
Bip bip bip!
Clek!
Monika memasuki sebuah apartemen tipe studio yang ia sewa sebagai tempat tinggalnya demi terhindar dari keluarganya yang selalu memperlakukannya dengan buruk.
Begitu masuk ke apartemen, perempuan itu melepaskan sepatunya lalu melemparkan tubuhnya ke atas ranjang mengabaikan burung beo yang langsung terbang ke arah jendela.
"Aku merasa ingin mati saja," ucap Monica yang saat itu sudah sangat lelah serta kelaparan, namun dia tidak memiliki semangat untuk mengisi perutnya, seakan-akan bahwa dia hanya ingin menerima kematiannya saja supaya dia tidak perlu dilanda cemburu melihat pangeran yang ia cari selama 3 kehidupannya ternyata telah menikah bersama perempuan lain.
"Nona jangan berkata begitu, mungkin saja ada jalan keluar." Ucap burung beo yang meski saat itu, burung beo itu juga tidak tahu di mana jalan keluarnya ketika mereka sudah memastikan bahwa perempuan bernama bertin ialah istri dari pangeran Albert.
__ADS_1
Namun Monica yang ada di sana tidak memperdulikan ucapan burung beo itu dan dia hanya memejamkan matanya, berharap sesuatu yang baik akan terjadi saat ia kembali membuka matanya setelah tidurnya.
Maka, burung beo yang merasa khawatir langsung terbang menghampiri perempuan itu, tetapi meski dia hinggap di atas lengan Monika, Monica sama sekali tidak memperdulikannya hingga burung beo itu hanya bisa ikut berbaring di samping Monika dan keduanya tidur bersama-sama.
Tepat pada tengah malam, pukul 00.00 Monica barulah mengerjapkan matanya lalu perempuan itu terbangun dan dengan tubuh yang begitu lemas ia memperhatikan apartemen tempat ia berada.
Setelah beberapa saat, perempuan itu turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah pantri dan mengambil makanan instan untuk dimakan.
"Kenapa pangeran menghianatiku? Dia bahkan tidak mengingatku, sedikitpun menanyakan tentang Aku pun tidak pernah!" Ucok Monica kembali meneteskan air matanya meratapi kesedihannya.
Perempuan itu terus menangis sampai beberapa saat kemudian alarm microwave membuat perempuan itu berdiri lalu dia kemudian mengeluarkan makanan yang telah Ia panaskan.
__ADS_1
Perempuan itu makan sampai kenyang lalu dia kemudian berdiri dan melihat tas yang ia bawa dari rumah sakit.
Setelah membuka tasnya, perempuan itu mendapati jas yang digunakan oleh Albert untuk menutupi tubuhnya lalu dia memegangnya dengan hati-hati Namun sayang sekali air matanya kembali lagi merembes setelah mengingat bahwa pria pemilik jas tersebut telah memiliki seorang istri.
"Hiks,, hiks,, hiks,," Monika kembali lagi menangis hingga suara tangisannya membangunkan burung beo yang tertidur.
"Nona!" Ucap burung beo terbang menghampiri Monika dan memeluk perempuan itu.
"Apa yang harus kulakukan? Aku bertahan menjalani kehidupanku hanya karena aku berpikir akan bertemu dengan pangeran Albert Dan suatu saat bisa bersatu dengannya, namun sekarang ternyata pria itu sudah memiliki seorang istri dan bahkan istrinya mengandung seorang anak. Apa lebih baik aku pergi ke jembatan dan melompat dari jembatan seperti yang dilakukan oleh perempuan pemilik tubuh ini?" Ucap Monica sembari terisak keras dan perempuan itu benar-benar merasa kacau.
"Nona!! Nona tidak boleh berkata seperti itu, Nona adalah tuan putri dari kerajaan biru! Kerajaan yang penuh berkat dan kerajaan yang diberkati oleh dewa!! Dewa akan sangat marah kalau Nona melakukan perbuatan tidak menyenangkan, apalagi mengakhiri hidup nona!!" Ucap sang burung beo menyakinkan tuan putrinya supaya tidak memikirkan hal-hal buruk untuk menyakiti dirinya sendiri.
__ADS_1
"Huhu,,, tapi aku merasa tidak berguna lagi untuk hidup, orang yang kucintai telah bersama-sama dengan perempuan lain sementara aku menjalani kehidupan hanya dengan satu alasan itu saja, namun ternyata semuanya mengecewakan, tidak ada lagi yang membuatku merasa ingin hidup!!!" Isak Monika.