Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Dia Anakku


__ADS_3

Semenjak Aisyah kembali ke Indonesia, Aku kembali fokus dengan kuliahku. Aku sering menghubungi Aisyah meskipun hanya sekedar kirim chat dan video call.


Rencanaku akan pulang seminggu lagi saat liburan akhir tahun nanti.


Malam itu, aku sedang duduk santai di depan rumahku tiba- tiba ada seorang wanita yang berjalan sambil menangis.


Aku mencoba mendekati karena melihat fisiknya sepertinya dari Indonesia. Benar saja saat aku tanya dia berasal dari Indonesia.


Aku mengajak wanita itu untuk sekedar duduk di teras rumahku.


"Maaf boleh bertanya siapa namamu?" Aku beranikan diri bertanya karena kami dari negara yang sama.


"Namaku Ayasha panggilnsaja Aya, aku berasal dari Jakarta." Jawabnya.


Dia bernama Ayasha yang asalnya dari Jakarta. Disini dia kuliah dan sudah selesai dan akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.


Namun, dia kini sedang berbadan dua karena telah melakukan dosa dengan kekasihnya. Dan dia menangis karena kekasihnya tidak mau bertanggung jawab dengan kehamilannya.


"Kekasihmu orang Indonesia?"


"Benar dia dari Indonesia namun dia lari dan sudah pulang ke negaranya setelah wisuda kemaren." Jawabnya sambil menangis.


"Kamu tinggal dimana? "


Akhirnya dia menyebutkan apartemen tempatnya tinggal dan aku akan mengantarnya.


Aku menyiapkan mobilku lalu aku mengantar Ayasha ke apartemennya. Jarak dari rumahku tidak terlali jauh jadi aku cepat sampai di apartemen Ayasha.


Sesampai di apartemen aku langsung kembali ke rumahku dan tak lupa kami bertukar nomor telepon.


Sesampai di apartemen Ayasha mengabari aku kalau besok pagi dia akan kembali ke Indonesia. Sedangkan aku akan kembali seminggu lagi menunggu pengumuman dari kampusku.


(Aisyah, aku harus mengabari Aisyah kalau seminggu lagi aku akan kembali. Aku memendam rindu setelah 6 bulan tidak bertemu) batinku.


Hari berganti hari akhirnya liburanku sudah tiba dan kini aku berada di Bandara akan terbang ke Indonesia dengan pesawat Jet pribadi milik keluargaku.


Setelah mendarat di Indoneisa aku sudah di jemput Pak Romi di Bandara.


"Tuan, silahkan masuk!" Pak Romi membukakan aku pintu mobil.


Kami melaju menuju Mansion Hadinata. Kedatanganku sudah ditunggu oleh Ibu , Mama Arini dan Kakek Hadinata.


Aku menyalami dan memeluk mereka satu persatu.


"Sayang, bagaimana kabarmu?" Mama Arini memelukku berulangkali.


"Alhamdulillah sehat, Mama bagaimana sehat juga kan?" tanyaku dan kemudian aku berpindah memeluk Kakek Hadinata dan ibuku.


"Cucuku kamu sehat kan?" Kakek memelukku.


Aku mengangguk dan kemudian aku memeluk Ibuku. Beliau menangis dan menciumiku berulangkali.


"Rendra, Ibu kangen sekali sama kamu!" Ibu menangis karena Ibu tidak pernah berpisah denganku dalam waktu yang lama.

__ADS_1


"Ibu, Rendra baik-baik saja." Aku tersenyum pada beliau.


Mungkin ada rasa cemburu di wajah Mama Arini karena aku masih terlalu dekat dengan Ibuku. Namun aku kembali memelu Mama Arini.


"Sayang, kita makan bersama! " Mama mengajak kami makan bersama.


Saat di meja makan kami bercerita banyak hal yang membuat kami tertawa bahagia.


"Sayang, gimana sudah dapat pacar belum? " Mama Arini menggodaku.


"Rendra ke Inggris mau belajar bukan mencari pacar." seluruh isi ruangan tertawa mendengar kejujuranku.


"Bener nih gak punya pacar? nanti kalau hilang gimana?" Mama Arini kembali menyindirku.


Semua yang ada di sana tertawa dengan penuh kebahagiaan.


"Ma, gimana kabar Melisa?"


"Dia sudah melahirkan anak laki-laki." Mamaku menjawab ketus.


"Dia melahirkan seorang anak laki-laki yang mirip denganmu!." Kakek menjelaskan kepadaku.


"Alhamdulillah berarti memang dia anak Rendra Kek." jawabku.


"Kakek kebetulan aku kurang satu semester sudah lulus dan kemungkinan aku akan melamar kekasihku saat liburan ini."


"Rendra kamu serius?"


"Iya Ma, nanti kalau dia setuju aku akan segera melamarnya."


"Dia Aisyah Kek, gadis masa kecilku."


"Hah Rendra, kapan kamu ketemu Ais?" Ibu bingung karena setahu ibu Ais masih berada di desa.


"Saat Ais di tugaskan perusahaan tempatnya bekerja ke Inggris."


"Dan kalian sudah pacaran?" Mamaku bertanya padaku dengan tersenyum bahagia.


( Akhirnya apa yang aku inginkan terkabul, Mama yakin Aisyah gadis yang baik dan sholehah.) batin mama Arini.


Setelah selesai makan siang aku ke kamarku untuk membersihkan diri lalu aku sudah janji mau menemui Aisyah.


Mama Arini masuk ke kamarku dan menemuiku.


"Sayang, dah ganteng mau kemana?"


"Rendra mau menemui Aisyah di tempatnya bekerja."


Aisyah bekerja di perusahaan Hadinata Company.


"Ma, aku baru tahu kalau Aisyah kemaren datang karena perintah dari Kakek ke kantor cabang di Inggris.


Setelah selesai berdandan aku berpamitan pada mama untuk ke kantor menemui Aisyah. Aku akan mengajak Aisyah jalan- jalan dan makan.

__ADS_1


Setelah masuk ke kantor Kakek awalnya aku tidak diijinkan masuk karena mereka tidak pernah tahu aku adalah anak Mama Arini. Aku menunjukkan kartu yang pernah dikasih Mama Arini. Kartu yang bertuliskan Hadinata Family.


Aku langsung menemui Aisyah di ruangannya.


Kami melepas kangen sejenak lalu kami akan segera keluar karena jam kantor sudah selesai.


Aku mengajak Aisyah jalan- jalan ke Mall.


Saat kami berjalan tiba-tiba aku menabrak seseorang dan saat aku amati ternyata Ayasha.


"Ayasha!"


"Mas Rendra!"


Aisyah menatap kami tidak suka akhirnya dia memilih menyingkir takut mengangguku. Namun sebelum dia pergi menjauh aku menggenggam tangannya hingga di kesulitan untuk kabur.


"Sayang, kamu cemburu." Aku mencubit hidungnya.


Aisyah hanya menggeleng dan aku pun berhati- hati terhadap masalah seperti ini.


"Mbak Aisyah, aku hamil anak mas Rendra!" Ayasha mengaku bahwa anak yang di kandungnya adalah anakku.


"Apa? Kamu hamil anak Rendra."


"Hah...apa benar Mas? " Melisa menangis dan dia kecewa telah dibohongi.


"Sayang, itu bukan anakku." akupun mencekal lengan Ayasha karena telah memfitnahku.


"Mas Rendra, kamu lupa!"


"Ayasha aku tidak melakukannya bahkan kenal denganmu baru saja seminggu yang lalu."


"Jadi kalian sempat ketemu di sana?"


(Mas kamu jahat aku sudah mempercayaimu tapi kamu malah mengkhianatiku yang sudah rela menunggumu.)batin Aisyah.


Akhinya Aisyah pergi dari restoran itu meninggalkan mereka berdua. Namun aku tidak tinggal diam, aku langsung membuntuti Aisyah yang sudah menghilang.


Aku menemukan Aisyah duduk di tepi kolam di taman tengah kota. Aku mendekati Aisyah lalu aku mencoba berbicara dengan lembut.


"Ais, kamu percaya aku kan?" Aku mencoba menggenggam tangan Aisyah namun langsung ditarik.


"Mas, kamu jahat! Ternyata aku salah telah menjaga namamu dihatiku." Aisyah menangis.


"Ais, mas tidak melakukan apapun dan aku siap melakukan apapun untuk membuktikan bahwa aku tidak menyentuhnya." Aku mencoba menjelaskan pada Aisyah.


"Baik, buktikan dan ingat jangan temui aku jika semua itu belum terbukti." Aisyah pergi meninggalkanku.


HAPPY READING!!


Bagaimana dengan nasib hubungan Rendra dan Aisyah?


Yuk ikuti terus novelku dan jangan lupa like dan komentarnya!

__ADS_1


Salam dari Jogja Istimewa


__ADS_2