Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Menjemput Melisa


__ADS_3

"Melisa, ada yang mencarimu?" Ustadzah Yumna memanggil Aisyah yang sedang bersama Akila


"Iya ustadz....zah! Nyonya Arini!" Melisa memandang kaget ke arah Arini


"Alhamdulillah, Melisa!" Arini mendekati Melisa.


"Maaf saya tidak akan mengangganggu mas Rendra lagi!" Melisa memundurkan badannya dan hendak meninggalkan Arini.


"Melisa tolong dengarkan saya sebentar saja!" pinta Arini


"Maaf Nyonya, saya salah apa?" tanya Melisa


"Boleh kita bicara sebentar?"


Melisa hanya mengangguk dan kemudian mendekati Arini.


"Ada apa nyonya mencari saya?" tanya Melisa


"Aku hanya ingin ikutlah dengan saya karena Rendra sekarang sakit dan dia hanya menginginkanmu disampingnya!"


"Tapi aku....!"


"Aku tahu kamu menjaga perasaan Aisyah tapi Rendra membutuhkanmu karena hanya namamu yang sering dia sebut!" Arini menjelaskan


"Nyonya, saya sudah tenang disini dan saya mohon maaf yang sebesarnya karena...!"


"Tolong saya Melisa..!" Arini memohon pada Melisa


"Nanti akan saya pikirkan karena sekarang saya harus pulang mengantar Alika!" Melisa berpamitan sama Arini dan Ustadzah Yumna.


"Melisa kamu tinggal dimana?" tanya Arini


"Diujung gang rumah paling ujung!" Melisa menunjuk jalan yang tampak dari masjid.


Arini berpamitan pada Ustadzah Yumna sambil memberikan sumbangan untuk masjid sebesar 10 juga rupiah.


"Barokallah Nyonya, semoga berkah dan apa yang nyonya inginkan dikabulkan oleh Allah!" Ustasdzah Yumna mendoakan Arini


Melisa yang mendengarkan merasa ikut bangga ternyata selain baik hati mama dari mantan suaminya berhati mulia.


(Ya Allah jika aku ikut dengan Nyonya Arini apakah aku akan disebut pelakor? tapi jika aku tidak ikut dan terjadi sesuatu sama Mas Rendra apa aku tidak menyesal?) batin Arini


Sore hari setelah bermusyawarah akhirnya Arini ditemani tante Yunita mendatangi rumah yang tadi pagi di tunjuk oleh Melisa. Romi dan pengawal berada di belakangnya.


"Tante, sepertinya itu?" tunjuk rumah sederhana paling ujung


Arini dan Yunita turun dari mobil kemudian mengetuk pintu rumah Melisa.


Tok...tok...!" Arini mengetuk pintu


Melisa yang baru selesai mandi membukakan pintu.


"Silahkan masuk nyonya!" Melisa mempersilahkan masuk Arini dan Yunita


"Oh ini Rin mantan istrinya Rendra yang kamu ceritakan itu, pantesan aja Rendra tergila-gila." Yunita memuji Arini


"Iya tante, ini Melisa!" Melisa hanya tersenyum pada Yunita


"Dia juga yang pernah kamu ceritakan dulu dia menolak Rendra bukan?"


"Tante...! maaf Melisa tante Yunita memang begitu orangnya!"


"Tidak apa Nyonya, saya juga memang gak pantas kok!"


Dengan bujuk rayu yang dikeluarkan Arini akhirnya Melisa mau ikut ke Jakarta membantu Rendra untuk sembuh.


"Terima kasih sayang, semoga Allah senantiasa memberimu kebahagiaan!" Arini mendoakan Melisa

__ADS_1


Melisa akhirnya berkemas dan meninggalkan kontrakan. Dia akan berpamitan dengan Alika dan bapaknya.


Setelah itu dia ikut Arini ke rumah Yunita dan akan langsung pulang ke Jakarta malam ini juga.


Di dalam mobil Arini bercerita banyak hal membuat Melisa semakin akrab dengan Arini.


"Melisa, boleh aku tanya sesuatu?"


"Boleh!" jawab Melisa singkat


"Apakah kamu mencintai Rendra?"tanya Arini


"Saya....saya tidak pantas mencintainya kembali karena Mas Rendra sudah mempunyai kehiduoan yang jauh lebih baik."


"Tapi nyatanya Rendra mencintai kalian berdua."


" Nyonya, aku akan berusaha membantu mas Rendra untuk sembuh dan disana aku juga bisa bertemu Albert anakku!" Arini meneteskan air matanya


"Kamu boleh tinggal di mansion kami."


"Tidak nyonya, aku takut menjadi perusak rumah tangga Mas Rendra dan Aisyah."jawab Melisa


Mungkin karena terlalu lelah, Melisa menguap dan akhirnya tertidur. Begitu juga dengan Arini yang mengikuti menguap namun dia mencoba melawan kantuk dan menemani Romi menyetir mobil.


"Nyonya, kalau ngantuk tidurlah!"


"Tidak Rom, aku akan menemani kamu!"


"Terimakasih."


"Rom, boleh tanya sesuatu gak tapi ini terlalu pribadi, kamu jangan tersinggung ya!"


"Boleh nyonya, tanyakan saja!"


"Kenapa kamu gak menikah diusia kamu yang sudah mulai menua?"


"Nyonya kenapa tanya seperti itu, saya jadi malu!" Romi menutup wajahnya kasar


"Saya hanya akan fokus menjaga keluarga Hadinata setelah cinta saya di tolak oleh wanita yang aku cintai."Romi menjelaskan


"Beneran kamu mau menjaga keluargaku sampai akhir hayatmu?" tanya Arini meyakinkan


Romi hanya mengangguk kemudian dia tersenyum memandang anak majikannya yang sekarang sudah berusia mendekati 60 tahun tapi masih terlihat muda.


"Kalau begitu kita menikah saja!" Arini tersenyum melihat Romi mengeluarkan keringat dingin


"Nyonya tapi....!"


"Kenapa? kamu menolakku?"


"Bukan begitu nyonya tapi saya tidak pantas meskipun saya sudah lama mengagumi anda!" jawab Romi jujur


"Romi, sekarang anakku sudah ketemu dan aku butuh teman di akhir hidupku dan katanya kamu mau mengabdikan dirimu pada keluarga Hadinata."


"Tapi...!"


"Sudahlah Rom, kita tidak usah bahas lagi yang ada nanti aku jadi baper sama kamu!" Arini terlihat kecewa


"Saya akan memikirkannya nyonya!"


"Terimakasih Romi semoga keputusanmu membuatku bahagia!"


(Arini, siapa yang gak mau menikah dengan wanita sebaik kamu.)batin Romi


Pagi hari mereka sudah sampai di mansion Hadinata. Melisa ragu untuk melangkahkan kakinya masuk ke mansion itu.


"Melisa, ayo masuk!"ajak Arini

__ADS_1


"Iya Nyonya!"Melisa menjawab dengan ragu


Tiba-tiba seorang anak kecil menghampirinya dan memeluknya.


"Mama...yey mama pulang!"Albert berlari langsung memeluk Melisa


"Albert sayang, mama kangen sama kamu!" Melisa langsung menciumi putranya


Melisa menggendong Albert meski sempoyongan tapi masih kuat.


"Mama tidur sama aku ya, kamarku luas banget!" tanya Albert


"Iya sayang, nanti mama tidur sama Albert!"


"Albert, masuk kamar dulu ya! Oma mau bicara sama mama dulu."


Baby sister langsung menggendong Albert ke kamarnya. Sementara dari lantai dua Aisyah melihat kedatangan Melisa. Hatinya terasa sakit tapi dia harus mencoba ikhlas demi kesembuhan suaminya.


(Mbak Melisa, kamu begitu cantik dan beruntung banget, cinta Mas Rendra tulus untukmu dan aku hanya gadis desa yang banyak kekurangan.) batin Aisyah


"Melisa, duduklah! aku akan memanggil papa di ruang kerjanya!"


"Biar saya saja nyonya!" Romi kemudian menuju ruang kerja Hadinata.


Tak berapa lama Romi datang dan menyuruh Arini dan nyonya Melisa ke ruangannya.


Melisa menyalami Hadinata dan kemudian duduk di hadapannya.


"Melisa, terimakasih kamu sudah datang!"


"Sama-sama tuan, tapi apakah saya disini tidak menimbulkan masalah?" tanya Arini


"Menikahlah dengan cucuku!"


"Tidak tuan, saya tidak mau merusak rumah tangga mereka!" Jawab Melisa


"Baiklah kamu tidak perlu menjawab sekarang karena kamu melihat kondisi Rendra."


Arini akan mengantar Melisa bertemu dengan Rendra tapi sebelumnya dia minta izin untuk menemui Aisyah.


"Masuklah! Aisyah ada didalam bersama putrinya."


Melisa masuk kamar Aisyah dan dia langsung memeluk istri dari mantan suaminya.


"Aisyah, maafkan aku!"


"Kenapa Mbak Melisa minta maaf bukannya mbak seneng bisa deket sama mas Rendra?"


"Aisyah, aku....!"


"Aku tahu sewaktu mas Rendra melanjutkan studinya mbak sengaja kan menyusul mas Rendra?" Aisyah ketus terhadap Melisa


"Aku sudah tulus mencintai Albert seperti anakku sendiri tapi dalam kenyataannya aku yang tersakiti dan semua orang sekarang sangat menyayangi Mbak Melisa."


"Baiklah, aku datang baik-baik ingin membantu mas Rendra sembuh jika kamu sebagai istrinya tidak setuju aku akan pergi dari rumah ini!"


"Itu jauh lebih baik!" jawab Aisyah


"Apa-apan ini? kenapa kalian malah bertengkar." tanya Arini


"Tidak, kami hanya bercanda nyonya!" Melisa merangkul Aisyah.


Arini mengajak Melisa ke kamar Rendra. Melisa melihat tatapan Aisyah padanya adalah tatapan benci.


Saat masuk kamar Rendra, Melisa langsung berlari dan memeluk mantan suaminya!


AUTHOR :

__ADS_1


Yuk main tebak-tebakan, Melisa mau menikah dengan Rendra gak ya?????


Penasaran yuk angkat jempol lalu tekan untuk mendukung karyaku dan lemparkan banyak komentar biar othor semangat upnya..


__ADS_2