Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Adik Mantan Istriku


__ADS_3

Aku masih liburan dua minggu di Indonesia dan aku akan segera membuktikan kalau aku benar-benar tidak bersalah.


( Aku harus meminta bantuan Kakek Hadinata karena dia mempunyai banyak anak buah untuk menyelidiki Ayasha.)Batinku.


Aku melajukan mobilku kembali ke rumahku. Saat aku masuk dengan muka sedih Mama menghampiriku.


"Sayang, kenapa cemberut dan sedih?"


"Ma, Aisyah marah padaku." Mamaku terlihat sangat kaget.


"Loh kenapa? "


"Waktu di Inggris aku bertemu dan berkenalan dengan Ayasha. Dia pulang ke Indonesia setelah disakiti kekasihnya dan ternyata dia dalam keadaan hamil dan aku dituduh yang menghamilinya." Aku mengacak rambutku sendiri.


"Apa?"


"Saat aku bersama Aisyah wanita itu menemuiku dan mengatakan kalau aku yang menghamilinya."


"Sayang, kamu tidak melakukannya kan?"


"Aku tidak pernah melakukannya kecuali dulu sama Melisa saat kami masih bersama."Aku menjelaskan nya


"Sayang, kamu tidak usah khawatir karena Mama tidak akan tinggal diam dan cepat atau lambat semua pasti akan terbongkar." Mama menenangkanku.


"Terima kasih mama." Aku memeluknya


Aku pamit sama mama untuk menemui ibuku di kamarnya. Aku melihat ibu sedang diam duduk bersandar.


"Assalamualaikum Ibu." Aku menghampiri ibuku.


"Waalaikum salam sayang!" Beliau mengecup keningku.


"Ibu sudah makan?"


Ibu hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Setelah mengobrol banyak akhirnya aku pamit hendak membersihkan diri di kamarku.


Saat di kamar aku mencoba menghubungi Aisyah namun panggilanku selalu ditolaknya.


"Ais, aku pulang karena rindu padamu tapi kenapa jadi seperti ini." Aku memukul tanganku di tembok kamarku.


"Ayasha takkan biarkan kamu lepas karena kamu telah membuat masalah denganku." Aku mengepalkan tanganku.


Setelah mandi dan menjalankan kewajibanku aku menemui Kakek.


Kakek mempunyai seribu kekuatan dan banyak anak buah akan segera menyelidiki Ayasha. Dia begitu marah ada orang yang sedang bermain-main dengannya.


"Rendra, seperti apa anak itu?"


Aku menunjukkan foto Ayasha yang ada di nomor whatsapp nya.


"Baiklah mereka akan segera menyelesaikannya."


"Terima kasih Kakek!" Aku memeluknya dan tersenyum bahagia.


Aku keluar dari ruang kerja Kakek Hadinata. Aku kembali ke kamarku dan masih mencoba menghubungi Aisyah. Namun hasilnya nihil dia tetal menolak panggilanku.


###


Di sisi lain Arini menemui Aisyah ditemani Pak Romi.

__ADS_1


"Ais, boleh Tante masuk!"


"Silahkan Tante." Aisyah menunduk saat Arini masuk ke apartemennya.


Aisyah sekarang tinggal di apartemen yang merupakan fasilitas dari perusahaan Kakek Hadinata.


"Tante boleh bicara?"


Aisyah mengangguk saat Arini duduk di ruang tamunya.


"Ais, apa kamu yakin kalau anak itu darah daging Rendra?" Arini menatap tajam ke arah Aisyah.


"Tante, Ais juga bingung."


"Kakek akan menyelidiki gadis yang bernama Ayasha."


"Tapi Mas Rendra juga mengakui kalau dia sempat bertemu dengannya di Inggris."


"Ais, kita tunggu bukti itu ada jika memang benar maka kamu boleh marah namun jika itu salah tolong jangan tinggalkan anak Tante."


"Tapi...!"


Sebelum Aisyah melanjutkan kata-katanya Arini berdiri dan menasehati Aisyah.


"Aisyah, ingat pesanku, perjuangkan apapun itu yang menjadi milikkmu jangan pernah lepaskan!"


Arini meninggalkan Aisyah dan pamit pulang.


Aisyah tampak berfikir namun dia akan tetap menunggu bukti Rendra tidak bersalah.


"Dua minggu, hanya sebentar Mas Rendra di Indonesia akankah aku mendiamkannya setelah aku memendam rindu selama enam bulan." Aisyah berbicara sendiri.


###


"Mas Rendra..!" Aisyah memanggilku


"Aisyah." Aku mendekati Aisyah dan hendak memeluknya namun dia menolak.


"Mas, Ais cuma mau minta maaf sama kamu semoga saja kamu memang tidak bersalah.


"Ais, tapi aku memang benar tidak melakukan apapun." Aku mencoba menjelaskannya.


"Mas, hatiku sangat yakin kalau kamu tidak bersalah tapi aku tidak tahu sekarang kamu orang berada bisa melakukan apapun."


Sebelum Melisa melanjutkan bicaranya, aku mendekatinya lalu aku mencium bibirnya. Namun Melisa tidak mereaponnya lalu aku menggigit bibir bawahnya. Dia membuka mulutnya dan akhirnya kami berciuman.


Saat aku melepas ciumanku aku melihat Mama Arini memperhatikan kami dari balkon kamarnya. Aku malu namun Mama justru tersenyum bahagia.


"Sayang, mama melihat kita!" Aku berbisik pada Aisyah dan aku lihat wajahnya merah merona sepertinya dia sangat malu.


"Kamu sih tidak tahu tempat!" Aisyah mencubit pinggangku.


"Habisnya kamu gemesin." Aku mencubit pipinya yang semakin merah.


Aku dan Aisyah duduk berdua di gazebo taman dengan memandang kolam ikan yang ada dihadapan kami.


"Mas, kamu beruntung banget mempunyai mama dan Kakek yang sangat baik."


"Sayang, besok mereka juga menjadi keluargamu."

__ADS_1


"Ah itu kalau kamu terbukti tidak bersalah kalau iya aku akan menyerah."


"Sayang, jangan ungkit lagi aku kan sudah bilang dia bukan anakku."


Aku dan Melisa bercerita panjang lebar sampai mama memanggilku.


"Rendra, dipanggil Kakek!" Mama Arini mendekatiku.


"Baik Ma!"


"Kalian berdua ditunggu di ruang tengah." Mama meninggalkan kami.


Aku menggandeng Aisyah menuju ruang tengah. dan di sana sudah ditunggu Kakek dan dua orang yang tidak aku kenal.


Aku dan Aisyah duduk di hadapan Kakek. Terlihat Kakek yang seperti orang yang sangat marah dan kecewa.


"Rendra, Kamu mau tahu siapa wanita itu?"


"Maksud Kakek? Ayasha!"


"Benar sekali." Kakek berdiri dan manggut-manggut.


" Siapa dia sebenarnya kenapa ingin merusak kebahagiaanku?"


"Tapi untuk masalah kehamilannya Kakek belum bisa menyelidiki tapu asal usul wanita itu sudah Kakek temukan."


"Kek dia siapa?" Aku semakin penasaran dan aku menoleh ke arah Aisyah yang meneteskan airmata sepertinya dia sedih.


"Rendra, wanita yang bernama Ayasha Maharani Darmawan."


"Apa???" Aku terkejut mendengar Kakek menyebut nama lengkap wanita itu.


"Jadi dia adik Melisa mantan istriku." Aku mengacak rambutku sendiri.


"Mas, Jadi dia adik iparmu."


"Mantan sayang, aku dan Melisa sudah lama berpisah." Aku menggenggam tangan Aisyah dan meyakinkan bahwa aku sangat mencintainya.


"Rendra, menikahlah dengan Aisyah secepatnya sebelum semua terlambat, karena wanita itu licik."


"Apa dia tahu aku mantan suami kakaknya?"


"Dia tidak tahu kamu mantan suami kakaknya tapi dia tahu kamu pewaris Hadinata."


"Kok dia tahu soal itu?"


"Kakek sendiri tidak tahu yang jelas Kakek minta kalian segera menikah."


Aku menoleh pada Aisyah dan menggenggam tangannya lalu mencium tangannya.


Dari penyelidikan dia memang sengaja menemuimu di Inggris saat dia tahu kamu adalah keluarga Hadinata. Tapi kebetulan dia juga kuliah dan bekerja di sana.


"Rendra, Dia mengincarmu!"


Mendengar itu aku langsung melamar Aisyah dan aku ingin menikahinya.


"Aisyah, maukah kamu menikah denganku?" Aku bersujud di bawah kaki Aisyah namun dia masih diam dan tidak memberiku jawaban.


Happy Reading....

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir di novelku. Tinggalkan like dan kometarnya ya💖💖


__ADS_2