Putri Monika

Putri Monika
66


__ADS_3

Dokter Albert dan Monica yang tiba di ruangan kepala Rumah sakit kini duduk bersama dengan pria yang sudah berumur sekitar 55 tahun itu.


Kepala Rumah sakit langsung menyerahkan sebuah berkas pada kedua orang itu, "ini adalah riwayat kesehatan wakil presiden selama 5 tahun terakhir. Ini yang akan kalian pelajari sebelum bertemu dengan para dokter pribadinya," ucap kepala Rumah sakit langsung membuat Albert menganggukkan kepalanya lalu dia membuka berkas tebal yang ada di tangannya.


Monica pun membuka berkas itu meski Sebenarnya dia bingung kenapa dia ikut dipanggil ke tempat itu padahal dia hanyalah dokter magang, belum menjadi dokter tetap, dan tentunya meskipun dia melakukan operasi dengan baik, namun orang yang memiliki kedudukan tinggi seperti wakil presiden tidak mungkin mempercayakan masalah kesehatannya padanya.


Meski begitu, dia tetap membaca berkas di tangannya sampai akhirnya dokter Albert menutup berkas itu dan dia mengangkat wajahnya menatap kepala rumah sakit.


"Wakil presiden sudah memiliki berbagai dokter-dokter penting, apakah nantinya kami hanya akan menjadi asisten dokter saja atau seperti apa?" Tanya Albert yang ingin memperjelas posisi mereka dalam tim dokter yang menangani kesehatan wakil presiden.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, kalian mungkin akan melakukan operasi, karena sejauh ini kalian belum pernah melakukan kesalahan dalam setiap operasi yang kalian lakukan sehingga keluarga wakil presiden yang sangat mempercayai masalah-masalah keberuntungan akan memilih kalian berdua," ucap kepala Rumah sakit benar-benar membuat Monica mengerutkan keningnya.


Sebuah pemahaman yang sangat luar biasa!!!


Luar biasa membengongkan!!!


"Kalian masih punya waktu satu minggu untuk mempersiapkan diri, akan ada informasi jika kalian sudah dipanggil," kata kepala Rumah sakit langsung membuat Albert menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, kami permisi dulu," ucap Albert sembari berdiri diikuti oleh Monica lalu kedua orang itu keluar dari ruangan kepala rumah sakit.

__ADS_1


Saat keluar dari sana dan berjalan menuju lift, Monica menatap dokter Albert sembari berkata, "hm, Aku tidak percaya ada seseorang yang masih mempercayai hal-hal seperti ini. Padahal, sangat sulit untuk mempercayai orang yang baru saja masuk ke sebuah dunia medis karena belum ada pengalaman yang cukup."


Meski Monica sudah memiliki berbagai pengalaman dari kehidupan sebelumnya, tetapi perempuan itu tentulah tahu bagaimana pemikiran orang-orang terhadap dirinya, tidak sama dengan apa yang ia ketahui.


Albert menganggukkan kepalanya sebab dia setuju dengan ucapan Monica, dan tetapi kemudian pria itu berkata, "apa yang kau katakan itu memang benar, tetapi keluarga wakil presiden adalah keluarga yang sangat mempercayai segala sesuatu yang menyangkut peruntungan dan keberuntungan. Oleh sebab itu, setiap kali mereka mengambil keputusan maka akan selalu melihat berbagai sisi, terkadang apa yang kita lihat sebagai sisi yang paling penting untuk dipertimbangkan malah menjadi sisi terlema yang mereka pertimbangkan."


Monica mengganggukan kepalanya, Ia memang mempercayai masalah itu Sebab di kehidupan sebelumnya dia banyak mendapat tawaran dari orang-orang berkelas untuk melakukan berbagai operasi. Sebab Dia dikenal sebagai satu-satunya dokter yang tidak pernah melakukan kesalahan dalam operasi, bahkan semua pasien yang ia tangani selalu saja sembuh dan belum pernah ada satupun yang harus kehilangan nyawanya.


Meski begitu, di kehidupan sebelumnya Monica tidak pernah mendengar hal-hal seperti itu. Sebab Dia hanya mengetahui bahwa orang-orang mengandalkannya setelah melihat pengalamannya, bukan karena masalah-masalah yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2