Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Aisyah selingkuh


__ADS_3

Roy sengaja akan menghancurkan rumah tangga Rendra dengan mendekati Aisyah. Dia akan merebut Melisa kembali.


"Mas Roy, Aisyah pamit dulu ya takutnya orang rumah khawatir." Aisyah pamit pada Roy.


"Kenapa kita gak makan dulu?" Roy bertanya pada Aisyah.


Aisyah tidak mau menuruti kemauan Roy karena dia sangat takut jika pertemuan mereka akan menimbulkan masalah.


Aisyah meninggalkan Roy, dia akan segera pulang karena dia menitipkan Billy pada Bi Narti. Kebetulan baby sitter yang mengasuh Billy sedang libur pulang kampung.


Sesampainya di mansion, Aisyah langsung menemui Bi Narti. Dia memberikan oleh-oleh untuk Bi Narti.


"Ini buat Bi Narti!" Aisyah memberikan bungkusan pada Bi Narti.


"Ya Allah, terima kasih Non!" Bi Narti sangat senang karena Aisyah memberikan mukena buatnya.


"Semoga berkah Bi," ucap Aisyah.


Aisyah mencari Billy kemudian membawanya ke kamarnya. Sesampai di kamar Aisyah langsung mengambil benda pipih dari dalam tasnya.


Dia membuka aplikasi berwarna hijau dan melihat 10 panggilan tak terjawab dari Roy.


Aisyah membelalakkan matanya melihat jumlah panggilan tak terjawab dari Roy.


"Roy...memanggil sampai segitu banyak!" Aisyah heran.


Aisyah memutuskan untuk mengirim pesan pada Roy. Setelah pesan terbaca, Roy langsung menelpon Aisyah.


Aisyah merasakan sesuatu yang berbeda saat dia menerima telepon dari Roy.


(Ya Allah, lindungi hatiku darinya.)batin Aisyah.


Tiba-tiba Rendra datang masuk ke dalam kamar Aisyah.


Aisyah yang melihat suaminya tiba-tiba masuk terlihat sangat gugup dan gelisah.


"Aisyah, kamu kenapa?" Rendra bertanya pada Roy.


"Aku hanya capek aja!" Aisyah menjawab suaminya.


"Sayang, aku tidur sini ya?" Rendra meminta ijin.


Jantung Aisyah berdetak kencang, dia takut jika pertemuannya dengan Roy diketahui oleh Rendra.


Aisyah juga khawatir jika penggilan tak terjawab dari Roy diketahui oleh suaminya.


Ponsel Aisyah masih terus bergetar tapi dia hanya mendiamkan saja.


"Aisyah, ponsel kamu bunyi," ucap Rendra.


"Biarin aja soalnya teman-temanku dari tadi chat di Wa grub." Aisyah menjawab sebisanya.


Tiba- tiba ponsel Rendra berbunyi dan dia keluar kamar Aisyah lalu mengangkat telepon di luar kamar.

__ADS_1


"Mas, mau kemana?" Aisyah bertanya pada suaminya.


"Ini ada telepon dari Budi katanya Romi membuat masalah," jawab Rendra.


Rendra keluar dari kamar Aisyah lalu dia berganti pakaian di kamar utamanya.


Rendra memiliki kamar yang sangat mewah dan dan istrinya menempati kamar di samping kanan dan samping kiri.


Sementara di kamar Aisyah sibuk membalas chat dari Roy. Sepertinya Roy sudah mampu membuat hati Aisyah morat-marit tak karuan.


Roy mengutarakan perasaannya pada Aisyah membuat jantung Aisyah berdetak lebih kencang.


Aisyah jatuh cinta pada Roy karena dia jarang mendapatkan kasih sayang dari suaminya.


Roy akan mengatur pertemuan dengan Aisyah. Mereka sepakat akan bertemu besok siang di kafe yang tadi tempat bertemu


Aisyah akan menitipkan Billy pada Bi Narti kembali karena dia akan bertemu dengan lelaki pujaan hati.


(Mas Rendra maafkan aku telah mengkhianatimu, aku sebenarnya hanya iri karena kasih sayangmu padaku dan mbak Melisa berbeda.) batin Aisyah.


Sementara Rendra di ruang bawah tanah marah pada Budi karena Romi berhasil kabur dari ruang tahanan.


"Budi, kamu cari dia sampai ketemu! setelah itu seret dia kesini! Aku tidak suka ada orang yang menghina dan meremehkanku," ucap Rendra dengan nada marahnya.


Romi berhasil lari karena campur tangan seseorang karena terlihat pintu tahanan tidak rusak melainkan kunci gembok dibuka.


"Budi, kamu periksa CCTV di ruang kerjamu lalu kirim bukti ke emailku!" Rendra memerintah Budi.


Saat memandang ruangan Alika, mata Rendra terbelalak ketika gadis kecil itu juga tidak ada ditempatnya.


Rendra langsung mengingat kedua anak Romi yang masih dia sembunyikan di mansion utama.


Rendra langsung akan melihat keadaan kedua anak kandung Romi.


Sesampai di Mansion, Rendra langsung menuju ke sebuah kamar yang terletak di pojok untuk memastikan jika kedua anak itu masih aman dalam ruangan itu.


Rendra membuka kamar itu dan dia tersenyum lega saat melihat mereka masih ada dikamar itu.


"Kenapa kamu belum tidur?" Rendra bertanya pada Renata.


"Maaf Tuan saya belum bisa tidur karena tugas kuliah saya belum selesai." Renata menjawab Rendra sambil mengerjakan tugas Handhonenya.


Renata diam-diam masih kuliah, meskipun dia sekarang mengambil kuliah online. Renata tidak ingin putus sekolah tapi yang namanya permasalahan tetap saja ada.


"Tuan, silahkan masuk!" Renata mempersilahkan Tuannya masuk."


Rendra masuk ke dalam kamar Renata, dia akan mencari info tentang Romi.


"Renata, aku hanya ingin tahu tentang ayahmu!" Rendra memandang ke arah Renata.


"Bukankah anda sudah menangkapnya!" Renata berkata.


"Tapi ayahmu kabur dan sekarang kamu yang harus menanggung semuanya," ucap Rendra.

__ADS_1


"Kenapa harus saya, bukankah ayah saya yang berbuat salah?" Renata bertanya pada Rendra.


(Aku tidak suka keluarga Prayoga diinjak harga dirinya oleh siapapun karena meskipun dari segi finansial keluarga Hadinata lebih kuat dan lebih kaya tapi aku tetap tidak takut.) Renata tersenyum dalam batinnya.


Rendra berlalu dari kamar itu, lalu dia menemui kakek Hadinata di ruang kerjanya.


Hadinata melihat Rendra dari CCTV yang kameranya diletakkan di atas pintu ruangan khusus.


"Masuk!" perintah Hadinata pada Rendra.


"Kakek!" Rendra langsung menyalami kakek Hadinata.


"Ada apa kamu menemui Kakek?" tanya Hadinata.


"Romi dan Alika berhasil kabur," ucap Rendra.


"Apa?" Kakek Hadinata sangat kaget.


Dia kemudian memeriksa CCTV dari laptopnya. Namun sayangnya, Kakek Hadinata tidak mendapatkan petunjuk apapun.


Tiba-tiba dia mendengar suara derap langkah seorang perempuan.


"Aku tahu yang sudah membebaskan mereka!" Arini berjalan mendekat ke arah tempat mereka duduk.


"Dari mana mama tahu?" Rendra bertanya pada mamanya.


"Dia adalah Karina Prayoga ibu kandung Renata."


Hadinata mengepalkan tangannya. Dia merasa direndahkan dan dihina oleh keluarga Prayoga.


"Maaf sayang, ini semua kesalah pahaman yang berakibat fatal." Arini menenangkan emosi Rendra.


Namun berita yang lebih mengejutkan itu datang dari Bi Narti.


"Tuan, Nyonya, gawat.....!


"Ada apa Bi?" tanya Yang lain.


"Tuan, Non Aisyah diculik, tapi penculik itu ternyata dengan santainya tetap berkeliaran di sini." ucap Bi Narti.


"Maksud kamu?" Rendra bertanya.


"Non Aisyah dibawa kelaur oleh seorang laki-laki melewati pintu samping mansion." Bi Narti berkata.


"Bagaimana dengan Billy, apakah dia diajak?" tanya Rendra


Sementara itu di taman kota ada tiga orang lelaki menunggu dan mengawasi gerak-gerik orang dari dalam Mansion.


"Alhamdulillah" balas Rendra.


"Kenapa kamu malah mengucap alhamdulillah?" tanya Arini pada putranya.


"Aku bersyukur orang-orangku bekerja dengan baik," ucap Rendra denga tersenyum puas.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah mempersiapkan semuanya?" Arini bertanya.


Rendra hanya mengangguk. Kemudian Rendra tersenyum padanya.


__ADS_2