Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Pertengkaran Arini dan Rendra


__ADS_3

Budi langsung membopong Rosa. Kemudian dia memanggil asisten rumah tangganya untuk memberinya minyak angin.


Setelah sadar, Rosa menangis memanggil Ayasha.


"Ayasha...kenapa kamu ninggalin mama.hiks...hiks..." Rosa menangis mengingat Ayasha.


"Nyonya, ikhlaskan Nona Ayasha!" Bi Sita menenangkan Rosa.


"Bi, aku titip cucuku!" Rosa menatap bayi mungil yang tergeletak di kasur diatas sofa.


(Ya Allah Ayasha, kenapa kamu tinggalin mama secepat ini!) Rosa menangis tersedu.


Bi Sita pembantu baru di rumah Rosa itu menenangkan majikannya.


Bi Sita memandang iba pada bayi mungil yang diletakkan di sofa.


Bi Sita menemukan sebuah surat di dalam keranjang bayi.


Isi Surat itu,


Dear mama Rosa...


Maafkan Melisa kalau hanya menyuruh Budi mengantar Revan.


Melisa bukannya tidak mau bertemu mama tapi Melisa menghargai Mas Rendra yang tidak menyukai bayi itu.


Ma, Melisa sayang sama Revan meskipun dia anak dari mantan suami Melisa.


Melisa tidak mau Revan tersiksa disini.


Melisa mau Revan bahagia bersama mama.


Ma, Melisa juga rindu dengan mama tapi Melisa belum ada waktu untuk menemui mama.


Semoga mama di sana baik dan sehat selalu.


Doakan Melisa dan bayi dalam kandungan Melisa sehat.


Melisa sayang sama mama, maafkan Melisa yang belum bisa berbakti pada mama.


Oh iya Ma, sebelum Ayasha meninggal dia sudah menemuiku dan Mas Rendra. Ayasha meminta maaf padaku.


Jadi mama tenang saja jika aku dan Ayasha sudah baikan tanpa dendam.


Salam dari Mas Rendra buat mama.


Ma, titip Revan!


Anakmu Melisa.


Bi Sita membacakan surat dari keranjang bayi itu.


Tak terasa air mata Rosa menetes dengan begitu berat.

__ADS_1


"Ya Allah bahagiakan Melisa dan keluarganya. Dia sebenarnya wanita yang sangat baik," ucap Rosa.


Bi Sita membuatkan susu buat Revan yang sudah disediakan oleh Melisa.


Tangisan Revan membuat rasa sedih Rosa semakin bertambah.


"Revan sayang, ini ibu yang akan menyayangimu!" Rosa mencium Revan.


"Semoga kamu tenang disana, Alesha!" Rosa mendoakan Alesha.


Rosa begitu menyesali masa lalunya yang buruk. Mungkin apa yang dialami anak-anaknya adalah karma baginya atas perbuatannya di masa lalu.


Rosa terkenal sebagai seorang pelakor, dia sangat bangga jika bisa menghancurkan rumah tangga seseorang. Dia bisa bertaubat karena Almarhum suaminya mendidiknya dengan keras.


Sementara itu di mansion Hadinata terjadi keributan antara Arini dan Rendra. Arini menginginkan Revan tinggal di rumahnya tetapi Rendra menolaknya. Rendra menolak dengan alasan Revan adalah anak dari mantan suami Melisa.


"Ma, dia itu anak Roy," ucap Rendra.


"Mama tidak peduli yang jelas dia itu anak yatim piatu dan dia juga tidak bersalah," jawab Arini.


" Mama, baiklah jika mama masih menyalahkan aku maka aku akan menjemput anak itu kembali tapi ingat Rendra yang keluar dari sini," ucap Rendra.


Arini hanya diam, disisi lain dia menginginkan Revan sebagai anak angkatnya tapi disisi lain dia tidak mau kehilangan Rendra dan anak-anaknya.


Melisa dan Aisyah hanya melihat pertengkaran Rendra dari lantai dua. Mereka tidak ada yang berani melerai karena itu urusan pribadi antara ibu dan anak.


"Mbak, kita hanya jadi penonton ya?" Aisyah membuka keheningan diantara mereka.


"Aisyah pertengkaran itu karena aku! penyebabnya aku!" Melisa menangis.


Baru pertama kalinya mereka bertatap muka. Aisyah yang terlalu membenci Melisa karena merebut suaminya.


Melisa pamit pergi masuk ke kamarnya. Dia tidak lagi memperdulikan Aisyah. Hatinya ikut sakit melihat mertua dan suaminya bertengkar.


Rendra melihat kedua istrinya melihat pertengkarannya dengan Arini langsung menyudahi pertengkaran. Rendra mengalah dan meminta maaf pada Arini.


"Ma, sekarang tenangkan diri dulu!" Rendra mendekati mamanya.


"Peduli apa kamu sama mama?" Arini menjawab ketus terhadap Rendra.


Rendra langsung bersujud di kaki mamanya untuk meminta maaf.


"Ma, maafkan Rendra yang terlalu keras sama mama," ucap Rendra.


Arini memandang Rendra penuh iba akhirnya dia mengangguk memaafkan Rendra.


"Rendra, bangunlah! mama sudah memaafkanmu," jawab Arini.


Rendra bangun dan kemudian pamit meninggalkan mamanya dan menemui Aisyah yang masih menunggunya di depan kamarnya.


"Mas, kamu yang sabar ya," ucap Aisyah.


Rendra langsung memeluk Aisyah dan menangis.

__ADS_1


"Aku benci dengan semuanya, aku benci masa lalu Melisa," ucap Rendra.


"Mas, sekarang saatnya bangkit dan biarkan masa lalu menjadi kenangan." Aisyah menguatkan suaminya.


Rendra langsung pergi ke arah ranjang dan mengistirahatkan tubuhnya.


Aisyah menempatkan dirinya disamping Rendra. Dia membelai rambutnya lalu mencium keningnya.


(Mas, aku menyayangimu tulus tapi sayangnya kamu hanya menjadikanku yang kedua.) batin Aisyah.


Sementara Arini masih uring-uringan di ruang tamu mansion itu. Dia mondar-mandir memikirkan cara agar Revan bisa dia bawa kesini.


Hadinata yang melihat putrinya gelisah langsung menghampirinya. Di kemudian memberi nasehat pada Arini.


"Ar, sekarang fokuslah pada hidupmu jangan memikirkan orang lain!" Hadinata menasehati Arini.


"Ayah, tapi_!" belum sempat melanjutkan Hadinata langsung memberi tahu jika pernikahan Arini dan Rico akan dilangsungkan lusa di Hotel Star Five.


Hotel mewah milik keluarga Hadinata yang biasa di sewa oleh pejabat dan artis papan atas.


Hoten ini memiliki fasilitas yang berbeda dengan hotel lain.


"Ar, semua sudah kami atur. Apakah kamu mau mengecewakan ayah dan Om Antonius?" Hadinata memberitahu Arini.


"Ayah, tapi Arini belum siap," jawab Arini.


"Arini, tolong pikirkan dirimu jangan pikirkan orang lain! Buka hatimu untuk Rico karena dia ayah dari anakmu!" Hadinata membujuk Arini.


"Ayah, Arini akan mencoba membuka hatinya untuk Rico tapi dengan satu syarat," ucap Arini.


"Apa kamu sudah gila mau merawat anak dari masa lalu menantumu sendiri?" Hadinata menekankan pada Arini.


Arini diam, dia mencoba mencerna perkataan ayahnya. Arini hanya ingin mengasuh Revan karena dia merasa kasihan dengan bayi itu. Bayi yang tanpa dosa yang sudah tidak memiliki orang tua.


Arini hanya teringat masa kecil Rendra yang terlunta bersama Bi Siti. Hidup serba kekurangan dan tidak ada sanak saudara.


"Ayah, aku kasihan sama Revan," ucap Arini.


"Revan diasuh sama neneknya dan dia tidak akan bernasib sama dengan Rendra," jawab Hadinata.


Arini akhirnya menyerah berdebat dengan ayahnya. Dia tidak akan menang melawan Sang Ayah.


Arini pergi meninggalkan ayahnya, dia masih menyimpan perasaannya tapi dia berusaha menyembunyikannya.


"Arini, kamu mau kemana? Ayah belum selesai bicara." teriak Hadinata.


"Ayah, Arini ikut ayah! Semua keputusan silahkan ayah ambil," ucap Arini.


Hadinata menatap kepergian Arini. Hadinata hanya menginginkan yang terbaik buat putrinya.


"Ayah, biarkan dia sendiri dulu!" Seorang lelaki mendatangi Hadinata dan mengaku sebagai anak Hadinata.


"Kamu...!" Hadinata terlihat kaget saat orang itu menyebutnya ayah.

__ADS_1


HAPPY READING...


MOHON DUKUNGAN DENGAN LIKE DAN KOMENTARNYA..


__ADS_2