Putri Monika

Putri Monika
40


__ADS_3

Clek!


Monica membuka pintu apartemennya setelah perempuan itu tiba di apartemen sementara sang burung beo yang ada di bahu perempuan itu langsung terbang ke arah kursi yang terletak dalam apartemen tersebut Lalu berdiri di sana menatap Monica.


"Kenapa Nona terus terdiam? Apakah Nona mendapatkan sebuah informasi yang mengejutkan?" Tanya sang burung beo sembari menatap ke arah Monica yang kini berjalan ke arah ranjang lalu perempuan itu duduk di tepi ranjang.


Sembari duduk, Monica melepaskan tas yang ia bawa lalu perempuan itu pun menatap sang burung beo dengan tatapan kacaunya.


"Semua media sosialnya telah dihapus sekitar 3 bulan yang lalu, dan tidak dapat dipulihkan lagi. Aku berusaha meretas perusahaan perusahaannya, tetapi bahkan di perusahaannya tidak ada lagi data yang tersimpan. Aku rasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh perempuan itu, mungkinkah Dia ada di samping Pangeran Albert karena sebuah tujuan lain?" Ucap Monica yang merasa bahwa perempuan itu tidak mungkin menghapus seluruh media sosialnya jika tidak ada sesuatu yang buruk yang telah ia lakukan.


Jadi Monica berpikir bahwa perempuan bernama Bertin mungkin berniat sangat buruk pada dokter Albert sehingga perempuan itu menyembunyikan segalanya dari dokter Albert.


"Kalau begitu, Nona harus melakukan sesuatu, Nona harus melindungi Pangeran Albert karena pangeran Albert mungkin tidak tahu masalah ini. Tidak mungkin seseorang menyembunyikan informasi dirinya kalau tidak ada rahasia buruknya!!!" ucap burung beo.

__ADS_1


"Ya, tapi,, Bagaimana aku melakukannya? Albert sendiri pun sangat sulit untuk kutemui, karena jadwalnya di rumah sakit sangatlah padat, dan selain itu Dia menghabiskan banyak waktu di rumahnya. Aku hanya bisa bertemu dengannya ketika dia yang menghampiriku,, itupun, dia menghampiriku saat ada sesuatu yang begitu penting yang harus ia urus," ucap Monica yang sangat cemas terhadap keselamatan Albert.


"Kalau begitu harus lebih bekerja keras lagi untuk mendekati Pangeran Albert, mungkin saja dengan bersikap tidak tahu malu!!!" Kata Sang burung beo langsung membuat Monica berpikir beberapa saat.


Perempuan itu teringat bagaimana ketika dokter Albert memintanya datang ke ruangannya, dan bagaimana pria itu mengunjunginya saat ia sedang dirawat karena tangannya yang sakit.


"Hah,, benar, kalau begitu besok aku akan semakin tidak tahu malu pada dokter Albert," ucap Monica tersenyum lalu perempuan itu pun pergi ke Pantri untuk memasak makanan bagi mereka.


"Apa kau sudah makan?" Tanya Dokter Albert sembari menghampiri perempuan itu lalu dia duduk di samping Bertin dan melepaskan jasnya.


"Belum, aku menunggumu," ucap Bertin sembari menutup majalahnya lalu menyimpan majalah tersebut di bawah meja.


"Kalau begitu, kita makan sekarang," ucap Albert sembari berdiri lalu dia pun memegang tangan perempuan itu hingga Mereka pergi ke meja makan.

__ADS_1


Sembari makan, kedua orang itu bercakap-cakap dengan santai sampai ketika Bertim teringat akan sesuatu hingga perempuan itu pun menghentikan gerakan tangannya dan menyentuh perutnya yang masih datar.


"Besok adalah jadwal check up rutinku, jadi aku akan pergi ke rumah sakit." Ucap Bertin langsung membuat Albert semakin fokus pada perempuan di depannya.


"Jam berapa kau check up?" Tanya Albert.


"Aku sudah membuat janji dengan dokternya, dan dia bilang aku check up pukul 15.00." jawab Bertin sembari tersenyum pada pria di depannya.


"Ahh,, tidak bisakah kau memindahkan jadwalnya? Jam 15.00 besok aku ada operasi, dan operasi itu tidak bisa dibatalkan karena keadaan pasien sudah sangat mendesak," kata Albert langsung membuat Bertin menghela nafas dengan panjang.


"Tidak bisa, kau tahu sendiri kan dokternya juga sangat sibuk, jadi kalau aku membatalkan janjinya, maka aku harus membuat jadwal ulang lagi dan check up-nya bisa terlambat." Ucap Bertin.


Dengan berat hati, maka Albert menganggukkan kepalanya, "Baiklah," jawab Albert.

__ADS_1


__ADS_2