
Romi memandang ke arah Rendra yang datang dari belakangnya saat Romi sedang memeluk Regita.
"Rendra, aku minta maaf!" Romi ingin bersalaman dengan Rendra tapi tangan ia tangkis.
" Pak Romi, dulu kamu pernah menjadi papaku dan aku sangat menghormatimu dan sekarang kita adalah musuh karena kamu pernah mengkhianti keluarga Hadinata." ucap Rendra.
Prayoga datang dan mendekat ke arah Romi.
"Nak Rendra, boleh bapak bicara?" Prayoga berbicara pada Rendra.
"Anda tuan Prayoga?" tanya Rendra.
"Benar sekali, aku Prayoga yang dulu pernah bersahabat dengan mendiang kakekmu tapi karena rasa sakit hati kami yang gagal menjodohkan Arini dengan Komar membuatku gelap mata dan harus bermusuhan dengan mendiang Hadinata." Prayoga mengakui semuanya dihadapan Rendra.
Romi benar-benar kaget dengan papa mertuanya, dia sangat tidak percaya seorang Prayoga yang terkenal angkuh kini mau tunduk pada Rendra.
Romi yang merasa pernah mengabdi selama 27 tahun akhirnya mau mengalah demi menjaga nama Prayoga tapi di dalam hatinya masih tersimpan dendam pada Rendra dan keluarganya.
"Rendra, papa minta maaf karena telah menyakiti mamamu dan papa juga minta maaf jika selama ini banyak buat salah padamu!" Romi meminta maaf pada Rendra.
Budi dan Renata yang melihat itu merasa terharu karena ketiga lelaki itu akhirnya meneteskan air mata.
Mereka bertiga berpelukan dan Rendra akhirnya meminta maaf pada Romi atas perlakuan buruknya selama menahan Romi di ruang bawah tanah.
"Pak Romi, aku yang minta maaf!" ucap Rendra.
Renata tersenyum bahagia melihat papa, kakek dan tuan Renda akur. Dia memang berharap bisa mempersatukan mereka kembali.
"Pa, Rena bahagia banget melihat kalian akur seperti ini." ucap Renata.
"Rena, maafkan kakek yang dulu sangat membenci kalian berdua." Prayoga memeluk Renata.
Mereka akhirnya bisa berdamai dan bersatu keñ Renata tersenyum padanya.
"Dek, kamu cepet sembuh ya agar kita bisa memulai kehidupan kita yang baru." ucap Renata.
"Aku gak papa kok Kak, hanya kangen sama mama!" jawab Regita.
Kedua kakak adik itu berpelukan melepas rindu. Mereka sangat bahagia karena kini bisa dipertemukan dengan papanya tidak seperti sebelumnya mereka hanya bisa bertemu dengan papanya satu jam saja.
"Kak, mama mana?" tanya Regita.
__ADS_1
"Sayang, kamu sembuh dulu nanti kalau sudah sembuh kita ke tempat mama!" ucap Renata meyakinkan.
"Setelah aku sembuh kita gak kembali ke ruangan gelap itu?" tanya Regita.
Renata bingung ingin menjawab apa tapi yang jelas dia juga menginginkan hal yang sama. hampir 6 bulan terkurung di tempat itu dan dia sangat ingin kembali ke kampus tercintanya.
Renata menatap ke arah Rendra dan dia seperti ingin mengucapkan sesuatu.
Rendra yang merasa dirinya diperhatikan langsung merasa risih. Dia pun akhirnya memberikan pilihan pada Prayoga dan Romi.
"Kenapa memandangku?" tanya Rendra pada Renata
"Tuan maaf karena saya hanya ingin tahu jawabnnya dari anda." jawab Renata tegas.
"Semua tergantung pada Kakek kalian." ucap Rendra sambil menatap ke arah Prayoga.
"Apa yang harus aku lakukan agar kedua cucuku bebas?" tanya Prayoga.
"Lepaskan semua klien bisnis yang dulu membatalkan kerjasama dengan perusahaanku yang kamu ambil alih dengan paksa." Ucapan Rendra sontak membuat Romi merasa ciut nyalinya. Karena semua ini ada andil dirinya. Romi membuat fitnah keluarga Hadinata kepada para Klien.
"Maksud kamu? 50 perusahaan di negeri ini harus aku lepas?" tanya Prayoga.
"Benar sekali karena kakel Hadinata pernah kehilangan 50 klien bisnisnya. Meskipun mereka hanya perusahaan kecil tapi aku ingin mereka kembali pada Hadinata Corp." jawab Rendra.
Romi juga tak mampu berbuat apapun tapi hatinya berkata dia ingin bisa membalas semua perlakuan Rendra padanya.
"Nak Rendra, jika aku melepas semua klienku maka perusahaanku bisa bangkrut." Prayoga menjelaskan.
"Aku tidak peduli soal itu yang aku tahu anda bisa melakukan pekerjaan lain jika perusahaanmu bangkrut." ucap Rendra tanpa rasa bersalah.
"Saya tidak bisa memutuskan soal itu sendiri tapi saya hanya bisa semoga mereka semua mau berpindah pada perusahaanmu." ucap Prayoga.
"Prayoga aku tidak bodoh tanpa harus meminta persetujuan mereka aku bisa mengambilnya." Rendra menjawab dengan nada sombongnya.
Semua yang ada disitu heran karena ternyata Rendra bukan sembarangan orang yang bisa dibodohi. Dia bisa memecahkan masalah dengan sangat cepat. Meski kadang todak memikirkan resikonya terlebih dahulu.
"Kakek, apa sampai tua yang ada dipikiran kakek hanya harta?" tanya Renata dengan beraninya.
"Apa Kakek juga tidak mau melihat kami bahagia seperti gadis lain di luar sana.?" Regita bertanya dengan nada lemahnya.
"Cucu Kakek benar, harta tidak akan mampu membawa bahagia sampai tua tapi seorang keluarga utuh akan menjadikan masa tua semakin semangat untuk hidup." Prayoga mendekati kedua cucunya.
__ADS_1
"Nak Rendra, dengan berat hati aku akan mengikuti kemauanmu Rendra." jawab Prayoga.
Romi yang mendengar keputusan papa mertunya sangat kaget dan dia hanya tidak ingin hidup sengsara seperti awal pernikahannya.
"Papa yakin dengan keputusan papa?" tanya Romi.
"Dulu aku memang tamak tapi sekarang aku hanya ingin hidup bahagia bersama keluargau." lagi-lagi Prayoga berkata sambil meneteskan air matanya.
Dia kemudian mengingat masa lalu yang sangat pahit ketika kedua anaknya masih sekolah. Dia dan istrinya diusir oleh Prayoga
FLASH BACK
Waktu itu Romi dan bersama Karina untuk meminta Restu pada Prayoga tentang hubungannya yang sudah mengandung besar.
"Pa, aku datang untuk meminta restu pada papa!" ucap Karina.
Mata Prayoga memandang tajam ke arah Romi yang latar belakangnya tidak jelas. Setahu Romi dia hanya seorang pelayan.
"Tidak papa sudah jodohkan kamu dengan anak teman bisnis papa." ucap Prayoga.
"Papa...lihatlah tubuhku kini sedang berbadan dua! lihatlah dalam perut ini ada buah cintaku sama Mas Romi." Karina berkata jujur dengan kehamilan Renata yang masih berusia sekitar 3 bulanan.
"Aku tidak peduli dengan kehamilanmu, aku tetap tidak merestui hubungan kalian." Prayoga berkata dengan lantang.
Suara Prayoga sangat mengagetkan Romi.
"Tuan, aku mohon ijinkan aku menikahi Karina!" Romi bersujud di kaki Prayoga.
Namun bukannya menerima sujud Romi tapi dia mendapatkan tendangan penolakan.
"Jika kalian memaksa untuk bersatu, silahkan kalian angkat kaki dari rumahku!" perintah Prayoga.
Romi akhirnya mengajak Karina keluar dari rumah Prayoga. Karina harus kehilangan kemewahannya." Romi akan membawa Karina ke rumah kecil yang dia punya.
Romi hanya bisa pasrah dengan keadaan yang menimpanya. Akhirnya Romi memutuskan untuk mengkhianati kepercayaan Hadinata.
"Baiklah papa, Karina akan lebih memilih mas Romi meskipun dia hidup susah." ucap Karina.
Kemudian Karina dan Romi pergi meninggalkan papanya dengan segudang kecewanya.
Prayoga sangat sedih namun dia mencoba mengalihkan pembicaraan pada anak buahku.
__ADS_1
FLAS ON
Prayoga kemudian memeluk kedua cucunya lalu dia berjanji akan menemukan Karina Prayoga.