
Melisa berusaha untuk cepat pergi dan meninggalkan Rendra. Dia tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang karena dia sadar bahwa sekarang Rendra bukan lagi miliknya.
"Mas, aku titip Albert dan suatu saat aku pasti kembali untuk menjenguknya." Melisa memalingkan wajahnya.
"Melisa tatap aku, dimataku masih ada namamu dan aku mohon kembalilah meski bukan untukku tapi demi Albert!" Rendra mencoba merayu mantan istrinya.
"Mas, pulanglah karena Aisyah menunggumu dan ijinkan aku mencari kebahagiaanku sendiri." Melisa membalikkam badannya kemudian meninggalkan Rendra.
Pesawat sudah meninggi dan Rendra hanya memandang sedih tapi dia meyakini bahwa suatu saat dia akan dipertemukan dengan Melisa. Sedangkan di dalam pesawat Melisa hanya bisa menangis menyesali perbuatannya.
Andai di tidak berbuat kesalahan maka mungkin kini dia sudah bahagia dengan Rendra dan Albert. Namun takdir berkata lain, kini Melisa harus hidup dengan penyesalan.
Rendra melangkahkan kaki dengan langkah gontai meninggalkan bandara. Dia menyelesaikan urusannya kemudian menuju rumahnya. Orang pertama yang dia temui adalah Albert putranya. Rendra memeluk Albert dan mencium keningnya.
"Sayang, maafkan papa gak bisa membawa mamamu kembali. Kita punya kehidupan masing-masing yang harus diperjuangkan.
Anak dua tahun itu tidak mengetahui maksud dari papanya, dia hanya tersenyum bahagia memandang papanya memeluknya.
Ada sepasang mata yang memperhatikan Rendra dan Albert. Dia meneteskan air matanya karena dadanya terasa sesak saat mendengar ucapan Rendra pada putranya.
( Mas Rendra, ternyata mbak Melisa masih berarti dihidupmu, dan aku hanya mampu berdoa semoga suatu saat kalian bisa bersatu kembali.)batin Aisyah.
Rendra yang menyadari kehadiran istrinya langsung bangkit dan mendekatinya. Rendra memeluk Aisyah dan dia meminta maaf padanya.
"Aisyah, maafkan aku karena....!" Belum sempat melanjutkan kata-katanya Aisyah menutup mulut Rendra dengan jarinya.
"Mas, kamu tidak perlu khawatir dan aku mengerti kok!" Aisyah tersenyum memandang suaminya.
Senyum yang selalu menghangatkan dan menjadikannya semangat.
"Aisyah, terima kasih karena kamu menjadi istri yang sholehah semoga Allah menakdirkan kita dunia akhirat." Rendra memeluk Aisyah dan mencium keningnya.
Aisyah berjalan mendekati Albert yang sedang berjalan ditemani seorang perawat. Dia ingin mencium anak dari suaminya yang menggemaskan.
"Albert, mau main sama bunda?" Tanya Aisyah lembut.
"Albert main sama bunda besok kalau dedek udah lahil." Dengan suara gemasnya Albert menjawab ibj sambungnya.
Aisyah dan Rendra meninggalkan ruangan Albert menuju ruang tengah dimana Arini dan Hadinata sedang bercengkerama.
Rendra langsung mencium tangan kakek dan mamanya. Dia langsung duduk di samping mamanya bersama Aisyah.
"Rendra, gimana pekerjaanmu tadi apakah sudah beres?"Hadinata bertanya pada cucunya.
"Sudah Kek dan Rendra sudah perintahkan seluruh petugas untuk membatasi ruang gerak paman Herdi!" Rendra menjelaskan pada Kakeknya.
__ADS_1
"Bagus cucuku!" Hadinata tersenyum bangga pada Rendra.
"Kakek aku harus segera kembali menyelesaikan kuliahki karena hany tinggal 6 bulan lagi aku sudah lulus!" Rendra meminta ijin pada mama dan kakeknya.
Arini memandang ayahnya tanda dia tak mampu memberikan keputusan.
"Rendra, jika kamu masih ingin menyelesaikan kuliahmu berangkatlah tapi ingat biarkan Aisyah disini." pinta Arini
"Tapi ma, Rendra berencana mengajak Aisyah dan Albert!" Rendra memohon pada mamanya.
"Tidak Rendra, mereka akan aman disini."Kakek tidak menyetujuinya.
"Mas, pergilah besok dan aku akan disini bersama Albert."Aisyah menenangkan suaminya.
Rendra masih bingung karena dia pasti akan bertemu dengan Melisa. Melisa pergi ke negara yang sama dengan Rendra..Dia khawatir benih cinta diantara mereka akan tumbuh kembali.
"Aisyah, tapi apa kamu gak takut kalau hatiku berpaling jika kamu tidak bersamaku?" Rendra menggoda Aisyah.
"Insyaallah Ais percaya sama kamu dan aku yakin dihatimu cuma ada aku dan Mbak Melisa."Aisyah menyindir suaminya.
Rendra dengan susah payah menelan salivanya. Dia merasa tersindir dengan ucapan istrinya. Tapi Rendra sangat bangga karena Aisyah tidak marah jika dalam hatinya masih ada nama mantan istrinya.
"Sayang, maafkan aku!" Rendra memeluk istrinya dan kemudian berjongkok mencium perut Aisyah yang mulai membuncit.
Arini dan Hadinata hanya tersenyum memandang kelakuan anak dan menantunya yang mengumbar kemesraan didepannya.
Rendra mengikuti Hadinata di belakangnya. Aisyah dan Arini hanya saling pandang.
Sesampai di ruang kerja Hadinata, Rendra di persilahakan duduk.
"Rendra, boleh kakek tanya sesuatu?"
"Boleh kek!"
"Apakah kamu masih mencintai Melisa?"
"Kek, aku memang masih mencintai mantan istriku tapi aku tahu diri ada Aisyah dalam hidupku. Dan aku tidak mungkin menyakitinya."jawab Rendra.
"Rendra, mungkin sulit melupakan mantan apalagi dia sudah berubah menjadi lebih baik."
"Benar sekali dugaan kakek dan sekarang benih cinta itu sudah mulai tumbuh kembali dengan kuat."Rendra terlihat sangat syok.
"Sudahlah fokuslah pada kuliahmu, jika nanti kamu sudah lulus segera kembali karena perusahaan membutuhkan orang sepertimu!" Dengan penuh bangga Hadinata menepuk pundak cucunya.
Rendra hanya mengangguk mematuhi perintah kakeknya. Namun dalam hatinya dia sangat bingung karena Melisa berada di negara sana dengannya dan itu yang akan membuyarkan konsentrasi Rendra.
__ADS_1
"Cucuku, ada lagi yang kamu pikirkan?"
"Tidak kakek!"
"Tapi raut wajahmu tidak bisa membohongi kakek masih ada kecemasan dalam dirimu."
Rendra akan mengatakan jika dia khawatir akan tumbuh ketidak setiaannya karena Melisa ada di negara yang sama dengannya.
"Kek, aku khawatir jika aku tidak bisa setia!"
"Maksud kamu?"
"Sekarang Melisa ada di negara itu."
"Apa?" Hadinata dibuat terkejut oleh pengakuan Rendra.
"Pesan kakek jaga hati jaga mata dan jaga sikao dekatkan diri pada Sang Pencipta.
Rendra hanya mengangguk dan dia pamit pada kakeknya. Rendra keluar dari ruang kerja meuju kamarnya yang ada di lantai dua.
Sesampai di kamar dia melihat Aisyah sedang berdiri memandang keluar jendela. Rendra memeluknya dari belakang dan Aisyah kemudian membalikkan badannya. Dia menyeka air matanya yang mengalir membasahi kedua pipinya.
"Sayang, kenapa nangis?"
"Aku hanya sedih kamu meu pergi ninggalin aku!" Aisyah memeluk suaminya.
"Aku pergi hanya sebentar sayang, enam bulan bukan waktu lama dan aku akan segera kembali." Rendra menenangkan istrinya yang menangis sesenggukan.
Sebenarnya Aisyah tidak menangis karena Rendra akan meninggalkannya tapi karena dia mengetahui jika Melisa ada di negara itu.
(Mas, semoga kamu bisa menepati janjimu untuk setia padaku.) batin Aisyah.
"Mas, aku ingin ikut denganmu dan Albert akan aku ajak!" Aisyah menatap suaminya.
"Tapi apa kamu yakin?" Rendra bertanya pada istrinya.
"Tidak mas, aku hanya bercanda nanti kalau aku ikut kamu tidak bisa konsentrasi belajar!" Aisyah tersenyum pada suaminya.
Aisyah membantu Rendra menyiapkan keperluan Rendra. Aisyah membantu mengemas semua barang yang diperlukan. Setelah selesai mereka istirahat.
Namun Aisyah dibuat kaget saat suaminya mengigau dan menyebut nama wanita lain.
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DI NOVEL UTHOR SEMOGA MENGHIBUR.
TAPI JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN DENGAN GOYANGKAN JEMPOLNYA, KASIH KOMENTARNYA AGAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT MELANJUTKAN.
__ADS_1
HAPPY READING KAKAK....