
Aisyah sedang menjelek-jelekkan Melisa di depan para pelayan yang sedang sibuk di dapur. Melisa mendengar itu merasa marah padahal dia tidak punya niat untuk merebut Rendra dari Aisyah meskipun sebenarnya dia juga mencintai Rendra.
"Bi, wanita yang sedang menemani mas Rendra itu tidak tahu malu ya?"
"Emeng kenapa non?"
"Dia itu mantan istrinya mas Rendra yang dulu merendahkan mas Rendra saat dia miskin."
"Oh jadi dia mau mencoba merebut Tuan dari Non Aisyah?"
"Benar sekali padahal dulu dia juga selingkuh dengan lelaki lain dan itu Albet sebenarnya anak siap kita juga gak tahu."
"Tapi Non Aisyah sepertinya sangat menyayangi Albert meskipun dia gak tahu anak siapa."
Melisa yang mendengar itu tak terima, dia langsung mendekati Aisyah.
"Heh Aisyah...ternyata dibalik wajah polosmu sikapmu seperti ini!"
"Memang itu kenyataannya bukan?"
"Dan tadi kamu bilang apa? Albert bukan anak Mas Rendra?"
"Memang iya, aku sendiri gak yakin jika Albert anak Mas Rendra, soalnya waktu masih bersama Mas Rendra, kamu menjalang bukan?"
Plak...plak...! tiba-tiba Arini datang dan menampar Aisyah
"Mama...!" Aisyah kaget karena mama mertuanya ternyata membela Melisa
"Jaga bicaramu Aisyah!" Arini terlihat sangat marah
"Asal kamu tahu, Melisa aku paksa kesini bukan karena dia ingin merebut Rendra darimu dan harusnya kamu berterimakasih padanya karena dia bersedia membantu menyembuhkan suamimu."Arini marah pada Aisyah
"Ma, tapi dia akan merebut Mas Rendra dariku." Aisyah menangis
"Aisyah, andai Melisa mau sejak mereka masih di Inggris mereka menikah tapi itu tidak terjadi bukan?"
Aisyah hanya diam mendengar mama mertuanya. Dalam hatinya hanya ada rasa cemburu yang berlebih saat suaminya membagi hatinya untuk wanita lain'
"Aisyah perlu mama ingatkan jika memang kesembuhan Rendra karena Melisa maka kami akan menikahkan mereka."ucap Arini
"Tidak Nyonya, Melisa tidak mau menjadi perusak rumah tangga mereka."jawab Melisa
"Kamu tega melihat Rendra menderita?"
"Saya akan mendampingi sampai Mas Rendra sembuh setelah itu saya akan pergi membawa Albert."ucap Melisa
Melisa akhirnya meninggalkan mereka karena harus membuatkan sop untuk Rendra.
"Maaf Nyonya Arini, saya harus membuatkan sop untuk Mas Rendra!"
"Biar dibuatkan Darti atau Sari!"kata Arini
__ADS_1
"Tapi Mas Rendra minta sop buatan saya Nyonya."jawab Melisa sopan
Arini hanya tersenyum kemudian dia meninggalkan dapur.
"Aisyah, ingat jangan macam-macam lagi jika kamu masih ingin menjadi Rendra!"Arini memperingati Aisyah
"Iya Ma!"
Aisyah langsung masuk ke kamarnya dengan hati yang sedih.
(Ya Allah, aku tidak mau kehilangan Mas Rendra, dia tidak boleh menikah lagi dengan Melisa.)batin Aisyah
Melisa sudah selesai membuatkan sop untuk Rendra. Melisa membawa sop ke kamar Rendra. Kemudian dengan telaten Melisa menyuapi Rendra.
"Mas, kamu lapar apa lapar banget?"Melisa tersenyum pada Rendra karena sop satu mangkok besar habis beserta nasinya
"Sop buatanmu enak, padahal dulu kamu gak pernah masakin aku kan?"
"Dulu aku gak bisa masak."jawab Melisa malu
"Mas, aku kembalikan mangkok dulu ya!"
"Biar bibi yang ambil kan disini banyak pelayan."
"Aku mau mandi, bisa minta tolong siapkan air hangat!"pinta Rendra
Melisa menyiapkan air hangat untuk Rendra berendam. Setelah selesai Melisa membantu Rendra memakai pakaiannya. Melisa menutup matanya saat memakaikan pakaian Rendra,
"Eh kok matanya ditutup!"
"Makanya kamu menikah lagi sama aku!"
"Mas, aku sudah bilang, kalau aku tidak mau menjadi perusak rumah tangga kalian."jawab Melisa
Aisyah masuk dan dia langsung memarahi Melisa karena berani memakaikan pakaian untuk suaminya.
"Dasar ******!"Aisyah langsung menjambak rambut Melisa
Melisa hanya diam di hina oleh Aisyah. Melisa memang merasa bersalah karena berani membantu Rendra mandi.
Melisa ingin pergi dan tidak berdekatan dengan Rendra karena sebenarnya dia sendiri takut akan terjebak cinta pada mantan suaminya.
"Aisyah, apa yang kamu katakan pada Melisa?"
"Mas, tapi aku sekarang istrimu bukan dia!"Aisyah menuding ke arah Melisa
"Kalau kamu tidak menghargai Melisa maka aku akan....!"
Belum sempat meneruskan kata-katanya, Melisa langsung menengahi karena dia tidak mau Rendra terbawa emosi.
"Mas, sebaiknya kita jalan-jalan di taman belakang biar kamu dapat sinar matahari dan cepet sehat."ajak Melisa tanpa memperdulikan Aisyah
__ADS_1
Melisa mengambil kursi roda lalu melewati lift yang langsung terhubung ke taman.
Melisa mendorong kursi roda mengelilingi taman yang sangat tertata rapi dengan berbagai macam hewan peliharaan.
"Melisa, kamu tahu dulu sewaktu aku masih bekerja di toko pakan, aku sering mengirim pakan ternak ke rumah ini, dan aku tak menyangka semua ini sekarang menjadi milikku."
"Dan dulu aku sangat membencimu."
"Yah karena dulu aku tak setampan sekarang bukan?"goda Rendra
"Mas, jika boleh jujur sebenarnya sejak kita tidur bersama dulu aku mulai tertarik padamu namun karena aku terlalu malu menerimamu,"
"Jadi sekarang kamu mau menerimaku?"
Melisa duduk dihadapan Rendra, kemudian menyejajarkan tubuhnya dengan Rendra.
"Mas Rendra, jika kamu mencintaiku maka cintailah istrimu karena dia akan bisa membuatmu bahagia,"
"Melisa tapi...!
"Hust...meskipun kamu tidak bisa memilikiku tapi hatiku akan selalu di sini."Melisa mengarahkan tangannya ke dada bidang Rendra.
"Baiklah tapi kamu jangan pernah membenciku!"Pinta Rendra
"Aku akan selalu mendoakan yang terbaik buatmu dan doakan aku juga bisa mendapatkan lelaki yang baik sepertimu!:
Melisa menggenggam tangan Rendra lalu menciumnya.
"Mas, mulai malam nanti biarkan Aisyah yang merawatmu dan aku akan tidur di kamar Albert."pinta Melisa
Hari semakin siang, Melisa membawa Rendra masuk ke dalam kamar kembali. Seteleh mengantar Rendra, Melisa akan menemui Aisyah agar dia mau mengambil hatinya kembali.
Di kamar Aisyah, Melisa masih di acuhkan oleh Aisyah tapi dengan penuh kesabaran Melisa mulai berbicara pada Aisyah.
"Ais, dengarkan aku mulai malam ini temani suamimu!"
"Bukannya kamu masih ingin berduaan dengannya."jawab Aisyah ketus
"Aku tadi sudah bicara dengan Mas Rendra, dia setuju asalkan aku tidak meninggalkan rumah ini."
Aisyah mulai menurunkan emosi dan rasa cemburunya. Kemudian dia memeluk Melisa dan minta maaf.
"Mbak maafkan saya yang sudah menyakitimu!"
"Sudahlah sekarang ambil hati Mas Rendra jangan biarkan dia menyimpan hati wanita lain termasuk aku, ayo semangat!" Melisa tersenyum kemudian memeluk Aisyah.
(Sebenarnya hatiku juga sakit tapi aku tak mau bersikap egois karena sekarang Mas Renda punya kehidupan sendiri dengan keluarga kecilnya.)batin Melisa
AUTHOR JADI NANGIS TERNYATA MELISA BAIK BANGET PADAHAL DULU DIA SANGAT JAHAT!!!
SEMOGA SAJA DIA BENAR-BENAR SUDAH TOBAT...
__ADS_1
YUK GOYANG TERUS JEMPOLNYA SERTA TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR UNTUK MENDUKUNG KARYAKU INI..
HAPPY READING SAHABAT NOVELTOON/MANGATOON