Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Mutia Pingsan


__ADS_3

Rendra dan Aisyah terlihat sangat panik karena Mutia tergeletak tak sadarkan diri. Mutia berusia belum genap dua bulan. Dia jatuh karena kecerobohan Aisyah saat menyusui dan mengantuk. Aisyah begitu takut jika Rendra mengetahui Mutia jatuh karena dia.


"Aisyah, kenapa bisa begini?" tanya Rendra.


"Mas, tadi_!" (belum sempat menjawab tapi Rendra justru menggertak Aisyah)


"Aisyah...jawab aku!" Rendra terlihat sangat marah.


Bayi kecil mutia tak bergerak namun masih bernafas. Rendra langsung membopongnya keluar kamar dan membawanya ke Rumah Sakit.


"Papa, Mama, Kakek...tolong Rendra!" Rendra berlari sambil membopong Mutia.


Mereka semua kaget dengan keadaan Mutia yang tak sadarkan diri. Romi dan Arini mengantar Rendra ke Rumah Sakit. Sementara itu, Aisyah pingsan di kamarnya dan tidak ada seorangpun yang tahu.


Saat bi Narti akan mengambil pakaian kotor di dalam kamar Aisyah, dia kaget saat melihat Aisyah tergeletak tak sadarkan diri.


"Non Aisyah!" Bi Narti menepuk-nepuk pipi Aisyah.


Aisyah tersadar dan dia kemudian mencari suami dan anaknya.


"Bi, Mas Rendra sama Mutia?" tanya Aisyah


"Tuan membawa Nona Kecil ke Rumah Sakit!" jawab Narti


Aisyah langsung berdiri dan mencari taxi online untuk menyusul suami dan anaknya.


"Non, mau kemana?" tanya Narti


"Mau menyusul Mutia!" Aisyah berdiri meskipun masih sempoyongan tapi dia berusaha untuk pergi menyusul anak dan suaminya.


"Non...!" Bi Narti hanya memandang Aisyah yang memaksa pergi menyusul suaminya.


Sesampai di Rumah Sakit, dia mencari keberadaan Rendra dan Anaknya. Rendra memandang Aisyah dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun pandangan Rendra membulat ketika melihat Aisyah jatuh pingsan di depannya.


"Aisyah_!" panggil Rendra


Arini dan Romi yang melihat menantunya pingsan langsung memanggil perawat. Mereka membawa Aisyah ke ruangan periksa.


"Siapa suami Nyonya ini?" tanya Dokter pada Arini


"Dia sedang menunggu putrinya diperiksa, Dokter." jawab Arini


"Ibu Aisyah tidak sakit, tapi dia sedang hamil." Dokter menjelaskan keadaan Aisyah.


Arini yang mendengar itu sedih namun juga bahagia. Dia sedih karena Mutia masih terlalu kecil untuk memiliki seorang adik. Namun dia bahagia karena anggota keluarganya akan bertambah.


"Mas, aku harus bahagia atau sedih?" tanya Arini pada suaminya.


"Sayang, pasrahkan semua kepada Allah karena itu takdir dari Allah." Romi menenangkan istrinya.


Arini langsung menemui Rendra yang sedang menunggu Mutia.


"Rendra...!" panggil Arini


"Iya Ma...!" jawab Rendra


"Kamu yang sabar ya!"


"Emang kenapa Ma?" tanya Rendra penasaran.


Rendra semakin bingung ketika melihat Arini menangis. Dia penasaran apa yang terjadi sehingga Arini menangis.

__ADS_1


"Mama kenapa?"


Arini bukannya menjawab tapi dia langsung memeluk Rendra yang sedang menunggu Mutia sadar.


"Kamu yang sabar sayang, semoga ini membuatmu berlimpah berkah dan bertambah rejekinya."


"Mama kenapa ngomongnya begitu?" tanya Rendra


"Aisyah_! belum sempat melanjutkan Aisyah sudah mendekatinya.


"Aku hamil, Mas!" Aisyah tiba-tiba muncul dari pintu.


Rendra bukannya marah atau kecewa tapi dia justru tersenyum bahagia. Dia langsung menyerahkan Mutia pada mamanya. Dia langsung memeluk istrinya dan mengucapkan syukur alhamdulillah.


"Sayang, aku bahagia banget akhirnya Mutia akan mempunyai adik secepat ini." Rendra erat memeluk Aisyah erat.


"Tapi aku belum siap, Mas!" jawab Aisyah


"Kenapa?"


"Sakitnya melahirkan masih membekas dan belum juga sembuh."Aisyah menangis dalam pelukan Rendra.


" Sayang, semua sudah takdir dan kita hanya bisa menerima dengan ikhlas." Rendra mengelus kepala istrinya.


Dalam hati Rendra, dia sangat bahagia karena menurutnya anak adalah rejeki. Mereka sudah ditakdirkan dengan takaran rejeki dari Allah.


"Sayang, sekarang kamu dekati Mutia agar dia bisa cepat sadar! Rendra menyuruh istrinya.


Awalnya, Rendra marah dengan Aisyah karena telah menyebabkan Mutia jatuh. Namun kini kemarahan Rendra sudah hilang dengan kabar jika istrinya hamil.


Sementara itu, Antonius yang mendengar kalau anak Rendra jatuh langsung bingung. Dia akan mengajak Rico menjenguknya.


"Rico, dia cucumu!"


"Kakek jamin kalau kita berniat baik mereka juga akan baik pada kita."ucap Anton pada putranya.


"Pa, tapi aku takut di tolak lagi." jawab Rico


Akhirnya, Anton dan Rico pergi ke Rumah Sakit menjenguk Mutia.


Sesampai di Rumah Sakit, Anton langsung mencari keberadaan Mutia di rawat.


"Rendra...!" panggil Anton


"Kakek..!" Rendra langsung memeluk Anton


"Cucuku, apa yang terjadi?" tanya Anton


"Mutia jatuh dan sampai sekarang belum sadar tapi alhamdulillah tidak ada yang perlu di khawatirkan." Rendra menjelaskan pada Anton kakeknya.


Rico datang mendekati Rendra lalu dia memeluknya.


"Rendra, papa ikut prihatin dengan cobaan yang menimpamu!"


"Terima kasih papa!" Rendra memeluk papa Rico.


Arini dan Romi yang melihat pemandangan itu, meneteskan air matanya.


"Mas, sekarang kebahagiaan Rendra sudah lengkap!" Arini tersenyum menatap suaminya.


"Andai kamu tidak menikah denganku, kamu akan lebih bahagia dengan mereka." ucap Romi

__ADS_1


"Mas, aku sudah memilihmu menjadi pendampingku, jadi sekarang aku sudah bahagia." Arini memeluk suaminya.


Romi sangat bahagia mendengar ungkapan hati Arini, dia merasa sangat beruntung mendapatkan cinta Arini.


Arini mendekati Rico dan kemudian dia minta maaf karena tidak bisa kembali seperti dulu.


"Mas Rico_!" panggil Arini


"Arini_!" Rico menoleh ke arah Arini


"Makasih ya, Mas! Kamu mau menerima mereka menjadi keluargamu!"


"Sama-sama meskipun aku tak lagi bisa memilikimi tapi aku bahagia mereka mau mengakuiku sebagai keluarganya!" Ungkap Rico


"Mas Rico, menikahlah! carilah wanita yang bisa menggantikan diriku dihatimu!" Arini memandang Rico


"Tapi masih begitu sulit, Ar!"


"Karena kamu belum pernah mencoba!" jawab Arini


"Benar sekali karena aku diliputi rasa bersalah setelah menyuruhmu menikah dengan Baskoro!"


"Sudahlah, yang penting sekarang kita sudah bisa bahagia meski tidak bersama!" jawab Arini


Arini meninggalkan Rico yang sedang bersama dengan Rendra. Arini tidak mau mengganggu kebersamaan seorang ayah dan anaknya yang baru saja dipertemukan.


Sedangkan Romi memandang mereka dengan tersenyum karena dia percaya dengan Arini. Dia akan menjaga hatinya untuknya.


Sementara itu, Aisyah menangis histeris saat mengetahui jika Mutia akan mengalami kelainan saat sadar nanti.


Dia akan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya.


"Dokter, sembuhkan anakku!" pinta Aisyah.


"Ibu yang tenang dan kami akan berusaha menyembuhkan anak anda."ucao Dokter Risa


"Tapi Dok, anak saya masih punya harapan sembuh bukan?" tanya Arini.


"Tenang dulu, kami akan tetap berusaha.!"


Aisyah memanggil Rendra dan memeluknya.


"Mas_!"


Rendra merasa di panggil oleh istrinya. Dia mendekat dan memeluk istrinya.


"Mas, Mutia...!"


"Kenapa dengan Mutia?" tanya Rendra penasaran.


"Mutia akan mengalami keterlambatan saat dia tumbuh nanti, tapi keyakinan Arini semakin kuat bahwa Mutia akan pulih."


"Apaaaaa?" jawab Rendra


"Benar sekali dia akan berbeda dengan anak-anak seusianya."


"Mas, doakan aku sehat dan kuat sehingga bisa merawat Mutia dan kembali sembuh seperti semula." ucap Aisyah.


"Tapi gimana aku bisa fokus merawat Mutia jika aku sendiri sekarang sedang berbadan dua?


TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR SEMOGA MENGHIBUR.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya untuk mendukung karyaku!!!


__ADS_2