
Roy akan membawa Reina ke sebuah hotel untuk menginap.
" Mas, kita menginap saja disini!" Reina mengajak Roy untuk menginap di hotel.
"Nanti suamimu bagaimana?"
" Suamiku sedang di luar kota dan aku bebas untuk dua hari ini." Reina tersenyum memandang lelaki di sampingnya.
" Oke kalau begitu kita menginap." Roy menjawabnya dengan bahagia.
( Aku akan mengabari Ayasha kalau aku sedang ke luar negeri karena ada urusan yang harus aku selesaikan.)Roy berfikir dalam batinnya.
Setelah sampai mereka langsung check in untuk dua hari. Reina sangat senang karena di mendapatkan hiburan di saat suaminya tidak ada di rumah.
Dua hari kemudian Aisyah sadar dari komanya. Pernikahannya dengan Rendra akan dilangsungkan di Rumah Sakit karena kondisi Aisyah belum memungkinkan untuk mengadakan pesta besar.
Aisyah masih harus menjalani beberapa pemeriksaan setelah dia mengalami koma selama 3 hari.
"Pak Rendra, alhamdulillah ibu Aisyah sudah melewati masa kritisnya dan kita tinggal menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya." Dokter memberi tahu keadaan Aisyah kepada Rendra.
"Dokter, lakukan yang terbaik untuk calon istri saya!"
"Jadi kalian belum menikah?"
"Belum Dokter dan rencana pernikahan akan kami langsungkan di Rumah Sakit ini hari ini."
"Baiklah semoga semua berjalan lancar Pak!" Dokter mendoakan Rendra dan Aisyah.
"Terimakasih doanya Dokter!"
Aisyah tersenyum bahagia melihat calon suaminya ada disampingnya.
"Mas Rendra, maafkan Ais yang hanya bisa merepotkan!" Aisyah tersenyum pada Rendra.
"Aisyah, kamu tidak bersalah justru kamu begini karena masa laluku." Rendra menggenggam tangan Aisyah.
Mereka hanya saling pandang lalu tersenyum. Mereka tak menyadari jika Arini melihat kemesraan mereka.
Persiapan ijab kabul Rendra dan Aisyah sudah dipersiapkan oleh Arini dan anak buahnya. Mereka akan melangsungkan di Rumah Sakit tempat Aisyah dirawat. Sedangkan pesta akan diadakan setelah Aisyah benar-benar sembuh.
"Rendra, penghulu sudah hampir sampai!" Arini memberikan Rendra jas pengantin.
Rendra menerima jas dari mamanya lalu memakainya. Dengan balutan jas hitam terlihat sangat gagah. Dia teringat saat pertama kali menikah dengan Melisa, menggunakan jas milik temannya.
(Dulu saat aku menikah dengan Melisa jas yang aku pakai hanya pinjaman milik temanku dan sekarang aku memakai jas yang mewah dan ini milikku. Terimakasih Ya Allah atas limpahan rahmatMu semoga Engkau jadikan pernikahan keduaku ini sakinah, mawadah,warohmah!) Tak terasa air mata Rendra menetes.
Arini yang melihat putrane meneteskan air mata ikut sedih. Namun dia mencoba menahan tangisnya karena dia tidak mau merusak acara pernikahan putranya.
__ADS_1
"Oma!" Suara anak kecil menghampiri Arini.
Rendra yang memandang Albert langsung menghampirinya.
"Albert anak papa!" Rendra memeluk anaknya dan dia menangis.
"Papa, kenapa mama tidak kesini padahal papa mau menikah?" pertanyaan Albert tentu saja membuat seisi ruangan menangis.
" Sayang, mama lagi banyak kerjaan dan sekarang ada mama Aisyah." Rendra menunjuk ke arah Aisyah.
Albert berjalan mendekati Aisyah dan memeluknya.
"Tante baik, cepat sembuh ya biar bisa main sama aku." Suara Albert membuat senyum Aisyah mengembang di bibirnya.
"Albert sayang, tante janji akan cepet sembuh biar bisa main sama kamu!" Aisyah mencubit hidung Albert.
Penghulu datang bersama Dokter dan perawat di Rumah Sakit tersebut untuk menjadi saksi. Disana dihadiri juga Hadinata, ibu Rendra dan Romi serta anak buahnya yang berjaga di luar kamar inap Aisyah.
Ijab Kabul berjalan dengan lancar. Kini Aisyah sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Terlihat pancaran kebahagiaan dari Hadinata dan Arini karena Rendra mendapatkan wanita yang baik dan sholehah.
" Selamat sayang!" Arini memeluk Rendra dan Aisyah bersama.
Rendra dan Aisyah sudah resmi menjadi suami istri. Setelah Aisyah sembuh total, keluarga Hadinata akan mengadakan pesta untuk pernikahan keduanya.
Kebahagiaan mereka di saksikan oleh Ayasha yang saat itu kebetulan sedang berada di Rumah Sakit untuk memeriksakan kandungannya.
Ayasha mencoba menghubungi Roy kekasihnya karena sudah dua hari dia meninggalkanya tanpa kabar. Padahal Roy sedang berduaan dan bersenang-senang dengan wanita lain.
Ketika Ayasha sedang menunggu antrian untuk bertemu dengan Dokter kandungan dia melihat ada pasien kecelakaan seorang laki-laki dan seorang perempuan.
Dia mencoba mendekati namun sebelum dapat melihat korban kecelakaan, perawat memanggil Ayasha.
" Nona Ayasha!"
Mendengar namanya di panggil Ayasha langsung masuk ke ruangan Dokter untuk memeriksa kandungannya.
Sementara itu korban kecelakaan segera ditangani di IGD. Korban kecelakaan mengakibatkan Reina meninggal di lokasi kejadian sedangkan Roy mengalami luka-luka serius di kaki dan kepalanya. Saat Roy sadarkan diri dia begitu kaget karena dia berada di Rumah Sakit. Dia mencoba mengingat-ingat kejadian yang menimpanya.
Roy mengalami kecelakaan saat akan pulang dari hotel setelah menginap 2 malam bersama Reina.
"Suster dimana teman saya?"
"Pak, pasien yang bersama bapak telah meninggal dunia." Perawat memberi tahu Roy.
"Reina!" Roy berusaha bangun
"Pak, mohon maaf jangan banyak bergerak dulu karena kondisi belum stabil." perawat membantu Roy membaringkan tubuhnya di tempat tidur
__ADS_1
"Suster boleh minta tolong!"
"Boleh silahkan!"
"Tolong hubungi keluarga saya!" Roy menuliskan nomor telepon Ayasha.
"Baik akan segera saya hubungi!" perawat mangambil handphonenya dan menghubungi nomor yang diberikan oleh Roy.
"Suster tapi tolong jangan katakan saya kecelakaan bersama seorang wanita."
Perawat hanya mengangguk dan dia mencoba menghubungi kembali nomor Ayasha. Setelah selesai menghubungi Ayasha perawat pamit kepada Roy.
"Pak, saya sudah menghubungi keluarga anda dan ibu Ayasha akan segera kemari karena kebetulan dia ada disini."
"Terimakasih suster!"
"Sama-sama Pak dan tadi Dokter meminta saya memindahkan Bapak ke ruang rawat."
Roy di pindahkan ke ruang rawat karena pemeriksaan di IGD sudah selesai.
Ayasha menerima telepon dari perawat langsung mencari keberadaan Roy di ruang rawat. Dia sangat khawatir dengan keadaan Roy. Dia menangis disepanjang koridor Rumah Sakit menuju ruang rawat Roy. Setelah sampai di kamar Roy, Ayasha langsung memeluk kekasihnya
"Mas Roy!" Ayasha mengenggam tangan kekasihnya.
"Sayang kamu sudah datang!"
"Mas, kenapa bisa begini dan ...." Ayasha mencoba mengingat sesuatu.
"Kenapa sayang?"
"Mas, jadi kamu korban kecelakan bersama seorang wanita yang aku lihat tadi?"
"Maksud kamu apa sayang?"
" Mas, katakan siapa wanita itu?" Ayasha menatap tajam kekasihnya.
"Ayasha sayang, aku tidak bersama seorang wanita tapi aku kecelakaan karena mengantuk!" Roy mencoba mencari alasan agar perselingkuhannya dengan Reina tidak diketahui.
(Aku harus menutupi pengkhianatanku, aku tidak mau kehilangan Ayasha dan sekarang tidak ada lagi yang perlu aku khawatirkan karena Reina sudah meninggal.) Roy membatin.
"Pak Roy, saya hanya ingin mengabarkan wanita yang mengalami kecelakaan bersama anda sudah dibawa oleh keluarganya." Dokter tiba-tiba datang dan memberi tahu kepada Roy.
Ayasha yang mendengar langsung menatap tajam ke arah Roy.
Terima kasih yang sudah mampir dan jangan lupa tetap like dan komentarnya untuk mendukung karyaku🙏
Silahkan mampir juga ke karyaku yang lain "DENDAM WANITA TERANIAYA"
__ADS_1