
"Mas Rendra...!" Aisyah melongo melihat Rendra sudah berdiri di depannya dengan tersenyum.
Rendra bukannya menjawab sapaan Aisyah tapi dia justru mengambil Billy dari gendongan Aisyah.
Dari arah dalam Villa terlihat Arini dan Rico tersenyum bahagia.
Aisyah semakin bingung, kenapa semua justru tersenyum padahal baru saja dia dilemparkan ke dalam jurang yang sangat dalam.
Aisyah menatap keduanya bergantian, dia benar-benar bingung karena di dalam villa Arini menghina Aisyah habis-habisan tapi ternyata diluar mereka tersenyum pada Aisyah.
"Mas Rendra, sebenarnya ini ada apa?" tanya Aisyah penasaran.
"Kami akan mengambil Billy." jawab Arini dengan santainya.
Aisyah langsung mengambil Billy dari gendongan Rendra, dia tidak mau anaknya diambil oleh mantan suaminya. Aisyah tidak mau hidup sendiri tanpa Billy.
"Kenapa Aisyah? Kamu takut kehilangan Billy?" tanya Arini sambil tersenyum mendekati Aisyah.
"Ma, aku tidak mau berpisah dengan Billy." jawab Aisyah.
"Lalu, apakah kamu juga akan menolak jika kami ajak kalian berdua?" tanya Aisyah dengan tersenyum mendekati Aisyah.
"Maksud Mama?" tanya Aisyah penasaran.
Rendra mendekat kemudian meminta Aisyah memberikan Billy pada Arini. Rendra bersujud di kaki Aisyah dan melamarnya kembali untuk menjadi istrinya.
"Aisyah, hari ini aku ingin melamarmu kembali untuk menjadi istriku, untuk menjadi pendamping hisupku. Apakah kami bersedia? " ucap Rendra.
Aisyah terdiam dan dia tidak mampu menjawab karena dia juga tidak tahu harus menjawab apa. Hatinya masih ragu dengan Rendra yang pernah menyakitinya. Tapi disisi lain dia membutuhkan seorang ayah untuk Billy.
(Ya Allah, aku harus jawab apa karena sebenarnya hatiku masih ragu dengan mas Rendra. Akankah dia setia padaku ataukah dia akan mengkhianatiku kembali? ) batin Aisyah bimbang.
"Aisyah...!" panggil Rendra.
Aisyah menoleh menatap Rendra kemudian bergantian ke arah Arini dan Rico.
"Lalu bagaimana dengan mbak Melisa?" tanya Aisyah.
"Kalian berdua adalah hidupku dan aku akan berlaku adil pada kalian." jawab Rendra.
"Apa kamu yakin bisa berlaku adil pada kami?" tanya Aisyah untuk meyakinkan hatinya kembali.
__ADS_1
"Aisyah...apakah kamu masih mencintaiku?" tanya Rendra.
"Cinta itu memang mudah diucapkan tapi sangat sulit dipahami. Aku sendiri tidak tahu masihkah ada cinta di hatiku." jawab Aisyah.
"Aisyah, aku minta maaf dengan semua yang sudah terjadi pada kita dan aku janji tidak akan menyia-nyiakan kamu lagi." Rendra memohon pada Aisyah.
Aisyah membalikkan badannya kemudian dia menjawab dengan lantang jika dia belum siap untuk kembali pada Rendra. Dia belum siap untuk menjadi istri Rendra yang kedua.
"Mas, aku belum bisa rujuk sama kamu." jawab Aisyah.
"Kenapa? Apapun yang kamu minta akan aku penuhi." ucap Rendra.
"Termasuk meninggalkan mbak Aisyah?" Aisyah mencoba mengetes kesetiaannya Rendra.
"Untuk itu aku tidak bisa karena aku memang tidak mampu memilih diantara kalian. Aku mencintai kalian berdua dan aku janji aku pasti akan membahagiakan kalian berdua." janji Rendra pada Aisyah
"Mas, aku semakin yakin jika kamu masih belum bisa berlaku adil padaku dan mbak Melisa. Aku memilih mundur daripada aku harus menyakiti mbak Melisa karena bagiku cukup aku saja yang tersakiti." jawab Aisyah dengan sangat bijak.
Arini mendekati Aisyah dan dia meminta maaf jika ucapannya di dalam Villa menyinggung perasaannya.
"Aisyah, apa kamu menolak Rendra karena ucapan Mama di dalam tadi?" tanya Arini.
"Lalu karena apa?" tanya Arini.
"Karena aku masih ingin sendiri dan jika suatu saat nanti aku dan mas Rendra berjodoh kami pasti akan bersatu lagi." ucap Aisyah dengan senyum manisnya.
"Apa kami sudah mempunyai penggantiku di hatimu?" tanya Rendra.
"Mas, selamanya nama Mas Rendra akan selalu ada di hatiku karena rasa cintaku begitu besar tapi untuk rujuk aku belum siap masih terlalu sakit hatiku ini." Aisyah meneteskan air matanya.
Rendra hanya pasrah dan dia menghormati keputusan Aisyah.
Sebanarnya hati Aisyah masih sangat mencintai Rendra tapi dia masih ingin sendiri untuk menata hatinya kembali.
Dia sudah bertekad untuk fokus membesarkan Billy dan menjadikan Billy orang yang sukses seperti kakek Hadinata. Aisyah memang lebih bangga dengan Hadinata dari pada suaminya sendiri. Mendiang kakek dari suaminya itu adalah pribadi yang sangat pantas untuk menjadi teladan bagi semua keturunannya.
"Aisyah, aku terima keputusanmu untuk menolak rujuk denganku tapi aku minta syarat." Rendra menatap ke arah Aisyah
"Syarat?" tanya Aisyah penasaran.
"Aku minta kamu dan Billy tinggal di rumah kami yang ada di Surabaya dan kamu mau memimpin perusahaan yang ada disana karena kelak perusahaan itu akan aku wariskan pada putraku." pinta Rendra pada Aisyah.
__ADS_1
"Tapi aku_! "
"Kenapa? Kamu mau menolak? " Rendra memotong kata-kata Aisyah karena dia tidak mau Aisyah menolak pemberiannya.
Rendra melakukan semua ini karena dia tidak mau anaknya hidup kesulitan.
"Aisyah, terimalah karena semua demi Billy dan masa depan Billy." Arini mengelus tangan Aisyah.
"Ma, tapi itu terlalu banyak buatku." Aisyah terlihat seperti mau menolak pemberian Rendra.
Dengan segala rayuannya, Rendra memohon pada Aisyah untuk menerima pemberiannya. Sebenarnya Rendra melakukan semua ini karena dia tidak mau Aisyah pergi jauh dari hidupnya. Setidaknya jika dia ke Surabaya, dia masih bisa bertemu dengan Aisyah.
"Aisyah, akan jawab tapi kalian masuk dulu biar aku buatkan minum! " Aisyah mengajak semuanya masuk ke dalam Villa itu.
Rendra, Arini dan Rico masuk ke dalam Villa sedangkan Aisyah langsung ke dapur dan membuatkan minum untuk mertua dan mantan suaminya.
"Silahkan diminum mumpung masih hangat! " ucap Aisyah.
"Ais, kamu betah tinggal disini? " tanya Arini.
"Ais betah banget tapi kasihan sama Billy karena gak ada teman disini." jawab Aisyah.
"Syukurlah, Mama jadi tenang kalau kalian betah." ucap Arini.
Billy masih belum mau turun dari pangkuan neneknya, dia sangat nyaman duduk di pangkuan Arini.
"Oma, nginep sini kan?" tanya Billy dengan suara kidal nya.
"Oma pulang sayang soalnya Opa besok harus kerja." jawab Arini dengan senyum bahagianya.
Tiba-tiba suasana menjadi canggung ketika Aisyah bertanya tentang kabar kakak madunya.
"Mas, gimana kabar mbak Melisa? Apakah dia sudah melahirkan?" tanya Aisyah.
"Melisa sudah melahirkan dan dia baik-baik saja." jawab Rendra
Rendra diam karena dia tidak tahu harus berbicara apa dengan Aisyah. Dia takut salah bicara yang nantinya bisa menyakiti hati Aisyah.
"Oh iya, bagaimana jawabanmu apakah kamu mau tinggal di Surabaya dan menerima penawaranku." tanya Rendra untuk mengalihkan pembicaraannya.
Aisyah pun akhirnya memberi jawaban yang tidak disangka oleh Rendra dan Arini.
__ADS_1