Putri Monika

Putri Monika
10


__ADS_3

Aroma jas itu langsung membuat Monica berbalik dan dugaannya tepat bahwa aroma itu berasal dari Albert sehingga dia merasa begitu senang.


Deg! Deg! Deg!


🌄🌄🌄


"Ahh, ini,," Monica kebingungan dengan jas itu, dia dia hendak melepaskannya untuk mengembalikannya pada Albert ketika tiba-tiba saja tangan Albert malam menghentikannya dengan kedua tangan pria itu memegang bahu Monika.


"Ahh,, kalau Saya pergi dulu," ucap perempuan yang tadi bertabrakan dengan Monica lalu perempuan itu kemudian pergi dengan Monica yang kini menatap Albert dengan bingung.


"Dok, ada apa?" Tanya Monika.


Albert langsung menundukkan kepalanya lalu dia mendekatkan bibirnya ke telinga Monika hingga membuat jantung Monika semakin berdegup amat kencang dan tangan perempuan itu memegang erat-erat jas Albert yang menutupi tubuh mungilnya.

__ADS_1


"Apa kau sedang datang bulan?" Tanya pria itu langsung membuat wajah Monica menjadi merah padam hingga dia bahkan tidak tahu harus berkata apa menjawab pria itu.


Apalagi kulitnya yang terasa merinding karena terkena hembusan nafas pria yang berbicara itu membuat Monika semakin tegang di tempatnya.


Beberapa saat terdiam kemudian Monica kembali mendengar pria yang bertanya padanya kembali lagi berbisik, katanya, "gunakan jaketku untuk menutupinya."


Setelah berbicara, Albert langsung pergi meninggalkan Monica hingga membuat Monika benar-benar mematung di tempatnya menatap punggung pria itu.


'Oh,,, pangeranku yang sangat manis,' Monica tersenyum lalu dia berlari amat senang untuk pergi ke ruang istirahat mengambil barang-barangnya.


"Apa yang kau lakukan?!" Tiba-tiba sebuah suara dari Ambon pintu langsung membuat Monica menghentikan lompatannya lalu dia kembali bersikap tenang dan berbalik menatap ke arah pintu.


"Hm,, maaf, Aku akan pergi sekarang," ucap perempuan itu sembari mengambil barang-barangnya dari loker yang tersedia di sana.

__ADS_1


"Sepertinya kau sangat senang, kalau begitu tolong bantu aku memeriksa pasien," ucap sang perempuan langsung membuat Monica tertegun di tempatnya Karena dia sudah kelelahan sepanjang hari dan sekarang akan mengambil pekerjaan orang lain lagi?


Dia tidak ingin kembali diomeli dan dikembalikan ke UGD jika dia ketahuan lagi mengerjakan pekerjaan orang lain sehingga perempuan itu berkata, "Itu,, aku tidak bisa karena aku harus pulang--"


"Sial!! Beraninya anak magang beralasan?!! Cepat kerjakan ini!!!" Teriak Sang Perempuan langsung membuat Monika kini menghela nafas mengambil buku catatan yang diberikan padanya.


"Ahh,, menyebalkan," ucap Monika sembari menggertakan giginya.


Dia ingin membantah perempuan itu, tetapi jika dia membantah maka kehidupannya di rumah sakit akan semakin rumit saja, sedangkan dia tidak boleh meninggalkan Rumah sakit Itu sebab pangerannya ada di rumah sakit itu.


Oleh sebab itu, Monica kembali mengganti pakaiannya lalu perempuan yang tadinya begitu bersemangat kini tanpa kalian suka keluar dari ruang istirahat lalu pergi untuk melakukan pengamatan terhadap pasien yang ada di bangsal.


Setelah melakukan pemeriksaan selama 1 jam lebih, maka perempuan itu menyerahkan pada laporannya pada seniornya namun ketika dia telah menyerahkannya, seniornya menatapnya dengan kesal sembari berkata, "kau baru dipulangkan dari UGD, Jadi sekarang gantikan aku berjaga di sini!!"

__ADS_1


Ucapan perempuan itu benar-benar membuat Monika merasa sangat kesal. Tetapi dia hanya melihat kepergian perempuan itu lalu setelah perempuan itu pergi Monica juga meninggalkan tempat tersebut dan diam-diam mengambil barangnya lalu pergi dari rumah sakit.


Persetan dengan para senior itu!!!


__ADS_2