
Aku memutar mobilku kembali ke apartemen Aisyah. Aku langsung berlari masuk dan ternyata Aisyah sudah tidak ada di dalam apartemennya.
"Aisyah...kamu dimana?" Aku memanggil Aisyah ke dalam apartemen namun tidak aku temukan.
Aku hanya melihat tas dan ponsel Aisyah tertinggal di Apartemen.
Aku mencoba menghubungi kakek dan aku ingin meminta bantuan anak buah kakek untuk menyelidiki hilangnya Aisyah.
###
Di gedung tua di pinggiran kota seorang gadis diikat dan mulutnya di tutup dengan lakban.
Seorang wanita tertawa bersama seorang pria yang tak lain adalah Ayasha dan Roy.
Mereka adalah ipar yang saling memadu kasih dibelakang Melisa.
"Roy, kamu tahu siapa wanita ini?"
"Dia calon istri Rendra mantan kakak iparmu!"
"Tepat sekali karena aku pernah bertemu dengannya di mall dan dia begitu mesra dengan Rendra."
"Ay, kenapa kita menculiknya?"
Ayasha membisikkan sesuatu pada Roy sehingga dia manggut-manggut dan setuju.
"Apakah dia wanita kaya sehingga Rendra tertarik padanya.
(Tidak mungkin! kamu yang bodoh , yang kaya itu mantan suamimu bukan dia. Tapi biarlah asal tujuanku tercapai aku tidak peduli.) Ayasha membatin
Aisyah mencoba berontak namun apa daya tangan dan kaki diikat. Bahkan dia mau minta tolong sangat kesulitan karena mulutnya di lakban.
(Bukankah laki-laki itu suami mantan istri mas Rendra dan kenapa dia begitu mesra dengan Ayasha. Dan aku disuruh melihat aksi menjijikkan mereka disini .) membatin
Ayasha dan Roy bercumbu di hadapan Aisyah. Mereka menjalin hubungan di belakang Melisa karena sejak awal mereka memang sudah menjalin kasih. Roy yang merupakan anak pengusaha yang menggantungkan hidupnya dari meminta orang tuanya. Roy sering menyusul Ayasha di Inggris.
"Sayang, kita jangan lakukan disini kasihan dia bisa kepingin nanti." Ayasha berbicara pada Roy.
"Apa sekalian aku tiduri wanita itu." menggoda.
"Jangan sekarang nanti jika aku sudah bisa memiliki Rendra kamu boleh mencicipinya." tersenyum.
Mereka berdua pergi meninggalkan Aisyah di gedung tua. Mereka akan melanjutkan percintaan mereka di apartemen milik Ayasha. Aisyah menangis menyebut nama Rendra.
"Mas Rendra tolong Aisyah! hiks...hiks." menangis
( Ya Allah selamatkan aku, aku takut disini aku ingin pulang.) Aisyah menangis
Secara tidak sengaja salah satu anak buah Hadinata yang diperintahkan untuk mencari keberadaan Aisyah melihat mobil mewah keluar dari gedung tua.
"Bang, apa mungkin Nona Aisyah ada di dalam sana?" menunjuk arah gedung.
"Kita bisa lihat setelah mobil itu jauh." Membawa mobilnya ke arah gedung.
Setelah memarkir mobil mereka masuk ke dalam gedung dan ternyata benar mereka menemukan Aisyah sedang menangis.
__ADS_1
" Nona Aisyah!"
Aisyah hanya mengangguk lalu salah satu anak buah membuka lakban di mulut Aisyah.
" Pak, tolong selamatkan Ais." memohon pada dua lelaki dihadapannya.
" Nona, saya memang ditugaskan mencari Anda, jadi saya akan bawa Nona ke Mansion Tuan Hadinata."
" Terimakasih Pak!"
Aisyah masuk ke mobil, mereka melajukan mobil meninggalkan gedung tua itu.
Mereka kemudikan mobil lumayan cepat karena tidak mau penculik menghadang mereka.
"Bang, hubungi Tuan Hadinata kalau kita sudah membawa Nona Aisyah kembali! "
Salah satu dari mereka menghubungi Tuannya.
Setelah sampai di Mansion Hadinata, Aisyah langsung turun. Dia sudah ditunggu Ibu Arini, Kakek, dan Rendra.
####
Aku begitu lega karena mereka telah menemukan calon istriku. Saat mereka sampai di mansion kami, aku langsung menghampiri Aisyah yang masih menangis.
"Sayang, kamu jangan nangis! " Aku memeluk Aisyah calon istriku.
(Alhamdulillah ya Allah, Engkau selamatkan Aisyah untukku! ) Aku menucapkan syukur karena anak buah kakek berhasil menyelamatkan calon istriku.
"Mas, maafkan aku yang merepotkanmu." Aisyah menangis dipelukanku.
Mama Arini menghampir dan memeluk Aisyah.
"Aisyah, sementara tinggallah disini !"
Aisyah hanya mengangguk.
"Rendra secepatnya nikahi Aisyah dan bawalah dia ke Inggris menemanimu agar kamu cepat lulus. Kakek Hadinata memintaku segera menikah.
"Baik, aku akan segera menikahi Aisyah dua hari lagi." Aku menyanggupi permintaan Kakek Hadinata.
Aku mencoba menenangkan Aisyah yang masih ketakutan.
"Aisyah, apa kamu tahu siapa yang melakukan semua ini?" Kakek mendekati dan bertanya pada Aisyah.
"Kakek semua ini ulah Ayasha dan Roy."
Mendengar jawaban Aisyah, kami bingung dan kaget.
"Roy!" Aku kaget sekali.
Roy adalah suami Melisa dan Ayasha adalah adik Ayasha. Sebenarnya apa yang terjadi.
"Roy dan Ayasha sepertinya ada hubungan spesial." Aisyah kembali menjelaskannya.
"Maksud kamu mereka selingkuh?" Aku semakin penasaran dengan mereka.
__ADS_1
Aisyah hanya mengangguk menjawab pertanyaanku.
"Rendra, sudah jangan bertanya terus kasihan Aisyah."
Mama Arini dan Kakek menyuruhku mengajak Aisyah ke kamar agar dia istirahat.
"Ma, Aisyah biar tidur di kamar Rendra ya?" Aku mencoba merayu mamaku.
"Maksudmu kamu mau tidur berdua sama Aisyah?"
Aku mengangguk namun mama justru menertawakanku.
"Rendra, tunggu dua hari lagi kalian akan sah menjadi suami istri." Mama Arini tersenyum menggodaku.
Aku membawa Aisyah tidur ke kamarku sedangkan aku akan tidur di ruang tamu.
Setelah sampai di lantai atas, Aku mempersilahkan Aisyah masuk dan istirahat dan untuk pakaian Mama Arini sudah menyiapkan beberapa setel di almariku.
Sambil menunggu Aisyah membersihkan diri aku kembali menemui Kakek dan Mama di ruang tengah.
"Ma, apakah semua sudah siap untuk acara nikahanku?"
"Sudah sayang, kami sudah menyelesaikan semuanya."
"Kakek, Apakah akan ada pesta?"
"Benar Kakek dan Mama sudah menyiapkan pesta sebelum kamu kembali ke Inggris ." Mama Arini tersenyum padaku.
"Oh iya sayang, besok Kakek akan membawamu ke kantor dan memperkenalkanmu bahwa kamu adalah pewaris tunggal Hadinata." dengan penuh wibawa Kakek berbicara padaku.
"Kalau menurut Kakek itu yang terbaik, Rendra siap memperkenalkan diri kepada dunia bahwa Rendra adalah putra Hadinata." Aku dengan penuh bangga mengucapkan.
Aku yang selama ini dihina dan besok semua orang akan tahu siapa aku sebenarnya. Rendra Adiyasta Hadinata. Nama panjangku setelah aku mengetahui identitasku yang sebenarnya.
"Aku kembali ke atas dulu Ma, mungkin Aisyah sudah selesai mandi." Aku meninggalkan Mama dan Kakek
"Rendra!" Mama Arini memanggilku dan akupun menoleh dan tersenyum.
"Ingat jangan berbuat apapun sebelum kalian sah." Mama memberiku peringatan.
"Oke Mama!" Aku berlari dengan senyum bahagia.
Sesampai di kamar aku langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Aku melihat Aisyah dengan santainya masih mencari pakaiannya dan hanya mengenakan handukku yang dipakai sebatas dada.
(Ais, aku lelaki normal melihatmu seperti itu aku ingin memakanmu sekarang. Tapi aku harus menahannya karena aku ingin menjaganya, aku tidak ingin menyentuhnya sebelum dia sah menjadi istriku.) Aku membatin .
"Aisyah!" Aku memanggil Aisyah
Aisyah terlonjak kaget dan handuk yang ia kenakan turun ke bawah hingga terlihat pemandangan yang membuat jiwa kelakianku datang.
"Awww...!" Aisyah berteriak kaget.
Stop dulu dan lanjutannya ada di episode selanjutnya...
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir dan jangan lupa like dan komentarnya ya untuk mendukung karya ini.
Maaf Author gak bisa up setiap hari soalnya ada kesibukan di real life.