
Ucapan Monika langsung membuat dokter magang menghentikan tangannya yang sedang menulis laporan lalu berkata, "Memangnya gejala apa yang ia alami hingga membuatmu begitu panik? Awas aja kalau tidak penting!"
🤢🤢🤢
Mendengar suara perempuan yang ada di depannya, maka Monika hanya bisa mengepal kuat tangannya namun dia tetap berkata, "katanya dia selalu merasa mual dan kulitnya terlihat sangat pucat serta--"
"Tentu saja dia seperti itu, Dia menderita gastritis akut!" Ucap perempuan itu dengan kesal sembari menundukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin berbicara lagi dengan Monika.
Tetapi Monika yang tidak mau terjadi apa-apa pada anak kecil itu, maka ia kemudian berkata, "tidak, aku rasa gejalanya bukan karena gastritis, tapi dia terkena kanker perut! Dia mengalami--"
__ADS_1
"Diam!!" Bentak Perempuan yang kini sudah mulai kehabisan sabarnya menghadapi Monika yang selalu saja membuat masalah setiap hari, padahal perempuan itu hanya bisa magang di rumah sakit mereka karena mendapatkan beasiswa.
Jadi perempuan itu langsung berdiri lalu melototi Monica sembari berkata, "kalau kau bilang itu ialah kanker, maka pergi sembuhkan kankernya dan jangan menggangguku di sini!!! Atau kau mau bertanggung jawab kalau tesisku sampai tidak selesai?!! Hais,, Dasar anak magang pembawa masalah, berani beraninya dia mengatakan pendapatnya Kalau dokter sudah mendiagnosa pasien itu!"
Teriakan perempuan di depannya benar-benar membuat Monica merasa sangat kesal, tetapi kemudian dia menahan kekesalannya dan hanya pergi dari tempat itu untuk kembali melanjutkan tugasnya dengan perasaan kesalnya.
Tetapi, ketika sudah agak jauh dari seniornya, perempuan itu menghentikan langkahnya saat ia tiba-tiba saja dihampiri oleh pria yang tadi pagi menolongnya.
"Aku dengar kau menyebutkan tentang seorang pasien yang salah diagnosa?" Tanya Albert yang dari tadi mendengarkan pembicaraan mau nikah dengan senior Monica.
__ADS_1
"Ahh,, itu,," Monika langsung menatap ke arah seniornya, Tetapi dia melihat bahwa perempuan itu tidak menyadari kehadiran dokter Albert karena perempuan itu terus saja tertunduk mengerjakan pekerjaannya.
Oleh sebab itu, Monika lanjut berkata, katanya, "Aku baru saja memeriksanya, dan aku rasa Dia tidak menderita penyakit lambung biasa, tapi aku rasa itu adalah kanker."
"Apa yang membuatmu berpikir begitu?" Tanya Albert.
"Itu,, aku merasakan denyut nadinya dan gejala yang ia ceritakan juga sangat mirip dengan gejala kanker perut, ahh,, orang tuanya juga tidak menjaganya, jadi aku rasa Dia tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarganya sehingga dia kesulitan untuk menceritakan apa yang ia alami." Ucap Monika.
Albert mengangkat sebelah alisnya, "gejala kanker perut dengan gejala gastritis itu hampir sama. Dokter juga sudah mendiagnosanya, jadi sebagai dokter magang kalau harus menghormati keputusan dokter." Ucap pria itu benar-benar membuat Monika merasa kesal.
__ADS_1
Tetapi karena dia takut membuat masalah dengan pria itu sebab mungkin saja pria itu tidak akan pernah mau berbicara dengannya, maka akhirnya Monika hanya mengganggukan kepalanya dan memilih berpamit pada pria itu lalu dia lanjut mengerjakan tugasnya, namun tak lupa pula sesekali mengecek kondisi pria 12 tahun yang ia cemaskan.