayasha hingga menimbulkan ruam merah.


"Mama tak pernah sayang padaku dan lebih memilih Kak Melisa?" Ayasha menangis.


Rosa terlihat sangat marah dengan perilaku Ayasha dan Roy. Dia kemudian berlari dan menuju kamar cucunya.


"Sayang aku cinta sama kamu!" Roy mencium kening Ayasha.


" Aku juga cinta kamu!" Ayasha memeluk Roy.


"Tunggu 3 bulan lagi, setelah kamu melahirkan kita akan menikah dan meninggalkan rumah ini."


Ayasha menyetujui rencana Roy dan dia pun akhirnya memahami yang dilakukan Roy terhadap Melisa.


"Mulai sekarang aku tidak akan cemburu kamu bersama Kak Melisa demi tujuanmu merebut apa yang Kak Melisa kuasai." Ayasha tersenyum licik.


"Terimakasih sayang, aku akan selalu menemuimu saat ada kesempatan." mengajak Ayasha masuk ke kamar lagi.


Roy dan Ayasha melanjutkan percintaannya kembali.


Sementara itu Melisa menemui Rendra di kediaman Hadinata.


"Silahkan masuk Nona!" Seorang pelayan mempersilahkan Melisa masuk.


Melisa menunggu Arini dan Rendra di ruang tamu yang berukuran sangat besar dan mewah.


"Ada apa kamu kemari wanita licik?" Suara Arini terdengar sangat keras sehingga membuat Melisa kaget.


"Maaf Nyonya saya hanya ingin bertemu dengan Mas Rendra."


"Rendra sedang pergi keluar dengan calon istrinya."

__ADS_1


"Aku akan menunggunya pulang!"


"Melisa..Melisa...Kamu memang perempuan tak tahu malu. Dulu kamu membuang anakku, kamu anggap dia sampah tapi begitu kamu tahu dia seorang konglomerat kamu mengemis cinta padanya." Arini tersenyum mengejek ke arah Melisa.


"Aku sebenarnya sangat mencintai Mas Rendra, nyatanya aku rela menyerahkan kesucianku padanya saat malam pertama kita."


"Tapi sayangnya kamu terlalu sombong untuk menerima putraku."


"Aku yakin Mas Rendra masih mencintaiku."


"Kamu salah besar Melisa karena Aisyah adalah cinta pertama Rendra saat dia masih hidup susah."


"Apa?"


"Kenapa, kaget?"


"Jadi Aisyah masa lalu Mas Rendra."


"Benar sekali dan cinta pertama itu yang akan bersemayam di hati."


"Tapi bagaimana dengan Albert?" Melisa begitu gemetar mendengar Aisyah adalah cinta pertama Rendra.


"Itu soal mudah bagi kami karena hak asuh Albert akan kami ambil alih dengan bukti perselingkuhanmu dengan Roy saat kalian masih suami istri."


"Tidak aku tidak akan membiarkan kalian mengambil anakku."


Tiba-tiba Rendra dan Aisyah datang dan dia melihat Melisa seperti sedang ketakutan.


"Melisa...ngapain lagi kamu kemari?"


"Mas Rendra, aku ingin kembali padamu!" Melisa mendekati Rendra dan mengenggam tangannya.


"Melisa maaf, aku akan segera menikah dengan Aisyah." melepaskan tangan Melisa.


Mendengar itu Melisa sangat marah dan dia menatap tajam ke arah Ayasha yang berdiri di samping Rendra.


Melisa berdiri dan menghampiri Aisyah lalu menamparnya.


Plak...pipi Aisyah langsung merah karena tamparan Melisa. Saat hendak menampar lagi Rendra tidak tinggal diam.


"Cukup Melisa!" Rendra menangkis tangan Melisa


"Mas, aku tidak rela dia memilikimu."


"Jangan coba-coba menyakitinya." Rendra mengancam Melisa.


Namun Melisa mengambil tasnya lalu mendorong Aisyah hingga terjatuh dan kepalanya membentur sudut kursi. Aisyah pingsan sedangkan Melisa berlari keluar dan meninggalkan Kediaman Hadinata.


"Aisyah...sadar sayang!"


Rendra membopong Aisyah ke dalam mobilnya lalu melarikannya ke Rumah Sakit.


Di dalam mobil pikiran Rendra tidak tenang karena Aisyah belum sadarkan diri.


" Rendra, Mama akan melaporkan Melisa ke polisi."


"Terserah mama dan aku hanya ingin Aisyah sembuh." Rendra mendekap calon istrinya dan menggenggam tangannya.


Darah mengalir dari kepala belakang karena benturan terlalu keras.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir mohon dukungannya ya untuk like dan komentarnya.💖💗💗💗💗💓💓💗💖💖💖


__ADS_2