
Hadinata sebenarnya hanya tidak ingin melihat anak dan cucunya bertengkar.
"Nyonya, maafkan saya jika saya merepotkan!" Budi meminta maaf pada Arini
"Maafkan istri saya jika menyinggung perasaanmu Nak Budi."
"Mas, tapi aku tidak mau kalau Rendra berurusan sama Rico dan keluarganya." Arini memohon pada suaminya
"Ma, Budi sudah banyak berkorban saat aku masih dalam keadaan susah. Dia yang selalu membantuku dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun."jawab Rendra
"Tapi mama tidak rela kamu bertemu dengan lelaki brengsek itu."ucap Arini
"Mama, aku mohon izinkan Rendra membantu Budi!" Rendra memohon pada Arini
Arini memandang suaminya karena dia bingung. Romi mengangguk tanda di menyuruh Arini untuk menyetujuinya.
"Baiklah, asalkan kamu bisa menjaga diri dan tetap tidak meninggalkan mama!"
Terucap syukur dari Rendra dan Budi.
"Nyonya, terima kasih atas kepercayaannya!"
"Sama-sama!"dengan ketusnya Arini menjawab Budi. Arini langsung mengajak Romi untuk meninggalkan Rendra dan Budi.
Budi pamit pulang karena tidak mau mengganggu waktu istirahat Rendra.
Di dalam kamar pengantin itu, Arini masih terlihat sedih karena memikirkan Rendra yang akan menemui Rico.
Romi mendekati istrinya dan kemudian memeluknya.
"Sayang, kenapa masih menangis? Apa kamu menyesal menikah denganku?" tanya Romi
"Aku bahagia menikah denganmu, sangat bahagia!" Arini menatap suaminya dengan tersenyum manis
Romi memeluk istrinya kemudian dia mencium bibirnya dan **********. Arini yang sudah lama tidak merasakan sentuhan seorang lelaki begitu menikmatinya.
"Sayang, aku mencintaimu!" bisik Romi sambil menggigit kecil telinga Arini
"Awww....!"
"Kenapa sayang?"
"Geli."jawab Arini
Arini dan Romi memadu kasih. Pertahanan Arini yang sudah lama terjaga kini kembali goyah dan jebol. Lelaki beruntung yang mendapatkannya adalah asistennya yang sekarang menjadi suaminya.
Setelah mereka berdua mencapai puncak kenikmatan bersama, tubuh Romi terkulai lemas di samping istrinya.
"Sayang, terima kasih dan aku sangat bahagia." Romi memiringkan tubuhnya yang masih polos memandang istrinya.
"Mas, aku yang terimakasih karena kamu mau menerima wanita sepertiku."
"Kamu sempurna sayang!" Romi mengecup kening istrinya.
"Tapi aku bukan wanita baik-baik, kamu tahu sendiri kan mas."
"Itu hanya masa lalu yang sudah lewat dan yang perlu kita pikirkan masa depan kita."ucap Romi bijak
__ADS_1
Romi dan Arini kembali berpelukan dan mereka kembali menikmati malam pengantin mereka dengan beberapa kali permainan.
Sementara di kamar yang lain dalam mansion itu, sepasang suami istri juga sedang memadu kasih. Mereka seperti tidak mau kalah saing dengan kedua orang tuanya.
Rendra meskipun hatinya masih memikirkan Melisa tapi dia mencoba menjadi suami yang baik untuk Aisyah.
(Melisa, aku sangat merindukanmu.)batin Rendra
"Sayang, kamu ternyata luar biasa." puji Aisyah
Rendra bukannya menjawab malah dia meminta kembali jatah dari Aisyah. Namun kali ini dia berfantasi dan sedang bermain dengan Melisa.
"Sayang, kamu nikmat sekali dan aku menyukai permainan ini Melisa!" Lamunan Rendra lolos dari bibirnya.
Aisyah kecewa dengan suaminya ternyata saat bermain dengannya, dia masih membayangkan bersama Melisa.
"Mas!"Aisyah terlihat sangat marah dengan suaminya
"Kok berhenti lagi nanggung sayang!" Rendra cemberut
"Kamu ngebayangin Mbak Melisa kan?" tanya Aisyah sedikit marah
"Maaf, sekarang gak deh tapi main lagi ya!" bujuk Rendra
Melisa menurut kemudian dia memposisikan dirinya diatas tubuh Rendra. Aisyah memegang kendali permainan mereka. Rendra merasa sangat puas dengan permainan istrinya yang semakin liar. Aisyah ingin menunjukkan kepada suaminya jika dia mampu memberikan kepuasan pada suaminya.
Setelah mereka mencapai pelepasan bersama, Rendra menyemburkam cairan kental itu dalam rahim Aisyah. Setelah itu mereka tertidur dalam posisi berpelukan tanpa sehelai benangpun.
Pagi harinya mereka bertemu kembali di meja makan.
Rendra menggoda mamanya.
"Dasar anak nakal!" Arini mencubit anaknya
"Tapi bener kan ma, soalnya Rendra dulu saat pengantin baru main 10 ronde!" Rendra tertawa kemudian menatap istrinya yang cemberut
"Sama, tadi malam papa juga gempur mamamu 10 ronde!" Romi tersenyum memandang istrinya
"Gak sayang, papa bohong!"
"Iya juga gak papa kok ma, kan udah halal!"ucap Aisyah
"Aisyah, mama sudah tua gak mungkin sekuat kalian."jawab Arini
"Mama tidur, papa Romi beraksi kan bisa." Rendra menggoda mamanya
"Ah kamu Ren, ada-ada aja!" Arini terlihat sangat malu
"Tapi tebakan kamu salah Ren, justru sebaliknya papa tidur mama kamu yang usil!" Romi tersenyum menggoda istrinya
"Sudah gak usah di bahas, ini rahasia perusahaan." jawab Arini
Albert datang bersama kakek Hadinata. Dia kemudian duduk di samping Omanya.
"Eh cucu oma, sudah mandi ya?" tanya Arini
"Sudah oma sama Mbak Yanti!" jawab Albert
__ADS_1
Suasana di ruang makan sangat bahagia. Mereka bersendau gurau dan tertawa. Kadang mereka mengerjai Arini dan Romi.
"Ma, sepertinya nanti Rendra akan menemui Rico dan tuan Anton!"
"Kamu yakin?"tanya Arini
"Iya karena jika aku tunda kasihan Budi dan keluarganya." jawab Rendra
"Terserah kamu saja lah Ren, mama gak mau ikut campur!"jawab Arini
Setelah acara sarapan selesai, mereka kembali ke kamarnya masing-masing sedankan Rendra pergi ke kantornya sebentar setelah itu akan menemui Budi di rumahnya.
Sementara di kamar, Arini dan Romi kembali memadu kasih. Mulai dari berciuman dan saling *******. Romi juga meremas dua bongkahan kenyal milik istrinya. Meskipun usia mereka sudah tak muda lagi tetapi hasrat mereka lebih membara karena. Arini menahan selama 27 tahun, berbeda dengan Romi yang sering jajan di luar untuk memuaskan nafsunya.
Setelah puas melakukannya, Romi terkulai lemas di samping istrinya.
"Sayang, kamu nikmat dan masih terasa sempit" puji Romi
"Kamu juga gagah dan sangat lihai dalam bermain."
Mereka saling pandang kemudian saling peluk
Arini merasa sangat bahagia, kini rasa kesepiannya telah terobati. Kebahagiaanya memiliki seorang pendamping yang lemah lembut sudah terlaksana.
"Mas, boleh aku nanya sesuatu sama kamu?" tanya Arini
"Boleh sayang, tanyakan saja!
"Mas, sebelumnya boleh ceritakan masa lalu kamu sebelum masuk ke keluargaku menjadi asisten ayah?" tanya Arini
"Aku akan ceritakan semuanya sayang, termasuk hubunganku dengan Ayasha."
"Maksud kamu? Ayasha adik tiri Melisa yang sekarang menjadi istri Herdi?"
Romi mengangguk dan dia mulai menceritakan hubungannya dengan Ayasha.
"Aku dan Ayasha pernah melakukan sesuatu yang tidak kami inginkan, saat aku mengantar Rendra di bandara waktu itu."Romi bercerita
"Dia mengajakku makan dan kemudian aku iseng menggodanya."
"Lalu?" tanya Arini penasaran
"Aku dan Ayasha check in di hotel dekat Bandara dan kami malakukan itu!" jawab Romi jujur
Arini sangat kecewa dengan pengakuan suaminya. Dia tidak menyangka jika Romi pernah berbuat itu dengan wanita yang bukan istrinya.
"Sayang, kamu jangan marah!" Romi mendekati istrinya
"Aku kecewa mas...hiks...hiks...!" Arini menangis
"Aku sebenarnya ingin menyembunyikan ini padamu tapi aku tidak bisa berbohong terlalu lama." ucap Romi
"Jangan-jangan anak yang dikandung Ayasha adalah anakmu?" tanya Arini
DERRRRR....ANAK SIAPA DIA????
Terimakasih sudah mampir semoga tetap menghibur. Jangan lupa like dan komen ya!!!
__ADS_1
HAPPY READING KAKAK SEMUA