Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Aisyah Bahagia


__ADS_3

Roy menarik kasar tangan Aisyah. Aisyah menangis meratapi nasibnya. Dia menyesal telah meninggalkan keluarga Hadinata. Meskipun dia menjadi yang kedua tapi mereka selalu memperlakukan dengan sangat baik.


"Aisyah, aku akan menikahimu tapi bukan sebagai istriku melainkan perawat buat ibuku!" Roy menegaskan pada Aisyah.


"Mas, aku tidak mau!" Aisyah menolak.


"Asal kamu tahu aku tidak pernah menyukaimu apalagi mencintaimu karena dihatiku hanya ada Melisa." Roy tersenyum miring pada Aisyah.


"Mas, kamu jahat!" Aisyah memukul lengan Roy.


Hati yang berharap akan dicintai dengan tulus dan menjadi satu-satunya kini tinggal kenangan. Penyesalan yang dirasakan Aisyah tidak akan mampu membawanya kembali ke dalam keluarga Hadinata.


Mobil yang dibawa oleh Rendra memasuki gerbang rumah yang cukup besar. Meskipun tidak sebesar rumah keluarga Hadinata tapi rumah orang tua Roy terbilang megah.


"Ayo turun!" Roy menyuruh Aisyah turun.


"Mas, aku takut!" Aisyah memegang lengan Roy.


Roy membiarkan Aisyah menggandeng lengan Roy. Dia akan berpura-pura mesra dihadapan mamanya. Dia tidak akan berlaku kasar pada Aisyah karena mamanya menginginkan seorang menantu bukan pembantu.


Roy membawa Aisyah masuk ke sebuah kamar di lantai satu. Kamar seorang wanita paruh baya yang terbaring lemah di sebuah ranjang.


Mata Aisyah terbelalak ketika dia melihat wanita itu. Wanita yang pernah menolong ibunya saat berada di rumah sakit. Wanita yang telah membantu biaya kuliahnya.


Aisyah mendekat untuk memastikan dugaannya benar.


"Nyonya Melinda...!" Aisyah langsung memeluknya.


"Aisyah, bagaimana keadaanmu?" dengan suara lemahnya Melinda memeluk Aisyah.


"Aku baik-baik saja tapi ibu sudah lama meninggal. hiks...hiks...!" Aisyah mengingat ibunya yang sudah meninggal.


Roy memandang mereka dengan tatapan penasaran dan heran. Awalnya ingin menyiksa Aisyah tapi ternyata dia adalah wanita kesayangan mamanya.


"Roy, sini!" Melinda memanggil Roy untuk mendekat.


Roy berjalan mendekati mamanya. Dia kemudian mencium tangan mamanya dan memeluknya.


"Ma, kok mama bisa seakrab ini sama Aisyah?" Roy bertanya penasaran.


"Roy, Aisyah ini wanita yang pernah menolong mama saat mama pingsan di pinggir jalan desa waktu itu." Melinda menjelaskan pada anaknya.


"Ma, Roy berjanji akan membalas kebaikan Aisyah!" Roy memandang Aisyah dengan tersenyum.


"Roy, menikahlah dengannya!" Melinda menatap Aisyah dan Roy bergantian.


"Nyonya, saya...saya...tidak pantas untuk Mas Roy!" Aisyah menolak

__ADS_1


"Kenapa Aisyah?" tanya Melinda penasaran.


"Mas Roy mengajak saya kemari untuk merawat ibunya dan saat aku tahu ibu Mas Roy adalah Nyonya dengan senang hati saya akan merawat Nyonya!" jawab Aisyah.


"Aisyah, tapi aku menginginkanmu menjadi menantuku!" Melinda memaksa.


"Tapi saya sudah memiliki anak di pernikahan saya yang pertama!" Aisyah jujur pada Melinda.


Terlihat raut kecewa di wajah Melinda. Dia seperti kehilangan harapan untuk menjadikan Aisyah menantunya.


"Aisyah bercerai dengan suaminya karena aku!" Jawab Roy.


"Maksud kamu?" tanya Melinda.


"Suami Aisyah menikah dengan Melisa dan dia tidak dianggap oleh suami dan keluarganya." Roy menceritakan kisah hidup Aisyah.


"Maksud kamu Melisa mantan istrimu?" tanya Melinda penasaran.


"Benar Ma, awalnya aku mendekati Aisyah karena ingin menghancurkan Rendra dan keluarganya tapi ternyata Aisyah wanita yang mama cari selama ini!" jawab Roy jujur.


"Lalu sekarang?" tanya Melinda.


Roy langsung jongkok di hadapan Aisyah. Dia melamar Aisyah di hadapan mamanya.


"Aisyah, maukah kamu menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku?" Roy mengungkapkan perasaannya.


"Mas, aku hanya ingin kejujuranmu untuk menikah denganku. Aku tidak ingin kamu menyesal telah menikahi wanita sepertiku!" ucap Aisyah.


"Aisyah, aku berjanji dihadapan mama akan membahagiakanmu! Lupakan kata-kataku tadi karena aku tidak tahu kamu wanita yang selalu mama ceritakan!" Roy memeluk Aisyah.


Tak terasa bulir bening menetes membasahi kedua pipi Aisyah. Roy kini benar-benar menerima Aisyah tanpa adanya dendam.


"Lalu Melisa?" tanya Aisyah tiba-tiba.


"Aku akan tetap membalas sakit hatiku padanya dengan cara lain!" Roy mengenggam tangan Aisyah.


Melinda tersenyum bahagia melihat anaknya tersenyum bahagia. Kini dia mau menikah dengan cinta tanpa dendam.


Melinda berdoa semoga pernikahan mereka bahagia.


"Roy, Aisyah, sini peluk mama!" Melinda merentangkan kedua tangannya.


Roy dan Aisyah mendekati Melinda dan memeluknya.


"Semoga kalian berdua bahagia! Lupakan masa lalu kalian dan berbahagialah!" Melinda mendoakan Roy dan Aisyah.


Roy pamit pada mamanya ingin mengantar Aisyah ke kamarnya.

__ADS_1


Kamar tamu yang letaknya di lantai dua. Mereka akan tinggal di dalam kamar yang berbeda sebelum mereka menikah.


Roy membawakan koper Aisyah menuju lantai dua.


Setelah sampai di kamar Aisyah, Roy membuka pintu kamar dan tersenyum pada Aisyah.


"Mas, terima kasih!" Aisyah memandang Roy dengan tersenyum.


Roy bukannya membalas ungkapan terima kasih pada Aisyah tapi dia justru mendekati Aisyah mencium pipinya.


"Mas...!" Aisyah merasakan sesuatu yang berbeda saat Roy mencium pipinya.


Roy langsung mengenggam kedua tangan Aisyah dan menciumnya. Roy berjanji akan mencintai dan menjaga Aisyah.


"Sayang, aku berjanji akan menjaga dan mencintaimu dengan tulus!" Roy mencium tangan Aisyah.


Aisyah mendekati Roy dan memeluknya.


Saat Roy membalikkan badannya hendak keluar dari kamar Aisyah, tangannya ditarik oleh Aisyah.


"Kenapa? kamu ingin aku tidur disini? "Roy menggoda Aisyah.


"Mas, aku masih ingin bersamamu!" ucap Aisyah.


"Bersihkan dirimu dulu, dandan yang cantik baru kita berduaan!" bisik Roy ditelinga Aisyah.


Aisyah tersipu malu dan dia kemudian mengangguk. Roy keluar dari ruangannya dan dia akan menjenguk adiknya yang dikurung oleh mamanya diruang bawah tanah karena mengalami depresi.


Saat berada di ruangan itu, Roy meneteskan air matanya. Adik satu-satunya harus mengalami guncangan jiwa karena mamanya telah memisahkan dengan suami dan anaknya.


"Dek, kakak datang!" Roy mendekati Melani.


"Kakak...!" Melani memeluk Roy dan dia menangis menatap Roy yang datang hanya seorang diri.


Melanie wanita yang sangat cantik yang mengalami deperesi saat sang Mama tidak menyetujui pernikahannya dengan lelaki yang merupakan keturunan lelaki mantan kekasihnya.


Dia membenci suami dan anak Melani karena mengetahui suaminya berasal dari keluarga mantan kekasihnya. Suami Melani anak dari wanita yang sangat dia benci.


"Kak, dimana anakku?" tanya Melani sambil menangis


"Dek, kakak belum menemukan mereka dan kaka berjanji suatu saat akan membawa mereka kembali!" Roy memeluk adiknya.


Tiba-tiba Melani menangis dan dia berteriak keras. Dia memanggil nama suami dan anaknya. Kemudian dia memukul Roy dengan tangannya.


Roy berusaha menenangkan adiknya. Dia memeluknya penuh cinta. Dia berjanji akan mencari keberadaan suami dan anak Melani. Dia akan melakukan apapun demi kebahagiaan adiknya.


Roy pergi meninggalkan ruang bawah tanah dengan perasaan sedih. Hatinya sakit melihat adik yang sangat dia cintai harus menderita.

__ADS_1


"Aku harus mencari keberadaan mereka dan membawanya kemari." Roy berjanji pada dirinya sendiri.


__ADS_2