Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Budi Menemui Rendra


__ADS_3

Rendra terkejut karena tiba-tiba temannya yang sudah lama menghilang muncul dan menemuinya di mansionnya.


Rendra langsung memeluk Budi karena dia sempat melupakan temannya saat bekerja di Toko Pakan. Dia yang rela membantu Rendra saat dia kesulitan.


"Budi?"Rendra langsung memeluknya


"Rendra, tolong aku!"Dengan paniknya Budi menyampaikan maksudnya


"Rendra, tolong aku! selamatkan aku karena mereka akan mempenjarakanku dan  mebunuhku!" Budi ketakutan


"Bud, memang ada maslah apa?"


"Aku...aku telah merampok rumah mereka dan karena aku anggota keluarga ada yang meninggal karena serangan jantung."Budi menjelaskan


"Bud, kamu membunuh?"


"Tidak Ren, aku tidak membunuhnya tapi dia kaget saat aku menodongkan senjata,"jawab Budi


"Bud, kenapa kamu melakukan itu? kamu butuh uang?" tanya Rendra


"Aku butuh uang banyak karena anakku perlu uang banyak untuk sekolah dan istri dan ibuku sakit keras!"jawab Budi


"Jadi karena itu kamu merampok?"tanya Rendra penuh selidik


Budi hanya mengangguk dan dia menangis di hadapan temannya. Teman yang dulu paling peduli dengan Rendra di saat membutuhkan teman dan sandaran.


"Sekarang apa yang harus saya lakukan untuk membantumu?"tanya Rendra


"Mereka hanya ingin aku mengembalikan semua uang dan barang yang aku rampok jika tidak mereka akan memasukkanku dalam penjara dan membunuhku."jawab Budi


"Sekarang tenangkan dirimu dan ayo masuk!"ajak Rendra


Budi mengikuti Rendra masuk ke dalam rumah mewah itu. Aisyah datang menghampiri suaminya untuk mengetahui siapa yang datang.


"Mas, siapa yang datang?"tanya Aisyah


"Ini temanku, Budi."jawab Rendra


Aisyah mendekati suaminya lalu menyapa Budi dan tersenyum padanya. Dia langsung masuk ke dalam karena tidak mau mengnggu mereka. Namun Aisyah menoleh kembali saat suaminya memanggilnya


"Sayang, suruh bibi membawa minum ya!"perintah Rendra


"Biar aku ambilkan!"


"Makasih sayang!"Rendra tersenyum pada istrinya.


Aisyah datang membawa dua cangkir teh manis dan beberapa camilan. Rendra mempersilahkan Budi untuk meminum dan menikmati camilan yang telah disediakan.


"Rendra, aku menyesal telah melakukan perbuatan itu!"


"Semua sudah terjadi dan yang penting kamu tetap harus menerima konsekuensinya."


"Maksud kamu aku harus masuk penjara?"


"Budi, untuk mengembalikan uang dan barang yang kamu rampok aku bersedia membantu tapi kalau masalah hukum aku tidak bisa sepenuhnya membantu hanya saja aku akan berusaha meminta keringanan."jawab Rendra

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan ibu, anak dan istriku?"Budi menunduk dan menangis


"Aku yang akan menjaga mereka selama kamu dipenjara."


"Baiklah saya bersedia dan saya akan menebus semuanya."


"Budi, andai dulu kamu mau menerima tawaranku untuk bekerja disini kejadiannya tidak akan seperti ini."


"Maafkan aku Rendra."Budi kembali memeluk temannya


"Kamu sudah makan?"


Budi hanya menggelengkan kepalanya, karena memang dia sudah dua hari tidak memakan apapun. Rendra, mengajak Budi untuk bergabung bersama keluarganya untuk makan malam namun Budi menolak dan dia hanya meminta dibungkuskan 2 bungkus untuk keluarganya di rumah.


Rendra kemudian menyuruh Sari untuk membungkuskan makananan untuk Budi.


Kakek Hadinata keluar dan menemui Budi. Dia ingin tahu permasalahan apa yang sedang dihadapi Budi, orang yang dikenal dulu bersama Rendra saat masih mengirim pakan ternak ke mansionnya.


Melihat kedatangan Hadinata, Budi langsung berdiri dan menyalaminya.


"Budi!"sapa Hadinata


"Maaf tuan, saya mengganggu anda!"


Rendra menceritakan masalah yang dihadapi Budi. Awalnya Hadinata kaget dan tidak menyangka Budi akan melakukan hal seperti itu tapi karena alasannya tepat dia memahami dan memaklumi.


"Budi, saya akan membantumu tapi ada satu syaratnya,"


"Syarat?" Rendra dan Budi menjawab bersamaan


"Baik tuan, apapun syaratnya saya akan lakukan meskipun nyawa saya taruhannya."jawab Budi


Rendra, menatap ke arah kakeknya meminta penjelasan tentang syarat yang diminta kakeknya untuk membantu temannya.


"Kakek?"


"Tenang saja Rendra, syarat itu akan mudah baginya jika dia adalah orang yang tulus dan ikhlas."jawab Hadinata sanatai seolah dia tahu apa yang dipikirkan cucunya.


"Sekarang aku cuma mau tanya, keluarga mana yang menjadi korban perampokanmu?"


"Keluarga Tuan Antonius Arsyanda."


"Apa?"Hadinata terlihat sangat kaget


Hadinata kaget karena baru saja mendapatkan masalah dengan keluarga sahabatnya itu tapi sekarang seseorang datang untuk meminta tolong dengan keluarganya.


"Kenapa harus keluarga Anton?"Jawab Hadinata


"Istri tuan Anton meninggal karena saya dan anaknya menuntut balas padaku tuan."jawab Budi


"Kakek, kita pasti menemukan solusinya."Rendra mencoba menenangkan kakek Hadinata


"Ren, tapi kakek malas berurusan dengan Anton dan dia pasti akan menyangkut pautkan masalah ini dengan mamamu." jawab Hadinata


"Tidak, saya akan mencoba membujuk Rico meskipun saya harus menjatuhkan harga diri saya demi membantu temanku."

__ADS_1


"Jika dia memintamu mengakuinya sebagai ayahmu?"


Terpaksa aku akan lakukan meskipun aku sangat membencinya."jawab Rendra


Budi hanya bingung dengan Rendra dan Kakeknya, karena membahas keluarga yang dirampok kenapa jadi ayah dan anak.


"Baiklah saya akan mencoba bernegosiasi dengan Anton dan anaknya."


Budi langsung memeluk Rendra dan mengucapkan terima kasih.


"Budi, kapan kamu bisa menemui mereka dan aku akan dampingi."tanya Rendra


"Semua aku serahkan kepadamu karena kapanpun aku selalu ada waktu."


"Lusa saja karena besok aku belum bisa, keluargaku sedang berbahagia karena mama Arini baru saja menikah."


"Alhamdulillah semoga sakinah, mawadah, warohmah buat Nyonya Arini."


"Terima kasih doanya untuk mama."


"Siapa lelaki beruntung itu?"


"Pak Romi."


"What?Pak Romi yang dulu sering ke toko?"


"Benar sekali dan sekarang dia menjadi ayahku."jawab Rendra


 Setelah permasalahn selesai dan Rendra bersedia membantu Budi untuk menyelesaikan masalahnya, Budi pamit karena dia harus merawat ibu dan istrinya.


Namun sebelum dia pamit, Arini datang dan mengacaukan semuanya. Arini mendengar semuanya karena dari tadi dia mengawasi mereka seelah tahu permasalahnnya menyangkut dengan keluarga Rico.


"Tunggu...!"


Semua orang menoleh ke arah Arini karene kaget.


"Aku tidak setuju Rendra membantumu jika itu berurusan dengan keluarga Anton!" Arini terlihat sangat marah


"Nyonya, aku mohon jangan halangi Rendra membantuku karena nyawaku berada ditangan kalian semua."Budi bersujud di kaki Arini


"Tidak, keputusanku sudah bulat."


"Mama...!"


"Rendra, kamu harus menurut pada mama."tegas Arini


Romi mendekati istrinya kemudian memeluknya. Dia menenangkan istrinya dan memberikan ketenangan padanya.


"Kalian pikirkan sendiri masalah kalian karena saya tidak mau ikut campur untuk urusan ini. Semoga mendapatkan jalan terbaik bagi kalian semua." Hadinata meninggalkan mereka semua masuk ke dalam mansion karena waktu semakin malam.


AUTHOR: Budi datang membawa masalah saat keluarga Hadinata bahagia.


TERIMA KASIH BUAT SAHABAT NOVELTOON/MANGATOON ATAS DUKUNGANNYA SEMOGA MENGHIBUR!


JANGAN LUPA TERUS IKUTI KELANJUTANNYA DAN TENTUNYA SEMAKIN SERU DAN JANGAN LUPA GOYANG JEMPOLNYA DAN TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR!

__ADS_1


HAPPY READING


__ADS_2