Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Pernikahan Arini


__ADS_3

Rendra kembali mengetahui kenyataan bahwa dia adalah anak Riko.


Awalnya Rendra sangat syok namun dia meminta penjelasan pada Arini.


Arini menjelaskan dengan detail tanpa ada yang ditutupi.


Tatapan yang awalnya sangat berharap bisa memeluk papanya kini berubah menjadi tatapan benci.


"Pergi!" Rendra mengusir Riko


"Rendra, aku papa kandungmu!"


"Papa macam apa yang tega menyia-nyiakan darah dagingnya hah!" Rendra semakin marah.


Saat Rendra ingin memukul Riko, Romi datang untuk memisahkan mereka.


"Cukup Tuan Muda, biarkan dia pergi dan semarang duduklah agar kembali tenang!" Perintah Romi.


(Romi, kamu begitu baik aku semakin yakin untuk menjadikanmu pedampingku) batin Arini


Rendra, Arini dan Hadinata kembali duduk di sofa. Sedangkan Romi berdiri di samping Arini.


"Romi duduklah karena ada hal yang ingin aku bicarakan padamu!" perintah Hadinata


Romi akhirnya duduk disebelah Rendra dan dia hanya menunduk.


"Ayah, aku minta maaf karena selama ini aku berbohong pada Ayah!" Arini menangis


"Sudahlah lupakan! sekarang aku mau membahas masa depan!"


"Maksud ayah?" tanya Arini


"Arini, umurmu sudah tidak muda lagi dan ayah juga tidak akan bisa menjagamu selamanya untuk itu aku mohon dengan sangat menikahlah dengan Romi!" pinta Hadinata


"Menikah!" Arini san Romi bersamaan


"Benar ayah ingin kamu menikah dengan Romi karena hanya dia yang kakek percaya untuk menjagamu!"


"Arini bersedia tapi bagaimana dengan Pak Romi?" Arini memandang Romi dengan tersenyum


"Bagaimana Rom?" tanya Hadinata


"Saya....!"


"Kenapa kamu menolak?"


"Aku setuju mama menikah sama Pak Romi dari pada kembali sama lelaki brengsek itu!" Rendra tersenyum


"Baik tuan saya bersedia!"


Jawaban yang melegakan bagi semua yang ada di ruangan itu. Arini tidak menyangka jika ayahnya akan menjodohkan dengan Romi.


"Sebentar Kek, aku ada sesuatu!" Rendra berdiri dan mengambil sesuatu di dalam kamarnya.


Rendra memberikan sebuah kotak berwarna merah pada Pak Romi. Setelah dibuka isinya cincin berlian yang harganya sangat mahal.


"Pak, pakaian ini pada mama!" perintah Rendra


"Tapi tuan saya akan membelikan sendiri buag Nyonya Arini." jawab Romi


Rendra memaksa Romi untuk memakaikan cincin itu di jari Arini sebagai tanda mereka sudah setuju dengan perjodohan ini.

__ADS_1


Padahal mereka sudah pacaran gak perlu di jodohin.


Setelah Romi menyematkan cincin itu di jari Arini, kakek Hadinata mengumumkan bahwa pernikahan akan diadakan tiga hari lagi.


Setelah selesai Rendra kembali ke kamarnya dia akan memberi tahu Aisyah jika mamanya akan menikah dengan Pak Romi.


"Sayang, ada berita bagus di keluarga kita?"


"Ada apa mas?" tanya Aisyah


"Mama akan menikah dengan Pak Romi." jawab Rendra


"What?" Aisyah tampak kaget namun dia langsung mengulurkan senyumnya


"Kenapa sayang?"


"Hanya kaget saja tapi aku bersyukur kalau mama Arini mau membuka hatinya kembali." ucap Aisyah


Rendra memeluk istrinya manja, dia juga menciumi telinga istrinya. Aisyah bergidik ngeri merasakan sentuhan suaminya.


"Sayang, kapan kita malam pertama lagi?" goda Rendra


Mendengar itu Aisyah seperti tersiram salju dari kutub utara. Dia meneteskan air mata bahagianya.


"Sayang, sekarang pun aku siap!" Aisyah tersenyum memandang suaminya.


( Ya Allah, aku bahagia suamiku sudah kembali membutuhkan aku dan aku bersyukur dia perlahan bisa melupakan Mbak Aisyah) batin Aisyah


Rendra membuyarkan lamunan Aisyah, dia mencium bibir Aisyah dan **********.


Rendra akhinya melakukan tugasnya sebagaj seorang suami kembali setelah pikiran dan hatinya dikacaukan oleh Melisa mantan istrinya.


Setelah melakukan beberapa kali akhirnya mereka tertidur. Dan mereka dibangunkan oleh tangisan Mutia yang ingin meminta ASI.


Rendra bangun dari tidurnya lalu menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Rendra akan kembali mendekatkan diri pada Allah karena sejak dia tinggal di rumah ini dia melupakan sholat.


"Mas, kamu mau kemana?"


"Aku mau mandi lalu sholat malam!" jawab Rendra


"Alhamdulillah terima kasih ya Allah, suamiku telah kembali seperti dulu!" Aisyah tersenyum bahagia.


***


Pernikahan Romi dan Arini akan dilaksanakan dengan sederhana. Tapi meskipun dibuat sederhana tamu undangan lebih dari seribu orang.


Arini terlihat sangat cantik dengan kebaya warna putih dengan hiasan simple menjadikan Arini tampil elegan. Arini terlihat seperti umur 25 tahun padahal umurnya sudah 45 tahunan.


"Mama, sangat canti!" puji Aisyah


"Oma cantik!" Albert menggandeng tangan Arini


"Mama...!" Rendra memeluk mamanya.


Acara ijab kabul akan segera di laksanakan. Penghulu sudah hadir dan menunggu kedatangan mempelai wanita keluar dari kamar rias.


"SAH!" keluarga , sahabat mengucap serentak


Kini Arini dan Romi sudah sah menjadi suami istri.


Arini mencium tangan Romi lalu Romi mencium kening Arini.

__ADS_1


"Mama, selamat semoga bahagia selalu!" ucap Rendra kemudian memeluk Arini dan Romi bergantian


" Papa Romi, selamat atas pernikahannya semoga kalian bahagia."


"Terimakasih tuan muda!" ucap Romi


"Papa, sekarang gak boleh panggil tuan panggil nama aja!" perintah Rendra


Hadinata tersenyum bahagia melihat Arini kembali tersenyum bahagia. Dia sudah lega, Arini dijaga oleh seseorang yang sangat dia percaya dan selalu setia pada keluarga Hadinata.


"Arini semoga kamu bahagia dengan Romi, meskipun dia dari orang biasa tapi dia lelaki sempurna."


"Kek, kenapa sedih?" tanya Aisyah


"Tidak kakek bahagia melihat mamamu bisa tersenyum."Jawab Hadinata


Seluruh tamu undangan memberikan ucapan selamat pada Arini dan Romi.


Setelah selesai acara, Arini dan Romi menuju kamarnya. Kamar pengantin yang sudah disiapkan.


Terlihat ada kecanggungan di wajah keduanya. Wajah yang semula berseri saat memandang. Romi merasa bahagia akhirnya mendapat restu dari tuannya untuk menikahi putrinya.


"Mas, kamu bahagia?" tanya Arini mendekat


"Aku sangat bahagia, semua diluar dugaanku." Romi memeluk istrinya


"Aku juga sangat bahagia karena Ayah mendukung hubungan kita padahal awalnya aku ragu mau jujur sama ayah dan aku juga malu sama Rendra."jawab Arini


Mereka berdua kemudian membersihkan diri dan kemudian sholat maghrib berjamaah.


Kemudian mereka turun untuk makan malam bersama keluarga.


Di meja makan mereka bersendau gurau. Ini pertama kali Romi bergabung di meja makan. Sebelumnya dia makan bersama Art di mansion. Hari ini Romi menjadi majikan baru mereka.


"Romi selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga Hadinata."


"Terima kasih Tuan sudah mempercayakan Nyonya Arini pada saya." jawab Romi


"Mas, kenapa masih tuan dan nyonya?"


"Maaf!"


"Iya Rom, mulai hari ini kamu panggil saya ayah jangan tuan lagi."


Romi hanya mengangguk pertanda dia menyetujui perintah majikannya yang sekarang menjadi ayah mertuanya.


Suasana makan malam mereka berlangsung penuh kebahagiaan.


Namun di sela-sela kebahagiaan mereka, ada tamu yang datang untuk bertemu dengan Rendra.


Dia sengaja datang karena membutuhkan bantuan Rendra untuk menolong keluarganya.


"Permisi Tuan, di luar ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan Redra!"


"Suruh dia masuk dan menungguku di ruang tamu!" perintah Rendra


Rendra kemudiam beranjak dari duduknya dan menemui orang itu.


Siapa tamunya mas Rendra ya.....?


Happy reading kakak....jangan lupa tinggalkan jejak untuk mendukung karyaku.

__ADS_1


__ADS_2