
Rendra merasa frustasi karena Melisa akan menjadi mamanya. Dia seperti tidak rela tapi bagaimana dengan Rico jika dia tahu ternyata Melisa adalah mama kandung dari cucucnya sendiri. Rendra bingung, bagaimana dia bisa memberi tahu Rico tenteng masa lalu Melisa.
Sementara itu, Melisa yang sedang bermain dengan Mutia merasa bingung dengan situasi yang dihadapi. Melisa bingung bagaimana dia akan menjelaskan situasinya pada Rico.
"Aku baru saja menemukan orang yang pas yang bisa menggeser Mas Rendra di hatiku tapi...! belum sempat menjelaskan Rico menghampiri Melisa.
"Tapi apa sayang?"tanya Rico
Melisa sangat kaget dengan kehadiran Rico. Dia sampai menjingkat karena sangat kaget.
"Mas!" Melisa sangat kaget
"Sayang, tadi aku denger kamu menyebut nama Rendra."tanya Rico
"Mas, aku...!" Melisa terlihat sangat gugup
Rico mendekati Melisa dan mengajak bermain Mutia yang sekarang sudah bisa tersenyum dan bicara sedikit.
Rico sangat gemas dengan bayi perempuan di depannya. Dia bahagia sekarang hiddupnya hampie sempurna karena telah menemukan wanita yang bisa menggeser nama Arini di hatinya.
"Mas, kok kamu tersenyum sendiri?"tanya Melisa
"Lagi bahagia saja."jawab Rendra
Melisa dan Rico tertawa begitu lepas, dan itu tidak luput dari pandangan seorang lelaki. Rendra, meneteskan air matanya karena dia merasa tidak tega dengan papanya karena merusak kebahagiaannya dengan Melisa.
"Papa...mana Mutia?"tanya Rendra pura-pura.
Tatapan Rendra tertuju pada Melisa. Wanita yang sangat dia cintai. Rendra masih mencintai Melisa sampai sekarang.
Melisa memberikan Mutia pada Rendra karena dia akan masuk ke dalam rumah calon suaminya. Melisa menatap Rendra tajam seolah dia ingin menjelaskan sesuatu padanya. Namun dia urungkan karena dia akan mencari jalan keluar
"Rendra...!"panggil
Rendra menoleh pada papanya dan dia seperti tidak sanggup untuk mengungkapkan dan memberi tahunya sekarang; Tapi dia tidak ingin papanya kecewa jika suatu saat dia bohong.
"Ada apa, pa?"tanya Rendra
"Kamu sudah menelpon istrimu?"tanya Rico
"Belum, kata kakek Anton aku tidak boleh menelpon mereka, takutnya mereka akan bingung dan aku disini juga tidak fokus pada Mutia."jawab Rendra.
"Papa, aku boleh ngomong sesuatu" ucap Rendra
"Baiklah, kita ngomong di dalam, biarkan Melisa bersama calon cucunya."jawab Rico.
Rendra dan Rico meninggalkan Melisa menuju ke dalam rumah.
Sesampainya di dalam, Rendra mengatakan sesuatu pada Rico.
"Pa, apa papa yakin mau menikah dengan Melisa?" tanya Rendra.
"Yakin karena dia yang mampu mengusir nama Arini dalam hati papa!" jawab Rico.
"Sejauh mana hubungan papa dengannya?" Rendra semakin penasaran karena dia begitu takut jika mereka sudah melakukan hal di luar batas.
"Kami sangat dekat tapi papa masih menjaganya dan belum mau menyentuhnya sebelum dia halal untuk papa." jawab Rico jujur.
"Pa, Rendra tahu siapa dia_?"
__ADS_1
"Maksudmu?" Rico semakin penasaran.
"Maaf pa, Melisa adalah mantan istriku! Dia mama kandung Albert." ungkap Rendra bahwa Melisa adalah mantan istrinya.
Bagai disambar petir, Rico menjatuhkan tubuhnya di sofa. Dia seperti tidak percaya dengan kenyataan yang ada bahwa kekasihnya sekarang adalah mantan menantunya.
Hancur dan kecewa yang dirasakan oleh Rico. Namun dia harus menerima kenyataan bahwa dia adalah ibu dari cucunya.
"Tidak...tidak mungkin!" Rico terlihat sangat frustasi.
"Papa, maafkan Rendra!" Rendra bersujud di kaki papanya.
"Rendra, semua sudah takdir dariNya, kita hanya tinggal menjalaninya."ucap Rico.
"Kenapa harus Melisa, wanita yang dikirim oleh Allah untuk Papa?
"Papa harus bagaimana sekarang?" tanya Rico
"Semua terserah pada Papa karena hanya papa yang tahu yang terbaik untuk papa!" sahut papa.
Rico memeluk Rendra dan dia meminta maaf karena telah mengacaukan semuanya.
Tiba-tiba Antonius datang dari arah kamarnya.
"Ada apa ini?" tanya Antonius
Rendra dan Rico melepas pelukan mereka dan memandang Antonius bersamaan.
"Papa, Melisa itu mantan istri Rendra!" ucap Rico.
"Dia juga ibu dari Albert anakku." jawab Rendra.
Antonius mendekati Rico kemudian dia menguatkan dan tetap memberi dukungan.
"Papa, tapi Rico akan tatap menikahi Melisa!" jawab Rico
Rendra dan Antonius saling pandang kemudian Rendra berbicara pada papanya dari hati ke hati.
"Papa, maaf sebelumnya tapi Melisa itu ibu dari anakku." jawab Rendra.
"Tapi aku sudah terlanjur mencintainya." Rico bersedih.
"Hanya papa sendiri yang mengetahui itu terbaik atau tidak!" ucap Rendra.
Rico tidak menjawab Rendra, tapi dia langsung pergi meninggalkan Rendra dan Antonius.
"Papa...!" Rendra memanggil papanya namun dia tak menghiraukannya.
Rico kecewa karena lagi-lagi dia gagal. Rico gagal membina rumah tangga dengan Melisa.
Dia tidak mungkin melanjutkan rencana pernikahannya dengan Melisa.
"Rendra, biarkan papamu sendiri dulu! Dia butuh waktu untuk meluruskan hatinya."
"Kek, tapi Rendra kasihan sama papa!" jawab Rendra
"Dia hanya butuh ketenangan setelah itu dia bisa memberi keputusan yang bijak." jawab Antonius.
Rendra pamit pada kakeknya, dia mencari keberadaan Mutia bersama Melisa.
__ADS_1
Di teras samping rumah itu, mereka berdua saling tertawa dan bermain bersama. Rendra yang melihat pemandangan itu begitu bahagia.
(Melisa, andai kamu tahu di dalam hatiku masih terrsimpan namamu.) batin Rendra
Rendra tersenyum melihat kedekatan Melisa dengan istrinya.
"Melisa...!" panggil Rendra
"Ya...!" Melisa lansung berdiri dan memandang ke arah Rendra.
Rendra berjalan mendekati Melisa. Dia akan memeluk Melisa namun di tahan olehnya.
"Maaf Mas, kamu tidak boleh memelukku lagi karena sekarang kita bukan siapa-siapa lagi."jawab Melisa.
"Melisa, aku mencintaimu." ucap Rendra.
"Kita memang saling mencintai tapi kita tidak ditakdirkan bersama."jawab Melisa.
Rendra hanya diam di tempat mendalami setiap ucapan Melisa. Dia sudah tidak mempunyai harapan pada Melisa.
"Malisa, bantu Mutia untuk sembuh sepertinya dia bahagia bila didekatmu."
"Insyaallah jika aku mampu aku akan bantu."
Terlihat kelegaan di mata Rendra. Dia tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Melisa.
"Kenapa kalian tidak menikah saja?" tanya Antonius.
"Dia bukan jodohku, Kek!" jawab Rendra
"Kami belum jodoh, Kek!" jawab Melisa
Rendra dan Melisa saling pandang. Kemudian mereka pergi meninggalkan Antonius. Namun belum sempat melangkahkan kaki nama mereka kembali disebut oleh Antonius.
"Rendra, Melisa...!"panggil Antonius.
"Boleh papa kasih saran, Rendra?" tanyab Antonius.
"Saran apa? bukannya kami tidak bisa dipersatukan lagi karena Melisa_?" belum sempat melanjutkan kata-katanya namun seorang lelaki masuk.
"Melisa tidak akan menikah denganku!" ucap Rico
"Papa yakin?" Rendra mendekati papanya dan memeluknya.
"Rendra, tadi saya sudah mendapatkan keputusan yang bijak."
"Apa keputusan papa?" tanya Rendra
"Aku akan membatalkan pernikahan dengan Melisa dan aku akan mendukungmu kembali bersamanya." ucap Rico.
"Tapi Melisa menolakku dengan alasan dia tidak mau menyakiti Aisyah istriku.!" jawab Rendra.
"Mas Rendra, sepertinya kamu salah sekarang!"
"Kenapa?"
"Aku mencintaimu dan aku berjanji akan memberikan kebahagiaan bagimu tanpa harus melihat Aisyah!"
"Apa? jadi kamu_!" Rendra langsung memeluk kakeknya saking bahagianya.
__ADS_1
Yeay...akankah Rendra dan Melisa menikah?
Terima kasih dukungannya semoga berkah dan jangan lupa tetap dukung karya ini