
Arini yang melihat Melisa membawa koper, berusaha mencegahnya namun Melisa tidak peduli. Dia pamit pada Arini lalu keluar dari Mansion Hadinata.
"Melisa, kamu mau kemana?" tanya Arini.
"Ma, maafin Melisa jika selama ini ada salah!" Melisa memeluk Arini dan membisikkan sesuatu.
"Aku akan doakan yang terbaik untuk kalian." Arini tersenyum pada Melisa.
Arini menatap tajam ke arah Aisyah karena dia tidak suka caranya protes pada Melisa.
Melisa pergi dengan membawa mobilnya. Mobil mewah hadiah kakek Hadinata untuk pernikahannya.
"Aisyah, aku minta jaga ucapanmu!" Arini menatap tajam ke arah Aisyah.
"Mama, aku hanya cemburu dengan Mbak Melisa. Tadi aku melihat Mas Rendra mengantar Mbak Melisa pulang dan mereka berciuman." Aisyah mencoba menjelaskan alasannya menghina Melisa.
"Aisyah asal kamu tahu mereka sudah_!" belum sempat melanjutkan Hadinata datang mencari Melisa.
"Arini, mana Melisa?" tanya Hadinata.
"Melisa pergi dari rumah ini karena dia!" Arini menuding ke arah Aisyah.
Hadinata memandang Aisyah dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Aisyah, apa yang terjadi?" tanya Hadinata pada Aisyah.
"Aaaku...!" Aisyah ketakutan ketika Hadinata menatapnya.
Aisyah langsung meninggalkan Arini dan Hadinata menuju kamarnya. Dia menangis seolah keadilan tak berpihak padanya. Aisyah sangat sedih, dia berusaha bersabar dan menerima Rendra apa adanya. Dia tulus mencintai Rendra meskipun mereka berbeda. Tapi dia punya cinta tulus pada suaminya.
Di sebuah rumah baru nan megah itu, Melisa sudah menunggu Rendra pulang. Dia sengaja memasak makanan kesukaan Rendra.
Saat sedang memasak, tiba-tiba Rendra datang dan memeluknya dari belakang.
"Sayang, lagi ngapain?" tanya Rendra sembari menciumi leher istrinya.
"Geli, Mas!" Arini membalikkan badannya
Rendra kemudian mencium bibir Arini dan **********.
Setelah beberapa detik, Arini merasa kehabisan nafas. Arini menarik bibirnya.
"Mas, mandi dulu lalu makan malam setelah itu baru lanjut!" perintah Arini sambil mendorong tubuh Rendra.
Rendra akhirnya menuruti Melisa, dia menuju kamar mandi kemudian membersihkan diri.
Melisa menyiapkan makanan di meja makan. Dia menggunakam pakaian yang sangat sexy.
Rendra yang sudah selesai mandi langsung turun untuk makan malam. Pandangan Rendra hanya tertuju pada kain tipis yang digunakan Melisa.
"Sayang!" Rendra memeluk Melisa kemudian mencium tengkuk lehernya.
__ADS_1
"Mas, makan dulu yuk!" ajak Melisa.
Akhirnya Rendra dengan susah payah mengendalikan keinginannya. Mereka berdua menikmati makan malam dengan penuh kebahagiaan.
"Sayang, masakanmu enak sekali." puji Rendra.
"Gurunya Mbah Geogle!" Melisa tersenyum malu.
Melisa sangat bahagia melihat suaminya memakan masakannya dengan sangat lahap.
Setelah selesai makan malam, Melisa merapikan sisa makanan dan menaruhnya di dalam kulkas. Dia hendak membersihkan piring bekas makan namun Rendra langsung membopongnya naik ke lantai dua.
Mereka menikmati malam panas di rumah baru. Malam yang mungkin bisa mendesah keras tanpa ada rasa takut orang lain mendengarnya.
"Mas, aku lebih nyaman kita seperti ini."ucap Melisa.
"Aku juga sayang, hanya saja aku masih ada tanggung jawab sama Aisyah dan anak-anak!" jawab Rendra.
"Mas, gimana kalau Albert kita ajak ke sini?" tanya Melisa.
"Sayang, nanti Aisyah akan curiga dan untuk saat ini kita tidak boleh mengumbar hubungan kita dihadapan Aisyah." jawab Rendra.
Melisa mengerti dan dia hanya menurut pada Rendra.
Mereka akhirnya memulai permainan panas kembali hingga 3 ronde.
Rendra sangat puas dengan Melisa karena dia benar-benar luar biasa.
"Mas, bangun! ini sudah jam 11.00. Melisa menggoyangkan tubuh Rendra yang masih tertidur pulas.
Rendra bukannya bangun dia malah menarik kembali tubuh istrinya dan kembali meminta dilayani.
"Sayang, sekali lagi ya?" pinta Rendra
"Tapi ini sudah siang." jawab Melisa.
"Tapi lihatlah adekku sudah bangun lagi!" Rendra menunjuk juniornya yang sudah berdiri.
Akhirnya Melisa menuruti keinginan Rendra. Mereka kembali bermain panas diranjang di siang bolong.
Rendra sekarang benar-benar sudah berubah. Dulu saat dia masih menjadi orang miskin, hatinya sangat mulia, rajin ibadah tapi semenjak dia menjadi kaya semua hanya tinggal kenangan.
Istri tak puas hanya satu dan dia tetap tidak mau dikalahkan.
Sementara di Mansion Hadinata, Aisyah mengamuk mencari suaminya yang sejak semalam tidak pulang. Dia melempar semua barang-barang di kamarnya. Arini dan Romi masuk ke dalam kamar Aisyah.
"Aisyah...apa yang kamu lakukan?" tanya Arini.
"Ma, Mas Rendra kemana? Kenapa tadi malam tidak pulang? Apakah dia menyusul Melisa?" Aisyah menangis kemudian memeluk Arini.
"Aisyah, Rendra kemaren bilang sama Mama kalau dia ada perjalanan bisnis ke luar kota." Arini menjelaskan.
__ADS_1
"Tapi kenapa Mas Rendra perginya bisa bareng sama Melisa?"tanya Aisyah.
" Aisyah, kamu ini keras kepala banget! Kamu gak kasihan sama kami yang tiao hari mikirin kamu yang ngamuk hah! harusnya kamu sadar kalau Melisa selama ini yang merawat kamu!" Romi membentak Aisyah.
"Mas_!" Arini kaget karena suaminya bisa bicara keras dengan Aisyah.
"Ma, dia gak boleh terlalu di manja, ujung-ujungnya dia akan semakin melonjak." ucap Romi.
Arini sangat kaget dengan perilaku suaminya yang tiba-tiba kasar. Dia tak menyangka suaminya bisa berubah kasar seperti itu. Arini kemudian keluar dari kamar Aisyah dengan wajah kecewa.
Dia masuk ke dalam kamarnya dan menangis. Sedangkan Romi menyusul Arini ke dalam kamarnya.
Romi berjongkok di depan Arini yang sedang duduk di tepi ranjang. Dia memegang kedua tangan Arini dan meminta maaf.
"Sayang, aku minta maaf tapi aku terbawa emosi!" Romi mencium tangan Arini.
Arini tak menjawab, dia hanya diam karena hatinya sangat kecewa. Dia sangat trauma dengan bentakan. Karena saat dia menikah dengan Baskoro hanya bentakan dan hinaan yang ia dapatkan. Karena Baskoro tau jika anak yang dikandung Arini bukan anaknya.
Dengan segala rayuan yang dikeluarkan oleh Romi, akhirnya Arini bisa kembali tersenyum meskipun dengan terpaksa.
Arini memeluk suaminya dan menangis.
"Mas, jangan seperti itu lagi ya!" pinta Arini
"Sayang, aku janji tidak akan mengulangi lagi. Maafkan aku ya!" ucap Rendra.
Romi kembali ke mansion hanya untuk mengambil berkas yang ketinggalan dan makan siang. Namun dia mendengar Aisyah sedang mengamuk.
"Sayang, aku kembali ke kantor dulu ya!" Romi mencium kening istrinya.
Setelah suaminya pergi, Arini mengambil handphone untuk menghubungi Rendra.
Yang mengetahui keberadaan Rendra dan Melisa hanya Arini dan Hadinata.
Tut...Tut...Panggilan Arinu untuk Renda belum di jawab.
"Sayang, ayo angkat!" Arini menunggu Rendra mengangkat telepon.
📞 Rendra : " Halo Mama!" jawab Rendra di seberang telepon.
📞Arini : " Halo sayang, lagi ngapain?" tanya Arini dari seberang telepon.
📞Rendra : " Rendra lagi berdua sama Melisa." jawab Rendra dengan santainya.
📞Arini : " Tadi Aisyah ngamuk lagi dan_!" belum sempat melanjutkan kata-katanya Arini menyadari jika ada orang yang melihat dan mendengar percakapan mereka.
Dia menatap tajam ke arah Arini. Telepon langsung di tutup dan dia kemudian menghampiri orang itu.
HAPPY READING KAKAK
Jangan lupa like dan komentarnya untuk mendukung karyaku.
__ADS_1