
Rosa menatap tajam ke arah Rendra. Sepertinya dia sangat membenci Rendra semenjak dia menikahi Melisa namun tidak minta restu darinya.
"Maaf mama Rosa, sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?" tanya Rendra.
"Apa kamu sudah tidak punya sopan santun sehingga kamu tidak mempersilahkanku duduk?" Rosa balik bertanya.
"Silahkan duduk!" perintah Rendra
"Rendra, aku kecewa sama kamu dan Melisa!" ucap Rosa.
"Maafkan kami karena kami menikah tanpa menemui mama terlebih dahulu." Rendra menyadari kesalahannya pada Rosa.
"Kalian sudah tidak menganggap mama lagi, kalian keterlaluan!" Rosa menuding ke arah Rendra.
"Ma, Rendra bisa jelaskan!" Rendra mendekati Rosa.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan, Melisa juga mulai membangkang pada mama." Rosa sangat marah.
Rendra mengalah, dia hanya diam karena memang dia bersalah. Rendra dan Melisa tidak menemui Rosa sebelum menikah karena pernikahan mereka dilangsungkan dj Singapura saat Rendra sedang melakukan pengobatan buat almarhumah Mutia.
Rosa mengetahui berita pernikahan Rendra dan Melisa dari Rico karena kebetulan Rico adalah parthner bisnis Darmawan Group.
"Ma, dari mana mama tahu aku dan Melisa menikah?" tanya Rendra penasaran.
"Tidak perlu kamu tahu yang jelas mama kecewa sama kalian berdua." ucap Rosa.
"Ma, mama tidak tahu betapa sulitnya aku saat itu, saat berjuang demi anakku Mutia. Di saat aku terpuruk, Melisa datang dengan Papa Rico diperkenalkan sebagai calon istrinya." Rendra menjelaskan.
"Setahu mama, Melisa mempunyai hubungan dengan Rico tapi saat aku tanya Rico hanya membalas dengan senyumnya." jawab Rosa.
"Ma, maafkan Rendra!" Rendra mengulurkan tangannya pada Rosa.
Rosa akhirnya tersenyum dan dia memeluk menantunya.
"Aku memaafkanmu dan sekarang bagaimana kabar anak dan cucuku?" tanya Rosa.
"Mereka baik-baik saja dan sekarang Melisa sedang hamil." Rendra memberi tahu Rosa kehamilan Melisa.
"Melisa hamil?" Rosa terlihat sangat bahagia dan dia kemudian memeluk Rendra kembali.
"Mama rindu dengan mereka?" tanya Rendra.
__ADS_1
"Aku sangat merindukan mereka tapi aku tidak mau Tuan Hadinata mengusirku kembali seperti saat itu.
"Kakek tidak akan mengusir mama lagi karena beliau sudah memaafkan semua kesalahan mama!" ucap Rendra.
Wajah Rosa terlihat sangat bahagia. Dia tidak menyangka Rendra akan menerima Melisa kembali setelah dulu perlakuan mereka berdua sangat kejam.
"Rendra, lalu bagaimana dengan istrimu?" tanya Rosa penasaran.
"Maksud mama Aisyah?"
"Benar, apakah dia menerima pernikahan kalian?" tanya Rosa.
Rendra menceritakan kejadian yang sebenarnya sebelum dia menikahi Melisa.
Rosa memahami alasan Rendra tapi Rosa khawatir jika suatu saat Aisyah akan membalas dendam atas sakit hatinya.
"Rendra, tapi kamu harus bersikap adil pada kedua istrimu karena seorang istri yang dimadu tidak akan mungkin ikhlas menerima madunya." Rosa menjelaskan.
"Mama benar karena sekarang ini hubunganku dengan Aisyah sedang tidak baik-baik saja. Aisyah merasa aku telah membohonginya dan mengkhianatinya padahal sejak berpisah dengan Melisa perasaanku tetap sama untuknya." jawab Rendra.
"Maafkan mama, dulu mama yang meminta Rosa mengkhianatimu padahal dia juga sudah tertarik padamu sejak dulu!" Rosa meminta maaf pada Rendra.
Rosa meminta ijin untuk pamit pulang terlebih dahulu karena dia masih harua ke kantor. Rosa berjanji jika nanti sore setelah pulang dari kantor akan mengunjungi Melisa dan cucunya.
Rendra akan segera mempersiapkan meeting dengan Klien dari Jepang. Dia akan membahas pembangunan apartemen mewah dan terbesar di Asia.
Hadinata Group akan bekerja sama dengan Jia Yin Company membangun apartemen mewah di kota Tokyo.
Setelah mencapai kesepakatan kedua belah pihak, maka pembangunan akan segera dimulai awal bulan.
Romi yang sangat kagum dengan Rendra mengucapkan selamat karena telah berhasil bekerja sama dengan perusahaan Jepang yang terbilang sebagai perusahaan besar di Asia.
Jia Yin Company yang dijuluki sebagai Macan Asia adalah perusahaan yang sangat besar yang mempunyai pengaruh besar di dunia bisnis di Asia. Banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengannya tapi tidak sembarang perusahaan yang bisa mendapatkan kepercayaan untuk bekerja sama.
"Rendra, selamat! kamu memang benar-benar bisa diandalkan dan kamu memang seorang Pewaris keluarga Hadinata." Romi memeluk Rendra.
"Terima kasih, semua ini juga berkat papa!" jawab Rendra.
"Kita harus merayakan semua ini!" Romi mengajak Rendra merayakan kemenangannya.
"Rendra tidak setuju, papa!" jawab Rendra.
__ADS_1
"Ayolah Ren, sekali saja kamu nikmati kemenanganmu!" rayu Romi.
Rendra akhirnya menyetujui keinginan papanya. Malam ini, dia akan pergi ke klub malam yang selama hidupnya belum pernah ia datangi.
"Rendra setuju!" Rendra akhirnya mengangguk.
Setelah seharian berkutat dengan pekerjaan kantor, akhirnya jam pulang tiba. Sesuai rencana Romi dan Rendra akan mengunjungi klub malam di De Night Cafe. Cafe yang sangat terkenal dengan hiburan malam.
Rendra tidak menyangka jika akhirnya dia masuk ke dunia malam yang tidak pernah dia bayangkan.
Romi, dulu sering nongkrong disini jika hatinya sedang kacau. Dia habiskan banyak uang untuk menghibur dirinya termasuk menyewa wanita malam untuk menemaninya.
Romi meminum banyak dan akhirnya dia kehilangan kontrol kesadarannya. Seorang wanita malam mendekati Romi dan merayunya. Romi mangajak wanita itu untuk masuk ke dalam sebuah kamar namun Rendra yang masih bisa mengontrol dirinya, melihat Romi membawa seorang wanita merasa marah. Dia kemudian mendobrak pintu yang dimasuki oleh Romi dan wanita malam itu.
Rendra langsung menyeret Romi keluar dan memukulnya. Rendra kemudian menelpon Budi dan anak buahnya untuk menjemput Romi karena dia tidak sudi satu mobil denga seorang pemabuk dan pengkhianat.
"Dasar pengkhianat...aku tidak suka kamu memperlakukan mamaku seperti itu!" ucap Rendra.
"Rendra...asal kami tahu cintaku untuk mamamu itu palsu, karena cinta sejatiku hanya untuk Ayasha!" Romi mengucap tanpa sadar.
"Dasar pengkhianat!" Rendra memukul Romi hingga babak belur.
"Heh anak kurang ajar, jagan mulutmu!" Romi terus menghujat Rendra.
"Kamu yang kurang ajar, ternyata mamaku salah memilihmu!" Rendra menuding ke arah Romi.
Rendra nail pitam dia memukul Romi hingga babak belur. Hatinya hancur saat mengetahui kenyataan bahwa asisten setia keluarga Hadinata yang kini menjadi suami dari papanya telah berkhianat.
Rendra tidak akan terima dengan perlakuan Romi, dia akan membuat Romi hidup menderita.
"Romi, kamu belum tahu berhadapan dengan siapa hah?" Rendra memegang krah baju Romi.
"Aku tahu hanya anak bau kencur sepertimu akan mudah aku kelabuhi...!" Romi tertawa mengejek.
Rendra kembali mendekati Romi dan memukulnya. Romi lemas dan kemudian dia pingsan.
Budi dan anak buahnya membawa Romi dan memasukkan ke dalam bagasi mobil. Rendra menyuruh Budi untuk membawa Romi di ruang bawah tanah. Romi harus menerima hukuman atas perbuatannya.
Sebelum dia mau mengakui di hadapan Arini, Rendra tidak akan melepaskannya.
HAPPY READING!!!!
__ADS_1