
Melisa mendekati Rendra lalu memeluknya. Rico yang awalnya keras kepala ingin menikah dengan Melisa harus mengalah merelakan Melisa untuk putranya.
"Mas, aku bahagia akhirnya kita bisa menikah." Melisa memeluk Rendra.
"Aku juga bahagia karena kita akan menikah." jawab Rendra sembari mengelus kepala Melisa.
Diam-diam Antonius menghubungi Hadinata dan Arini untuk segera menyusul ke Singapura.
Setelah mengabari Hadinata tentang pernikahan Rendra dan Melisa kemudian mereka akan mengadakan pesta di negara ini. Rendra tidak ingin kembali ke Indonesia sebelum Mutia kembali sehat seperti dulu lagi.
Mungkin semua orang menilai Rendra itu jahat karena mengkhianati Aisyah dengan menikahi Melisa. Namun semua itu dia lakukan karena Rendra sangat mencintai Melisa.
"Rendra, persiapkan dirimu karena Hadinata dan Arini akan segera kesini!" perintah Antonius.
"Kakek menghubungi Kakek Hadinata dan mama Arini?" tanya Rendra
Rendra sangat kaget karena Hadinata dan Arini akan segera kesini. Padahal Rendra ingin menyembunyikan pernikahannya dengan Melisa.
Mungkin Rendra egois tapi semua ia lakukan karena cinta buta pada Melisa.
Pernikahan akan diadakan dua hari lagi karena nanti Hadinata dan Arini akan segera sampai ke sini. Sesuatu yang diinginkan Kakek Hadinata untuk menikahkan Rendra dengan Melisa.
Antonius mengajak Rendra untuk berbicara empat mata dengannya. Dia hanya ingin memberikan keyakinan pada cucunya untuk tidak terpengaruh apapun yang membuat pernikahannya dengan Melisa gagal.
"Rendra, kamu harus menikah dengan Melisa karena dia adalah wanita yang baik dan pintar." ucap Antonius."
"Saya akan menikahi Melisa dengan atau tanpa persetujuan Mama Arini dan Kakek Hadinata."ucap Rendra
"Bagus, papa sangat mendukung keputusanmu!" Rico mendukung Rendra
"Papa, terima kasih sudah membawa Melisa ke sini! karena, tanpa papa semua tidak akan terjadi termasuk pernikahanku." ucap Rendra
Rico hanya mengangguk dan mengiyakan ucapan terima kasih dari putranya.
(Aku menyetujuimu karena aku ingin merebut kembali mamamu dari asisten sialan itu, untuk itu aku ingin Arini datang tanpa Romi.)" ucap Rico
Sesampai di rumah yang Rico tempati, Arini dan Hadinata disambut oleh Antonius dan Rico.
"Selamat datang Jaya Hadinata!" ucap Antonius
"Mana Rendra?" tanya Arini
Melihat mama dan kakeknya datang Rendra langsung berlari memeluknya. Dan dia lansung bersujud di kaki mamanya lalu memeluknya.
__ADS_1
"Mama, aku kangen sama mama!" Rendra memeluk mamanya erat.
"Mama juga kangen sama Rendra, sekarang kamu agak kurusan sayang!" Arini memeluk Rendra
Melisa datang menggendong Mutia. Melisa sangat kaget dengan kehadiran Hadinata dan Arini.
"Kami akan menikahkan kalian dua hari lagi tapi aku tidak mau pernikahan ini di publikasan."jawab Rico.
Sementara di Inonesia, Aisyah tengah menangis dl dalam kamarnya mengingat suami dan anak perempuannya yang sudah satu tahun tak pernah tahu bagaimana kabarnya. Selama setahun dia cuma di beri kabar dua kali.
Saat ini notifikasi muncul di handphone Aisyah.
📩*Mas Rendra : Aisyah sayang, maaf sudah lama gak memberi kabar, sekarang keadaan Mutia Semakin baik dan perkembangannya juga semakin cepat. Kini dia sudah bisa sedikit berbicara meskipun masih sedikit gagap.
Mas, kangen sama kamu tapi mas cuma minta doa restumu agar semua berjalan lancar.
Salam buat bayi mungil kita yang sampai sekarang aku tak ingin tahu namanya dan keadaannya tapi yang pasti keyakinanku bilang kalian baik-baik saja.
Doakan kami selalu sayang, dan kali ini aku berikan kami kesempatan untuk membalas pesanku. Suamimu tercinta.
📩Aisyah : Mas Rendra aku dan Billy baik-baik saja. Ingat nama itu di setiap sujudmu. Aku sangat merindukanmu dan aku juga ingin segera menyusul kesana jika usia Billy sudah semakin dewasa. Banyak kata yang ingin aku ungkapkan tapi takkan mungkin tersampaikan di sini. Besok jika kita ditakdirkan bertemu kenbali kita akan berbagi cerita. I Love You suamiku, I Love You anak sholehahku*.
Setelah membalas pesan dari Rendra, Aisyah meneteskan air matanya. Dia sangat rindu dengan suami dan anaknya. Namun dia tak mampu berbuat apapun karena keluarganya melarang menyusul Rendra. Alasan pertama karena kehamilannya dan yang kedua karena dia masih memiliki bayi.
"Non, silahkan makanannya!" Bi Sari meletakkan makanan di nakas samping tempat tidurnya.
"Terima kasih Bi!" ucap Aisyah.
"Non, boleh bibi bertanya?" tanya Sari
Aisyah mengangguk lalu dia memeluk Bi Sari dan menumpahkan semua kesedihannya pada pembantunya.
"Bi, aku kangen sama Mas Rendra dan Mutia! Hiks...hiks...!" Aisyah menangis.
"Sabar Non, Tuan Rendra sedang berjuang menyembuhkan Non Mutia! Banyaklah berdoa agar Non Mutia cepat kembali." Bi Sari menasehati majikannya.
Aisyah kini bagai burung yang tak diijinkan keluar dari sangkarnya. Aisyah seperti sedikit menyesal menikah dengan Rendra yang sudah menjadi kaya raya . Dia lebih menyukai Rendra saat dia tinggal di desa bersama Bu Siti.
"Bi, aku hanya bingung dengan mama Arini dan Kakek!" ucap Aisyah.
"Non, yang sabar semoga Allah memberikan yang terbaik buat keluarga Non Aisyah!" ucap Bi Sari
Bi Sari permisi keluar karena masih banyak yang harus dikerjakan.
__ADS_1
"Mas Rendra, kenapa aku ragu dengan kesetiaanmu!" ucap Melisa sambil menangis.
Sementara itu, Rendra sangat bahagia karena Kakek dan Mamanya menyetujui dan mendukung pernikahannya dengan Melisa.
"Ma, bagaimana keadaan Aisyah dan Billy?" tanya Rendra
"Mereka baik-baik saja hanya saja Aisyah sekarang terlihat murung dan berantakan." jawab Arini.
"Tapi mereka sehat kan?" tanya Rendra kembali
Arini hanya mengangguk dan tersenyum pada Rendra.
Rico memperhatikan Arini dari atas sampai bawah. Dia tersenyum seperti merencanakan sesuatu.
Arini juga merasa canggung jika tak sengaja dia melihat Rico yang memperhatikannya.
(Aku harus bisa mendapatkanmu besok malam setelah pernikahan Rendra dan Melisa!) batin Rico sambil tersenyum memandang ke arah Arini
Malam semakin larut, Arini tidak bisa tidur karena memikirkan suaminya yang sedang mengurus perusahaan keluarga Hadinata. Perusahaan yang bergerak dalam bidang Properti dan kapal pesiar terbesar se Asia. Kekayaan keluarga Hadinata takkan pernah habis tujuh turunan.
Romi yang hanya dari masyarakat biasa seperti punguk merindukan bulan. Bisa menikah dengan keluarga konglomerat. Namun sebenarnya Romi sangat tertekan karena selama setahun ini dia terforsir untuk mengurus perusahaan besar itu sendiri.
Arini sedang duduk di teras rumah mewah yang di tempati Rendra.
"Kamu belum tidur Ar!" sapa Rico sambil berjalan mendekat ke arah Arini.
"Eh Mas Rendra! belum ngantuk aku kepikiran sama Mas Romi!" jawab Arini.
"Dia pasti baik-baik saja, kamu tenang saja! Dan yang penting pikirkan dulu pernikahan anak kita Rendra!" ucap Rico
"Benar juga ya Mas, aku disini harus fokus sama Rendra dan Melisa.!"
Arini dan Rico ngobrol sampai tengah malam. Hingga sesuatu hampir terjadi sama mereka. Rico mendekati Arini dan dia hampir malakukan hal yang tidak mereka inginkan karena terbawa suasana.
"Ar, maaf...!" Rico memundurkan tubuhnya dan menjauh dari Arini
"Aku gak papa kok, padahal dulu kita sering melakukannya bukan?" jawab Arini.
"Aku tak ingin menyakitimu dan aku akan menjagamu jika kamu berada di dekatku!" jawab Rendra
Arini bukannya menolak dia justru menyandarkan kepalanya di dada bidang Rico. Dada yang dulu saat mereka masih kuliah menjadi tempat favorit Arini.
Terima kasih sudah mampi dan jangan lupa dukungannya.
__ADS_1
Like dan komentarnya ya kakak...HAPPY READING