Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Akan Kembali


__ADS_3

Melisa bingung dia akan jujur apa tidak dengan mantan suaminya.


"Maaf mas aku tidak bisa memberi tahumu karena aku sekarang tahu diri wanita yang tak pantas untuk dicintai." Melisa menudurkan kakinya menjauhi Rendra.


"Melisa, aku berjanji tidak akan menganggumu jika lelaki itu bukan aku!" Rendra kembalk mendekati Melisa.


"Tapi sayangnya lelaki itu kamu!" Melisa jujur


Rendra sangat bahagia ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Melisa, aku juga mencintaimu!" Rendra mengungkapkan perasaannya pada Melisa.


"Tidak, kita harus menghindari perasaan ini! ada Aisyah yang lebih membutuhkanmh dan sekarang dia mengandung anakmu!" Melisa menolak Rendra dengan alasan Aisyah.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa tapi aku mohon terima ini!" Rendra memberikan paper bag yang dibelinya khusus untuk Melisa.


"Apa ini mas?" Melisa menerima hadiah dari Rendra


"Bukalah dan pakailah semoga Allah memberimu kebahagiaan!"


Melisa meneteskan air matanya dan dia langsung memeluk Rendra.


"Mas, terimakasih atas semua kebaikanmu dan aku janji akan menjadi lebih baik. Andai aku bisa memutar waktu aku akan menjadi istri terbaik buatmu namun sekarang aku hanya mampu berdoa untukmu semoga kamu bahagia!" Melisa menangis di pelukan mantan suaminya.


"Sudahlah, semua sudah terjadi dan aku hanya berharap semoga kamu bisa menemukan penggantiku!" Rendra mendoakan Melisa.


Setelah Melisa menerima bingkisan itu dia langsung keluar dari ruang kerja Rendra. Melisa menuju kamarnya dan menangis sementara pelayan yang lain hanya menatap Melisa dengan penuh tanda tanya.


Bi Inah menyusul Melisa ke kamarnya. Dia tahu anak buahnya ini sedang mengalami masalah.


"Melisa, boleh saya masuk?" Bi Inah membuka pintu kamar Melisa


"Boleh Bu, silahkan!" Melisa mempersilahkan Bi Inah masuk ke dalam kamarnya.


"Boleh Ibu tanya, kenapa kamu menangis?"Bi Inah mendekati Melisa yang duduk di tepi kasurnya.


Namum bukannya menjawab tapi Melisa malah memeluk wanita paruh baya yang menjadi teman kerjanya. Melisa menangis sesenggukan dan dia akan menceritakan kisahnya dengan Rendra pada Bi Inah agar beban di pikirannya berkurang.


"Ibu, boleh aku cerita sesuatu?"


"Boleh cah ayu, Ibu siap mendengarnya!"


"Mas Rendra adalah mantan suami Melisa!"


"Astagfirullahaladzim! kamu serius? Makanya dari kemaren Tuan Rendra mencarimu."


"Tapi semua sudah lewat dan sekarang dia sudah bahagia dengan istri barunya." Melisa menunduk dan menangis


"Apa tuan Rendra tadi menyakitimu? atau dia menghinamu?" Bi Inah penasaran karena Melisa menangis


"Tidak, Mas Rendra justru menyatakan perasaannya padaku kalau dia masih sangat mencintaiku tapi aku tidak bisa...hiks...hiks...!"

__ADS_1


"Melisa, keputusanmu itu benar karena Tuan masih memiliki istri jadi kamu tidak pantas merusak kebahagiaannya!" Bi Inah kembali memeluk Melisa.


"Tapi antara aku dan mas Rendra ada ikatan yang sampai kapanpun tidak akan terputus!"


"Kalian mempunyai anak?" Bi Inah penasaran


Melisa mengangguk dan dia kembali memeluk Bi Inah.


"Bu, apa sebaiknya aku pergi dari sini?"


"Kamu mau kemana? ini bukan di Indonesia tapi di Inggris."Bi Inah melarang Melisa


"Tapi...!"


Rendra datang dan masuk ke kamar Melisa dan mendekati dua wanita itu.


"Tapi kenapa? kamu mau menjauhi aku? kamu mau membuatku memikirkan kamu?"Rendra tiba-tiba masuk ke kamar Melisa


"Tuan, saya permisi!" Bi Inah meninggalkan tuannya dan Melisa.


"Tuan kenapa anda masuk ke kamarku?"


"Aku hanya mau memastikan setelah pertemuan kita tadi kamu tidak akan lari dari aku tapi ternyata dugaanku benar kamu akan pergi manjauhiku!" Rendra mendekati Melisa.


"Tuan maaf!" Melisa menunduk


"Kamu panggil apa?" Rendra menatap tajam ke arah Melisa


Rendra semakin mendekat ke arah Melisa. Dia memandang Melisa dengan pandangan penuh cinta. Suasana semakin canggung dan tanpa aba-aba Rendra memegang dagu Melisa kemudian dia tautkan bibirnya dengan bibir Melisa. Rendra ******* bibir Melisa penuh nafsu sedangkan Melisa mencoba melawan namun tidak bisa dan akhirnya dia pasrah dan menikmatin ciuman dari sang mantan suaminya.


"Mas, kamu mau membunuhku? aku kehabisan nafas!" Melisa memundurkan tubuhnya hingga dia terpental di kasur yang ada di sampingnya. Dia tidak sengaja menarik lengan Rendra yang membuat Rendra ikut terjatuh dan menindih tubuh Melisa.


Pandangan mereka bertemu dan Rendra kembali mencium bibir cantik Melisa yang dulu pernah dia rasakan saat mereka masih pasangan suami istri.


Melisa mencoba berontak namun Rendra semakin memaksa dan ciuman itu tidak hanya di bibir kini ciuman itu turun ke bawah.


"Mas, istigfar!" Melisa mencoba melepas pegangan Rendra yang semakin kuat.


Dengan mengerahkan segala kekuatannya, Melisa mendorong tubuh Rendra hingga terpental. Rendra yang menyadari kesalahannya langsung meminta maaf pada Melisa dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


"Melisa, aku minta maaf!" Rendra langsung keluar dari kamar Melisa


Sementara Melisa menangis, dia sangat heran pada Rendra yang sekarang berubah.


(Mas Rendra, kamu bukan yang dulu kamu sudah berubah!) Melisa menangis


Sementara di kamar Rendra tampak gelisah akhirnya dia menelpon Aisyah untuk melepas segala pikirannya yang kacau.


Rendra : Assalamualaikum sayang!


Aisyah : Waalaikum salam sayang, lagi apa? kenapa baru telepon?

__ADS_1


Rendra : Sibuk ngurus daftar ulang jadi belum sempat ngabarin kamu?


Aisyah : Aku kangen banget sama kamu! Albert kemaren juga nanyain kamu?


Rendra : Sayang aku juga kangen, doakan aku lancar dan 6 bulan lagi aku pulang!


Aisyah : Berarti aku lahiran kamu sudah pulang ya mas?


Rendra : Insyaallah sayang, doakan lancar biar aku juga bisa pulang pas kamu lahiran


Rendra pamit pada istrinya dan dia kembali memikirkan Melisa yang hampir saja dia lecehkan.


Rendra membuang jauh pikiran itu dan kemudian dia akan fokus pada kuliahnya. Asalkan Melisa masih ada di mansionnya, dia akan semangat.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan kini tinggal menghitung hari Rendra akan lulus kuliah dan dia akan segera meniggalkan Inggris. Itu berarti Rendra akan meninggalkan Melisa disini.


Hari-hari dilalui Rendra dengan penuh kebahagiaan karena sertiap hari dia dilayani oleh Melisa. Hubungan mereka semakin baik namun hanya sebatas majikan dan pelayan. Meskipun Rendra selalu memberikan perhatian yang berbeda namun Melisa tidak menganggapnya.


"Melisa, Nanti aku akan kembali ke Indonesia karena Aisyah sudah mau melahirkan!" Rendra mendekati Melisa


"Alhamdulillah semoga kelahiran Aisyah lancar ya Mas! sehat ibu dan anak!" doa Melisa untuk Aisyah


"kamu tidak pingin ikut pulang?" tanya Rendra


Melisa menggeleng dan dia memandang Rendra dengan tersenyum.


"Mas, terimaksih untuk semuanya dan salam buat Albert!"


Rendra tersenyum dan kemudian memeluk Melisa.


"Melisa, kamu baik-baik disini dan aku janji akan bawa Albert kesini menemuimu!"


"Mas, jika hatiku sudah tenang aku akan kembali dan kamu tidak perlu membawa Albert kesini cukup jaga dia dan sayangi dia!"


"Tentu karena dia juga anakku!" Albert kembali memeluk Melisa


"Aku pamit!" Rendra meninggalkan Melisa yang berdiri diam di dalam kamarnya. Rendra juga pamit kepada pelayan lain di mansionnya. Tak lupa dia menitipkan Melisa pada Bi Inah dan dia harus lapor pada Rendra tentang Melisa.


Mobil hitam terparkir tidak jauh dari mansion Rendra. Dan saat melihat Rendra sudah keluar mansion, dia langsung melajukan mobilnya dan mengejarnya. Terjadilah kejar-mengejar dan akhirnya mobil itu menabrak mobil Rendra hingga terpelanting.


Brakkkk!" terjadilah tabrakan Rendra terpental keluar.


"Rendra, akhirnya kamu mati juga! ha...ha...ha..." Terdengar suara tertawa bahagia


Habis seneng terus mewek...eh tambah mewek!


Author gemes sama Rendra, padahal dia dulu baik, penurut eh sekarang jadi kaya gitu udah bucin mana gak setia lagi mentang-mentang tampan dan tajir melintir....hadeww Author jadi pusing malahan


Tapi semakin seru kan ya.....?


HAPPY READING GUYS!

__ADS_1


Jangan lupa goyang jempolnya kasih komentarntnya dan nanti kita kasih nganu...apa ya...ih nanti aja ah gak usah dibocorin


__ADS_2