Putri Monika

Putri Monika
64


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam rumah, Amanda langsung mengerutkan keningnya melihat suaminya yang terlentang di lantai hingga perempuan itu merasa tidak enak pada Robin yang masuk ke dalam rumah.


Robin pun menutup hidungnya dengan satu jarinya saat bau alkohol sangat menyengat di tempat itu, sehingga pria itu merasa ingin keluar saja dari rumah itu seandainya dia tidak memiliki urusan yang penting di sana.


"Tidak apa-apa Tante, aku bisa duduk di manapun," ucap Robin langsung membuat Amanda bernafas dengan lega lalu dia pun menarikan kursi pada pria itu.


"Jadi, apa yang harus kita bahas?" Tanya Amanda ketika mereka berdua sudah duduk dengan perempuan itu mengambil minuman kaleng dari bawah meja dan meletakkannya di atas meja agar diminum oleh Robin.


"Tidak terlalu banyak, hanya perlu membutuhkan tanda tangan anda saja untuk menjadi persetujuan terakhir Monica pindah magang ke rs lain," kata Robin menyerahkan sebuah berkas pada perempuan di depannya sehingga tanpa basa-basi, Amanda Langsung menorehkan tanda tangannya di kertas itu.


Robin yang melihat itu hanya ingin tertawa dalam hati melihat perempuan di depannya benar-benar menandatangani berkas itu tanpa membaca satupun kata yang tertera di sana.


"Apakah hanya ini saja?" Tamya Amnda.


"Ya, tapi butuh juga tanda tangan dari suami Anda, atau Putri Anda juga boleh," ucap Robin langsung membuat Amanda mengganggukan kepalanya lalu perempuan itu pun pergi keluar.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, aku akan menyuruh dia masuk untuk menandatangani berkasnya," kata Amanda langsung diangguki oleh Robin hingga pria itu tersenyum konyol dengan kelakuan perempuan itu.


Sementara itu, Dira yang sedari tadi cemberut melayani pembeli kini menatap ke arah ibunya saat ia melihat ibunya sudah keluar dari dalam rumah.


"Lho, cepat sekali?" Tanya Dira sembari menyerahkan uang kembalian pada seorang pria yang membeli di toko mereka.


"Kau masuklah, Robin membutuhkan tanda tanganmu," ucap Amanda langsung membuat Dira bersorak senang sembari perempuan itu menatap ke arah cermin kecil yang terletak di toko lalu memperbaiki penampilannya.


Jantungnya berdegup amat kencang ketika dia berjalan mendekati Robin lalu duduk di depan pria itu sembari menatap Robin dengan wajah berseri-serinya karena pria kaya raya di depannya.


"Kakak membutuhkan bantuan apa dariku?" Tanya Dira dengan suara yang begitu lembut dan halus menatap pria di depannya.


"Hanya sedikit tanda tangan saja ibumu sudah membaca semuanya dan menandatanganinya, Jadi kau hanya perlu bertanda tangan di sebelah tanda tangan ibumu, jangan lupa tulis nama," ucap Robin.


"Ok, kak!" Jawab Dira segera membubuhkan tanda tangannya pada berkas yang ada di depannya tanpa berniat lagi membaca apapun yang tertera di sana.

__ADS_1


Setelah membubuhkan tanda tangannya, maka Dira pun mengangkat wajahnya menatap pria di depannya sembari berkata, "nama Kakak siapa?"


"Robin," jawab Robin sembari mengulurkan tangannya pada Dira hingga membuat hati dirasa meletup-letup mengulurkan tangannya menerima uluran tangan pria itu.


"Nama yang sangat bagus, sangat sesuai untuk kakak," kata Dira dengan suara yang begitu manja dan lembut membuat Robin sangat ingin mengejek pada perempuan di depannya.


Tetapi tentunya pria itu tidak mengatakan apapun dan dia hanya mengambil berkas yang ada di atas meja sembari berkata, "Bagaimana kalau kita bertukar nomor ponsel?"


Dira yang mendengarkan itu sangat terkejut, Tetapi dia dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu memberikan nomor ponselnya pada Robin.


Setelah itu, dia mengantar Robin meninggalkan rumah mereka dengan Dira yang terus berdiri di luar toko menatap kepergian mobil Robin yang merupakan mobil mewah.


"Jangan hanya berdiri di situ, cepat bereskan botol alkohol ayahmu yang ada di dalam supaya nanti kalau kita kedatangan tamu tidak mempermalukan kita!!!" Perintah Amanda pada putrinya.


Dira dengan senyum di wajahnya dan hati berbunga-bunga langsung menuruti perkataan ibunya hingga membuat Amanda mengerutkan keningnya dengan perubahan tiba-tiba putrinya pada hari itu.

__ADS_1


__ADS_2